Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Percobaan membunuh


__ADS_3

Tanpa Aina, Alif belajar menjadi dewasa meski sangat sakit namun Alif tetap menjali nya bahkan saat Aina di bawa pergi Zenap tidak mengizinkan Alif melihat Aina meski bayangan nya Zenap tidak membiarkan Alif menemui Aina membuat Alif semakin terpukul dan menderita tapi Alif sadar atas kesalahannya pada Aina terlalu banyak hal menyakiti Aina karna diri nya Alif akan belajar dewasa


Keadaan Adam semakin baik saja dengan cepat sembuh hanya beberapa tembakan biasa buat Adam dia mampu menahan rasa sakit nya itu


"Renata"panggil Adam memeluk leher Renata yg lagi menata makanan


"Apa sih malu"bisik Renata melepaskan pelukan Adam


"Aku mau kamu"ujar Adam menarik tangan Renata


"Adam,Renata mau sarapan lagian kamu mau kerja"ucap Zahra


"Ngak ahh ma"ujar Adam memeluk Renata


"Iss malu aku kamu ini kenapa sih"ujar Renata mulai jengkel


"Aku ingin kamu ngerti ngak"geram Adam


"Kamu ini nakal banget "ucap Zahra menarik telinga Adam


"Ahh ma sakit"ucap Adam menahan tangan mama nya


"Ayo sarapan "ucap Zahra menarik tangan Adam buat sarapan


"Mama menganggu saja"ucap Adam duduk dengan kesal


"Mau ganti menu aja lah"ucap Adam meraih roti selai


"Kamu ini ngak bisa menghargai pemberian istri makan ngak sarapan nya"ucap Zahra jadi kesal


"Aku ngak mau ma"ucap Adam


"Makan Adam"geram Zahra


"Mama kenapa seperti itu pada ku"ujar Adam sedih memeluk Renata dengan erat


"Udah sayang ngalah aja sama Adam"ujar Devil


"Ck aku kesal pa jika dia ngak bisa menghargai usaha istri nya"ucap Zhara


"Ngak papa ma jika Adam mau makan yg lain"ujar Renata mengelus punggung Adam


"Makan aja nanti mau berangkat kerja"ucap Renata di angguki Adam mulai menikmati makan


###


"Alif aku mau pokus di kantor di tuntut terus sama om Bara"ucap Leon serius bicara pada Alif


"Aku terserah kak Leon aja mau ikut kerja di sini atau pun tidak "ucap Alif


"Nanti aku susah sendiri jika mengambil dua bagian "ucap Leon


"Iya silahkan aku tidak memaksa"ucap Alif


"Gimana keadaan Aina"tanya Alif menatap Leon


"Belum ada kabar terbaru nya tapi dia sudah di rawat soal keadaan nya aku juga kurang tau karena yg mengurus semuanya Avantika langsung "jelas Leon


"Hah aku binggun sekarang ini"ucap Alif mengusap wajah nya kasar


"Aku menghancurkan sendiri kebahagiaan ku"ucap Alif


"Alif kamu perlu menyadari satu hal Aina ini sebagai sahabat mu apa cinta mu Olif aja kamu abaikan kamu seperti pria breksek sekarang ini oke kamu memenuhi tanggung jawab mu sebagai suami tapi seorang istri menginginkan hati suami nya sepenuhnya dan kamu hanya memberi Olif separuh pertanyaan ku Aina itu apa bagi mu"ucap Leon


"Aina itu wanita sangat baik aku menyayangkan dia seperti itu"ucap Leon lagi


"Aku tidak menuntut kamu jauh dari Aina karna aku sangat yakin Aina bahagia bersama mu tapi kamu perlu menghargai orang tua nya jauhi Aina"ucap Leon memeluk bahu Alif lalu dia berlalu pergi


###


Leon masuk ke ruangannya melepaskan jas nya dia sudah ikhlas Nur bahagia dengan pria lain sekarang giliran Leon mencari cinta nya sekarang Leon mau pokus memenuhi tanggung jawab


"Permisi pak "ucap sekretaris nya masuk


"Pak ini asisten baru bapak "jelas nya


"Asisten baru"ucap Leon menatap wanita itu

__ADS_1


"Iya pak tuan Bara menginginkan asisten baru dan tuan Bara sendiri yg memilih wanita ini"jelas nya


"Oke kamu jelas kan saja tugas nya"ucap Leon


"Pak peraturan perusahaan harus di tes dulu"ujar nya


"Tidak usah kamu jelas kan saja tugas nya dan CV nya serah kan pada saya"ucap Leon


"Baik pak nanti saya kirim jika begitu kami permisi "ucap nya berlalu mengajak wanita itu pergi


###


Leon juga pindah tempat tinggal dia tinggal di rumah Adirata karna Bara memaksa nya karna ingin menghargai dan menghormati jadi Leon tinggal di sana meski begitu dia seperti tinggal sendiri tidak ada kekompakan dan peduli seperti sebelumnya Leon paham akan keluarga itu meski begitu dia menghargai semuanya


"Kanaya Savitri emm semuanya bagus"gumam Leon memakan roti nya dengan membaca CV asisten nya lalu Leon terus menggeser ke bawah


"Gimana pekerjaannya"ucap Bara duduk


"Semua lancar"ucap Leon tersenyum


"Harus lebih hati hati pada lawan bisnis"ucap Bara mengingat kan Leon mengangguk pelan


Kanaya Savitri seorang gadis dia lama menunggu saat ini menjadi asisten direktur Adirata,Kanaya akrab dengan nama sapaan itu memiliki dendam tersendiri terhadap keluarga Adirata dia akan mengincar Leon untuk membalas kan dendam nya itu kenapa dia melamar pekerjaan sebagai asisten


"Kamu akan mati"gumam Kanaya menuang kan minyak di depan pintu Leon supaya jika Leon menginjak dan akan kepeleset dan Leon akan terluka


"Selamat tinggal "ucap Kanaya berlalu ke ruangan nya


"Kanaya ke ruangan saya sekarang ada tugas pertama untuk mu"ujar Leon di telpon


"Siap pak"ucap Kanaya berniat segera ke ruangan Leon tapi Kanaya tidak tau jika Leon sudah sampai dari pagi


Brak


"Awww"pekik Kanaya kesakitan saat kepala nya kebentur dinding


"Astaghfirullah"Leon beranjak dari kursi menuju Kanaya tapi karna lantai nya licin Leon tidak seimbang alhasil dia terjatuh di atas Kanaya tangan Leon berada di atas dada Kanaya


"Aghhh singkir kan tangan nya"teriak Kanaya


"Bapak sangat kurang ajar ya sama saya"ujar Kanaya marah


"Maafkan saya"ucap Leon saat dia bergerak lantai nya sangat licin


"Ehhh"Leon berusaha mengimbangi tubuhnya


Cup


Mata keduanya melebar saat bibir mereka menyatu Kanaya dengan cepat mendorong Leon dengan kuat mengelap bibik nya


"Saya bukan wanita murahan ya pak"ucap Kanaya mundur lalu berlaku


"Aduh kenapa sih"ucap Leon berdiri tapi dia malah ingin terjatuh Leon melepaskan sepatu nya kembali duduk di kursi nya dan menyuruh OB mengepel lantai nya


"Sial niat mau bunuh malah kayak gini memalukan"ucap Kanaya frutasi


"Mana ambil ciuman pertama aku lagi dasar atasan kejam"umpat Kanaya frutasi dia kembali duduk di kursi nya


"Kanaya"ucap Leon masuk ke ruangan Kanaya


"Maafkan aku ya tadi itu benar tidak sengaja"ucap Leon menyesal


"Lain kali jangan di ulang pak"ucap Kanaya datar


"Iya makasih ya"ucap Leon tersenyum


"Ohh ya ini laporan bulanan kamu buat laporan bulanan ini sesuai yg saya kirim tadi setelah selesai serahkan pada saya"ucap Leon menyerah kan berkas itu


"Saya duluan ya"ucap Leon lalu pergi


"Kali ini aku ngak boleh gagal lagi tapi rencana nya apa ya"gumam Kanaya berfikir keras untuk mencelakai Leon dengan cara apa


"Kanaya nanti malam ada acara kamu ikut saya ya saya ngak ada teman soal nya"ucap Leon saat berpapasan dengan Kanaya di lobby


"Ya keberuntungan berpihak pada ku"batim Kanaya


"Kanaya"ucap Leon melihat Kanaya bengong

__ADS_1


"Ahh iya pak saya bisa "ucap Kanaya senang


"Setelah pulang kerja kamu siap siap ya nanti saya jemput"ucap Leon tersenyum lalu melangkah pergi


"Aku harus susun rencana sematang mungkin untuk membunuh manusia kejam satu ini"batin Kanaya tersenyum misterius


🌙🌙🌙


Kanaya membawa pisau kecil untuk menusuk Leon dan nanti membuat alasan jika mereka di rampok atau ada orang jahat yg membunuh Leon setidaknya akan membebaskan Kanaya dari tuduhan pembunuhan Kanaya susah memiliki Rencana yg sangat matang dia akan mengambil kesempatan nanti nya.Leon berbicara dengan klien nya untuk proyek yg ada di luar kota dengan pesta kecil-kecilan


"Jadi deal ya tuan Leon"ucap nya


"Iya tentu saya akan berusaha sebaik mungkin "ucap Leon tersenyum


"Terimakasih tuan Leon"ujar nya di angguki Leon


"Jika begitu saya dan asisten saya pulang dulu saya permisi"ucap Leon lalu berlalu mengajak Kanaya


"Pak kenapa kita ngak minum dulu"ujar Kanaya berjalan di samping Leon


"Udah malam kasihan kamu nya udah cewek besok mau bangun pagi nanti telat"ujar Leon


"Sok baik dia"batin Kanaya mencibir lalu masuk mobil


"Udah mau pulang aku belum punya kesempatan "batin Kanaya dia melirik Leon yg pokus menyetir Kanaya sudah mengeluarkan pisau nya dengan menatap Leon siap menikam Leon


Shittt


Cup


Leon ngerem mendadak membuat tubuh Kanaya maju dan akhirnya mencium pipi Leon pisau itu terjatuh karna tubuh Kanaya sedikit maju dan memeluk Leon


"Kamu mencium ku lagi"geram kanaya


"Kali ini tidak kamu yg mencium saya"ucap Leon menyentuh pipi nya akhirnya Kanaya malu di buat nya


"Lagian bapak ngerem mendadak sengaja ya"ucap Kanaya


"Ada orang"ucap Leon menunjuk ke depan mobil mereka ada beberapa orang yg berdiri


"Kamu tunggu di sini"ucap Leon baru keluar


"Kalian siapa"ucap Leon waspada


"Bunuh dia"perintah nya dan menyerang Leon tentu Leon melawan


"Ini kesempatan ku jika aku bisa menusuk tuan kejam itu ini hanya kecelakaan mengatakan dia di bunuh oleh mereka ya ya ya"ucap Kanaya tersenyum licik dia memperhatikan sekitar tidak ada kamera,Kanaya mengambil pisau nya dan Keluar


"Pak Leon saya akan bantu"teriak Kanaya berlari kecil tapi karna dia berada di tengah tengah perkelahian Kanaya ingin menusuk Leon malah dia tertusuk oleh pisau sendiri


"Kanaya "ucap Leon lalu Leon menendang mereka semua saat lengah Leon menggendong Kanaya tapi saat mereka akan masuk mobil di tarik oleh permen itu menghajar Leon lagi


"Pak Leon"panggil Kanaya menyentuh perut nya Leon melawan yg lain saat mereka terjatuh Leon lari mengendong Kanaya karna terus di kejar Kanaya menarik kemeja Leon menahan rasa sakit itu Leon terus berlari hujan turun menyusahkan Leon untuk bersembunyi dia melihat ada gubuk Leon segera masuk


"Kanaya kamu tahan aku akan menyelamatkan mu"ujar Leon meraih pisau itu lalu menyambut nya


"Aghh"lirih Kanaya lalu Leon melepaskan jas nya menyelimuti Kanaya Leon melepaskan dasi nya mengikat arah yg terluka


"Kamu tahan ya aku lihat kondisi dulu"ujar Leon menggosok tangan Kanaya lama lama pandangan Kanaya buram dan pingsan


"Mereka masih mencari ku siapa sebenarnya mereka"gumam Leon mengintip dan menoleh melihat Kanaya pingsan


☀️☀️☀️


Kanaya membuka matanya dia melihat sekeliling masih berada di gubuk itu dia mengingat kejadian semalam kenapa sangat susah membunuh Leon,Kanaya lalu duduk melirik Leon tertidur dan pisau ada di samping Kanaya


"Pisau kecil ini hampir membunuh mu masak iya senjata makan tuan"gumam Kanaya mengambilnya


"Kali ini tidak akan lolos lagi"ujar Kanya mendekat lalu ingin menusuk kan di dada Leon tapi karna gubuk itu basah lantai nya licin membuat Kanaya terjatuh malah memeluk Leon


"Awww"lirih Kanya menahan perut nya Leon terbangun


"Kanya"ucap Leon saat Kanaya akan berdiri dia terpeleset lagi membuat bibir nya menyentuh pipi Leon mereka saling pandang


"Kenapa kamu sekali mencium ku"ujar Leon serius Kanaya kaget dia berdiri lagi


"U... udah siang pak"ucap Kanaya gugup bisa bisanya keberuntungan selalu berpihak pada Leon dia selalu gagal membunuh Leon

__ADS_1


__ADS_2