Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
terjebak


__ADS_3

Aina acuh pada izin Alif yg ingin menikahi Olif secepat nya ,Aina menyadari jika dia tidak boleh acuh atas masalah itu pada Alif Aina harus bisa membuat Alif mencintai nya dan meninggal kan wanita itu,akhir akhir ini Alif banyak menghabiskan waktu bersama Aina karna bersama nya mengundang cemburu di hati Olif tapi dia tidak bisa memaksa Alif karna Alif ini sangat keras kepala


Nur dan Abi juga jarang menghabis kan waktu bersama karna banyak nya pekerjaan Abi dia berusaha meluangkan waktu nya


"Aina sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu"ujar nya menyungging kan senyum jahat nya lalu menelpon seseorang


Aina keluar karna Syifa menyuruh Aina untuk memeriksa kantor Nur lagi malas keluar meski di paksa bunda nya pun dia tidak mau jadi Aina menawarkan diri jadi lah Aina datang ke kantor pusat mengecek kerja karyawan


"Coba saya lihat laporan bulanannya"ujar Aina Asisten itu menyerah kan laporan Aina melihat nya membandingkan dengan laporan lama


"Penjualan nya makin maju ya kerja bagus dan semangat terus"ujar Aina tersenyum


"Terimakasih nona ini karna nyonya Syifa memberi kami gaji besar jadi kami sangat semangat kerja nya"ujar nya tersenyum Syifa memberi gaji tidak seperti tempat lain Syifa memberi gaji 2 kali lipat


"Karna semua sudah beres saya pulang kamu tinggal masuk kan laporan ini ke email nanti biar tante Syifa mengurus nya"ujar Aina berdiri


"Iya nona"ucap nya lalu Aina keluar dan masuk mobil


"Pulang pak"ujar Aina mobil melaju Aina menatap keluar lama lama dia mengantuk dan tertidur seseorang tersenyum licik lalu melaju kan mobil nya


"Apa kalian sudah mengosongkan hotel nya"ujar nya pada anak buah nya


"Sudah "ujar mereka


"Bagus"ucap nya lalu keluar merangkul Aina mengajak nya masuk ke hotel itu.Dia membaring kan Aina lalu melepaskan hijab Aina melepaskan semua pakain Aina setelah itu dia menyelimuti Aina dan tersenyum misterius


####


"Kak Syifa apa Aina belum juga pulang ini sudah jam berapa "ujar Zenap cemas Syifa berdiri melihat jam di pergelangan tangan nya jam 7 malam


"Ya Allah aku lupa kenapa Aina belum pulang"ujar Syifa menelpon Asisten nya dan Asisten nya bilang Aina pulang sejak tadi sore


"Kenapa bun"ucap Arysif baru pulang


"Aina belum pulang"ucap Syifa


"Abi kok belum pulang juga Arysif"ujar Nur mendekat


"Lho bukan nya dia sudah pulang"ujar Arysif


"Cari dulu Aina nya bunda takut nanti dia pingsan lagi ngak tau keberadaan nya"ujar Syifa


"Biar aku tan yg temani Arysif"ujar Nur


"Iya cari sampai dapat ya Nur"ujar Zenap dan mereka pergi


"Bukan nya mobil kita itu di pasang alat pelacak ya"tanya Nur di perjalanan


"Benar juga kamu"ujar Arysif baru mengingat lalu menghentikan mobil nya memeriksa Arysif terdiam


"Nur arah titik mobil Aina dan Abi ada satu arah"ujar Arysif bingung kenapa mereka ada di tempat yg sama


"Dimana coba lihat"ujar Nur melihat ponsel Arysif mereka berdua terdiam


"Kita pasti kan dulu ayo"ujar Arysif melaju kan mobil nya


"Ya hallo Alif kenapa"ucap Arysif saat Alif menelpon nya


"Gimana apa Aina sudah ketemu"ucap Alif cemas


"Kami melihat di alat pelacak seperti nya berada di hotel"ujar Arysif


"Baik kita ketemu di sana"ujar Alif memutuskan sambungan telpon nya


"Nur kenapa gelisah"ujar Arysif melirik Nur yg gelisah


"Entah lah aku tidak ingin berburuk sangka tapi kita ngak bisa pungkiri jika kedua nya"ujar Nur terhenti tidak sanggup mengucapakan kata kata nya


"Astaghfirullah Nur kita tidak boleh seperti itu Aina tidak mungkin melakukan itu dan Abi pria bertanggung jawab tidak mungkin juga seperti itu"ujar Arysif


"Entah "ujar Nur mobil mereka sampai dan benar melihat mobil Aina terparkir di sana bersama mobil Aina


"Ayo di mana Aina"ujar Alif datang bersama Olif


"Kita cari"ucap Arysif mereka masuk sangat sepi


"Mbak apa ada yg menginap"tanya Alif tidak sabaran


"T....tidak ada"ucap nya takut


"Katakan yg jujur"ujar Olif


"Tuan Abi memesan kamar 1220"ucap nya takut

__ADS_1


"Kita lihat dulu nanti cari Aina"ucap Nur jadi semakin cemas


"Ayo"ujar Alif mereka masuk lift menekan lantai tujuan setelah beberapa menit mereka keluar menuju nomor kamar


"Ya allah kenapa perasaan ku tidak enak"batin Nur gelisah


"Biar aku yg masuk"ujar Nur lalu membuka pintu itu tidak terkunci


cklek


Nur masuk dia berdiri di depan kasur itu menatap pemandangan itu terasa tidak nyaman yg lain juga masuk sama mereka sama sama terdiam di saat melihat Abi memeluk Aina yg tertidur.Nur perlahan berjalan mendekat lalu melihat ke bawah selimut nya entah kenapa ada perasaan tidak nyaman saat melihat tubuh Aina


"Ya Allah"Nur syok akan hal itu


"Ba****n kamu Abi"triak Nur memukuli Abi membuat Abi melonjak kaget bersama Aina


"Nur"ujar Abi menahan tangan Nur


"Kamu kenapa memukuli ku"ujar Abi


"Kamu bertanya kenapa"ujar Nur marah


"Astaghfirullah Nur ya Allah"Aina terkejut mengerat kan selimut nya Abi menoleh kebelakang arah Aina


"Aina"ujar Abi kaget


"Bukan kah kamu pernah bilang ya Alif jika Abi ini orang mencintai Aina apa jangan jangan"ujar Olif berfikir


"Bre****k kenapa kamu melakukan nya "teriak Nur marah


"Nur dengar kan aku dulu"ujar Abi berdiri dia memakai pakaian nya sembarang


"Aku aku"Aina bingung untuk berkata


Plak


"Semua orang baik pada mu tapi nyata nya apa kamu malah mengkhianati aku Aina"teriak Nur menampar Aina


"Kak Nur aku tidak tau apa yg terjadi"ujar Aina menangis


Plak


"Diam kamu merusak hubungan aku sama Abi"triak Nur menampar lagi Aina


Plak


"Tenang apa hah aku ingin kita pisah"ujar Nur lari menghapus air mata nya


"Nur tunggu"ujar Abi mengejar


"Aina"ujar Alif mendekat


"Aku tidak tau apa yg terjadi hiks hiks hiks"Aina menangis di pelukan Alif


"Aku berdosa aku aku tidak mengerti"ujar Aina menatap Alif


"Sstt Aina jika pun Abi melakukan kita tidak bisa apa apa semua sudah terjadi"ujar Alif


"Tidak Alif jangan mengatakan itu "ujar Aina menangis


"Ssstt jangan menangis "ujar Alif menenangkan Aina


"Nur dengar kan aku dulu"ujar Abi saat mereka sampai rumah


"Dengar kan apa hah dengar kan saat mana kamu men***ti Aina begitu"triak Nur


"Kamu salah paham pada ku mungkin saja aku di jebak"ujar Abi


"Di jebak bersama wanita yg kamu cinta itu kamu bilang terjebak"ujar Nur berlalu ke kamar nya


"Nur dengar kan aku"ujar Abi mengejar nya


"Ada apa ini"ujar Syifa makin cemas terhadap Aina termasuk Zenap jadi tidak tenang


"Nur dengarkan aku tidak mencintai Aina ya dulu tapi sekarang beda"ujar Abi


"Percaya lah Nur"ujar Abi menenangkan Nur


"Cukup aku tidak mau mendengar penjelasan mu lagi Abi aku mau kita pisah"ujar Nur sesegukan dia terduduk menangis


"Nur"ujar Abi menangkup wajah Nur


"Percaya kah pada ku aku merasa tidak terjadi apa apa antara aku dan Aina"ujar Abi serius

__ADS_1


"Pergi"triak Nur mendorong Abi dengan keras


"Kamu marah kan aku mengerti tapi tolong beri aku kesempatan membuktikan aku tidak bersalah"ujar Abi


"Cukup dengan omong kosong mu itu Abi"triak Nur berdiri lagi Abi berdiri


"Aku tidak omong kosong Nur"ujar Abi binggun dengan situasi


"Aku tau jika kamu terjebak kamu yg menjebak Aina bukan"ujar Nur serius


"Percaya lah Nur"ujar Abi serius


"Aku tidak percaya kamu lagi"ujar Nur , Abi mencium Nur dengan kasar tapi Nur memberontak


"Aku tidak butuh kata kata"ujar Abi serius


Plak


"Aku benci kamu pergi"triak Nur menampar Abi tapi Abi tidak menyerah dia mencium Nur tapi Nur tetap menolak memukuli dada Abi lalu Abi memegang tangan Nur menatap mata Nur


"Aku tidak butuh kata kata"ujar Abi lagi menghapus air mata Nur menatap mata Nur lalu mencium lagi bibir Nur kini Nur diam seribu bahasa dia menangis di antara ciuman itu Abi tetap mencium bibir Nur yg hanya diam sampai Abi menuntun nya kekasur Nur hanya diam melihat Nur tidak menolak akhirnya Abi lebih berani dia benar melakukan nya bersama Nur Meksi tanpa kata yg terucap dari keduanya


☀️☀️☀️


Nur perlahan bergerak saat sinar matahari bersinar terang Nur mengankat tangan nya untuk menghalangi sinar matahari dia membuka mata melihat ke samping kosong Nur kembali memejam kan mata lalu membuka mata nya lagi


"Hiks hiks kenapa aku malah melakukan nya bersama Abi"ujar Nur menangis


"Ya Allah apa ini hukuman untuk ku"ujar Nur menangis jika tidak karna masalah itu Nur akan malu atas kejadian semalam mereka benar benar gila dan memalukan melakukan malam pertama nya


"Rekaman semalam hilang "ucap Abi bicara pada anak buah nya


"Benar tuan dari mobil nona Aina sampai pun tidak di ketahui karna rekaman semua nya hilang"ujar nya


"Oke"ujar Abi memutuskan sambungan teleponnya


"Breksek"triak Abi menendang kursi itu


"Abi apa yg akan terjadi karna masalah ini kamu jangan mempermainkan dua saudara itu"ujar Arkan tajam


"Om semua beri aku waktu untuk membuktikan aku merasa tidak melakukan itu"ujar Abi


"Jangan kamu pikir kami bodoh Abi"ujar Arka memukul kepala Abi pelan lalu menarik baju Abi melihat kan merah di leher nya


"Ini apa hah"ujar Arka geram


"Ayah pikir aku tidak punya istri "ujar Abi


"Beri aku waktu aku akan menyelesaikan nya"ujar Abi berlalu masuk ke kamar


Abi melihat Nur sudah bangun dia berdiri di balkon Abi mendekat melihat tatapan Nur kosong ke arah Aina yg bicara pada Avantika di halaman rumah


"Kenapa kamu melakukan itu"ucap Nur


"Nur percaya lah pada ku"ujar Abi mengengam tangan Nur


"Kenapa kamu melakukan nya semalam hah kenapa"teriak Nur murka


"Karna aku mencintaimu Nur aku ingin miliki mu sepenuh nya tidak peduli soal masalah ini karna aku tidak sama sekali merasa melakukan bersama Aina aku mencintai mu"ujar Abi sedikit berteriak Nur menangis lagi dia terduduk karna sakit nya area pribadi nya


"Beri aku kesempatan Nur "ujar Abi serius tapi Nur diam Abi mengendong Nur ke kasur masih berantakan


"Percaya pada ku Nur"ujar Abi serius dan menindih Nur yg hanya diam


"Hah kamu seakan cemburu buta pada ku"ujar Abi menghembuskan nafas nya kasar


"Karna aku mencintai mu aku tidak mau berpisah dari mu tapi apa yg terjadi sangat menyakiti ku"lirih Nur akhir nya mengungkap kan perasaan nya dia menatap Abi serius


Abi tersenyum menatap Nur lalu mencium istri nya itu merasa kan itu Nur malah membalas nya lagi saling ingin miliki satu sama lain akhirnya mereka melakukan lagi tanpa penolakan


" Bi masih sakit"lirih Nur melampiaskan rasa sakit nya di punggung Abi saat mereka kembali menyatu Abi tidak peduli dia asik mencumbu Nur dan menggauli nya lagi dengan cinta


"Aku tidak tau apa yg terjadi aku merasa putus asa semua tidak mempercayai ku"lirih Aina menangis


"Aina aku punya solusi akan hal ini bagaiman kita cek kamu saja apa benar ada ****** seseorang yg masuk ke tubuh mu jika ada kita lihat itu ****** Alif apa Abi"ujar Avantika serius


"Avantika aku masih pe***an"ujar Aina serius


"What"ucap Avantika melongo


"Allah terlalu berat memberi aku cobaan ini hiks hiks lebih sakit mati suri"isak Aina, Avantika memeluk Aina dengan begitu erat merasakan kesakitan Aina


"Tapi meski sangat memalukan aku akan mengikuti saran mu kita cek diri ku"ujar Aina penuh keyakinan

__ADS_1


"Aku akan membantu mu tenang saja"ujar Avantika memeluk Aina kedua nya memang jadi sahabat Avantika tau Aina sangat terluka cinta harga diri dan kehormatan semua hilang


__ADS_2