
Tidak ada yg tau soal perasaan Adam seperti apa tapi Zahra bisa tau melalui tatapan Adam meski terlihat dingin dan datar namun sebenarnya Adam sangat menyayangi Renata cuman ciri khas Adam aja yg menatap Renata tajam sebenarnya di sana terbesit rasa cinta ,soal sikap ada yg kasar pada Renata selain untuk mengendalikan kegugupan nya dan juga untuk membentuk Renata menjadi kuat dan tegar
Adam baru pulang menatap Renata penuh kelembutan Adam mendekat berjongkok lalu menyentuh wajah Renata lembut dengan diam Adam mengenakan kalung pada Renata setelah itu dia beranjak untuk mandi
Saat Adam selesai mandi tiba tiba dia melihat Renata duduk bersender dengan membaca buku membuat Adam panik apa Renata tadi tidak tidur dan mengetahui apa yg Adam lakukan
"Kamu jam berapa pulang"tanya Renata berdiri melegakan hati Adam ternyata Renata tidak menyadari nya
"Baru saja"ujar Adam berlalu
"Kenapa belum tidur"ucap Adam lalu berbaring menarik selimut
"Tadi udah tidur tapi kebangun"ucap Renata
"Besok aja baca lagi udah malam"ujar Adam memejam kan mata rasa capek menyerang tubuh nya
"Belum ngantuk lagi mata ku udah segar"ujar Renata
"Mau nanya juga beberapa hal"ujar Renata membuka buku nya
"Sini sambil baringin aku capek"ucap Adam
"Maksud nya Gimana"ujar Renata
"Baring di samping ku"ujar Adam dengan pelan Renata berbaring dan memeluk Adam
"Aku hanya menyuruh berbaring di samping ku bukan memeluk ku"ujar Adam datar Renata mendongak
"Ya maaf"ucap Renata ingin beranjak tapi Adam menahan nya lalu dia menjelaskan pada Renata hal mana saja yg tidak di mengerti Renata lama membaca dan menjelaskan membuat Adam malah terlelap Renata mendongak menatap Adam yg malah tertidur lalu mengambil buku itu
"Dia pasti sangat kecapekan berkerja seharian"gumam Renata menarik selimut ke tubuh Adam lalu Renata memeluk Adam dengan erat menemani suaminya untuk beristirahat
###
Karna terus banyak yg akan Renata tanya kan pada Adam jadi Adam mengajak Renata untuk bekerja Zahra juga menyuruh Adam mengajak Renata kemana pun Adam pergi jadi mereka berangkat bersama meski hanya ada kesunyian di dalam mobil tapi itu ada hal yg berbeda
"Kenapa berhenti"tanya Renata melihat Adam menghentikan mobil nya dia mengalihkan dari bacaan nya menatap ke depan ada seseorang yg berbaring
"Kenapa ngak kamu bantuin"ujar Renata ingin keluar tapi Adam menahan nya
"Siapa ingin melakukan trik murahan ini"batin Adam menatap orang yg tergeletak
"Biar aku saja"ujar Adam lalu keluar tapi Adam mengunci mobil nya
"Kok malah dia kunci apa dia mau menyiksa ku"ujar Renata kesal saat Adam mengunci mobil,Adam berjalan mendekati orang itu sebagai insting sebagai petarung Adam sangat peka akan sesuatu dia mengelak di saat ada yg ingin memukul nya dari belakang
"Trik murahan"ujar Adam sinis
"Tangkap dia"ucap nya lalu ada beberapa orang keluar dan menyerang Adam tentu Adam dengan sekejap bisa mengalahkan mereka semua
"Jika ingin menangkap ku kata kan pada bos kalian pakai tangan sendiri "ucap Adam mengcengkram baju pria itu lalu mendorong nya Adam berjalan pelan masuk mobil lagi sedangkan Renata hanya melongo saja
"Arysif "ucap Adam di telpon dan dia melajukan mobil nya
"Jaga baik bain istri mu"ucap Adam datar
"Kenapa"ucap Arysif di telepon
"Bobi telah sadar ada yg menyerang ku aku sangat yakin mereka anak buah Adirata karna salah stau mereka memakai seragam Adirata aku juga pernah mendapatkan ancaman dari mama nya Bobi hati hati pada mereka jaga dengan baik istri mu"jelas Adam
"Kamu tidak apa apa "ucap Arysif
"Iya aku baik baik saja Bobi harus segera di singkirkan aku tidak ingin ribet lagi mencampuri urusan kalian jika mama ku yg minta"ucap Adam membuat Arysif tertawa
__ADS_1
"Ngak usah minta bantuan aku lagi"kesal Adam mematikan sambungan telpon
"Kamu tidak apa apa"tanya Renata akhirnya Adam hanya melirik sekilas kembali pokos menyetir
"Dia ini menyebalkan sekali di jawab kek"batin Renata lalu pokus pada buku nya
Adam berjalan memasuki kantor bersama Renata,Adam melirik Renata banyak orang yg memperhatikan mereka tapi tujuan Renata bukan pada orang menatap nya tapi bangunan itu sangat indah dan mewah membuat Renata takjub pantas saja Adam sangat angkuh ternyata kekayaan nya sebanding dengan kesombongan nya
"Ngak usah norak"ujar Adam saat mereka sampai ruangan Renata duduk di sofa menatap Adam dengan tersenyum
"Tingkat kekayaan mu sama seperti tingkat kesombongan mu"ujar Renata lalu membuka buku nya Adam menatap Renata tajam tapi dalam hati dia senang melihat senyum Renata
####
Setelah lama menatap laptop dan mengabaikan Renata ,Adam menutup laptopnya melihat Renata yg masih betah membaca buku nya Adam berdiri mendekat
"Ayo makan siang"ujar Adam
"Iya"ucap Renata menutup buku nya menurun kan kaki nya Adam melihat sepatu Renata yg kusam
"Apa kamu sangat miskin lihat sepatu mu kita mau makan di restoran mahal"ujar Adam
"Aku hanya punya ini apa sangat malu untuk mu"lirih Renata
"Ayo"ucap Adam,Renata mengikuti kemana Adam mengajak nya
"Sebagai pecinta makanan nilai nya standar hanya tempat nya yg mewah"ujar Renata menikmati makan nya Adam diam diam melirik Renata
"Nikmati saja"ucap Adam
"Jika punya kesempatan aku mau buka restoran juga"ucap Renata tersenyum
"Tidak boleh Kamu tidak punya hak akan hal itu"ucap Adam datar
"Aku anak tunggal usaha ku banyak dan kamu istri ku dan tugas mu membantu ku apa lagi bagain rumah kamu yg akan mengurus semuanya mama ku akan menerima makan saja dia tidak boleh kecapekan"ucap Adam tegas
"Hei kamu mau apa menyentuh istri ku"ucap Adam emosi tapi pria itu hanya tersenyum
"Berani nya kamu"geram Adam mencengkram baju pria itu lalu memukul nya sampai terjatuh
"Aduh tuan maaf kami hanya membuat konten"ucap nya berdiri
"Konten kamu bilang"ucap Adam lalu menoleh pada pria yg memegang kamera Adam meraih kamera itu
Brak
"Kamu pikir istri saya itu mainan "bentak Adam membanting kamera itu dengan marah
"Tuan maaf banget"ucap nya
"Tidak juga menghancurkan kamera kami"ucap nya sedikit kesal
"Kamu membuat masalah dengan ku"ujar Adam datar
"Memang nya siapa kamu"ujar nya jengkel Adam menarik baju orang itu menatap nya dingin saat menatap Adam lebih dekat dia baru menyadari siapa Adam baru mengenali
"Aku akan benar membunuh mu"ujar Adam
"Adam hentikan kita jadi pusat perhatian"ujar Renata cemas saat semua orang menatap mereka
"Maaf tuan Adam saya tidak mengetahui istri anda maafkan saya yg lancang "ujar nya cemas
"Kamu benar benar berani"ucap Adam datar
__ADS_1
"Adam udah ayo"ujar Renata menarik tangan Adam
"Maaf ya"ujar Renata tidak enak lalu berlalu
"Kamu kenapa menghentikan aku"geram Adam
"Dia udah minta maaf ngak malu apa di perhatiin katak gitu"ujar Renata
"Aku akan memotong tangan mu itu berani kamu menerima tangan pria lain"ucap Adam emosi Renata terdiam sesaat Adam jika marah memang susah untuk di kendalikan Renata paham dengan tingkah Adam
"Iya maaf lain kali ngak lagi"ujar Renata lalu mengusap dada Adam menepuk nya pelan Adam terdiam menatap Renata
"Tidak usah seperti itu"ketus Adam
"Aku hanya mengikuti mama mu saja"ucap Renata
"Dia hanya menguat kan aku"ujar Adam meninggikan Renata sendiri dia berdebar tidak karuan Renata berbuat seperti itu
"Kamu senang kan aku ajak belanja seperti ini"ucap Adam menatap Renata tajam Renata mendongak menatap Adam
"Tidak juga"ujar Renata
"Alah bukan nya kamu sangat menyukai belanja"ujar Adam
"Ayo pilih semau mu"ujar Adam lagi
"Aku mau pulang aja tidak perlu ini semua "ujar Renata
"Pulang sana aku tidak akan mengantar mu"geram Adam, Renata sangat jenhkel dengan Adam
"Sabar Renata menghadapi manusia satu ini harus sabar"batin Renata
"Ayo cepat pilih mau aku paksa"ujar Adam datar
"Harus ganti penampilan "ucap Adam dengan malas Renata memilih beberapa baju dan pakaian,Adam melihat dompet kecil dia mengambil nya lalu mengeluarkan dompetnya lalu mengambil kartu ATM dan mengambil kartu berwarna mas memasukkan ke dalam dompet baru itu
"Untuk pegangan mu ada kartu ATM mu dan juga kartu tampa batas ATM sandi nya ulang tahun ku tidak sulit untuk mu"ujar Adam,Renata mengambil dompet itu
"Lakukan sesuka hati mu"ujar Adam lagi
"Kamu temani istri saya beli apa yg dia inginkan tanpa terkecuali bila perlu kosong kan isi mall ini"ucap Adam lalu berlalu
"Sombong amat"kesal Renata saat Adam berlalu
"Nona bagian anda bisa di lantai atas semua lengkap dulu juga tuan Arysif pernah mengajak istrinya berbelanja"ucap nya
"Iya boleh"ujar Renata mengikuti wanita itu
"Aku peringatkan Bobi atau mama nya berhenti menganggu kehidupan ku"ucap Adam pada Leon tadi Adam melihat Leon itu kenapa dia meninggalkan Renata
"Aku sudah katakan pada mereka"ujar Leon
"Mama nya Bobi itu berusaha membalas ku jika dia melukai Renata sedikit saja aku tidak segan membunuh nya"tajam Adam membuat Leon tertawa
"Hei bro kamu cinta sama Renata"tawa Leon
"Apa"ucap Adam jadi salah tingkah lalu Adam meninju perut Leon
"Awww Adam kebiasaan memukul ku"geram Leon menahan perut nya sakit
"Aku tidak suka di ejek seperti itu"ucap Adam datar
"Iya iya maaf"ucap Leon
__ADS_1
"Masalah Bobi dan mama nya aku tidak bisa menjamin kamu tau kan aku hanya keluarga tiri mereka dan seperti nya mereka juga membenci ku tapi soal itu aku sudah peringat kan biar tidak menganggu Humairoh lagi"ucap Leon
"Jika aku mendengar dia menculik Humairoh dan mengganggu kehidupan ku aku tidak pernah mengampuninya"ucap Adam dingin Leon diam karna dia pun tidak pernah di anggap mereka tidak akan pernah mendengar kan Leon