
Alif sekarang dan dulu itu sangat berbeda dia lebih dewasa sekarang ini dia tidak akan melepaskan siapa pun yg menyakiti Aina,bagi Alif dia akan habiskan waktu nya untuk Aina meski Zenap melarang keras maka Alif akan tetap menjaga Aina dari jauh.Soal video itu Alif sudah tau penyebab nya itu pasti Olif yg selalu menganggu ketenangan Aina
"Wah udah 4 tahun kita tidak bertemu"ucap Olif tersenyum
"Kamu kira aku takut Olif aku tidak akan melepaskan orang yg menyakiti Aina kamu yg menyebabkan dia menderita "ucap Alif
"Sayang aku lakukan untuk kebaikan kita"ucap Olif tersenyum Alif mencengkram dagu Olif
"Kamu jangan menyentuh Aina sedikit pun atau aku benar akan membunuh mu"ucap Alif tajam
Bugh
"Berani kamu mengancam adik ku"ucap nya memukul Alif
"Aku tidak takut"ucap Alif lalu membalas pukulan nya
"Dengar kan aku ku Darmo aku tidak segan menyebar kejahatan mu dan menghancurkan kalian jika kalian tidak menghapus vidio itu aku akan membalas kalian lebih parah"ucap Alif lalu memberi satu pukulan
"Kamu berani mengancam ku kamu tidak takut aku ini mafia "ucap Darmo kakak nya Olif
"Aku tidak takut mati jika aku pulang tapi video itu masih ada maka aku akan melakukan sesuatu yg akan membuat kalian tidak akan tenang"ucap Alif berlalu
####
"Udah mama bilang kamu ngak usah ketemu sama Alif lagi"ucap Zenap pada Aina yg hanya duduk
"Tan udah kenapa tante malah marahin Aina dia ngak salah lagian tadi Alif nolongin Aina"ucap Nur
"Tetap aja tante ngak suka itu"ucap Zenap
"Aina dengar ya kamu ngak boleh lagi ketemu sama Alif"ucap Zenap di angguki Aina tanda mengerti
Avantika dan dokter pribadi Aina datang berkunjung mereka datang menemui Aina dan Aina hanya menatap mereka berdua seakan lagi mengenali
"Avantika "ucap Aina setelah lama menatap kedua nya Aina memeluk Avantika lagi
"Ingat ya"ujar Avantika
"Tan kami ajak Aina keluar ya sekalian periksa psikologi Aina lagi"ucap Avantika
"Iya jaga Aina nya jangan ketemu sama Alif"ujar Zenap serius
"Oke"ucap Avantika lalu mereka berlalu
"Alif itu siapa kenapa mama selalu larang aku ketemu sama dia padahal dia baik pada ku nolongin aku terus"tanya Aina di dalam mobil Avantika melirik dokter Siren memberi kode dia sempat menceritakan pada Siren siapa Alif
"Aina suka ya ketemu sama Alif"tanya Siren
"Suka"ucap Aina tersenyum menatap Siren
"Aku dekat dia hangat"ucap Aina tersenyum
"Ya udah gimana kita ketemu sama Alif aja"ucap Siren
"Tapi tante"ucap Avantika
"Avantika lihat jika kita bicara soal Alif Aina cepat banget nangkapnya itu berarti apa itu akan memudahkan aku mengawasi Aina tahap mana otak nya"jelas Siren
"Mau ketemu Alif"ucap Avantika di angguki Aina dengan tersenyum
"Meluncur"ucap Avantika terkekeh menuju rumah sakit,Saat sampai mereka segera turun Avantika mengengam tangan Aina yg melirik sekitar
"Dokter Avantika"sapa Leon menatap Aina
"Dokter Leon lama tidak bertemu"ucap Avantika tersenyum
"Hai Aina apa kabar"tanya Leon membuat Aina melihat sekitar dia menatap Leon
"Kamu bertanya pada aku"ucap Aina
"Iya"ucap Leon
"Aku baik"ucap Aina
"Dokter Alif di mana "ucap Avantika
__ADS_1
"Tadi dia keluar sih "ucap Leon
"Nah itu dia"ucap Leon melihat Alif baru sampai mereka semua menoleh
"Kenapa di sini"tanya Alif mendekat
"Avantika yg ajak"ucap Aina tersenyum menatap Alif
"Ngak boleh ya Avantika berantem"ucap Aina menatap Avantika
"Ya boleh jika demi cinta"kekeh Avantika membuat Siren Menyenggol nya
"Alif bukan nya aku istri mu lalu kenapa berantem demi cinta siapa cinta"ucap Aina membuat Avantika mengaruk kepala nya
"Cinta itu bukan nama orang"jelas Siren
"Ngak boleh berantem kasihan terluka terus"ujar Aina mendekat lalu dia menyenderkan kepalanya dada Alif dan Alif hanya memeluk Aina mengecup kepala Aina
"Dapat yg kamu cari "ucap Avantika
"Tingkat otak Aina tidak muda di pahami aku bukan memahami otak Aina karna otak nya rusak atau tidak tapi psikologi dan mental"ucap Siren
"Aina"teriak Siren sedikit berteriak membuat Aina terlonjak kaget Aina menatap semua
"Kalian siapa aku dimana"ucap Aina binggun lalu Siren mengengam tangan Aina
"Jika sarap otak nya tegang maka daya ingat nya kembali ke awal dia tidak akan mengingat dan sangat lambat merespon nya"jelas Siren
"Mari"ucap Siren tapi Aina menatap Siren
"Aku mau sama Alif aja"ucap Aina melingkar kan tangannya di pinggang Alif membuat Siren melotot
"Aku ini dokter mu ayo pulang"ucap Siren kaget
"Ngak mau aku ngak boleh sama kamu"ucap Aina menolak
"Nah nah kamu "ucap Avantika terkikik
"Aku dokter Siren dokter Siren dokter Siren"ucap Siren menatap Aina dan Aina diam dia menatap Siren
"Aduh aku binggun"ucap Avantika
"Udah ku bilang jangan pahami Aina otak mu bisa hilang"ucap Siren
"Alif aku pulang dulu"ucap Aina melambaikan tangannya dan mereka bertemu
"Kemungkinan Aina itu merasakan perasaan nya bersama Alif aku sih lebih setuju jika Alif yg menangani Aina meski otak nya tidak kembali normal setidaknya Aina tetap akan mengingat tidak lupa hanya dia lemot saja berfikir nya"jelas Siren
"Kamu kan tau seberapa benci tante Zenap sama Alif"ucap Avantika mereka masuk mobil
"Iya aku mengerti tapi terserah pada nya "ujar Siren lalu mereka masuk mobil menuju ke tempat lain
Siren dan Avantika mengajak Aina ke salah satu rumah sakit yg memang khusus orang yg menderita gangguan otak seperti kanker otak atau orang yg terlahir IQ nya rendah serta hal lain nya itu untuk Aina merasa berada di tempat yg tepat menstabilkan otak Aina biar Aina tidak gampang lupa hanya itu
"Kasihan mereka ya"ucap Aina melirik pada mereka
"Iya"ucap Siren tersenyum mereka selesai dari sana langsung pulang
"Kita mampir dulu ada yg mau aku beli"ucap Avantika lalu keluar dari mobil Siren pun memainkan ponselnya
"Udah selesai"ucap Avantika masuk mobil
"Lho Aina mana"ucap Avantika tidak menemukan Aina
"Kemana dia ehh lihat itu"ucap Siren menunjuk mobil di depan mereka Aina dengan santai nya masuk ke bagasi mobil dan mobil itu pergi
"Ayo kejar"ucap Siren mereka segera meluncur tapi mobil itu menambah kecepatan membuat Avantika ketinggalan jejak dengan cepat Avantika menelpon Zenap mengatakan itu
Sebenernya tadi Aina melihat Renata di mobil itu di bawah pergi dan Aina turun dari mobil masuk ke bagasi itu dia tentu kenal dengan Renata yg pernah membuat makanan enak untuk nya
"Ayo cepat bawa dia"ucap nya menyeret Renata yg memberontak setelah aman Aina turun dari mobil
"Berikan obat itu"ucap nya ingin menyuntik kan di leher Renata
"Renata"panggil Aina lari duduk di depan Renang yg memberi kode
__ADS_1
"Aku sangat lapar masakan mu enak aku mau makan masakan mu"ucap Aina tersenyum
"Heh siapa kamu pergi sana"ucap nya
"Aku ngak mau pergi sebelum kalian memberi aku mau makan lapar"ucap Aina berdiri
"Dasar bodoh udah biarkan aja dia"ucap yg lain
"Aina pergi"ucap Renata saat penutup mulut nya terbuka
"Aku lapar ingin makan"ucap Aina
"Berikan dia makan "ucap seseorang memberi kan cemilan anak buah nya memberi kan pada Aina dan Aina duduk makan dengan tenang
"Ternyata dia idiot"ucap nya menyeringai
"Cepat suntikan itu"ucap nya lagi
Brak
"Darmo"teriak Alif tapi dia kaget ada Renata tadi Abi menelpon meminta bantuan mencari Aina tapi mereka tidak tau jika cincin pemberian Alif itu ada alat pelacak nya
"Alif"ucap Darmo kaget
"Kurang ajar kamu berani nya ingin menculik istri saya"ucap Adam murka
"Kematian tidak mudah untuk ku"ucap Darmo
"Darmo kamu bener berani membuat aku jengkel satu hal yg tidak kamu ketahui jika aku memegang rahasia terbesar mu"ucap Alif tajam menatap Darmo
"Kamu ngak usah sok pahlawan Alif"cibir Darmo membuat Alif tertawa geli
"Memang nya benar seorang kakak suka terhadap adik nya dan lebih parah nya lagi seorang kakak pernah meniduri adik kandung nya dengan memanfaatkan di saat mabuk gimana ya reaksi adik nya"ucap Alif santai
"Apa maksud mu"ucap Darmo datar
"Kamu pikir aku tidak punya bukti di saat Olif mabuk saat aku cerai kan kamu memanfaatkan nya dan meniduri nya "ucap Alif sinis
"Sialan kamu Alif"ucap Darmo menarik tangan Renata lalu mendorong nya pada Alif lalu Alif menyerah kan Renata pada Adam
"Kamu jangan macam macam jika tidak Olif akan tau kelakuan bejat mu terhadap nya"ucap Alif sinis
"Sialan kamu Alif aku akan membalas mu kelak ayo kita pergi"ucap Darmo lalu pergi Leon yg ikut serta berlutut lalu mengambil suntikan itu
"Alif bukan kah obat bius ini juga yg pernah Bobi berikan pada Humairoh yg pernah dia sekap"tanya Leon
"Urus itu kak aku yakin Bobi merencanakan sesuatu"ucap Alif
"Alif terimakasih bantuannya"ucap Renata di angguki Alif
"Aina ayo aku antar pulang"ucap Alif
"Aku lapar "ucap Aina berdiri
"Iya ayo nanti aku ajak makan"ucap Alif lalu merangkul Aina mereka berjalan keluar
"Ada niat apa Darmo menculik Renata lalu ada hubungan apa dengan Bobi"gumam Leon
"Jika mendapatkan informasi nya kasih tau aku"ucap Adam lalu berlalu Kwon pun ikut pergi
Keluarga sangat cemas menunggu Aina pulang tadi Avantika dan Siren merasa bersalah hilang nya Aina lalu mereka lega saat Alif membawa Aina keluar dari mobil
"Aina kamu baik baik saja kan nak"ucap Zenap memeluk Aina di angguki Aina
"Kamu berani ya menculik Aina"ucap Zenap memarahi Alif tapi Alif diam saja
"Aku ngak di culik tadi aku lihat Renata di bawa jadi aku ikut mobil itu aku lapar ingin makan Renata kan enak masak nya"ucap Aina
"Kamu ngomong dong sama mama biar mama yg masakin ayo kata nya mau makan"ucap Zenap
"Aku sudah makan Alif tadi ajak aku makan enak banget"ucap Aina antusias
"Aku balik dulu tan"ucap Alif lalu berlalu
"Syukur jika Aina sudah kembali tan kami juga mau pulang"ucap Avantika laku berlalu pergi
__ADS_1