Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Meninggal nya Sunanda


__ADS_3

Kanaya mengikat Sunanda di sebuah kursi karna Sunanda luka nya tidak parah hanya kepalanya yg ke bentur kebanyakan luka supir nya,Kanaya serta yg lain hanya menunggu Sunanda bangun mereka tau Bara akan mencari mama nya jadi mereka akan membuat sebuah rencana yg akan membuat Sunanda hilang serta penyesalan Bara jadi tidak perlu mereka repot mengotori tangan dengan darah wanita kejam satu ini


"Apa semua nya sudah beres"tanya Kanaya


"Iya sudah"ucap nya dan Sunanda mulai sadar Kanaya membuka masker nya


"Apa yg kalian lakukan"ucap Sunanda


"Yg kami lakukan itu karna perbuatan mu di masa lalu"ucap nya


"Lepaskan saya atau kalian akan tau apa akibatnya"geram Sunanda


"Tidak usah banyak bicara kamu harus merenungi kesalahan mu"ucap Kanaya


"Kamu memang wanita tidak tau diri"geram Sunanda


"Ssttt , jangan banyak bicara Sunanda kami hanya ingin membalas rasa yg menyakitkan yg pernah kamu berikan"ucap Kanaya menyalahkan televisi itu melihat kan rekaman di luar


"Selamat tinggal"ucap Kanaya melakban mulut Sunanda lalu mereka semua pergi,Sunanda berusaha lepas karna dia tidak bisa berdiam diri


Sedangkan Bara berusaha mencari mama nya bersama Bobi yg ikut mengerakkan semua anak buah nya mencari Oma nya itu dari rekaman cctv mereka tidak bisa mencari identitas Kanaya karna dia memakai masker mereka juga tidak melihat Suanda hanya melihat seseorang mendorong brandar keluar dari kamar inap Sunanda tapi Bara menyakini jika mama nya di culik bersama polisi mereka mencari indentitas Kanaya


"Tuan kami mendapatkan informasi di mana mobil itu berada yg membawa nyonya Sunanda"ucap polisi


"Jika begitu segera kita ke sana"ucap Bara


"Iya tuan"ucap nya segera bergegas


Mereka sampai di sebuah perumahan kecil yg kumu dan melihat mobil yg terekam cctv yg membawa Sunanda,para polisi memeriksa mobil dan melihat sekitar


"Pak aman"lapor anak buah nya


"Kita langsung saja masuk"ucap Bara


"Siap tuan"ucap nya bersiap mereka perlahan masuk tentu Sunanda melihat polisi dan Bara dia lega dia akan selamat jadi Sunanda tidak berusaha lepas,para polisi memberi kode pada anak buah untuk bersiap dan Bara perlahan membuka pintu itu satu hal yg mereka tidak tau jika ada jebakan di pintu itu dimana jika pintu di buka maka sebuah anak panah menancap ke arah Sunanda


Cklek


Srot srot srot


Saat mereka masuk Sunanda dengan mata terbuka dan 3 anak panah menancap ke arah tubuh Sunanda bagian dada 2 dan perut nya seketika Suanda mati seketika


"Mama"ucap Bara segera memeluk mama nya polisi memeriksa sekitar


"Mma siapa yg lakukan ini"ucap Bara memegang wajah mama nya hati nya pilu melihat mama nya seperti itu


"Tuan lihat*ucap nya melihat televisi itu lalu memutar rekaman nya mereka baru menyadari jika ada yg membuat jebakan Bara menyesal secara tidak langsung mama nya mati di tangan nya


Kematian Sunanda tersebar kemana-mana ada yg menyayangkan Sunanda mati dengan cara tidak wajar ada juga bersyukur ada yg membalaskan rasa sakit yg mereka alami karna Suanda yg sering menindas orang lemah kebanyakan merasa puas akan kematian Suanda yg tidak wajar bukan nya iba


"Papa jangan khawatir kita akan mencari pelaku nya"ucap Bobi menepuk bahu Bara ada juga keluarga Altaf


"Ya Allah aku tau yg di lakukan Kanaya ini salah namun lindungi dia dan jaga dia sebagai mana engkau menjaga ku"batin Leon dia sangat cemas pada Kanaya karna Leon tau itu perbuatan Kanaya


"Kami keluarga Altaf mengucapakan belasungkawa turut berduka atas meninggalnya nyonya Adirata "ucap Gio pada Bara


"Terimakasih sudah datang "ucap Bara menatap Asma tatapan Bara selalu buat Gio jengkel seakan istri nya itu milik dia saja menatap nya seperti itu Asma yg mengerti perubahan tatapan Gio memeluk pinggang Gio dan menepuk dada gio pelan


"Iya tidak apa kami hanya menemani Leon untuk melihat Oma nya untuk terkahir kali nya"ucap Asma tersenyum mengusap dada Gio

__ADS_1


"Jika begitu kami permisi"ucap Gio dan berlalu


"Leon kami pulang duluan ya"ucap Asma


"Iya ma"ucap Leon ,Asma dan Gio berlalu pergi


"Menjengkelkan sekali dia"geram Gio


"Cemburu lagi"kekeh Asma


"Gimana aku ngak cemburu lihat bagaimana dia menatap mu dia itu memang pria suka terhadap istri orang"geram Gio


"Udah ahh udah tua cinta ku hanya untuk pak dokter tampan satu ini"kekeh Asma memeluk Gio


"Iya aku tau tetap saja aku jengkel"ucap Gio tersenyum mencium kening Asma lalu dia segera melaju kan mobil nya


"Akhirnya perempuan kejam itu mati juga"ucap Arka puas


"Astaghfirullah mas bukan nya iba mas malah ngomong kayak gitu"ucap Syifa menggeleng


"Biarkan aja kak aku jengkel juga terhadap Sunanda tidak henti menganggu keluarga Karten dengan meninggal nya dia mungkin akan ada kedamaian di keluarga kita"ucap Arkan


"Tetap aja kalian ngak boleh seperti itu keluarga Adirata tengah berduka kita tidak boleh menertawakan nya"ucap Syifa mereka lagi menonton tv yg menyiarkan kematian Sunanda


"Pa dia siapa"tanya Aina yg memangku Aliza


"Bukan siapa siapa sayang"ucap Zenap memeluk Aina,tatapan Syifa yg tadi merasa iba sekarang berubah serius saat kamera melihat kan Nara yg datang Syifa kadang bertanya perasaan Arka ,Arka menoleh ke arah Syifa melihat tatapan Syifa Arka memeluk Syifa lalu mencium sudut bibir Syifa


"Ighh mas"ucap Syifa memegang dada Arka


"Apa kamu seakan meragukan cinta ku melihat nya"ucap Arka


"Ya aku ragu aja secara hubungan kalian tidak lah sebentar "ucap Syifa


"Dia hanya masa lalu ku memang hubungan kami tidak lah sebentar namun atas cinta mu mengulang rasa cinta ku percaya lah dia hanya masa lalu ku masak iya kamu masih ragu kita udah tua udah memiliki 2 anak"ucap Arka


"Ya tetap aja aku takut kehilanganmu"ucap Syifa memeluk Arka dengan erat


"Engak akan sayang aku betah bersama mu"ucap Arka mencium mata Syifa memeluk dengan erat


####


Alif mengantar Arka dan yg lain ke bandara yg baru ingin berangkat menjenguk Humairoh di rumah hanya tinggal Aina Alif Abi dan Nur yg mau tidak mau tetap di rumah


"Aina jangan menyusahkan Alif nanti nya"ucap Zenap di angguki Aina


"Aunty nanti Aliza pulang bawa adek aunty sabar ya menunggu "ucap Aliza antusias


"Iya cepat pulang nya Aliza nanti aunty ngak ada teman"ucap Aina


"Iya deh aunty "ucap Aliza senang


"Ya udah kami berangkat dulu Alif jagain Aina nya"ucap Arka


"Iya om"ucap Alif merangkul Aina rombongan Arka segera masuk ke pesawat dan mulai terbang


"Ayo pulang "ajak Alif


"Alif ngak kerja"tanya Aina memeluk lengan Alif

__ADS_1


"Kenapa "tanya Alif


"Aku bosan di rumah merasa sepi boleh ya ikut Alif "ucap Aina


"Iya iya kamu ikut aku aja"ucap Alif tersenyum mengecup kening Aina mereka segera pergi


####


Polisi mendalami kasus kematian Sunanda dan berusaha mencari pelaku tapi orang yg bersangkutan berhubungan dengan orang yg di bunuh Sunanda dulu bahkan ada yg pernah dia tindas polisi mengerti ini bentuk balas dendam meski begitu polisi tetap menangkap pelaku nya


"Kamu"ucap Bara mengingat Kanaya yg berada di kantor polisi


"Iya tuan ini salah satu korban nya nyonya Sunanda"jelas polisi


"Kamu yg membunuh mama saya"ucap Bara


"Tidak aku tidak membunuh nya"ucap Kanaya berusaha tenang


"Pak kami sudah mencari pelaku nya namun 4 orang pelaku utamanya sudah pergi ke luar negri"lapor nya


"Bagaimana dengan perempuan ini"tanya nya


"Dia tidak bersalah pak kami sudah selidiki"ucap nya


"Tuan perempuan ini tidak bersalah sama sekali para pelaku sudah kabur ke luar negri"jelas nya


"Saya yakin wanita ini terlibat"ucap Bara menatap penuh amara pada Kanaya


"Sudah aku bilang aku tidak bersalah"ucap Kanaya


"Lagian yg terjadi itu murni atas kecelakaan atau itu karma atas apa yg keluarga kalian lakukan"ucap Kanaya


"Meski kamu bebas saya tetap akan membalas mu karna saya yakin kamu pelaku nya"ucap Bara


"Terserah"ucap Kanaya berlalu pergi keluar dari kantor polisi dia melihat Leon yg bersender di mobil menatap Kanaya


"Apa sekarang sudah berakhir"ujar Leon saat Kanaya mulai mendekat


"Yakin sekali jika aku pelaku nya"ucap Kanaya serius


"Ayo pulang aku menagih janji mu"ucap Leon tersenyum Kanaya ogah dia ingin berlalu tapi Leon mencegat nya


"Mau kemana hah kamu jadi orang melanggar janji"ujar Leon,Kanaya menatap Leon serius lalu dia mencium pipi Leon sekilas


"Aku ngak mau jika hanya kamu antar pulang aku mau kamu segera mengenal kan aku pada mama mu"ucap Kanaya tersenyum


"Tentu saja jika kamu mau langsung aku ajak ke kantor KUA kita langsung menikah"kekeh Leon membuka kan pintu buat Kanaya lalu mereka masuk segera pergi


,🚘🚘🚘


"Aku dengar berita mengenai mu kamu sekarang kerja di mana"tanya Kanaya


"Aku tetap pada profesi ku jadi dokter aku sudah miskin masih mau"ucap Leon melirik Kanaya


"Aku udah biasa hidup tanpa berlimpah harta "ucap Kanaya tersenyum Leon tersenyum senang dengan jawaban Kanaya


"Oma mu meninggal terlihat biasa saja "ucap Kanaya


"Tidak bisa di pungkiri jika dia Oma kandung ku aku tetap sedih kehilangan nya tapi aku tidak bisa melawan takdir dan tidak bisa apa apa perempuan yg aku cintai terlibat "ucap Leon tersenyum

__ADS_1


"Cinta banget"kekeh Kanaya


"Tentu aku itu cinta mati"ucap Leon tersenyum Kanaya hanya tersenyum memalingkan wajahnya malu atas ungkapan Leon nyatanya waktu 4 tahun mampu membuat Kanaya gelisah karna memikirkan Leon


__ADS_2