Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Pertemuan yg singkat


__ADS_3

Adam dan Renata tetap marahan ya karna Adam belum bisa membujuk Renata tidak bisa melakukan seperti pria lain yg membujuk istri Adam terlalu kaku terhadap wanita.Mereka lagi sarapan bersama Zahra sangat baik memperlakukan Aina penuh kasih sayang di sana ada juga Adam yg sudah mulai sarapan tapi Renata belum juga turun Adam tidak membangun kan Renata karna masih marah dengan Renata atas apa yg dia katakan semalam


"Makasih tan"ucap Aina tersenyum


"Iya sayang makan yg banyak ya"ucap Zahra tersenyum


"Panggil Renata setelah ini kita ke rumah sakit menjenguk Nur"ucap Devil baru saja Adam mau berdiri Renata sudah turun lalu duduk mengambil sarapan dia engan menatap Adam karna masih marah dengan Adam


"Renata kenal kan ini Aina anak nya om Arkan dan tante Zenap"ucap Zahra mengelus kepala Aina yg hanya tersenyum menyapa


"Jadi ngak usah marah marah tidak jelas"ketus Adam


"Bukan nya dia"ucap Renata kaget


"Tan apa aku ini sangat cantik ya kenapa selalu membuat para istri cemburu"ujar Aina tertawa kecil


"Kamu itu sangat manis makan nya mereka merasa terancam"kekeh Zahra memeluk Aina


"Ahh tante bisa aja"ujar Aina tersenyum malu


"Maaf ya"lirih Renata menunduk menyesal


"Tidak apa kok aku paham "ucap Aina tersenyum


Setelah sarapan mereka semua pergi ke rumah sakit untuk melihat Nur yg sudah lahiran karna kemarin mereka belum sempat melihat Nur


"Ya Allah kuat kan hamba"batin Aina membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil


"Nur di rawat lantai berapa pa"tanya Zahra pada Devil


"Lantai melati aku udah tau udah di kasih tau Arka"ujar Devil lalu mereka berjalan semua orang menatap Aina baru melihat nona muda Karten satu ini


"Ayo"ucap Zahra saat mereka masuk lift Aina juga ikut dia melihat Alif dan Olif baru sampai sangat mesra hati Aina seketika hancur tanpa sisa kenapa dia pikir bisa melupakan Alif nyata nya sama saja malah rasa rindu nya menumpuk seperti gunung tanpa sadar air mata Aina menetes dia tidak mampu menahan air matanya Zahra yg ikut menangkap pemandangan itu tadi paham akan perasaan Aina dia mengusap lembut punggung Aina membuat Aina langsung memeluk nya dengan sangat erat


"Sekuat apa pun aku menjauh nyata nya dia seperti bayangan yg selalu mengikuti ku namun tidak mampu melindungi aku dari sinar matahari "lirih Aina


"Cinta itu tidak semua bisa bersama rasa ikhlas dan kesabaran itu yg harus kamu lakukan Allah akan memberi kebahagiaan sesuai waktu yg tepat"ujar Zahra menghapus air mata Aina


"Tidak muda bagi mu namun kami semua percaya jika kamu bisa kamu perempuan tegar"ujar Zahra tersenyum mengecup kening Aina


"Dia kenapa"bisik Renata pada Adam


"Diam aja"ucap Adam membuat Renata makin penasaran


"Ayo di sana kamar nya"ucap Devil saat mereka keluar dari lift mereka segera menuju kamar inap Nur


"Assalamualaikum "ucap mereka


"Waalaikum salam"ucap keluarga Karten


"Aku punya kejutan untuk mu Zenap"ujar Zahra tersenyum lalu bergeser


"Mama"ucap Aina tersenyum


"Ya Allah Aina"ucap Zenap langsung memeluk anak nya dengan rasa rindu yg amat dalam mengecupi wajah Aina sayang


"Mama sehat kan"ucap Aina mencium tangan Zenap


"Alhamdulillah sayang"ujar Zenap


"Kapan sampai nya"tanya Zenap lagi


"Semalam ma ngak enak mau minta jemput dan ketemu sama kak Adam menginap di rumah nya tante Zahra juga sangat baik merawat ku"ujar Aina tersenyum


"Ngak enak kenapa sayang"ujar Zenap tersenyum bahagia


"Pa"Aina memeluk papa nya erat


"Aina mau jenguk keponakan ya"ucap Syifa


"Ehh iya tan boleh gendong"ucap Aina antusias


"Iya boleh silahkan"ucap Syifa menyerah kan anak itu dengan lembut


"Mirip aku ya"kekeh Aian antusias

__ADS_1


"Gimana ngak mirip kamu ibu nya selama hamil nanyain kamu terus kayak minun obat aja"kekeh Abi


"Aduh senang nya "ucap Aina menciumi wajah bayi kecil itu


"Alhamdulillah sayang"ucap Zenap tersenyum lalu Aina menyerah kan pada Syifa lagi


"Kak Nur sehat sehat ya"ujar Aina pelan


"Iya pasti kok"ucap Nur


"Ma aku mau balik lagi kak Adam yg akan mengantar ku ke bandara "ucap Aina melunturkan senyum Zenap


"Lho kenapa sayang baru aja ketemu "ucap Zenap


"Iya ma kasihan Avantika sendiri di sana apa lagi kami satu minggu ini harus pulang hampir semua warga udah mulai sehat semua"ujar Aina


"Takut ya aku kasih tau Alif"ujar Leon santai yg ada di depan pintu


"Tidak juga"ujar Aina tersenyum


"Aina tunggu lah sebentar"ujar Nur


"Aina nya masih merasa bersalah waktu kejadian duku"ucap Adam


"Iya kak maaf kan aku"lirih Aina


"Astaghfirullah Aina kamu ngak boleh lama menyalahkan diri seperti itu kamu keluarga ku aku tau kamu tidak niat melakukan itu aku dan mas Abi udah melupakan itu semua "ucap Nur


"Kak namun harga diri seorang wanita ku tergores aku butuh banyak waktu mengobati semua itu "ucap Aina


"Maaf ma aku harus balik tapi aku janji akan segera pulang kok"ujar Aina mencium tangan Zenap


"Kapan pulang mama perlu kepastian "ucap Zenap


"Aku Dan Avantika sih rencana nya mau balik satu minggu lagi"ucap Aina


"Apa beda nya sekarang dan minggu depan"ucap Arkan


"Ini bentuk tanggung jawab pa ada satu pasien yg belum sembuh dan itu butuh penanganan serius aku dan Avantika udah mau selesai"ucap Aina


"Ya udah hati hati"ucap Arkan tersenyum


"Semua aku balik dulu"ujar Aina tersenyum


"Aku mau antar Aina dulu kamu sama mama aja nanti aku balik lagi"ujar Adam pada Renata


"Iya"ucap Renata lalu Adam dan Aina berlalu seperti Aina dan Adam, Leon juga keluar memberi tau Alif jika Aina segera pergi


"Aku harus segera menemui Aina"ucap Alif tersenyum lebar lalu lari


"Alif Alif"panggil Olif namun Alif tidak memperdulikan itu dia lari aja


"Aina hati hati ya"ucap Adam saat mereka sampai


"Makasih kak"ucap Aina tersenyum lalu masuk ke kereta yg mulai jalan


"Aina nya mana"ucap Alif baru sampai Adam menunjuk ke jendela kereta itu Alif lari lagi


"Aina tunggu"teriak Alif mengejar kereta yg jalan itu tapi Aina engan menatap Alif


"Aina jangan pergi lagi Aina"teriak Alif meraih tangan Aina dia hanya mampu menyentuh sebentar namun kereta itu sudah mempercepat Alif termenung menatap nya


"Aina"teriak Alif dia frutasi dia mengacak rambut nya dengan kasar kenapa sesingkat itu pertemuan mereka


####


"Nur ingat ngak wanita itu"ucap Arysif menunjuk seorang wanita yg di nyatakan meninggal di televisi


"Iya wanita itu kan resepsionis yg di hotel saat Aina dan Abi di kamar hotel kan"ucap Nur serius


"Benar"ujar Arysif


"Waktu meninggal nya juga sama "ucap Arysif wanita itu di nyatakan kan hilang sudah lama setahun namun tidak ditemukan tapi sekarang ada yg menemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan polisi mengatakan jika dia di bunuh setahun yg lalu


"Pembunuh itu pasti ada kaitannya dengan siapa yg menjebak ku dan Aina dia takut rahasianya akan terbongkar itu kenapa dia membunuh wanita itu"ujar Abi

__ADS_1


"Ada benar nya itu"ujar Arysif


"Kalian selidiki ajak juga Adam biar gimana pun Adam lebih handal dalam penyelidikan ini"ujar Arka


"Iya benar juga apa kata ayah"ucap Arysif dia bertekad akan menyelidiki sampai tuntas


####


Aina termenung seminggu lalu sangat menyakitkan kan menatap Alif bagaimana dia akan pulang sekarang ini rasanya Aina belum sanggup


"Ehh buset kita mau pulang malah melamun"ucap Avantika


"Perasaan setiap hari kamu selalu mikirin Alif"ucap Avantika


"Entah lah apa rencana Allah pada ku setiap aku melihat Alif sangat menyakitkan"ucap Aina lirih


"Kuat"ucap Avantika tersenyum


"Yuk pulang"ucap Avantika lagi lalu mereka pergi


"Semuanya terimakasih ya"ucap Avantika


"Semoga kita ketemu lagi"ujar Avantika tersenyum


"Iya kami juga mengucapkan terimakasih "ucap ketua warga itu lalu Aina dan Avantika berlalu berjalan keluar dari desa itu


"Senang nya mau ketemu ayang"kekeh Avantika


"Jika dokter yg bucin itu sangat lebay"ejek Aina


"idih iri"ujar Avantika tertawa geli


"Ehh itu ada apa"tanya Avantika melihat seseorang di bawah pergi memakai mobil


"Bu itu kenapa "tanya Aina pada warga yg lewat


"Itu orang para geng penguasa di sini mereka penebang pohon ilegal sering juga membunuh pekerja nya mereka sangat meresahkan namun tidak ada yg berani"ucap nya


"Makasih ya bu"ujar Aina lalu orang itu pergi


"Kasihan ya"ucap Aina


"Kita lihat dulu cari bukti lalu kita laporkan"ucap Avantika


"Kita mau pulang lho"ujar Aina


"Kita bantuin mereka dulu"ujar Avantika


"Aku ikut saja deh"ucap Aina lalu mereka berdua berjalan pelan masuk ke tempat itu mengintip dari jauh


"Astaghfirullah sangat kejam orang itu"gumam Aina saat melihat mereka mencambuk para pekerja yg mau istirahat


"Rekam dulu "ujar Avantika lalu Aina mengeluarkan ponsel nya mereka semua kejadian itu ,tiba tiba-tiba ada yg menepuk pundak Aina


"Kalian jangan sok jadi pahlawan"ucap nya


Bugh


"Aina ayo kita lari"ucap Avantika setelah memukul pria itu lalu Aina dan Avantika lari


"Hei kejar mereka"ucap nya lalu para anak buah nya mengejar Aina dan Avantika


"Ayo cepat"ucap Avantika meraih tangan Aina tapi dia terjatuh


"Aghh"teriak Avantika terjatuh dari atas tebing itu mengeleding


"Avantika"ucap Aina melepaskan ransel nya lalu ikut terjun untuk menyelematkan Avantika


Bugh bugh bugh


"Awww"jerit kedua nya


"Kena kalian"ucap mereka menangkap Aina dan Avantika


"Lepaskan kami"ucap Aina

__ADS_1


"Dasar bodoh hutan ini sama seperti rumah kami jadi kalian jangan harap bisa lolos"ucap nya tertawa


"Ayo bawa mereka "ucap ketua mya menyeret Avantika dan Aina untuk mengurung mereka berdua


__ADS_2