Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Saling menerima


__ADS_3

Setelah sarapan Arysif mengajak Humairoh jalan jalan di Vila bersama Abi dan Nur yg menemani mereka.Mereka jalan kaki untuk menikmati udara segar serta sinar matahari di pagi hari, Arysif merangkul Humairoh dengan menjelaskan semua tempat yg mereka kunjungi , Humairoh yg baru pertama kali liburan dan pertama kali melihat tempat itu sangat antusias melihat kebun teh yg sangat luas serta banyak tanaman lain yg di tanam di sana membuat kehijauan sangat nyata oleh daun daun


"Bang tempat nya sangat bagus aku sangat suka terimakasih"ujar Humairoh senang melihat luas nya kebun itu serta ada beberapa orang yg lagi melihat sekitar


"Iya,aku juga ikut senang jika kamu senang"ujar Arysif tersenyum mengelus kepala Humairoh


"Tapi bang bukan nya bisnis keluarga bunda mengenai beragam pakaian lalu kenapa bisa membuat kebun kayak gini"tanya Humairoh


"Ini kebun warisan dari turun temurun dari sini juga awal mula ada nya perusahaan Sandoso ini warisan dari kakek buyut dari hasil ini kakek membuat perusahaan itu"jelas Arysif


"Wah kakek orang nya pekerjaan keras ya bisa menjalankan kebun ini sampai sukses"ucap Humairoh tersenyum


"Iya dong turun ke cucu nya yg akan menafkahi mu sampai akhir hayat ngak membiarkan istri nya kesusahan"ujar Arysif menggoda


"Tidak membiarkan kesusahan apaan saat pertama nikah kita kadang makan kadang tidak "ujar Humairoh menatap Arysif


"Ya itu ujian saja"ujar Arysif mengaruk kepala nya


"Aku kan cinta sama kamu jadi ngak akan membiarkan kamu kesusahan lagi "ujar Arysif mengusap wajah Humairoh


"Ngak membiarkan kesusahan apa abang setiap malam buat aku susah"celetuk Humairoh membuat Arysif tertawa geli


"Nama nya juga halal sayang"ucap Arysif tersenyum


"Tuh tuh jika abang udah bilang sayang pasti ujung ujungnya ke kasur"ujar Humairoh cemberut


"Ya ngak dong di sini kan ngak ada kasur tapi bagaimana kita melakukan di semak semak aja"ujar Arysif tertawa


"Ihh abang mah ngak nikmat tau liburan nya"ujar Humairoh cemberut


"Iya ayo kita jalan lagi"ujar Arysif tersenyum merangkul Humairoh lagi berjalan melanjutkan langkah mereka Abi dan Nur hanya menyimak seakan tidak di anggap ada


"Bang capek"ujar Humairoh duduk di teras dengan keringat memenuhi wajahnya


"Sini aku pijitin ya"ujar Arysif duduk lalu memijit kaki Humairoh dengan lembut


"Aduh bang Arysif ini suami idaman banget sih"ujar Humairoh tersenyum menatap Arysif


"Kamu juga istri yg sangat idaman"ucap Arysif mengecup lembut pipi Humairoh


"Ighh abang malu tau"ujar Humairoh tersenyum malu


"Ngak apa halal"ujar Arysif tersenyum


"Terimakasih abang mencintai ku"ujar Humairoh menatap mata Arysif yg menatap nya


"Aku selalu mencintaimu"ucap Arysif hati nya mulai adem saat menatap wajah Humairoh lalu mengecup bibir Humairoh sekilas menatap mata Humairoh yg pipi nya bersemu merah dia memeluk Arysif karna malu tapi Arysif biasa saja dengan kehadiran Nur dan Abi dia malah mengusap punggung Humairoh dengan lembut


Nur melipat sajadah nya baru selesai sholat dia melirik Abi yg duduk di sofa memainkan ponselnya dengan pokus Nur meletakkan sajadahnya di kasur lalu dia duduk masih memakai mukena nya


"Kenapa sih kamu ngak mau sholat jadi imam aku padahal paham orang sholat berjamaah itu sangat besar "ucap Nur dia penasaran kenapa setiap Nur mengajak Abi sholat bareng pasti Abi menolak


"Udah terbiasa sholat sendiri"jawab Abi datar masih menatap ponselnya nya ketahui jika Nur sangat tidak suka jika dia berbicara lawan bicara nya ngak menatap nya


"Tidak masuk akal"ketus Nur membuat Abi menatap nya


"Kamu ngak iri apa sama Arysif dan ngak pengen gitu sama wanita "lanjut Nur saat Abi menatap nya


"Ya pengen lah tapi apa kamu bersedia aku paksa"ucap Abi serius membuat Nur terdiam


"Tenang aku tidak akan melakukan nya kecuali aku mencintaimu atau kamu mencintai ku"ujar Abi lagi

__ADS_1


"Aku tau kamu itu pria baik baik aku juga tidak tau kenapa kita berada di situasi ini Aina termasuk orang beruntung menikah dengan orang yg sangat dia cintai"ucap Nur menghembuskan nafasnya kasar


"Kamu ngak boleh seperti itu harus bersyukur atas nikmat Allah berikan pada mu"ujar Abi


"Aku tidak menyangka kamu bicara seperti ini"kekeh Nur


"Jujur kamu termasuk pria breksek ngak"ucap Nur


"Breksek dalam apa dulu"ucap Abi meletakkan ponsel nya


"Ya breksek seperti minuman merokok atau tidur dengan wanita atau mainin wanita ganti pasangan sesuka hati"ucap Nur


"Jika minum ya sering sih karna ya aku menghargai klien jika ngajak minun kadang gantiin kamu atau gantiin Arysif jika tidur dengan wanita ya pernah sih saat wanita sering menggoda Arysif aku tergoda jadi nya aku tidur sama wanita aku pun di omelin sama Arysif jadi ngak lagi dan soal wanita aku ini pria sejati orang yg setia"jelas Abi dengan tegas


"Lalu bagaimana kamu bisa cinta sama Aina"tanya Nur penasaran


"Ya aku kan orang miskin jadi yg terpenting karir dulu jadi aku pokus tuh ngak ada wanita yg aku suka tapi pas lihat Aina pertama kali entah kenapa aku bisa jatuh hati pada nya"jelas Abi


"Kayak nya sangat cinta"ujar Nur melepaskan mukena nya dan melipat nya


"Aku kan berusaha melupakannya kamu juga harus seperti itu"ujar Abi


"Iya aku juga berusaha"ujar Nur menyimpan nya lalu keluar dari kamar untuk makan siang


###


Abi dan Nur saling menerima saling melupakan orang yg mereka sangat cintai dan membuka lembaran baru ,sifat mereka juga sedikit berubah tidak ada dingin dan rasa sunyi.Mereka sudah pulang ke rumah memulai aktivitas seperti biasanya


"Alif aku menelpon mu kenapa kamu tidak mengangkat nya"ucap Leon masuk menuju meja makan Nur hanya diam menyiapkan sarapan Abi


"Sudah ku bilang jika aku bersama Aina aku ngak mau di ganggu"ucap Alif dia selalu kesal Leon suka sekali menganggu nya


"Terimakasih tante "ujar Leon duduk


"Alif kamu di suruh papa pulang sebentar dia mau ngomong serius"ucap Leon ikut sarapan


"Ya di rumah sakit aja"ujar Alif santai


"Papa mau pensiun jadi dia kayak nya ngomong serius mulai hari ini dia ngak lagi bekerja "jelas Leon


"Ya sudah nanti aku ke rumah "ujar Alif setelah itu sunyi,Abi baru turun dia melihat ada Leon dan menatap Nur yg hanya diam makan dengan menunduk Abi tau tidak mudah bagi Nur karna Abi pun tau rasanya bagaimana


"Nur"ucap Abi mendekat


"Kita sarapan di luar saja"ujar Abi mendekati Nur berdiri


"Kamu sendiri aja sekalian mau berangkat kan"ujar Nur


"Tidak juga kita sama sama sarapan aku sekalian mau ajak kamu ke apartemen ku"ujar Abi membenarkan dasi nya


"Ya sudah aku ganti baju dulu"ucap Nur


"Tidak usah"ucap Abi mengengam tangan Nur


"Bun kami pamit"ujar Abi lalu melangkah tentu Nur kaget dengan apa yg di lakukan Abi


"Leon sebaiknya kamu juga memukai lembaran baru Nur sudah menemukan pria yg tepat kamu jangan khawatir tante percaya kamu beda dari keluarga Adirata"ujar Syifa menatap Leon


"Iya tan ini juga lagi nyari"ujar Leon tersenyum terpaksa nyatanya dia sangat sakit melihat Nur di miliki pria lain


"Kenapa mau ajak aku sarapan di luar"ujar Nur setelah mereka sampai mobil

__ADS_1


"Tidak mudah satu ruangan dengan orang yg kita cinta tapi kita di paksa pura pura acuh"ujar Abi


"Oke"ujar Nur pelan


"Ayo atau mau aku gandeng atau kamu senang ya"ujar Abi menatap Nur


"Ya aku senang seakan segera ingin kamu tiduri "kesal Nur


"Wah sudah marah marah nya bicara soal ranjang lagi kamu lupa aku ini pria normal"ujar Abi serius


"Di kira aku takut"ujar Nur sinis Abi hanya menyeringai memeluk pinggang Nur dia mulai berani


"Tidak perlu takut tapi apa kamu siap"ujar Abi serius


"Ternyata bisa tergoda juga"ujar Nur sinis


"Hei nona angkuh kamu itu cantik seksi lagi jika tidur kamu tidak takut jika tiba tiba "ujar Abi memicingkan matanya


"Tuh benar kan kamu aja mengakui jika aku cantik aku memang sangat cantik "ujar Nur bangga Abi terkikik


"Dasar tidak bisa di puji sedikit dia mulai besar kepala"ujar Abi tersenyum mengelus pipi Nur


"Ayo sayang ku"ujar Abi tersenyum


"Norak"ujar Nur malas


"Ayo"ujar Abi lalu mereka masuk mobil segera meluncur


####


Setelah sarapan Alif dan Leon kembali ke rumah Altaf karna Gio mau mengumumkan sesuatu yg penting jadi lah Alif pulang sebentar sebelum kerja


"Papa akan pensiun dari urusan pekerjaan Leon maupun Alif tidak ada yg beda kalian sama sama anak nya papa jadi salah satu dari kalian harus mengantikan posisi papa sebagai Presdir"jelas Gio k menanda tangani surat nya dan menyerah kan nya Alif dan Leon sama sama memicing mata seakan merebut kan


"Hhmm jika aku yg ambil ahli rumah sakit akan menyita banyak sekali waktu ku di sita terus bagaimana aku bisa menikmati kebersamaan sana Aina"batih Alif


"Hahah aku tau kamu akan menolak cih aku tidak akan mengambil jabatan itu enak saja dia mau aku yg ambil dan tanggung jawab itu"batin Leon menyeringai


"Kenapa kalian diam ayo siapa yg akan gantiin papa"ujar Gio


"Pa aku kan baru nikah sama Aina lagian Aina harus banyak perhatian dari ku jika aku mengambil jabatan itu waktu ku banyak terbuang "ujar Alif memelas


"Tidak pa aku pun banyak pekerjaan papa kan tau umur ku mulai lanjut masak aku jomblo mulu aku harus move on dari Nur dan mencari cinta sesungguhnya "ujar Leon memelas


"Mereka tidak ada yg mau pa"ujar Asma lalu berbisik pada Gio


"Oke papa akan mengambil keputusan Alif benar apa kata mama mu kamu anak papa sama Leon juga tapi kita tau dari dulu juga tuan Adirata sudah menyatakan jika penerus Presdir selanjutnya adalah Leon kalian sudah punya bagian masing-masing"ujar Gio


"Ya Allah aku memang ngak mau merebut kan harya bersama Alif tapi jika aku jadi Presdir Adirata aku ngak mau ya Allah "batin Leon dia diam seribu bahasa


"Baik lah aku yg akan ambil"ujar Alif memahami situasi dia mengambil surat itu dan tanda tangan


"Pa aku ngak mau jadi Presdir Adirata"lirih Leon,Asma mendekat


"Kenapa ngak mau"tanya Asma lembut


"Ma aku ngak jadi orang yg kejam aku ngak mau mengambil ahli perusahaan itu yg peraturan nya sangat kejam"ujar Leon


"Leon mama percaya kamu orang yg baik kamu tidak perlu takut nak jika kamu jadi Presdir nya kanu mutlak bisa mengubah nya mama yakin kamu bisa jadi pemimpin yg adil dan baik"ujar Asma mengengam tangan Leon


"Iya ma"ujar Leon memeluk Asma dengan erat dia sangat beruntung memiliki ibu seperti Asma

__ADS_1


__ADS_2