
Humairoh sekarang menyadari jika dia mencintai suaminya ini butuh waktu lama bagi Humairoh mencintai Arysif tapi Humairoh merasakan mencintai seseorang dan di cintai seseorang dengan tulus dia selalu mendapat kan cinta dari keluarga Karten tidak hanya dari Arysif tapi dari seluruh anggota keluarga Karten yg benar tulus mencintai nya, Humairoh banyak bersyukur pada yg kuasa mengirimkan keluarga seperti mereka
"Arysif ayah minta kamu benar benar menjaga Humairoh dengan baik jangan biarkan Bobi berhasil menculik Humairoh untuk sekian kali nya"ujar Arka
"Iya ayah aku akan menjaga Humairoh dengan baik"ujar Arysif mengelus tangan Humairoh
"Ohh iya Aina kemarin pada saat Arysif menyuruh Leon menemuinya aku melihat Leon memakai seragam dokter dan dia bilang memang sudah kembali kerja di sana tapi kenapa Alif tetap pulang larut malam"ujar Nur pada Aina
"Kamu masih ketemu sama Leon dengar ya Nur menjauhinya itu lebih baik kamu itu udah bersuami "ucap Arka tegas
"Tapi ayah aku hanya.....ucap Nur terpotong
"Hanya apa hanya untuk menghilangkan rasa rindu mu begitu"ucap Arka ketus Nur diam saat Syifa mengisyaratkan tidak bicara lagi
"Tidak juga ayah kemarin itu juga ada aku"ujar Abi
"Tapi tetap saja"ucap Arka berdiri lalu berlalu Syifa ikut berdiri mengikuti Arka
"Mas ngak boleh kayak gitu sama Nur dia udah berusaha move on bukti nya hubungi nya dengan Abi semakin dekat "ujar Syifa memeluk lengan Arka menuju kamar mereka
"Kamu jangan membela Nur yg dia lakukan itu salah "ujar Arka
"Iya mas aku tau tapi siapa tau Nur benar bener tidak bermaksud seperti itu coba lah melupakan apa yg dia perbuat "ucap Syifa tersenyum mencium pipi suaminya
"Hhmm selalu begitu "ucap Arka tersenyum mencium pipi Syifa lalu mereka masuk kamar untuk istirahat
"Kamu selalu tersudut "ujar Abi saat mereka sampai di kamar
"Iya kesalahan aku hanya mencintai Leon meski aku berusaha menghapus perasaan itu atau sudah menghapus perasaan itu tetap saja di mata ayah aku selalu salah"ucap Nur melepaskan hijab nya dan menyisir rambutnya hati nya sakit karna ayah nya tetap masih terlihat marah pada nya
"Sudah lah jangan di pikir kan nanti makan hati"ujar Abi berbaring menarik selimut Nur berdiri dan menuju kasur ikut berbaring
"Aku kayak ngak kenal Abi sekarang ini mana Abi yg dingin dan galak"ujar Nur menghadap Abi seketika Abi gelagapan dia tidak tau kenapa saat bersama Nur sifat dingin galak nya hilang seketika
"Ayo ngaku"ujar Nur memicingkan matanya
"Apaan sih biasa aja aku begitu terhadap mu karna kamu menyebalkan tapi sekarang tidak hanya menjengkelkan"ujar Abi santai
"Sama saja itu mah"ujar Nur sebal memukul dada Abi dan membelakangi Abi beberapa menit berlalu Nur merasakan kasur bergerak lalu pelukan hangat dengan mengengam tangannya memeluk dari belakang
"Ini salah satu sunah kamu ngak tau ya"bisik Abi
"Bilang aja kamu emang mau peluk peluk ingat ya aku tetap pada pendirian ku"ujar Nur mencubit tangan Abi
"Ya ela aku hanya peluk doang bukan menggauli mu"ujar Abi
"Sudah lah tidur dengan tenang"ujar Abi lagi mengerat kan pelukannya karna memang sudah ngantuk Nur mengabaikan yg Abi lakudia tertidur dengan di peluk Abi
###
Karna hari libur jadi Abi mengajak Nur lari pagi saat mereka akan lari pagi Aina juga turun dan tidak lama Humairoh dan Arysif turun ikut bergabung jadi mereka lari pagi bersama
"Aina jika capek jangan di paksa ingat kesehatan"tegur Arysif mereka lari di sekitar museum
"Iya bang"ujar Aina tersenyum
"Abang capek"keluh Humairoh
"Baru satu puteran masak capek"kekeh Arysif
"Habis nya abang semalam ngabisin tenaga aku berapa kali coba 4 kali tau"ujar Humairoh cemberut Arysif menutup mulut Humairoh
"Sayang ngak boleh membicarakan urusan rajang sama orang lain meski itu keluarga kita soal di ranjang hanya kita berdua yg tau"ujar Arysif
"Ohh begitu ya iya deh maaf ngak lagi serius"ujar Humairoh tersenyum
"Tapi tetap capek tau"ujar Humairoh duduk di pinggir jalan
"Kenapa senyum menatap Aina"ujar Nur melihat Abi tersenyum padahal pandangan Abi tertuju pada Humairoh dan Arysif
"Iya dia cantik ya"ujar Abi memancing
Nur
"Apa"ujar Nur lalu menendang kaki Abi dengan kesal
"Kamu suka sekali menyakiti ku"kesal Abi lalu menggelitik Nur
"Abi apaan ini geli"ujar Nur lari dan Abi mengejar nya
"Sekarang hanya aku yg kesepian "batin Aina dia meneguk air putih menatap Abi dan Nur yg memang seperti semakin dekat
__ADS_1
"Alif ngak ikut"tanya Arysif karna Humairoh istirahat di samping Aina
"Ngak bang dia masih tidur semalam pulang malam"ujar Aina tersenyum
"Profesi dokter memang seperti itu"ujar Arysif
"Iya bang aku paham kok"ujar Aina tersenyum
Dret dret
"Bang aku jawab telpon dari Avantika dulu"ujar Aina lalu berdiri dan berjalan sedikit jauh
"Assalamualaikum"salam Aina
"Waalaikum salam"jawab Avantika
"Seger banget suara nya"kekeh Avantika
"Tumben telpon dok kangen ya minta aku kunjungi ngak bisa dok kan udah sembuh"ujar Aina tersenyum
"Iya nih kangen ketemuan yuk gimana punya waktu nanti siang"ujar Avantika
"Boleh boleh kebetulan ngak ada kerjaan banget "ujar Aina
"Siap sampai ketemu ya assalamualaikum"ucap Avantika
"Waalaikum salam"ucap Aina lalu sambungan telpon terputus
"Dokter Avantika tumben ngajak ketemu"gumam Aina tapi dia mengacuhkan nya kembali lari pagi
###
Setelah sholat zhuhur Aina pamit pada orang tua nya untuk ketemu Avantika setelah itu Aina mengirim pesan pada Alif jika dia akan keluar namun Alif tidak membalas pesan nya itu seakan mengabaikan pesan dari Aina meski begitu Aina masih berfikir positif
"Kenapa ya aku merasa Alif berubah"gumam Aina duduk di cafe itu menunggu Avantika dia memesan kopi coklat sambil menunggu Avantika
"Semoga Alif baik baik saja "ujar Aina pelan lalu Avantika duduk
"Lama nunggu nya"ujar Avantika
"Tidak juga"ujar Aina tersenyum lalu Avantika memeriksa denyut nadi Aina
"Sehat tapi stress ingat penyakit mu itu ngak boleh stres atau hati ayah mu akan sia sia meski kamu dan ayah mu sama sama mempunyai hati separuh yg perlu di cemas kan itu kamu yg kapan saja bisa kembali mengalami masa sulit itu"jelas Avantika
"Gimana udah sehat atau ada keluhan"tanya Avantika
"Alhamdulillah setelah operasi itu aku semakin baik Alif juga menjaga ku dengan baik"ujar Aina tersenyum Avantika meneguk beberapa kali teguk kopi nya
"Lagi binggun nih"ujar Avantika membuat Aina terkekeh
"Di mana mana orang binggun itu raut wajah nya suram setidak nya ada ekspresi lah kamu binggun nya sesantai itu"ujar Aina
"Iya biar tetap terlihat cantik ini tempat umum nanti jodoh ku lewat melihat ku ngak cantik"ujar Avantika membuat Aina mengeleng pelan
"Jodoh itu Allah sudah tentukan jika sekarang belum nikah bukan berarti ngak ada jodoh hanya saja Allah akan mengirim jodoh tepat waktu "ujar Aina tersenyum
"Iya gini aku kan punya teman nah teman ku ini udah nikah terus aku lihat suami nya jalan sama wanita lain kayak dekat banget pegangan lagi aku binggun harus bagaimana bilang sama teman ku atau ngak"jelas Avantika
"Sebaik bilang sih karna kita tau rasanya bagaimana jadi sebaiknya bilang aja"ucap Aina
"Emang teman kamu yg mani sih"ujar Aina bertanya Avantika meneguk kopi nya lagi
"Kamu"ujar Avantika serius lalu mengengam tangan Aina
"Aku tau hubungan mu dengan Alif itu tidak sederhana itu tapi sungguh aku melihat Alif di restoran saat itu bersama wanita lain wanita itu memeluk lengan Alif sangat mesra terserah kamu mau percaya atau ngak tapi aku sudah bilang "ujar Avantika melihat Aina terdiam meneguk kopi nya Avantika tau sangat sulit memahami pikiran Aina ini dia memang dekat namun soal rasa sakit Aina sering kali memendam nya Avantika paham betul bagaimana Aina
"Mungkin teman nya kali kamu hanya salah paham dia cerita kok saat jalan sama teman nya"ujar Aina tersenyum
"Syukur lah jika begitu jujur aku salah satu penggemar hubungan mu sana Alif sungguh kalian sangat cocok"ujar Avantika semangat
"Terimakasih ,dokter berlebihan"ujar Aina tertawa kecil
"Aku pamit pulang dulu ya nanti mama ku cariin aku"ujar Aina lalu pamit pergi dia meletakkan uang dan pergi Aina berjalan memegang tas nya dia teringat perkataan Nur semalam apa benar perubahan sifat Alif itu ada wanita lain seperti yg di bilang Avantika
"Aku harus pastikan "ujar Aina lalu menuju rumah sakit
Aina berjalan pelan ada beberapa orang tunduk pada nya Aina membalas nya dengan tersenyum dia masuk lift setelah sampai di lantai paling atas Aina berjalan menuju langsung ruangan Alif
Cklek
Mata Aina bertatap dengan Alif sungguh rasanya tidak nyaman dan perih bagaimana tidak Aina benar melihat wanita lain bahkan dia duduk di pangkuan Alif memainkan ponsel Alif apa Alif tidak menghargai nya sebagai istri entah lah Aina menutup lagi air mata nya jatuh Aina menyeka air matanya
__ADS_1
"Aina"ujar Alif membuka pintu menarik tangan Aina untuk masuk
"Dia siapa"tanya Aina meletakkan tas nya kaki nya lemah untuk berdiri dia duduk
"Dia Olif"ucap Alif
"Kamu kenapa pucat seperti itu sakit"ujar Alif cemas menyentuh wajah Alif
"Apa kamu kurang istirahat kita pulang aja biarkan Olif"ujar Alif mulai cemas
"Aku tidak apa apa tadi ketemu sama Avantika karna satu arah jadi aku mampir mungkin aku stress Avantika juga sudah mengingat kan aku"ujar Aina tersenyum
"Kok malah stress kenapa ingat kamu jangan stress ya"ujar Alif meraih tangan Aina mengengam hangat tangan Aina
"Hidup mu itu sama seperti hidup ku"ujar Alif tersenyum
"Iya aku akan jaga nyawa mu sebaik mungkin "ujar Aina terkekeh
"Aina maafkan aku sebenarnya aku ingin jujur tapi aku takut kamu stres dan sakit"ujar Alif serius
"Kenapa sih"ujar Aina dia dari tadi berusaha tegar
"Olif aku butuh waktu bersama Aina kamu tidak keberatan kan untuk keluar sebentar"ujar Alif
"Iya sayang"ujar Olif tersenyum dan berlalu kata itu membuat Aina benar tidak nyaman kenapa dulu mereka hilang kontak selain pengakuan cinta Aina ,Aina kesal karna Alif menyukai wanita lain dan itu membuat Aina cemburu buta dan sekarang sama dia mengendalikan diri nya agar tidak cemburu buta
"Aina "ujar Alif serius
"Katakan yg jujur aku tidak butuh bujukan mu"ujar Aina memalingkan wajahnya
"Aina tatap wajah ku"ujar Alif menangkup wajah Aina
"Kamu tau kan sesayang apa aku pada mu melebihi segalanya melebihi nyawa ku"ujar Alif
"Tapi maaf aku cinta sama Olif aku ngak berani bicara pada mu"ujar Alif selembut mungkin sekarang tidak usah di tanya perasaan Aina seperti apa
"Yg mana harus aku percaya kamu cinta sama dia atau sayang sama aku Lif"ujar Aina
"Aina aku cinta sama dia tapi aku juga sangat menyayagi mu atas persahabatan"ujar Alif
"Lalu kenapa pernikahan ini ada"ujar Aina kecewa
"Karna aku ngak mau kehilangan saat itu ,Aina ngak ada yg baik menjaga mu selain aku"ujar Alif
"Kamu egois Lif kami sangat menyakiti ku dulu atau pun sekarang"ujar Aina meneteskan air matanya
"Please jangan menangis "ucap Alif berdiri
" Apa kamu tau Lif perasaan ku seperti apa hah "ucap Aina
"Kamu tidak hanya menghancurkan ku tapi kamu tidak menghargai aku sebagai istri mu kamu menikahi ku hanya karna alasan konyol itu"ujar Aina
"Memang nya apa perasaan mu"ujar Alif serius
"Aku memang bodoh sangat bodoh aku mencinta pria yg hanya menganggap aku hanya sekedar sahabat nya"ucap Aina lalu menatap mata Alif
"Tidak ada manusia yg aku cinta seperti aku mencintaimu mama ku papa ku itu jauh Lif bahkan diri ku sendiri aku lebih mencintaimu tapi kenapa kamu malah kayak gini menghancurkan aku "ujar Aina menyeka air matanya
"Apa kamu tau kenapa aku bisa sakit rusak hati karna kamu Lif kamu terlalu menghancurkan perasaan ku "ujar Aina
"Lalu aku harus bagaimana cerai"ujar Alif tidak menyangka perasaan Aina malah sedalam itu
"Cerai"ujar Aina makin kecewa
"Kamu tidak ada niatan memperbaiki hubungan ini"ujar Aina serius
"Aina aku hanya menganggap mu hanya sekedar sahabat ngak lebih "ujar Alif
"Aku cinta sama Olif aku mau menikah dengan nya "ujar Alif
"Oke jika kamu nikah sama sama dia tapi ingat Lif aku akan memutuskan hubungan persahabatan kita hubungkan kita aku mau kita cerai karna aku ngak mau kita cerai kamu pilih aku atau dia"ujar Aina tegas
"Aku ngak mau menceraikan mu"ujar Alif tegas memeluk Aina erat
"Aku ngak bisa kehilangan mu"lirih Alif
"Aku butuh waktu"ujar Aina meninggalkan Alif
"Aina"teriak Alif mengejar Aina yg sudah keluar ruangannya
"Please jangan tinggalkan aku Aina Please jangan pergi dari kehidupan ku"lirih Alif memeluk kaki Aina semua orang memperhatikan, Aina gemetar bahu nya gemetar hebat Alif berdiri memeluk Aina
__ADS_1
"Kenapa kamu sejahat ini pada ku Lif kenapa"Isak Aina memeluk Alif dengan erat nyata nya seperti nyawa Alif yg dia bawa sama Alif seperti membawa nyawanya Aina tidak berdaya dia sangat mencintai Alif apa dia mampu membagi Alif atas dasar kebahagiaan Alif