Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Mengiklaskan pergi


__ADS_3

Aina memeriksa sesuai yg di katakan Avantika soal apa Aina mengalami pelecehan atau tidak tapi hasil nya belum bisa keluar karna butuh proses Aina berharap hasil nya seusai yg dia inginkan dia tidak mampu untuk tenang jika belum tau kebenaran nya.Di tengah penjelasan Avantika ada telpon dari Zenap yg menyuruhnya pulang untuk sebentar jadi Aina pamit pada Avantika untuk pulang


"Assalamualaikum"ucap Aina masuk keluarga berkumpul Aina mencium tangan orang tua nya lalu dia duduk di dekat mama nya


"Kamu terlihat pucat sayang"ucap Zenap mengusap wajah Aina yg pucat


"Iya ma tadi bantuin Avantika juga di rumah sakit asisten nya izin keluar"ujar Aina


"Aina maaf kami juga memaksa Alif mencerai kan mu atas apa yg Alif lakukan selalu membuat mu menderita lebih baik kalian cerai"ujar Gio menatap Aina dia merasa kasihan dengan Aina


"Iya pa aku juga sadar diri atas apa yg terjadi pada ku suami ku tidak pernah menyentuh ku tapi pria lain menyentuh ku"ujar Aina menahan Isak tangis nya


"Aku pun mengerti apa yg terjdi semuanya salah ku maafkan atas kesalahan ku maafkan aku mengecewakan kalian semua"ujar Aina air mata nya jatuh dia dengan cepat menghapus air matanya


"Maaf Aina kami harus lakukan"ucap Asma sedih


"Apa pun keputusan mu kami akan mendukung mu sayang jangan menyerah dan putus asa"ujar Zenap menyemangati


"Makasih ma"lirih Aina meraih surat itu ada nama Alif di sana


"Ya Allah ternyata aku benar akan bercerai dengan Alif maaf kan hamba ya Allah jika nanti hamba mencintai suami orang sebelum nya hamba sudah berusaha melupakan nya"batin Aina dia menghembuskan nafasnya kasar berusaha tegar


"Sebelum kita resmi bercerai aku memiliki permintaan"ujar Aina menatap Alif yg dari tadi diam


"Aina meski kita bercerai tidak ada yg bisa memisahkan kita aku pun sudah mengatakan ini tapi orang tua ku tetap memaksa ku karna masalah ini"ujar Alif menatap Aina sendu Aina hanya memejamkan mata


"Karna kamu akan menyakiti Aina Alif kamu harus lebih belajar dewasa"ujar Gio


"Sebelum berpisah aku ingin miliki satu pelukan dari mu hanya itu saja"ujar Aina lirih Zenap menahan tangis nya dia tau Aina sangat mencintai Alif kenapa takdir selalu menyiksa anak nya ini


"Tidak masalah"ujar Alif berdiri Aina berdiri berjalan pelan mereka berpelukan seperti biasanya Aina memejam kan mata nya dia akan rindu pelukan ini ,lama lama bahu Aina bergetar dia tidak mampu menahan tangisnya


"Kenapa Allah selalu menguji ku dengan cinta ku"ujar Aina gemetar memeluk Alif dengan erat Alif mengerat kan pelukannya


"Setelah ini tidak ada hubungan di antara kita persahabatan pun akan hilang"ucap Aina sesegukan


"Jangan lakukan itu"lirih Alif menangkup wajah Aina


"Aku hargai keputusan mu bahagia selalu bersama Olif jaga dia dengan baik aku ikhlas "ucap Aina dengan air mata akhirnya pertahanan Alif jatuh dia meneteskan air matanya lalu memeluk Aina dengan erat begitu erat


"Jangan tinggalkan aku"ucap Alif semua hanya ikut bersedih dengan kisah Alif dan Aina.Lalu Aina melepaskan pelukan itu dan menandatangani surat itu dan berlalu pergi Alif hanya menatap punggung Aina yg berlalu


"Udah biarkan Aina butuh waktu"ucap Arkan menahan Zenap


"Aku harus ada di samping nya mas"ujar Zenap


"Udah biarkan"ujar Arkan


"Maaf kan kesalahan anak ku Zenap sungguh hati Aina sangat tulus tapi kita tidak bisa menyalahkan siapapun ini takdir Allah"ujar Asma


"Ikhlas kan anak ku maafkan atas kesalahan nya selama menjadi menantu kalian"ujar Arkan


"Jika begitu kami permisi"ujar Gio lalu mereka pergi


"Kasihan Aina dia pasti sangat terluka dengan ini apa lagi Alif akan menikah Alif memang egois dia tidak memikirkan perasaan Aina"ujar Arka kasihan dengan keponakan nya itu


###


Nur menggeliat pelan dia membuka mata dia tertidur di pelukan Abi melihat Nur membuka mata Abi memberi kecupan cinta nya dengan lembut di bibir Nur tersipu dia memukul dada Abi pelan dan membelakangi Abi


"Aku belum memaafkan mu"ujar Nur pelan


"Bukti itu tersembunyi seseorang ini sangat kuat dan berkuasa dia sangat licik dia membuang semua bukti yg ada aku kesulitan mencari bukti"ujar Abi


"Tapi maafkan aku ya aku hanya mencintaimu kok"ujar Abi memeluk Nur


"Lepas aku mau mandi dan makan"ujar Nur dan turun menyeret kaki nya Abi tersenyum bahagia menatap Nur


Nur kesal karna ulah Abi dia jalan lagi sakit apa lagi mau makan malam Nur malu tapi Abi memaksa untuk mereka keluar apa lagi mereka seharian sudah tidak keluar dari kamar jadi Nur dan Abi keluar Abi merangkul Nur biar jalan nya lebih mudah


"Kak Nur ayo makan"ujar Aina tersenyum tapi Nur mengacuhkan nya ,Nur dan Abi duduk mengambil makanannya


"Kak Nur maafkan atas yg terjadi besok Avantika akan membawa bukti kecil soal kejadian kemarin sungguh maafkan aku"ujar Aina sungguh sungguh tapi Nur jangan kan mendengar kan Aina menatap Aina saja dia engan karna itu membuat hati Aina semakin erat

__ADS_1


"Malam semua"ucap Olif masuk bersama Alif


"Kalian ada apa"ujar Syifa menatap keduanya


"Kami mau mengantar kan undangan tante semoga kalian semua datang "ujar Olif meletakkan undangan itu


"Aina aku harap kamu datang ya"ujar Olif tersenyum


"Iya aku akan datang tidak akan mengecewakan "ucap Aina tersenyum semua menatap nya tapi Aina tidak menatap Alif


"Kami pulang ya"ujar Olif berlalu bersama Alif


Aina mengunyah makanannya seakan tidak bisa mengunyah dia meneguk air putih menatap undangan itu


"Tidak perlu datang Aina kami akan yg akan datang"ucap Arysif menatap Aina


"Tidak bang aku akan datang aku tidak terlalu terpuruk ya tidak terpuruk sama sekali"ujar Aina tertawa


"Karna aku mau tidur lebih awal aku duluan"ujar Aina berdiri bahu nya mulai gemetar dia segera berlari


"Aku tidak sanggup menatap Aina hiks hiks"akhirnya tangis Zenap pecah dia berlari pergi


"Aina mengalami masa sulit lagi"ujar Arysif


"Aina tegar banget ya bang melihat pria yg sangat dia cintai menikah dengan wanita lain"ujar Humairoh


"Aina akan baik baik saja dia sekuat batu karang "ujar Arkan


"Batu pun lama lama bisa hancur Arkan"ujar Syifa


"Kamu harus cepat cari kan Aina pengganti "ujar Syifa lagi


"Kak soal kebahagiaan Aina biarkan dia pilih sendiri "ujar Arkan


"Nur kamu jangan seperti itu terhadap Aina kasihan dia sudah hancur kehilangan Alif kita sebagai keluarga harus mendukung nya"ujar Syifa menegur Nur diam saja jujur dia masih sakit hati terhadap Aina atas kejadian itu Abi pun hanya diam dia tau apa yg Aina rasa kehilangan orang yg kita cinta sangat menyakitkan apa lagi melihat dia harus bersanding dengan orang lain


"Ya Allah aku benar tidak sanggup atas semua ini hiks hiks hiks"Aina menangis di bawah guyuran shower dia menumpahkan kesedihan yg tidak mampu dia tahan


####


Aina berjalan pelan menuruni tangga semua memperhatikan nya ,karna Avantika menelpon jika hasilnya sudah keluar jadi Aina bersiap menerima kebenaran itu jujur dia merasa kurang semangat hidup


"Sayang udah sarapan"ujar Zenap berdiri


"Nanti aja ma nanti ada Avantika"ujar Aina duduk lalu Avantika masuk


"Aku udah bawa hasil nya nih"ujar Avantika duduk lalu mengedarkan ke arah Aina membuat Aina terjatuh dari sofa


"Lemas tuh banyak duda keren santai"ujar Avantika


"Aku ini anak Karten ya kamu jangan berani sama aku"kesal Aina membuat Avantika tertawa


"Ngak pantas sombong nya"kekeh Avantika lalu duduk membuka hasil nya melihat kan pada semua


"Jelaskan pada kami"ujar Syifa


"Ini bagian dari tubuh Aina tidak ada kekerasan maksud ku tidak ada tanda tanda di tubuh Aina dan ini bagian dalam tubuh Aina di rahimnya juga kosong tidak ada ****** atau gen seseorang dan ini bagian vagi** Aina kalian lihat ini menyatu itu dinding serabut yg membuktikan jika itu belum sobek maksud saya yg dalam arti Aina masih perawan belum pernah di sentuh sana sekali"jelas Avantika


"Soal permasalahan saya rasa ini jebakan entah menginginkan rumah tangga nona Nur dan tuan Abi hancur atau dari Aina nya sendiri"ucap Avantika


"Mama selalu percaya apa yg terjadi pada mu sayang jika kamu tidak pernah mengecewakan"ucap Zenap memeluk Aina


"Makasih ma selalu ada untuk ku"ujar Aina


"Ohh ya ma Avantika ada tugas lain dia akan ke salah satu desa yg di bilang terpencil tidak ada listrik jaringan nah aku rencana nya akan ikut Avantika membantu dia di sana"ujar Aina


"Jika kamu sudah yakin ikut aja "ujar Arkan


"Lho kenapa begitu ngak kamu di sini aja lah nanti bantuin tante Syifa"ujar Zenap


"Ma aku rasa dengan kejadian ini sepertinya aku harus banyak membantu orang jadi aku mohon sama mama izinin aku pergi aku ngak akan pergi jika ngak mama izinin "ujar Aina


"Jangan halangi langkah Aina dalam kebaikan Zenap "ucap Syifa

__ADS_1


"Baik lah kamu jaga diri baik baik"ujar Zenap memeluk Aina erat


"Iya ma"ucap Aina


"Selamat tinggal Alif"batin Aina


"Avantika sekalian ikut aku ya datang ke acara Alif dan Olif ayo lah jangan nolak"ujar Aina


"Boleh siapa tau aku ketemu sama jodoh ku"ujar Avantika semangat


"Oke"ujar Aina tersenyum


"Aina paling pandai menyembunyikan perasaan nya kamu sangat bodoh Alif mengabaikan Aina"batin Avantika


###


Aina tidak bohong dia tetap datang bersama Avantika dan keluarga nya duluan sampai nya berjalan dengan santai Aina tetap manis meski makeup nya tidak tebal Aina tetap sederhana dari penampilan pun tetap sederhana


"Selamat untuk kalian berdua aku turun senang melihatnya"ujar Aina tersenyum


"Terimakasih Aina sudah datang"ujar Olif memeluk lengan Alif mesra


"Ohh ya ini hadiah aku sama Avantika "ujar Aina memberikan nya kado untuk kedua nya


"Terimakasih "ujar Olif


"Wah Aina sungguh malam ini kamu sangat cantik "ujar Leon mendekat


"Tidak luput oleh bantuan Avantika kak aku mah mana bisa dandan"ujar Aina tersenyum


"Jika boleh jujur ya setiap menatap mu itu hati sangat damai dan tenang jika kamu bukan anak dari Karten sungguh aku sudah melamar mu"ujar Leon terkekeh


"Kak Leon ngak boleh merayu Aina seperti itu"ujar Alif ketus


"Udah punya istri juga terserah aku lah orang Aina janda muda"ujar Leon tertawa geli


"Atas permusuhan keluar kita semoga kelar ya kak dan juga jika kak Leon mau mendapatkan pendamping nih teman aku jomblo"ujar Aina merangkul Avantika


"Ngak lah aku mah mana kuat menghadapi keluarga Adirata yg ada bisa mati berdiri"ujar Avantika tertawa geli


"Kami duluan ya kak"ujar Aina turun dari pelaminan bersama Avantika


"Udah sayang"ujar Zenap memeluk anak nya


"Aina aku duluan ada telpon"ujar Avantika keluar


"Ma aku ke toilet dulu"ujar Aina meninggalkan mama nya


"Hei Aina"uja nya menyapa


"Ragil"ujar Aina


"Kamu juga di sini"ujar Aina


"Iya "ucap Ragil tersenyum


"Maaf ya Aina kamu sendiri apa boleh aku mengobati rasa luka mu aku janji tidak akan membuat mu menangis"ujar Ragil serius Aina hanya memberi seulas senyuman


"Ragil aku tau rasa sakit hati aku hanya tidak ingin orang lain merasa kan nya ,aku mengerti atas niat baik mu tapi maaf banget Ragil aku tidak bisa menerima mu bukan tanpa alasan memang nya kamu mau hidup bersama wanita yg di bayangi pria lain bahkan aku tidak tau cara melupakan Alif jadi aku saran kan kamu cari wanita lain saja aku tidak bisa menerima orang lain tapi hati ku untuk pria lain sekarang aku mau melupakan hal menyakiti hati ku"ujar Aina


"Hati mu sangat tulus Aina semoga kamu selalu bahagia "ujar Ragil tersenyum


"Gini saja aku kenal kan kamu sama teman ku dia dokter dia juga baik"ujar Aina tersenyum lalu melihat Avantika yg mendekati nya


"Mau minum biar rasa sakit hilang"kekeh Avantika


"Apaan ngak boleh"ujar Aina tersenyum


"Ragil kenalin dia teman ku Avantika jomblo lagi dan Avantika kenalin Ragil jomblo juga"ujar Aina tersenyum


"Avantika/Ragil"ujar keduanya menjabat tangan dan tersenyum


"Duduk bareng"ujar Ragil mempersilahkan mereka menuju tempat duduk ketiga nya duduk barang dengan mengobrol banyak hal karna itu membuat Aina tertawa geli karna Avantika meski dia ceria Avantika kaku dengan pertanyaan Ragil apa lagi soal hal pribadi

__ADS_1


__ADS_2