Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Bertemu wanita masa lalu


__ADS_3

Adam jika mengincar seseorang tidak pernah melepaskan nya begitu saja dia tidak akan melepaskan Renata Candra jika bertemu Adam akan memberi masalah untuk wanita itu.Sedangkan Renata kehilangan pekerjaan nya bagaimana dia akan melanjutkan hidup jika tidak punya pekerjaan dia harus membayar kontrakan nya dan untuk makan keuangan nya sudah menipis Renata berusaha mencari pekerjaan tapi mencari pekerjaan apa dia benar tidak tau harus apa


"Adam jika pulang kerja itu rapi rapi apa kamu habis bertengkar"ujar Zahra mendekati Adam membenarkan penampilan Adam


"Udah pulang ma"ucap Adam tersenyum mencium pipi mama nya biasa nya juga Adam pulang cepat karna Zahra melarang anak nya pulang malam


"Meski udah pulang tetap rapi"ujar Zahra tersenyum


"Ma lapar"ujar Adam bergelut di leher mama nya


"Hei sialan kamu mau apa hah merayu istri ku"teriak Devil baru turun memberikan Adam satu tendangan tapi Adam mengelak


"Hei bau tanah ini mama ku"ujar Adam sinis memeluk mama nya


"Yg kamu peluk itu istri ku"geram Devil


"Mama ku"ujar Adam ngotot


"Istri ku"ujar Devil tidak mau kalah


Mama ku


istri ku


"Stop"teriak Zahra pusing


"Kalian berdua ini ya buat mama pusing saja"ujar Zahra ngambek melipat tangannya


"Sayang maaf ya ini karna anak kamu yg duluan"ujar Devil memeluk istrinya


"Ngak juga ma maaf ya ini karna suami


mama makin tua makin menyebalkan "ujar Adam memeluk lengan mama nya


"Urus diri kalian sendiri"ketus Zahra berlalu


"Gara gara kamu bujang tua"ujar Devil


"Dasar bau tanah"sindir Adam


Ting nung


"Tuh dari pada bertengkar mending buka pintu"ujar Zahra masih ngambek


"Iya ma"ujar Adam berjalan menuju pintu lalu membuka nya


"Wah wah ternyata kamu cukup genit sampai mendatangi rumah ku"ujar Adam sinis yg ternyata Renata yg datang


"Adam itu koki kita yg baru kenapa kamu ngak suruh dia masuk"ujar Zahra melihat Renata


"Apa"ucap Adam melotot


"Nata ayo masuk nanti kepala pelayan akan menjelaskan lebih akan tugas mu"ujar Zahra


"Ma"ujar Adam mendekati mama nya


"Mama mau mempekerjakan dia di rumah kita"ujar Adam


"Kenapa sih"ujar Zahra heran


"Jika mama memperkerjakan nya aku ngak mau makan makanan yg dia buat"ujar Adam


"Kamu kenapa sih punya masalah dengan nya"ujar Zahra


"Pokoknya aku ngak mau ma"ujar Adam


"Siapa tau dia mau goda suami mama tuh dia itu bukan perempuan baik baik ma lagian emang dia bisa masak aku ngak percaya wanita yg hanya mengandalkan kecantikan nya tidak mungkin bisa apa apa"ujar Adam sinis


"Sekali lagi kamu merendahkan orang lain mama benar tampar tuh bibir"kesal Zahra


"Tau ahh kesal"ujar Asma berlalu


"Renata jangan pikirkan anak saya ya dia memang gitu terhadap orang yg baru dia kenal"ujar Zahra tidak enak


"Tidak apa nyonya saya sebenarnya punya masalah dengan nya"ujar Renata


"Sebaiknya benar apa kata tuan muda jika saya tidak harus kerja di sini"ujar Renata


"Lho kenapa"ujar Zahra


"Ngak apa nyonya"ujar Renata lalu mengeluarkan buku menulis sesuatu


"Titip buat tuan muda nyonya saya permisi assalamualaikum"ucap Renata pergi


"Aduh jadi penasaran"ujar Zahra


"Amanah sayang masak kamu lihat"ujar Devil

__ADS_1


"Tapi mas kita kan tau Adam tidak pernah dekat dengan wanita lain mama jadi penasaran dengan isi surat ini"uaje Zahra duduk


Adam aku minta maaf soal kejadian di masa lalu aku hanya heran kenapa kamu begitu membenci ku tapi aku sadar atas apa yg aku lakukan dulu itu sangat hina dan keterlaluan aku mohon maafkan aku lepaskan aku biarkan aku lanjut dengan kehidupan aku janji tidak akan menganggu mu di masa lalu hanya aku yg di rugikan kamu tidak sama sekali jadi lepaskan aku ,aku ingin melanjutkan hidup


"Wanita ini sebenarnya ada masalah apa sih buat penasaran "ucap Zahra


"Ngak usah kepo "ujar Devil tersenyum


####


Karna di desak mama nya jadi Adam akan menjemput Renata dia malas bertemu Renata Meski sudah membaca surat dari Renata tetap saja Adam tidak merubah nya.Adam menuju kontrakan Renata karna mama nya maksa jika Adam tidak menjemput Renata maka Zahra tidak akan bicara pada nya


"Ini apa ya kontrakan nya"gumam Adam mengintip dari dalam dia melihat Renata yg lagi sarapan dengan menatap ponselnya


"Maling"teriak seseorang membuat kegaduhan dia segera menarik Adam


"Berani sekali kamu maling di daerah sini mana udah pagi lagi"ujar nya


"Saya bukan maling "ujar Adam


"Gebukin aja"ujar yg lain


"Udah maling mesum lagi pakai ngintip segala"ujar nya lagi mulai memukuli Adam


"Ada keributan apa sih"ujar Renata heran lalu keluar dia melotot melihat Adam memukuli para tetangga nya


"Apa yg kamu lakukan"ujar Renata menarik Adam


"Mereka mukulin aku jadi aku hanya beladiri"ujar Adam acuh tak acuh


"Pak maaf ya "ujar nya


"Nata dia maling dan dia mengintip kamu"ujar nya Renata melirik ke arah Adam tapi Adam menatap nya tajam


"Pak maaf ya "ujar Renata tidak enak


"Tuan Adam ke sini ada apa"ujar Renata heran


"Rencana nya berhasil menghasut mama ku untuk mempekerjakan mu"ucap Adam melangkah


"Ayo cepat ikut dengan ku"geram Adam meski kebingungan Renata mengunci kontrakan nya dan mengikuti Adam


"Dia kenapa sih lebih galak mau copot jantung ku seakan dia merindu kan diri ku yg dulu melalui tatapan nya itu"batin Renata di dalam mobil bersama Adam


"Apa yg dia pikirkan dia pasti berfikir tentang diri ku kapok ngak "batin Adam datar lalu mobil sampai Adam keluar dari mobil bersama Renata


"Minta Maaf dulu"ujar Zahra santai


"Rena"ucap Adam terhenti


"Maaf"ketus Adam


"Yang benar kamu seakan tidak ikhlas meminta maaf nya"ujar Zahra


"Renata maafkan aku ya"ujar Adam


"Ngak papa nyonya "ujar Renata tersenyum


"Dari tadi juga"ujar Adam berlalu


"Mau kemana Adam"ucap Zahra


"Kerja ma aku sarapan di luar aja udah telat"ucap Adam menuju mobil nya dan berlalu


"Dia anak saya anak tunggal maklum"ujar Zahra tersenyum


"Jadi apa yg bisa saya lakukan nyonya "ucap Renata


"Kamu hanya masak soal pekerjaan yg lain sudah ada tugas nya"ujar Zahra


"Baik nyonya"ujar Renata paham


###


Hari ini adalah hari pertama Renata kerja di rumah Margaretha dia ingin melakukan sempurna untuk hari pertama nya,Renata membuat sarapan setelah selesai dia menata nya Zahra tersenyum menatap hidangan yg mengunggah selera


"Bagus Nata tepat waktu suami dan anak saya sebentar lagi turun dan makanannya selesai"ujar Zahra meneguk air putih


"Iya nyonya saya akan berusaha sebaik mungkin"ujar Renata tersenyum


"Saya coba ya pasti enak masakan koki mudah seperti mu"ujar Zahra tersenyum Renata tersenyum menatap Zahra sangat beruntung Adam memiliki mama seperti Zahra


"Emm enak"ujar Zahra memakan nya lagi dia ketagihan memakan nya


Huk huuk


Zahra meneguk air putih dan menatap piring itu Zahra memukul dada nya pelan meneguk lagi minuman itu

__ADS_1


"Nyonya kenapa"ujar Renata menatap nya Zahra mengeleng pelan


Bruk


"Nyonya"Renata panik saat Zahra jatuh pingsan


"Zahra"ujar Devil larI dia memangku Zahra


"Hei Zahra"ujar Devil melihat Zahra kejang kejang membuat Devil panik


"Mama"Adan melompat saja turun dari tangga


"Pa ada apa dengan mama"ujar Adam panik


"Seperti nya mama memakan udang"ujar Devil mengusap wajah Zahra


"Kamu"Adam menatap Renata tajam melihat hidangan itu


Brak


Adam melempar piring berisi makanan lalu menarik Renata dengan kasar


"Apa kamu sengaja melakukan nya hah"bentak Adam murka


"Tidak aku tidak tau jika nyonya Zahra alergi udang"ujar Renata cemas


Plak


"Jika mama ku terjadi sesuatu aku akan membunuh mu mengerti"bentak Devil mencengkram dagu Renata kasar setelah dia menampar Renata dengan kuat Renata menetes kan air mata menahan sakit di pipi nya


"Anak itu"gumam Devil mengedong Zahra


"Pa tunggu"ujar Adam berlari mengikuti papa nya yg membawa mama nya


"Sialan jika mama kenapa kenapa aku benar membunuh wanita hina itu"geram Adam menendang kuris tunggu yg ada di rumah sakit


"Leon gimana"ucap Devil berdiri


"Santai om tante Zahra hanya Alergi efek nya emang gitu kulit tubuh merah dan kejang kejang jangan khawatir aku udah kasih penanganan "ucap Leon tersenyum


"Alhamdulillah jika begitu om mau lihat dulu"ujar Devil lalu masuk


"Sayang kamu membuat aku cemas"ujar Devil mengelus tangan Zahra yg di infus mengecup kening itu dengan sayang Adam ikut masuk hati nya hancur melihat mama nya berbaring seperti itu


"Pa mama akan baik baik saja kan"ucap Adam cemas


"Leon sudah mengatakan itu mama akan segera sadar"ujar Devil mereka berdua menunggu Zahra bangun


"Eghmm pa"setelah 3 jam tidak sadar kan diri Zahra bangun memegang pipi Devil


"Kamu sadar juga"Devil tersenyum lebar mengecup kening Zahra sayang


"Mama pingsan ya"tebak Zahra


"Iya sayang kami sangat panik"ucap Devil


"Wanita itu hampir mencelakai mama"geram Adam


"Bukan sepenuhnya salah Nata sebenarnya saat mama mencicipi makanan itu mama tau jika itu udang tapi jujur enak banget mama rasanya ngak mau melepaskan itu"ujar Zhara dia jadi ngiler jika mengingat nya lagi


"Kayak ngak pernah aja"ujar Devil lalu menatap Adam


"Kamu tau anak kamu sangking panik nya sangat marah sampai menampar wanita itu"ujar Devil


"Apa"ucap Zhara melotot


"Itu pelajaran yg dia dapat berani dia mencelakai mama aku ngak akan maaf kan dia"ujar Adam tajam


"Ya Allah Adam kamu melanggar kode etik sebagai pria percuma badan mu besar dan kekar jika main tangan sama wanita"ucap Zhara


"Aku ngak peduli dan tidak menyesal sama sekali ujar Adam geram


"Mas"Zahra memelas pada Devil sangat jengkel dengan Adam


"Ayo kamu ngomong kayak gitu sebagai pria harus hargai wanita sadari dulu kesalahan mu baru ketemu sama mama"ujar Devil menyeret Adam keluar


"Tapi pa aku mau sama mama"ujar Adam


"Tidak boleh"ucap Devil laku mengunci pintunya


"Jengkel banget sama Adam bisa bisa nya dia berkata seperti itu"ujar Zahra tidak habis pikir Devil mencium tangan Zahra


"Meski aku juga panik aku ngak segila anak mu tapi wajar sih karna kan dia pernah trauma saat kamu operasi dulu"ucap Devil


"Meski begitu yg di lakukan Adam itu salah besar mas"ujar Zahra


"Iya aku mengerti dia udah di hukum"ujar Devil tersenyum mencium bibir Zahra membuat Zahra menggeleng dia memeluk Devil mencari kenyamanan sekarang Devil banyak berubah Zahra sangat bahagia hidup bersama pria gila ini

__ADS_1


__ADS_2