
Berita mengenai perusahaan Adirata di ambang kebangkrutan sudah menyebar bahkan Bara sampai syok mengetahui berita itu yg lebih parahnya lagi perusahaan nya hancur karna perilaku Bobi yg tidak bisa di kendalikan Bara sangat marah akan hal itu
Plak
"Apa yg kamu lakukan Bobi"teriak Bara menampar Bobi dengan keras
"Mas tidak perlu memukul Bobi seperti itu"ucap Shopi membela
"Tidak perlu kamu bilang yg dia lakukan itu di luar akal sehat"ucap Bara
"Aku kayak gini karna ngikutin sikap papa yg bajingan dan breksek"ucap Bobi
Plak
"Berani kamu ngomong seperti itu hah"bentak Bara
"Buktinya dulu papa mencampakkan wanita jal*** Asma itu "ucap Bobi
"Kamu"ucap Bara
"Asal kamu tau ya aku membangun perusahaan itu hasil keringatku sendiri kamu malah menghancurkan nya begitu saja"ucap Bara benar marah
"Papa ngak usah sok marah seperti itu semuanya milik ku terserah aku mau bagaimana terserah aku berbuat seperti apa menikmati tubuh wanita kek mau berfoya-foya kek atau pun menghabiskan uang perusahaan itu semua milik ku"ucap Bobi
Plak
"Kurang aja kamu Bobi"ucap Bara menampar Bobi lagi
"Kamu sudah membuktikan jika kamu bukan lah anak kandung ku anak seorang bajingan "teriak Bara marah
"Mas henti kan yg Bobi lakukan itu wajar"ucap Shopi
"Wajar heh"Bara menatap Shopi sinis
"Aku sudah memberi nya kesempatan dan dia tidak memanfaatkan itu urus saja anak kamu itu"ucap Bara berlalu pergi
###
Arka tersenyum puas menatap Adam yg berkunjung ke rumah bersama keluarga nya Arka akui keberanian Adam sangat luar biasa ketenaran Adam semakin melonjak atas apa yg dia lakukan mengungkapkan perbuatan bajingan Bobi
"Aku sangat suka sikap berani mu Adam"ucap Arka memeluk bahu Adam
"Aku memang seperti itu"ucap Adam santai
"Malah sombong dia"cibir Devil
"Jujur aku tidak menyangka kamu lakukan seperti itu Adam"ucap Arysif
"Atas penghargaan yg aku dapat tidak luput dari Aina"ucap Adam tersenyum
"Kenapa Aina"ucap Arkan binggun
"Jadi pas Aina jalan bersama Nata dia ketemu sama anak nya bapak Mentri yg nangis di toilet kita tau kan hanya sebagian otak Aina yg rusak bukan hati nya jadi insting hati baik nya muncul dia bertanya melihat Aina seperti itu anak pak Mentri bercerita ya dia tidak berharap Aina merespon nya dan saat Aina pulang bersama Nata aku dengar dia ngobrol dengan Nata di kamar Nata jadi karna penasaran aku cari bukti itu dan ternyata benar ada buktinya"jelas Adam
__ADS_1
"Ohh jadi karna wanita gila itu"ucap Nara tiba tiba masuk semua menoleh
"Karna wanita tidak waras ini keluarga kami hancur"ucap Nara melangkah lebar Zenap tentu pasang badan
"Mau apa kamu hah memukul anak ku berani kamu memukul nya aku pasti kan kamu akan menyesal"ucap Zenap tajam
"Mama tidak salah memusuhi kalian yg suka ikut campur urusan orang lain"ucap Nara geram
"Heh yg Aina lakukan itu sangat tepat keluarga kalian meresahkan dan dengar ya Nara kalian harus lebih banyak merenungi kesalahan di masa lalu"ucap Syifa
"Aku akan menghancurkan keluarga Karten ingat itu"ucap Nara berlalu pergi
"Ya Allah perempuan itu tidak berubah"ucap Arka cemas dengan Aina
"Maksud mas Arka tidak berubah bagaimana "ucap Syifa serius
"Ya tidak berubah .......ucap Arka baru menyadari tatapan Syifa
"Jangan bilang kamu cemburu"ucap Arka serius
"Tidak berubah cantik nya tidak berubah perasaan nya gitu maksud mas Arka"ucap Syifa
"Ya engak sayang maksud aku"ucap Arka terpotong
"Alah jengkel aku jadi nya"ucap Syifa berlalu pergi
"Heh sayang kok marah"ucap Arka segera menyusul istri nya
"Ma kenapa tante itu marah"tanya Aina pada Zenap
"Adam mama takut nanti Nara balas dendam apa lagi keadaan Bobi"ucap Zhara cemas
"Mama sendiri pernah bilang semua berada di tangan Allah jika yg tidak kita inginkan terjadi itu terjadi itu nama nya takdir kita harus ikhlas"ucap Adam
"Iya sih"ucap Zahra khawatir
"Kita berdoa saja semoga semua baik baik saja"ucap Zenap di iyakan yg lain
####
Kasus Bobi segera di proses oleh pihak berwajib dengan adanya beberapa bukti dan saksi jadi Bobi di tetap kan sebagai tersangka karna kasus nya banyak maka hukuman yg Bobi alami juga sangat berat kemungkinan dia tidak akan bebas lagi
Karna kasus Bobi perusahaan Adirata benar hancur tidak tersisa semua jatuh di tangan Adam yg memang berhasil menggulingkan perusahaan itu Bara juga sampai jantungan karna itu mereka benar jatuh miskin hanya rumah warisan itu yg tersisa
"Leon maaf kan papa mengambil keputusan sepihak seharusnya semua itu memang milik mu maafkan papa"ucap Bara menyesal
"Tidak apa om aku paham dan mengerti situasi nya bagaimana om Bara jangan memikirkan soal perusahaan itu nanti nya biar aku yg urus"ucap Leon memeluk Bara meski begitu Leon sangat menghargai Bara
Bara menemui Adam karna Adam menelpon nya menyuruh Leon ke rumah jadi Leon segera datang setelah dari rumah Adirata
"Langsung saja ya aku tidak terlalu suka basa basi"ucap Adam serius
"Setidaknya izin kan aku meminum teh buatan istri mu dulu "ucap Leon menyeduh teh nya
__ADS_1
"Mau mati ya ngomong kayak gitu sama istri ku"geram Adam
"Hei aku mana suka terhadap istri mu yg jelek istri ku jauh lebih cantik"ucap Leon sedikit gemetar
"Bagus itu"ucap Adam tersenyum puas
"Adam ini memang buat aku jengkel suka sekali orang lain memandang aku jelek"gumam Renata
"Aku udah menemui pengacara Adirata dan tau bagaimana kesepakatan itu"ucap Adam serius
"Iya itu benar tapi sekarang itu tidak ada artinya tapi tidak mengapa aku akan memulai membangun perusahaan itu dari awal"ucap Leon tetap semangat lalu Adam melempar kan map
"Aku kembali kan semua milik Adirata pada mu karna itu hak kamu aku kira itu milik Bobi jadi aku ambil tanpa sisa tapi jika itu hak kamu aku akan kembali kan"ucap Adam serius
"What"Leon sampai melongo
"Tunggu kamu jangan memandang aku sebelah mata ya"ucap Leon
"Bersaing pada orang seperti Bobi kelicikan di perlukan namun aku tidak mau di katakan pecundang tidak bisa mengalahkan mu jadi ambil itu kita mulai persaingan secara sehat dan aku katakan kan aku tidak akan kalah"ucap Adam serius
"Serius kamu"ucap Leon antusias
"Ya benar ambillah aku tidak akan mengambil nya itu hak kamu"ucap Adam tersenyum kecil
"Ya Allah apa benar ini sosok Adam"ucap Leon memeluk Adam
Bugh
"Sialan jangan memeluk ku"geram Adam memukul Leon
"Aww sakit"keluh Leon mengelus perut nya
"Tapi aku benar tidak menyangka kamu melakukan ini"ucap Leon tersenyum
"Kita udah lama bersama soal harta itu tidak ada arti buat kita "ucap Adam
"Kita akan bersaing tapi hati hati kali ini jika kamu kalah aku tidak akan mengembalikan nya"ucap Adam
"Terimakasih kamu tidak hanya menjengkelkan keras kepala dan datar tentu dingin tapi kamu juga sangat baik terimakasih "ucap Leon tersenyum
"Jangan banyak bicara cepat mulai bekerja aku tidak ingin lama lama menunggu persaingan di mulai "ucap Adam
"Terimakasih"ucap Leon tersenyum mengambil berkas itu lalu berlalu pergi
"Apa senyum senyum kamu menyukai nya"ucap Adam melihat Renata senyum senyum
"Ya meski sering menjengkelkan setidaknya aku tidak pernah salah mencintai mu"ucap Renata tersenyum mengalungkan tangannya di leher Adam
"Aku tidak pernah salah menikahi istri sang penggoda seperti kamu"ucap Adam santai
"Ighh Adam"ucap Renata cemberut Adam tersenyum memeluk pinggang Renata
"Satu anak sangat ringan untuk mu bagaimana kita nambah anak lagi "ucap Adam tersenyum
__ADS_1
"Nanti lah nunggu Nata besar dikit lagi "ucap Renata tersenyum bermanja pada Adam memang Nata banyak menghabiskan waktu bersama Zahra dan Devil jadi Renata tidak terlalu repot terhadap Nata