
Aina benar tertidur di pelukan Alif yg masih duduk karna Aina benar capek dan lelah tubuhnya sangat capek Alif memeluk Aina dengan erat takut Aina terjatuh dia masih menikmati acara bersama yg lain.Zenap yg tidak sengaja melihat Alif itu segera mendekati Alif melihat Aina tertidur dengan lelap
"Alif ajak lah Aina pulang"bisik Zenap karna keras nya musik
"Aku bareng bang Arysif aja ma"bisik Alif
"Ajak lah pulang kasihan kamu nya nanti Arysif biar Leon mengantar"bisik Zenap di angguki Alif lalu dia menggerakkan badan nya pelan menggendong Aina pelan berjalan keluar dari gedung itu
Alif meletakkan Aina ke kasur dengan lembut Alif segera mengambil handuk kecil melepaskan jas nya dan duduk di samping Aina,Alif melepaskan hijab Aina pelan membuat Aina menggeliat pelan
"Alif kamu mau apa sih"ucap Aina serak membelakangi Alif
"Sstt diam sini bentar"ujar Alif meraih handuk itu
"Ngak mau ahh aku mau tidur"ujar Aina menarik selimut
"Nih anak nanti bengkak pipinya "ujar Alif
"Aku tidak apa apa"ujar Aina dia sangat mengantuk
"Sini"ujar Alif memegang dagu Aina lalu mengompres pipi Aina sejenak Aina terdiam menatap Alif diam diam jantung Aina malah berdetak dengan cepat
"Awas aja wanita itu ya pipi mu sampai merah kayak gini"gerutu Alif
"Tidak apa lah"ujar Aina duduk
"Sakit yah pipi"elus Alif dengan lembut
"Tidak kok tangan kan kamu yg obatin"ujar Aina terkekeh memegang tangan Alif membuat Alif tersenyum
"Istirahat ganti baju dulu biar nyaman"ucap Alif lalu berdiri mengambil baju ganti
###
Zenap dan Arkan mengantar Maya ke tempat penginapan dan Zahra bersama Devil mengantar orang tua nya.Karna acara juga sudah usai karna Alif ada operasi jadi Gio menyuruh Leon menjemput Aina di rumah untuk pemeriksaan lanjut
"Aina udah siap"ujar Leon melihat Aina sudah menunggu
"Iya kak ayo"ujar Aina berjalan mendekati Leon
"Aina maafkan atas kelakuan nyonya Adirata ya menampar mu semalam aku sangat menyesal atas nama mereka meminta maaf sebesar besar nya"ujar Leon membuka kan pintu mobil untuk Aina
"Tidak apa kok kak sebelum mereka minta maaf aku udah maafin kok"ujar Aina tersenyum lalu masuk mobil Leon segera memutari mobil masuk mobil dan melaju kan mobil nya
"Terimakasih ya Aina ,Alif sangat beruntung memilikimu "ujar Leon tersenyum
"Tidak juga kok kak aku jadi yg beruntung jadi istri nya Alif"ujar Aina tersenyum
"Kak Leon juga harus bisa move on jangan mengulang kisah nya om Bara sampai dia salah memilih keputusan "ujar Aina menatap Leon
"Aku lagi berusaha "ujar Leon tersenyum
Aina sudah melakukan pemeriksaan bersama Alif ada juga Leon dan Gio ikut menangani Aina melihat scan Aina yg terlihat normal semua nampak normal mereka tersenyum puas dan lega apa lagi saat hati Aina mulai berfungsi dengan normal
"Tuh lihat Alhamdulillah penyakit mu 95 persen udah hilang"ujar Gio senang
"Alhamdulillah jika begitu pa ini berkat Allah menyembuhkan ku "ucap Aina bersyukur
"Tapi pa kenapa aku merasa lelah"ujar Aina bertanya
"Itu wajar Aina perlahan tubuh mu mulai stabil tidak perlu khawatir "jelas Gio
"Jangan khawatir aku akan menjaga mu"ujar Alif tersenyum merangkul Aina
"Mau nya kemana"ujar Alif tersenyum bahagia
"Seharusnya kita banyak bersyukur atas nikmat Allah berikan pada ku hari ini aku tidak akan ikut kamu tapi kamu harus ikut aku"ujar Aina tersenyum
"Oke"ujar Alif tersenyum meletakkan berkas
"Kakak ku yg sangat baik gantikan aku hari ya"ujar Alif tersenyum lalu melangkah pergi Leon hanya melongo di buat nya
"Kamu lari dari tanggung jawab dong"ucap Aina
"Tidak juga kok"ujar Alif dia sangat senang dengan kesembuhan Aina
Aina mengajak Alif yg biasa nya dia kunjungi di panti asuhan dan panti jompo serta memberi bantuan pada parkir miskin dan sembako Aina menatap Alif yg membagikan sembako sedangkan dia hanya minum air dengan santai sampai selesai Alif sendiri yg membagikan nya
"Capek"ucap Aina mengelap keringat Alif dengan jilbabnya
"Tidak juga "ujar Alif meneguk air putih itu
"Lapar ngak kita makan"ujar Alif
"Emm makan nya sama anak yatim"ujar Aina tersenyum menarik tangan Alif untuk ikut para anak yatim makan
###
__ADS_1
Clarissa mengantar kan berkas nya dia sengaja membantu papa nya di perusahaan biar lebih bisa dekat Arysif, Clarissa tidak tau jika Arysif sementara waktu Nur yg gantikan
Tok tok tok
"Masuk"teriak Nur membaca beberapa berkas
Cklek
Clarissa yg tadi semangat saat masuk dia terkejut ada Nur siapa yg tidak tau wajah sangat cantik itu Nur di sosial media begitu aktif,Clarisa mendekat dengan sopan
"Nona tuan Arysif tidak kerja"tanya Clarisa duduk Nur menatap wanita itu
"Tidak sementara waktu saya gantikan"ujar Nur
"Ada keperluan apa"tanya Nur lagi
"Ada berkas nona"ujar nya menyerah kan berkas
"Nona tuan Arysif tidak kerja kenapa ya"tanya Clarisa , Nur menilai Clarissa dari atas sampai bawah masak iya Arysif dekat dengan wanita ya cukup di nilai Nur seksi lihat saja penampilan nya di bilang sopan saja tidak
"Nona Clarisa di sini"ujar Abi masuk melihat tatapan aneh Nur
"Iya pak Abi tuan Arysif tidak kerja kenapa "tanya Clarissa
"Nona Humairoh sakit jadi sementara Nur ganti kan tuan Arysif "jelas Abi
"Jika begitu saya pamit ya"ujar nya berlalu
"Kamu kenal"tanya Nur
"Dia itu sepupu nya Humairoh"jelas Abi
"Dekat sama Arysif"tanya Nur
"Di bilang dekat sih ngak juga kenapa kamu menilai dia seksi ya memang dia berpenampilan seperti itu tapi percayalah Arysif menjaga pandangan mata nya menunduk kan mata nya"ujar Abi melihat berkas di bawa Clarissa
"Kamu tidak menunduk kan pandangan tidak takut di goda"ujar Nur menatap Abi
"Kamu mau aku menjaga pandangan ku"ucap Abi serius
"Tidak adil untuk ku berusaha move on tapi kamu tidak sama sekali berusaha melupakan Aina atau menunduk kan pandangan"ucap Nur
"Apa perlu aku bilang ahh Nur aku berusaha melupakan Aina tidak perlu kan"ujar Abi membuat Nur kesal Abi ini selalu membuat nya jengkel
"Tidak juga aku lihat kamu sangat berminat pada wanita itu"kesal Nur
"Cemburu "ujar Nur mendengus
"Tidak sama sekali jika kamu mendekati Aina rasa cemburu itu tidak pernah muncul karna apa aku tau Aina kayak apa tidak akan mengkhianati ku tapi perempuan itu jika kamu menatap nya kayak gitu yakin kamu bisa menahan godaan nya aku tidak yakin"jelas Nur
"Wah tumben otak nona angkuh ini dewasa"cibir Abi
"Menjengkelkan "kesal Nur berdiri dan berlalu Abi hanya acuh ya Abi akui Clarissa wanita seksi apa lagi penampilan nya
Setelah dari kantor Clarissa berkunjung ke rumah Karten ,bahkan Clarissa berani menuju kamar Arysif dan Nur mengintip melihat Arysif bertelanjang dada mencari kaos nya tadi dia letak kan asal Clarisa tersenyum licik dia mengendap masuk lalu Clarissa meninggalkan semua pakaian nya
"Tadi aku letakkan di kasur"ucap Arysif mencari nya
"Mending aku ambil kaos lain mungkin Humairoh sudah membereskan nya"ujar Arysif berbalik memutar tubuhnya
"Astaghfirullah"ucap Arysif kaget saat tiba-tiba Clarissa memeluk dengan tanpa pakaian dia memeluk Arysif erat
"Arysif"ujar Clarissa senang memeluk Arysif
"Astaghfirullah apa yg kamu lakukan Clarissa"ujar Arysif mendorong Clarissa memejamkan matanya
"Aku menyukai mu tuan Arysif "ujar Clarissa memeluk Arysif lagi
Humairoh baru selesai dari kamar mandi dia tersenyum senang seperti nya kista itu sudah keluar tapi saat Humairoh melihat Arysif dia jadi terdiam melihat Clarissa tanpa pakaian berada di atas tubuh suaminya
"Kamu itu lancang sekali"bentak Arysif mendorong Clarissa
"Humairoh aku cinta sama Arysif izinkan aku bersama nya"ujar Clarissa memeluk Arysif tapi Arysif mengelak tanpa kata Humairoh keluar dari kamar
"Humairoh"panggil Arysif dan Clarissa memeluk Arysif lagi
"Pergi sebelum ada salah paham"uajr Arysif lalu ke ruang ganti mengambil baju nya dan mengejar Humairoh
"Menyebalkan aku tidak akan menyerah "kesal Clarissa
"Kak Hum kenapa"tanya Aina baru pulang bersama Alif
"Aina Alif"ujar Humairoh tersenyum
"Humairoh"panggil Arysif lalu merangkul Humairoh takut Humairoh kabur lagi
"Alif Aina"ujar Arysif
__ADS_1
"Kenapa sih"ujar Aina heran
"Tidak ada"ujar Arysif tersenyum lalu Clarissa mendekat
"Bang kak kami ke atas dulu ya capek"ujar Alif menarik Aina menuju kamar secara paksa
"Humairoh aku mau nikah sama Arysif Izinkan aku"ujar Clarisa mengengam tangan Humairoh kuat
"Abang turutin saja apa kata Clarissa aku ikhlas kok"ujar Humairoh menunduk
"Kamu gila ya"ujar Arysif tidak habis pikir
"Abang aku mohon lagian kalian udah melakukan"ujar Humairoh pelan
"Melakukan apa dia yg memeluk ku"kesal Arysif
"Abang lakukan saja"ujar Humairoh
"Hentikan "triak Arysif menahan amarahnya
"Abang ngak takut dosa melakukan itu"ujar Humairoh menatap Arysif
"Aku tidak takut dosa"teriak Arysif dan pergi dia sangat kesal dengan Humairoh
"Pokoknya aku mau kamu berhasil membujuk Arysif jika tidak awas saja kamu"ujar Clarissa lalu pergi
Aina meletakkan kopi Alif di meja rias lalu Aina duduk mengambil buku nya lalu Alif menarik kaki Aina dan berbaring di perut Aina itu kebiasaan nya
"Biasan deh"ujar Aina membaca buku nya mulai mengelus kepala Alif yg memainkan ponselnya
tok tok
"Mau kemana"ujar Alif saat Aina mengangkat kepala Alif
"Buka pintu "ucap Aina
"Diam aja lah di sini"ujar Alif
"Masuk aja"triak Alif lalu Humairoh masuk
"Aina"panggil Humairoh mendekat lalu duduk di kasur Aina
"Alif minggir dulu"ujar Aina
"Tidak"ujar Alif malah memeluk perut Aina membuat Aina sebal
"Ada apa kak"ujar Aina heran menatap Humairoh melihat wajah Humairoh Alif beranjak menuju kopi nya menyeduh nya
"Kak Hum ada masalah ya"tanya Aina mendekat
"Em benar ngak sih jika aku menyuruh bang Arysif menikah lagi"ujar Humairoh pelan
"Apa"ucap Alif dan Aian bersama Alif jadi penasaran duduk di sebelah Aina
"Kenapa kak apa kak Hum takut ngak bisa kasih bang Arysif keturunan"ujar Aina
"Tidak"ucap Humairoh
"Lalu"ujar Alif dan Aina
"Sepupu ku cinta sama bang Arysif jadi aku mau bagi bang Arysif"ujar Humairoh pelan
"Ya Allah "ujar Aina
"Kak poligami tidak di larang dalam Islam poligami juga tidak di harus kan tapi kak apa kak Hum mau gitu di madu apa bang Arysif mau"ujar Aina
"Aku akan membujuk bang Arysif" ujar Humairoh
"Kak jangan membicarakan ini pada om Arka dan tante Syifa mereka akan marah dalam keluarga Karten tidak pernah ada mempunyai dua istri mereka merasa terhina apa lagi om Arka jangan pernah kak"ujar Aina mengingat kan
"Mending kak Hum pokus aja pada kesembuhan dulu jangan pikirkan sepupu kakak itu "ujar Aina
"Aku harus bagaimana aku takut pada Clarissa"lirih Humairoh
"Kakak takut pada Clarissa apa takut Allah murka pada kakak membuat suami kakak marah"tanya Aina membuat Humairoh terdiam
"Takut murka Allah"jawab Humairoh
"Nah itu tau kakak jangan takut banyak orang sayang sama kakak"ujar Aina tersenyum Humairoh memeluk Aina erat
"Makasih ya Aina"ujar Humairoh tersenyum lalu dia pergi Aina hanya tersenyum kecil
"Wah istri ku ini hebat banget"ujar Alif tersenyum
"Biasa aja"ujar Aina tersenyum kecil lalu menyeduh kopi Alif dia ke kamar mandi
"Aku sangat beruntung jadi miliki nya ngak ada perempuan sesempurna dia"ucap Alif tersenyum lalu berbaring memainkan ponselnya
__ADS_1