Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Balas dendam


__ADS_3

Ali Ailif Altaf nama itu yg Zenap berikan saat dia mendengar Alif dan Aina ingin memberi nama anak mereka nanti ,wajah Ali lebih mendominan separuh wajah Aina dan separuh wajah Alif tampan dan manis kadang juga Ali sangat rewel terus menangis mereka paham perasaan Ali bagaimana Zenap dan Asma pokos mengurus bayi kecil itu


"Polisi terus mendesak meminta rekaman cctv soal pembantai Aina dan Alif"ucap Arka


"Jika aku belajar dari Aina yg selalu ikhlas menghadapi masalah nya jadi aku akan berusaha ikhlas saja "ucap Zenap berusaha menahan tangisnya


"Aku setuju saja dengan Zenap kak tapi masalah ini aku minta jangan di perpanjang"ucap Arkan


"Mas memang Arkan bisa ikhlas"bisik Syifa menebak apa yg Arkan lakukan


"Kita dukung aja apa yg Arkan lakukan biar gimanapun anak tunggal nya serta menantu nya di bantai Nara harus tau gimana marah nya orang sabar"bisik Arka


"Kami terserah kalian saja"ucap Arka


Tentu ada kemarahan mendalam di hati Arkan anak nya di bantai sangat sadis dan hampir juga merenggut cucunya Arkan akan membuat perhitungan terhadap Nara bagaimana marah nya seorang ayah jika putri nya di sakiti dan di bunuh Arkan akan membalas perbuatan Nara


"Pak saya mau menutup kasus ini lagian kami tidak melaporkan sama sekali kejadian itu"ucap Arkan di kantor polisi


"Pak Arkan kami harus menegang kan keadilan untuk nona Aina dan tuan Alif"ucap polisi itu


"Ini takdir pak udah lah kami keluarga udah ikhlas"ucap Arkan


"Baik lah tuan Arkan jika anda tidak ingin memperpanjang nya"ucap polisi itu


"Terimakasih"ucap Arkan berlalu pergi


Arkan mencari tau semua informasi mengenai Nara serta kegiatan Nara.Merusak nama baik Nara itu tidak lah membuat Nara menyadari penderitaan jadi Arkan membuat rencana lain yg akan membuat Nara gemetar untuk menyentuh keluarga Karten


###


Nara berhasil di culik oleh seseorang dia di ikat di atas meja dengan tangan dan kaki terikat Nara terus berteriak dia menebak siapa pelakunya lalu seseorang masuk dengan langkah gontai


"Arkan"ucap Nara


"Ohh ternyata kamu menculik ku kenapa mau balas dendam atas kematian anak mu itu dia pantas mendapatkan kematian seperti itu karna sudah menghancurkan keluarga Karten sampai membuat Bobi di hukum mati"ucap Nara sombong Arkan hanya dingin menatap Nara tanpa berkedip


"Ayo kata kan mau apa kamu"ucap Nara


"Apa kamu menyesal telah membunuh putri dan menantu ku"tanya Arkan santai


"Aku tidak menyesal melakukan nya karna Aina pantas mendapatkan itu dan Alif dia hanya orang bodoh berusaha melindungi Aina aku tidak menyesal melakukan itu"ucap Nara santai

__ADS_1


"Malah aku sangat puas sudah menghabisi nyawa Aina"ucap Nara tersenyum puas


"Oke"ucap Arkan santai lalu dia berdiri berjalan ke meja sebelah nya


"Aku juga lihat rekaman cctv bagaimana kamu membantai mereka tidak perlu kamu jelaskan "ujar Arkan menatap tajam Nara


"Kamu sama seperti iblis seperti mama mu orang seperti mu harus merasakan rasa sakit "ucap Arkan berjalan mendekat


"Kamu mau apa*ucap Nara melihat Arkan mendekat dengan kedua kabal yg memercikkan api


"Hanya ingin memberi mu pelajaran soal rasa sakit"ucap Arkan lalu menyetrum Nara


"Aghhhh"Nara berteriak dengan tubuh terguncang


"Satu kali kayak nya tidak cukup"ucap Arkan lalu kembali menyetrum nya membuat Nara kembali berteriak


"Hentikan gila"teriak Nara tapi Arkan kembali menyetrum Nara membuat Nara jatuh pingsan Arkan hanya berwajah dingin menunggu Nara terbangun


Setelah satu jam Nara terbangun karna tetesan air saat dia bangun masih sama di posisi yg sama tangan kaki terikat tapi di atas kepala nya ada pancuran air dia melihat ada beberapa orang


"Lepaskan aku"teriak Nara berusaha lepas


"Kalian saja lakukan tahap kedua saya lapar mau makan'ucap Arkan santai menyuap kan makanan ke dalam mulutnya


"Kalian mau apa"ucap Nara dan pria itu membekap kepala Nara dengan kain itu lalu air mulai mengalir ke wajahnya mereka menekan kuat itu membuat Nara benar tersiksa sesak nafas namun air itu terus memasuki pernafasan nya


"Bagaimana Nara"ucap Arkan meneguk air


"Breksek"teriak Nara emosi lalu mereka menekan kembali kain itu Nara kembali kesakitan mereka terus melakukan itu sampai membuat hidung Nara berdarah


"Hentikan"lirih Nara kesakitan


"Hentikan cih"ucap Arkan berdecih


"Apa kamu mendengar kan permohonan Aina apa kamu mendengar kan permohonan Alif jadi buat apa aku dengarkan kamu"ucap Arkan datar


"Lalu kamu mau apa"ucap Nara pelan


"Menyiksa mu agar orang seperti mu tidak berani lagi dengan keluarga Karten"ucap Arkan datar lalu berdiri


"Penyiksa tahap ke tiga di mulai"ucap Arkan menyeringai mengerikan dan memberi Nara suntikan anti bius membuat Nara kembali pingsan

__ADS_1


Nara terbangun mendengar suara ramai dia menyadari jika bebas tapi saat dia sadar tangan kaki nya terikat lebih mengejutkan Nara lagi dia menyadari jika mulut nya di jahit dan pita suaranya tidak bisa dia rasakan dia tidak bisa berbicara lagi lalu Nara merasakan sebuah pukulan di wajahnya yg sangat menyakitkan lalu di susul oleh pukulan lain nya membuat Nara menangis menahan rasa sangat menyakitkan


Karna para petinju merasakan hal tidak beres dengan alat tinju nya berdarah jadi mereka membuka nya dan terkejut menemukan Nara yg keadaan sangat mengerikan lebih mengejutkan mereka mulut Nara di jahit serta pita suara seperti nya di potong polisi menyelidiki itu bersama Bara yg marah kematian adik nya


"Saya yakin jika Arkan pelakunya untuk balas dendam"ucap Bara murka mereka segera ke rumah Karten


"Arkan keluar kamu"teriak Bara marah masuk bersama polisi


"Ada apa kamu masuk seperti itu"ucap Arkan


"Kamu kan yg membunuh adik ku"ucap Bara mengcengkram baju Arkan


"Membunuh adik mu memang Nara meninggal"ucap Arkan terkejut


"Ngak usah sok kaget kamu"ucap Bara ingin meninju


"Tuan sabar jangan main hakim sendiri"ucap Polisi melerai lalu polisi menjelaskan kematian Nara yg sangat mengerikan


"Lalu menuduhku kenapa apa alasan ku membunuh nya"ucap Arkan


"Karna kamu ingin balas dendam kematian Alif dan Aina"triak Bara


"Memang ada hubungannya dengan Nara"ucap Arka


"Tidak usah berbelit kamu tau kan jika Nara pelaku nya"ucap Bara marah


"Tanya sama pak polisi nya bahkan aku mencabut laporan itu"ucap Arkan


"Benar tuan Bara karna kami tidak punya bukti "ucap nya


"Sebaiknya kita juga pergi i karna tidak ada bukti mengenai tuan Arkan pelakunya "ucap nya


"Aku akan membalas mu lihat saja"ancam Bara lalu berlalu Arkan hanya santai kembali duduk karna Arkan sudah merencanakan sebaik mungkin


"Mas buat apa sih balas dendam"ucap Zenap menatap Arkan


"Apa ada seorang ayah hanya diam melihat putri nya di bunuh secara sadis"ucap Arkan datar membuat Zenap terdiam


Berita kematian Nara sangat menghebohkan apa lagi tidak ada yg tau siapa pelaku nya para masyarakat mendesak polisi menemukan pelaku nya menyerang keluarga Karten polisi menemukan jika Nara seorang wanita panggilan bukan mencari uang namun mencari kepuasan membuat yg tadi menyerang keluarga Karten malah berbalik jijik dan benci terhadap keluarga Adirata polisi menduga ada beberapa oknum pria hidung belang membunuh Nara karna status Nara


"Rencana yg sempurna"ucap Arka santai apa lagi melihat Arkan sesantai itu

__ADS_1


"Adik kamu kayak kamu sama mempunyai sisi gelap"bisik Syifa pada Arka


"Wajar itu sayang karna Arkan membalas rasa sakit nya"ucap Arka tersenyum menatap Syifa


__ADS_2