Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Istri nya di culik lagi


__ADS_3

Aina kecewa sampai akhir acara Alif tidak datang sama sekali , Aina datang memberi beberapa panti asuhan fasilitas ya karna Nur ingin ikut serta, jadi dia ikut untuk mengisi waktu kosong nya.sedang kan Alif masuk ke ruangan nya dia mengingat sesuatu merogoh saku celananya melihat pesan Aina dan telpon dari Aina


"Astaghfirullah Aina"ujar Alif baru ingat janji nya


"Kenapa bisa aku mengabaikannya"Alif segera lari ke arah mobil mengendarai mobilnya karna dia sudah tau tempat nya karna Alif sering menemani Aina meski hari sudah malam tapi Alif tetap bertanya pada pihak panti asuhan tentu tidak menemukan Aina


"Sebaiknya aku pulang"ujar Alif kembali ke mobil segera pulang


Alif masuk kamar melihat Aina lagi mengaji melihat itu Alif segera ke kamar mandi membersihkan tubuhnya saat sudah selesai Aina melipat sajadah nya meletakkan Al Qur'an nya Alif pun sudah dengan baju santai nya karna Alif kurang suka memakai baju piyama


"Aku minta maaf aku benar lupa"ujar Alif mendekati Aina


"Hah mau marah gimana kamu bahkan mengabaikan pesan dan telpon ku setidaknya jika sibuk kamu kasih tau aku"ujar Aina menghembuskan nafasnya kasar Alif terdiam lalu memeluk perut Aina


"Sungguh maafkan aku"ujar Alif sungguh sungguh


"Iya, tapi apa kamu bener sibuk hari ini"ujar Aina mengelus kepala Alif


"Emm i...iya aku sangat sibuk "ujar Alif


"Ya sudah istirahat udah malem"ujar Aina lalu berbaring memejamkan matanya Alif memeluk Aina


"Kamu ngak mau peluk aku nih"ujar Alif dengan manja


"Iya maaf"ujar Aina berbalik lalu memeluk Alif dengan hangat Alif tersenyum mengeratkan pelukannya


####


Sejauh ini hubungan Nur dan Abi baik baik saja Abi berusaha mengajak Nur mengisi waktu sering menghabiskan waktu bersama karna ya Nur tidak ada pekerjaan nya dia pokus menjadi ibu rumah tangga karna Syifa memaksa nya sehingga Humairoh mempunyai teman di rumah


"Aku bawakan makan siang"ujar Nur masuk panggilan mereka tetap sama meski Syifa bilang dosa memanggil suami dengan sebutan nama namun Nur ngeyel dia manggil Abi mas di depan orang tua nya namun saat ngak ada Nur seperti biasa


"Siapa yg masak Humairoh "ujar Abi sedikit mengejek


"Menjengkelkan aku susah memasak nya jika tidak suka ya sudah"kesal Nur


"Gitu aja marah ayo sini aku mau makan sekarang sangat lapar"ujar Abi berdiri duduk di sofa lalu melahap makanan yg di buat Nur


"Aku kayak aneh melihat hubungan Aina sama Alif sedikit renggang biasa nya Alif sering pulang cepat tapi sekarang Alif pulang nya malam terus "ucap Nur sedikit curiga


"Emang apa yg kamu pikirkan hubungan Alif dan Aina itu tidak hanya sebatas sahabat tapi lebih contoh nya pada saat Aina mati suri saat itu siapa yg bangunin Alif kan itu menunjukkan hubungan mereka itu sangat erat"ujar Abi meneguk air putih


"Iya sih hanya saja aku tidak nyaman melihat kerenggangan mereka jika penyakit Aina kambuh gimana"ujar Nur


"Kamu takut ya aku kembali pada Aina"ujar Abi memicingkan matanya


"Enak saja kamu pikir kamu menarik gitu"sebal Nur mengambil mangkuk di tangan Abi dan ikut makan


"Hari ini mau jalan ngak aku temani kebetulan pekerjaan sedikit berkurang"ujar Abi


"Pantesan Arysif di rumah mulu"ujar Nur


"Iya benar"ujar Abi


"Tapi ngak deh cuaca panas banget males keluar nya"ujar Nur meneguk air putih Abi melahap dengan cepat


"Nur kamu itu ya sebenarnya cantik"ujar Abi mengelap mulut nya


"Memang aku cantik mata kamu aja yg buta tidak melihat kecantikan ku"ujar Nur santai


"Sombong sekali "cibir Abi


"Tapi ngak papa deh yg penting aku di temenin oleh kamu "ujar Abi menatap Nur


"Mau apa hhmm"ujar Nur mendorong kepala Abi pakai telunjuk saat mata nya terarah pada bibir Nur


"Emang nya ngak boleh"ujar Abi malas


"Ngak boleh aku ngak mau di sentuh selain orang yg aku cinta "ujar Nur


"Apa,lalu bagaimana nasib bibir sama"ujar Abi melirik ke bawah celananya Nur ikut melirik


"Ighh kamu menjengkelkan sekali kamu mau memaksa ku hanya memenuhi hawa nafsu mu itu "kesal Nur mencubit lengan Abi


"Ya engak kok nafsu sama kelembutan itu beda"ujar Abi tertawa kecil


"Jika hawa nafsu meski di saring tetap jadi hawa nafsu "ujar Nur sebal


"Bodoh amat lah yg penting dapat enak nya"ujar Abi semangat melepaskan jas nya dan berdiri melihat itu Nur ikut berdiri

__ADS_1


"Mau apa Abi aku ngak segan menampar mu"kesal Nur mengangkat tangannya tapi Abi menahan nya


"Tidak akan bisa "ujar Abi memajukan wajah nya


"Ihh aku ngak mau"pekik Nur menahan jidat Abi dengan telapak tangannya Abi memeluk erat pinggang Nur tapi Nur terus mendorong wajah Abi


"Istri sendiri sayang di anggurkan lagian mau sampai kapan kamu mempertahankan segel mu itu "ujar Abi maksa


"Udah ku bilang ngerti ngak sih"kesal Nur mendorong Abi dengan kuat


"Ya Allah maafkan aku"ujar Nur kaget menutup mulut nya saat kepala Abi mengenai meja


"Aww kamu niat banget membunuh ku"keluh Abi duduk di sofa menahan jidat nya


"Sungguh aku tidak sengaja"ujar Nur panik mencari obat di laci Abi


"Aku obatin"ujar Nur duduk membuka kotak itu dan mengambil kapas tangannya mulai cekatan mengobati luka Abi


"Ternyata Nur jika di kenal lebih dalam sangat lembut dan baik "batin Abi menatap Nur yg wajah nya cemas


"Cemas ya aku mati beneran ya ampun jangan jangan kamu sudah mencintai ku"ujar Abi panik


"Idih kayak dia itu ganteng aja aku cemas ya karna takut dosa"ujar Nur serius Abi kecewa ya dia berharap suatu saat Nur benar mencintai nya meski sulit


"Tunggu apaan aku mengharapkan cinta nya tapi benar sih aku sangat menuntut dia mencintai ku "batin Abi


"Luka nya kecil "ujar Nur meniup luka Abi lalu Abi menahan tangan Nur menatap mata itu dengan tajam bukan rasa benci tapi ciri khas Abi memang seperti itu dia mulai salah tingkah


Cup


Nur replek menatap mata Abi saat bibir Abi dengan hangat menyentuh jidatnya tidak ingin menunjukkan rasa malu nya Nur memeluk Abi menyender kan kepala nya di dada Abi


"Maafkan aku"lirih Nur


"Ya kata maaf mu seperti berlian"bisik Abi


"Menjengkelkan sekali "kesal Nur


Dret dret


Abi melepaskan pelukannya lalu merogoh saku celananya tertara nama Arysif di ponselnya Abi mengangkat nya tidak lama memutuskan sambungan telponnya dan mengambil jas nya


"Humairoh di culik lagi sama Bobi sekarang Arysif sangat marah"ujar Abi


"Aku ikut kamu mau kemana"ujar Nur berdiri


"Ayo"ujar Abi mereka segera bergegas pergi


####


Tadi Arysif mengajak Humairoh untuk berbelanja di pusat perbelanjaan terbesar tapi saat akan pulang Arysif hanya meninggalkan Humairoh sebentar tapi Humairoh sudah hilang di telepon tas nya berada di mobil saat Arysif melihat melalui rekaman cctv ternyata Humairoh di culik oleh Bobi


Arysif mondar mandir menunggu kedatangan Abi dia sangat cemas dengan keadaan Humairoh jika Humairoh kenapa kenapa Arysif tidak akan memaafkan diri nya


"Kenapa lama sekali datang nya"kesal Arysif melihat Abi baru sampai


"Gimana bisa Humairoh hilang"tanya Nur


"Bobi itu rasanya aku ingin membunuhnya lagi lagi dia menculik istri ku"geram Arysif


"Sudah di peringat kan masih saja dia ngeyel "gumam Abi


"Apa yg harus aku lakukan otak ku tidak berjalan"ujar Arysif frutasi


"Begini saja saya akan mencari informasi dari kamera pusat dan tuan Arysif dan Nur cari sekitar jalan saja siapa tau belum jauh "ujar Abi serius


"Tidak aku akan ikut kamu"ujar Nur cepat


"Terserah lah aku ingin informasi secepatnya "ujar Arysif berlalu masuk mobil dan segera mencari Humairoh


"Aku harus mengetahui Bobi pergi membawa mobil apa baru nanti kita ke kantor pusat"ujar Abi


"Ayo"ujar Nur mereka segera pergi


Setelah memeriksa kamera dari hilang nya Humairoh,Abi dan Nur segera menuju kantor pengintai kamera jalan setelah mengetahui arah jalan Abi menghubungi Arysif


🚘🚘🚘


"Gimana apa kalian mengetahui keberadaan nya"ucap Abi di telpon dengan menyetir

__ADS_1


"Pak kami sudah memeriksa bandara emang benar helikopter Adirata beberapa jam lalu take off dan belum ada tanda-tanda keberadaan helikopter itu"jelas nya


"Kalian tunggu di sana saya akan segera sampai "ujar Abi memutuskan sambungan teleponnya


"Gimana apa Humairoh tau keberadaan nya"ucap Nur menatap Abi


"Seperti nya Bobi membawa Humairoh pergi jauh"ujar Abi ,mobil mereka sampai dan kedua nya segera turun ternyata Arysif juga sudah menunggu menerima kejelasan dari anak buahnya


"jadi gimana apa sudah tau arah Bobi membawa Humairoh "tanya Nur mulai cemas


"Belum ada kejelasan nona"ucap nya lalu Leon sedikit berlari mendekati mereka karna Arysif menghubungi nya


"Kurang ajar"ucap Arysif menarik baju Leon


Bugh


"Cepat kata kan di mana Bobi"teriak Arysif memukul Leon,Abi ingin melerai tapi Nur menahan nya


"Masak iya orang tidak bersalah di hakimi kita diam saja"ujar Abi


"Ngak usah sok baik Arysif jika marah susah untuk di kendalikan nanti kamu malah ikut terluka"ujar Nur karna tau banget Arysif saat marah tapi bukan nya mereka melerai keduanya malah saling tatap mata Abi tidak menyangka Nur mencemaskan nya membiarkan Leon di pukuli seperti itu


"Arysif tenang lah"teriak Leon menyeka darah di bibirnya dia mendorong Arysif


"Kamu ngak bisa nyalahin aku kayak gini aku tidak bersalah sama sekali"ujar Leon menyentuh bibirnya


"Benar tuan Arysif kita tidak berhak menyalah kan tuan Leon karna pelaku nya bukan dia tapi Bobi"ujar Abi


"Diam kamu diam"bentak Arysif mengusap wajahnya kasar


"Aku benar akan membunuh nya berani menyentuh istri ku sedikit saja"ujar Arysif tajam


"Aku sudah mengumpulkan kan beberapa informasi mengenai aset Adirata"ujar Leon membuka sebuah buku


"Ada beberapa tempat milik Adirata yg di bilang rahasia menurut asisten ku ada 3 tempat dan cukup terpencil "ujar Leon


"Apa pilot nya ngak bisa di hubungi "ujar Abi serius


"Meski bisa pasti Bobi sudah mengancam "ujar Leon


"Aku akan mencari istri ku itu di mana pun dia berada"ucap Arysif bertekad


"Saya akan temani tuan "ujar Abi


"Tidak ini masalah istri ku aku sendiri akan mencari nya"ujar Arysif mengambil buku Leon lalu dia berlalu untuk mencari istri nya itu


"Arysif bisa bisa nya dia memukul ku"ujar Leon menyentuh bibirnya yg terluka


"Leon tunggu"ujar Nur membuat Abi menatap nya tidak percaya jangan jangan Nur ingin mengobati luka Leon


"Ya kenapa"ujar Leon menoleh


"Kamu kerja di rumah sakit lagi"tanya Nur melihat baju dokter Leon karna tadi Leon sangat buru buru


"Iya benar aku tidak terbiasa kerja di kantor jadi karna aku menghormati om Bara aku mengambil tanggung jawab itu tapi aku juga kerja di rumah sakit"jelas Leon


"Apa sangat sibuk kenapa Alif pulang larut malam "tanya Nur


"Soal itu aku tidak tau karna bagian aku dan Alif beda apa lagi Alif mengurus keperluan rumah sakit itu"jelas Leon


"Aku pergi duluan"ujar Leon lagi lalu pergi


"Kenapa kamu mala cemas gitu sama dia"ketus Abi


"Idih mulai cemburu ya"ujar Nur


"Tidak hanya tidak pantas suami mu ada di depan mu kamu malah menyapa mantan mu itu"ujar Abi santai berjalan meninggal kan Nur


"Iss tunggu"ujar Nur mengejar Abi


"Aku saat melihat Leon pokus ku pada seragam nya jika Leon sudah kembali kerja di rumah sakit lalu kenapa Alif pulang malam terus"ujar Nur


"Itu bukan urusan mu"ujar Abi


"Tentu saja jika nanti Alif selingkuh kan kasihan Aina nya"ucap Nur


"Iya deh yg mulai peduli"ujar Abi merangkul Nur


"Lagian dia sepupu ku kale masak iya aku sekejam itu tidak peduli pada nya"ujar Nur tersenyum memeluk pinggang Abi dari jauh Leon memperhatikan nya hati nya berdenyut perih

__ADS_1


"Ya Allah sesungguhnya ikhlas itu mahal"gumam Leon menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu dia masuk mobil dan berlalu pergi berusaha mengikhlaskan Nur sepenuhnya karna dari yg Leon lihat seperti nya Abi orang yg baik Leon tidak perlu cemas memikirkan Nur setidaknya Nur mendapatkan pria yg tepat


__ADS_2