Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Awal kehancuran Adirata


__ADS_3

Sejak Bobi menjadi Presdir Adirata dia semakin semena mena terhadap bawahan nya semakin menindas yg lemah semakin melecehkan orang orang yg dia inginkan tapi tidak ada yg berani membantah nya karna Bobi memberi orang itu pelajaran jika ada yg berani melawan nya


Alif selalu menjaga Aina selama hamil Alif sangat baik menjaga Aina takut nanti Aina melakukan hal berbahaya makan nya Alif selalu menjaga Aina.Mereka lagi jalan bersama mengajak Aliza dan Nata yg terus menempel pada keduanya meski sedikit repot Alif tetap menjaga ketiganya


"Paman ganteng mau eskrim"ucap Aliza menarik baju Alif


"Paman Alif mau juga es itu"ucap Nata yg ada di gendongan Alif


"Ribet banget punya anak banyak kayak gini"gumam Alif mengaruk kepalanya


"Alif mau makan itu"ucap Aina menatap jajanan itu


"Iya kita beli nya gantian ya"ucap Alif memeluk pinggang Aina


"Kita beli eskrim dulu ya"ucap Alif berjalan dengan mengendong Nata dan merangkul Aina yg tangannya di pegang Aliza mereka mengantri beli eskrim


"Paman ayo cepat Nata udah haus"ucap Nata tidak sabaran


"Iya nanti setelah beli eskrim buat Aliza "ucap Alif


"Nata harus sabar biar Allah sayang"ucap Aliza mengambil eskrim nya setelah membayar mereka segera pergi ke tempat penjual jus mereka segera membeli nya termasuk membeli jajanan yg Aina inginkan


"Udah semua"ucap Alif tersenyum melihat ketiganya memakan dengan antusias


"Alif sini"ucap Aina tersenyum menepuk bangku kosong di samping nya


"Kenapa"ucap Alif duduk


"Alif mau coba ngak"ucap Aina menyuapi Alif


"Beli yg banyak ya untuk nyimpan di rumah"ucap Aina tersenyum


"Iya nanti aku beli yg banyak"ucap Alif tersenyum menatap Aina mengelap pipi Aina yg belepotan Aina mengecup pipi Alif sekilas lalu kedua nya tertawa geli


"Alif pipi ku jadi panas"ucap Aina mengaruk kening nya


"Salah sendiri cium nya"ucap Alif tersenyum memeluk Aina dan Aina melingkarkan tangannya di pinggang Alif memakan cemilan nya dengan antusias


####


Sejak Bobi jadi Presdir Adirata dia berusaha menjatuhkan Arysif untuk menguasai perusahaan Karten tapi Bobi tidak mampu karna nama baik Arysif sebagai Presdir Karten Grub lebih baik dari Arka jadi sekuat apa pun tidak bisa menjatuhkan Arysif


"Pak jika kita biarkan seperti ini akan meragukan para klien baru kita"ucap Abi serius Abi memang tetap profesional dalam bekerja meski dengan Nur juga seperti itu


"Biarkan saja apa mau nya Bobi jika dia melampaui batas baru kita menyerang yg tidak bisa membuat dia bangkit sampai membuat dia kehilangan semuanya"ucap Arysif serius


"Tapi pak bagaimana dengan Leon"ucap Abi cemas


"Tenang saja jika Leon sudah mengambil keputusan itu berarti ini jalan yg terbaik"ucap Arysif tersenyum


"Baik pak"ucap Abi mengerti dia segera pergi


Bobi berjalan mendekati Humairoh yg lagi jalan bersama Aina dan Nur di taman mengajak anak anak bermain anak Humairoh masih bayi

__ADS_1


"Bagaimana aku sudah setara bukan dengan Arysif "ucap Bobi dengan bangganya Humairoh menatap Bobi dan hanya tersenyum kecil


"Bobi kamu ingin sama dengan bang Arysif itu hanya status bukan hati kamu dan bang Arysif jauh berbeda "ucap Humairoh


"Kamu"ucap Bobi merasa tersinggung


"Jangan kamu pikir aku ngak bisa kalah kan Arysif aku bisa membuat dia jadi debu"kesal Bobi


"Heh Bobi kamu baru jadi Presdir Adirata aja sombong nya minta ampun asal kamu tau ya perusahaan Adirata tidak bisa bersaing dengan perusahaan Karten kamu sebaiknya memanfaatkan masa jabatan mu jika nanti udah habis nanti kamu nangis "ucap Nur jengkel


"Aku adalah pewaris tunggal Adirata grup aku bisa melakukan segalanya termasuk menjatuhkan perusahaan Karten lihat saja nanti"ucap Bobi angkuh


"Ngak usah banyak bicara deh "ucap Nur sinis Bobi melangkah pergi


"Kak Nur dia siapa"tanya Aina


"Hanya debu jalanan"ucap Nur santai


"Emm tapi dia kan manusia ngak mungkin debu jalanan"ucap Aina binggun


"Tidak aku hanya menjuluki nya"ucap Nur tersenyum mengelus kepala Aliza


Bobi tidak tau akan satu hal meski bukan Arysif yg menargetkan diri nya namun Adam sudah mulai menyerang perusahaan Adirata selama ini pertahanan Leon cukup baik tidak membuat perusahaan goyah namun Bobi terlalu meremehkan Adam yg sangat membahayakan diri nya


"Good"ucap Adam sinis menatap laptopnya dia mulai menyebarkan perilaku tidak baik Bobi tentu dengan sekejap video Bobi yg memaksa para wanita karyawan nya menjadi viral dan dengan itu Adam berhasil mengambil ahli satu perusahaan Adirata rencana yg sempurna


"Sial siapa pelakunya"ucap Bobi kaget dia mengecek perusahaan mana yg bisa merenggut perusahaan nya tertera nama Adam di sana membuat Bobi emosi dia segera menemui Adam


"Santai mari duduk"ucap Adam santai menyuap kan makanannya


"Kamu mau mati hah "bentak Bobi


"Tidak sama sekali aku hanya memanfaatkan kesalahan mu"ucap Adam tersenyum licik lalu Adam menekan video di ponselnya dia pernah melecehkan anak mentri yg dia paksa Adam punya video nya bagaimana Bobi melecehkan nya dan memaksa nya


"Apa mau mu"ucap Bobi tajam


"Aku hanya ingin beberapa tender perusahaan mu atas nama perusahaan ku dan juga beberapa lahan itu di berikan pada ku"ucap Adam santai


"Gila itu sama saja menghancurkan perusahaan ku"geram Bobi


"Jika ini di ketahui semua orang kamu lebih hancur"ucap Adam tersenyum licik


"Kurang ajar kamu"ucap Bobi


"Oke aku tidak akan menginginkan semua itu tapi aku mau semua data rahasia perusahaan Adirata jika tidak maka semua orang tau"ucap Adam serius lalu menyerah kan ponsel itu di saku jas Bobi


"Pikirkan baik baik"ucap Adam santai berjalan keluar lalu memakai kacamata nya Adam sudah melakukan hal yg tepat untuk seorang Bobi


"Sial Sial Sial"geram Bobi frutasi jika semua tau tamat sudah hidup Bobi


Karna takut hidup nya berakhir jadi Bobi memberikan data rahasia perusahaan Adirata pada Adam itu sama saja menyerah kan perusahaan pada Adam


"Awas kamu aku akan balas kamu"ucap Bobi setelah menyerahkan data itu dan berlalu pergi

__ADS_1


"Kehancuran mu di depan mata"ucap Adam menyeringai bahkan Renata takut akan senyuman Adam itu sudah tau dan kenal betul watak Adam jika sudah mengeluarkan senyuman itu


"Beri perusahaan Adirata virus yg tidak bisa di pulih kan setelah itu serap semua milik Adirata"ucap Adam pada asisten nya menyerah kan data itu


"Baik tuan"ucap nya patuh segera bekerja tapi Adam tidak mengampuni Bobi dia tetap menyebar kan video itu


Hanya hitungan menit video itu jadi topik utama bahkan Adam sampai di datangi mentri secara pribadi karna Adam sangat sulit di undang


"Hapus video itu"ucap nya menatap Adam serius


"Saya hormat pada anda pak tapi bukan nya anda berada di sisi putri bapak malah memikirkan nama baik baik rusak"ucap Adam sinis


"Kamu tidak perlu mempertanyakan kasih sayang saya hapus video itu"ucap nya marah


"Jika saya tidak mau bapak mau apa"ucap Adam santai


"Ini bisa jadi kontroversi buat anda sendiri pak Adam jadi hapus vidio itu urusan Presdir Adirata biar saya yg urus saya tau pelajaran apa untuk nya saya memikirkan anda"ucap nya serius


"Akan ada partai yg tidak suka tindakan pak Adam dan itu bisa berdampak pada keluarga pak Adam sendiri saya memberi tau pak Adam karna nyonya Zahra kenal sama istri saya"ucap nya lalu berlalu pergi Adam diam dia mengambil ponsel nya


###


Renata sangat cemas dengan keadaan Adam yg di lakukan Adam sangat nekat sampai ada berita penyerangan pada Adam tapi Adam tetap tidak menjawab telponnya dari Renata membuat Renata benar frustasi


"Bisa ngak jika istri nelpon itu di jawab"kesal Renata saat Adam baru satu langkah masuk ke rumah


"Nata ayo ikut nenek"ucap Zahra mengendong Nata ke atas bersama Devil


"Kamu marah terhadap ku sudah ku bilang jangan ikut campur urusan ku jika soal pekerjaan aku tau apa yg harus aku lakukan"ucap Adam dia tetap seperti dulu


"Kamu selalu mengatakan itu"ucap Renata tidak percaya


"Kamu tau tidak jika aku"ucap Renata mengontrol emosi


"Aku tau jika kamu cemas"ucap Adam mendekat


"Tapi aku lebih tau tidak membiarkan kamu cemas aku bisa jaga diri baik baik"ucap Adam serius Renata memeluk Adam dengan erat nyata nya suami sialan nya ini membuat jantung nya berhenti berdetak


"Jangan membuat aku cemas dan khawatir aku mohon jangan lagi kayak gini"lirih Renata


"Lebay"cibir Adam


"Ighh Adam"geram Renata menginjak kaki Adam


"Aww kenapa kamu malah menyakiti ku"ucap Adam kesakitan


"Karna kamu menjengkelkan"geram Renata memeluk Adam lagi Adam tersenyum mengelus kepala Renata tadi dia dapat perlindungan dari pak Mentri dari rumah Margaretha Adam tidak mencemaskan diri nya namun mencemaskan keluarga nya


"Aku tetap mencintai mu tidak akan membuat mu khawatir dan cemas"ucap Adam serius


"Nyatanya dengan kamu tidak mengangkat telepon ku itu membuat aku sangat mencemaskan mu"ucap Renata serius Adam hanya tersenyum kecil mencium sudut bibir istri nya


"Aku baik baik saja kan"ucap Adam serius Renata memeluk leher Adam meski dia tau kekuatan Adam nyata nya perasaan Renata sebagai istri tetap sama seperti istri yg lain cemas jika suami nya dalam masalah Renata sangat takut jika Adam sampai terluka hanya itu ketakutan Renata

__ADS_1


__ADS_2