Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Mulai dekat


__ADS_3

Setelah sarapan Abi mengajak Nur ke Apartemen nya yg selama ini dia tinggali, Apartemen itu sangat luas dan besar serta mewah tidak heran bagi Nur ,Abi bisa miliki itu karna gaji Abi di perusahaan tidak lah sedikit,Nur melihat sekeliling sangat lengkap bahkan di sana juga ada beberapa alat olahraga pantas saja tubuh Abi berbentuk kadang Nur malu saat Abi memakai baju kaos itu sangat berbentuk terlihat cool


"Jika kamu mau kita bisa tinggal di sini"ujar Abi santai


"Apartemen nya lumayan bagus tapi tinggal bersama keluarga itu lebih baik"ujar Nur


"Ya siapa tau kita butuh waktu"ujar Abi


"Waktu apa yg kita butuhkan setiap waktu milik kita bersama"ujar Nur melangkah mendekati gorden melihat pemandangan yg indah


"Nur"ujar Abi memegang tangan Nur


"Kita mulai semuanya dari awal saling memperbaiki hati yg terluka"ujar Abi serius


"Aku siap menerima sekarang aku ikhlas melepas Leon ikhlas menerima takdir yg Allah berikan "ucap Nur terpaksa tersenyum Abi menatap wajah Nur lalu mendekat kan wajahnya melihat itu Nur jadi gugup Nur berpaling


"Sekali saja"ujar Abi memegang dagu Nur memeluk pinggang Nur masih menatap mata Nur yg gelisah Abi mengendong Nur dan berbaring di kasur dia mulai berani lagi melepaskan hijab Nur


"Ya Allah apa ini saat nya apa Abi benar melupakan perkataan nya aku ikhlas"batin Nur memejam mata nya saat Abi memegang wajah nya semakin dekat


Drett dret


Abi telonjak kaget dia replek berdiri dengan salah tingkah Nur emang sangat menggoda kadang membuat Abi tidak bisa mengendalikan diri nya tidak menjamah Nur katakan saja Abi mesum


"Ya halo"ucap Abi menjawab telponnya


"Ya saya akan segera datang"ucap Abi menutup telepon nya


"Maaf aku hampir saja melanggar perkataan ku"ujar Abi mengambil jilbab Nur


"Tidak apa aku kan istri mu"ujar Nur pelan memakai jilbab nya


"Mau balik aku harus ke kantor "ucap Abi


"Iya pulang aja"ujar Nur lalu menyatukan tangan mereka tersenyum kecil Abi ikut tersenyum lalu mereka melangkah pergi


###


Bara menemui Leon di rumah sakit Bara menelpon tapi tidak ada jawaban karna Leon lagi bertugas tidak bisa menjawab telponnya.Leon memeriksa beberapa pasean nya karna Leon cukup bertanggung jawab soal tugasnya


"Dok di luar ada papa dokter dia sangat memaksa ingin bertemu dokter"ujar nya pelan pada Leon yg mengobrol dengan pasean nya


"Papa kenapa ingin bertemu bukan kah sudah di perjelas bersama Alif"gumam Leon


"Bukan dok itu tuan Adirata "jelas nya


"Baik lah"ujar Leon lalu melangkah keluar


"Om ,kenapa mau ketemu sama aku"ujar Leon mendekat


"Leon ayo ikut papa ke kantor hari ini papa ingin mengumumkan jika kamu pengganti papa dan juga papa ingin kamu bergabung dalam perusahaan"ucap Bara tersenyum menepuk bahu Leon


"Om aku kan kerja di sini jadi ngak bisa ikut di perusahaan itu"ucap Leon


"Hanya kamu anak papa lagian papa mau berhenti dari pekerjaan"ucap Bara


"Tapi apa Bobi mau menerima aku"ujar Leon karna dia sedikit takut Bobi akan menolak nya


"Tentu saja tidak"ucap Bara tersenyum


"Aku akan ikut hari ini"ujar Leon lalu berlalu menuju ruangan nya bersiap akan keluar


"Alif"panggil Leon saat berpapasan dengan Alif


"Aku keluar sama om Bara kamu bisa atur beberapa pasean ku"ucap Leon


"Iya insyaallah bisa kok Presdir nya"ujar Alif sombong

__ADS_1


"Ya ya pak Presdir"ucap Leon tersenyum


"Duluan ya"ucap Leon lalu berlalu bersama Bara


"Yg gantiin Gio Alif"tanya Bara


"Iya papa Gio mau pensiun"ucap Leon masuk mobil Bara


"Kamu lihat kan Gio itu ngak pernah anggap kamu anak nya bukti nya kamu tidak kebagian sama sekali soal rumah sakit itu"ucap Bara menyetir mobilnya Leon hanya diam saja


###


"Semuanya hari ini saya ingin menyampaikan jika Leon nanti nya akan mengantikan saya"jelas Bara


"Kurang ajar berani nya Leon ingin mengambil semuanya dari aku"batin Bobi mengepalkan tangannya


"Semua saya harap bisa bekerja sama"ucap Leon menyapa


"Leon adalah pewaris dari harta Adirata senilai 85 persen dan sisa nya milik Bobi"jelas Bara


"Tuan apa tuan Leon bisa memimpin perusahaan ini"ucap salah satu pemegang saham


"Saya sangat yakin jika Leon mampu memimpin perusahaan ini"ucap Bara


"Bobi apa kamu setuju"ucap Bara


"Tentu pa"ujar Bobi tersenyum


"Leon mari papa kasih tau cara kerja perusahaan "ucap Bara lalu mengajak Leon keluar dari ruangan itu


"Apa kalian setuju jika orang asing yg memimpin perusahaan"ucap Bobi


"Kenapa ngak siapa tau tuan Leon jauh lebih baik"ujar nya


"Iya benar itu ngak kayak kamu selalu merugikan perusahaan kerjaan mu hanya mabuk dan pembuat onar kami selalu mendapat kan kerugian"ucap nya lalu mereka semua pergi


"Sial, lihat saja perusahaan ini hanya milik ku"ucap Bobi bertekad


###


"Capek kayak nya"ucap Aina membatu Alif melepaskan kemeja nya


"Iya kerja sendirian karna kak Leon kayak nya ngak kerja lagi deh mau kerja di perusahaan papa kandung nya tadi juga aku lihat berita mengenai nya"ujar Alif berbaring di kasur sangat capek


"Belajar dewasa dari mengambil tanggung jawab"ujar Aina tersenyum


"Mandi dulu sana baru istirahat nanti aku pijitin "ujar Aina


"Iya istri ku"kekeh Alif beranjak mengambil handuk nya Aina hanya tersenyum singkat


Setelah mandi dan segar Alif berbaring dengan tengkurap dan dengan sigap Aina memijit tubuh Alif dengan lembut tapi nyaman Alif sangat menikmati itu karna rasa pegal nya berkurang


"Kayak nya aku bakal jadi pelanggan mu deh enak banget capek nya terasa hilang"ujar Alif memejamkan mata nya


"Alhamdulillah jika capek nya hilang meski sibuk jangan lupa sholat dan makan"ujar Aina memijit kepala Alif


"Iya tapi aku sangat suka masakan mu masakan mama aja kalah lho"ujar Alif


"Jika suka nanti aku masakin aku akan setiap hari ngirim makanan untuk mu"ucap Aina


"Iya itu lebih baik"ujar Alif tersenyum memegang tangan Aina


"Tidur yuk ngantuk"ujar Alif


"Peluk oleh mu ya"ujar Alif tersenyum


"Manja nya mulai lagi kayak bocah"kekeh Aina lalu berbaring dan memeluk Alif seperti anak nya mengelus kepala Alif dengan lembut

__ADS_1


###


Nur menggosok tangannya biar hangat dia berdiri di lobby perusahaan niat ingin pulang bersama Abi malah kehujanan seperti ini mana hujan nya sangat lebat, tidak lama Abi datang membawa payung nya melihat hujan deras


"Sebentar cuacanya sangat dingin"ujar Abi melepaskan jas nya dan mengenakan di tubuh Nur


"Ayo"ucap Abi menarik tangan Nur menuju mobil dengan memayungi Nur


"Pelan saja jalanan licin"ujar Nur mengenakan sabuk pengaman nya


"Iya aku akan hati hati"ujar Abi melanjutkan mobil nya


"Aku lihat tadi Leon resmi jadi pewaris Adirata"ucap Abi memecah keheningan


"Aku hanya kasihan pada Leon takut ajaran mama nya hilang karna nyonya Adirata pasti ingin Leon tinggal di rumah Adirata dan akan menghasut nya"ujar Nur menggosok tangannya


"Kamu mencemaskan nya"ujar Abi melirik Nur


"Tidak juga "ujar Nur


"Kamu tidak mempercayai ucapan ku ingin memulai semuanya dari awal"ujar Nur


"Tidak juga aku percaya"ujar Abi lalu fokus dengan jalanan


####


Nur datang lagi di perusahaan menemui Abi ingin mengajak Abi di acaranya.Nur masuk tanpa mengetuk pintu duduk di sofa mengeluarkan ponselnya dan memainkan nya


"Alif ngak bisa di hubungi aku dan Aina ngak ada yg menemani kamu nya menemani kami"ujar Nur menatap ponselnya


"Oke tapi aku izin dulu sama Arysif"ujar Abi menutup laptop nya lalu mendekati Nur


"Ayo"ucap Abi mengengam tangan Nur mereka keluar


"Tuan Arysif saya mau izin keluar bersama istri saya apa boleh "izin Abi melihat Arysif


"Silahkan "ujar Arysif tersenyum mereka segera keluar


"Emm Abi"ujar Nur


"Apa kamu tidak mau menceraikan ku memulai kehidupan baru"ujar Nur saat mereka ada di lift Abi menolah lalu menyudut kan Nur


"Kita yg mau memulai dari awal kamu mau bercerai dari ku ingin kembali pada Leon "ujar Abi serius


"Tidak juga hanya saja kita seperti di penjara dengan hubungan ini"ujar Nur serius


"Ssttt Nur ingat lah akan satu hal jika kita memulai sesuatu jangan pernah menyerah begitu saja meski itu sulit"ujar Abi meletakkan telunjuknya di bibir Nur


"Kamu itu istri ku dan aku suami mu itu lah kenyataan nya"ujar Nur serius Nur menatap mata Abi dia merasa ragu akan semuanya tanpa di duga Abi menempel kan bibir nya di bibir Nur membuat Nur kaget replek mengcengkram tas nya mereka tidak melakukan apa apa hanya diam lama lama Abi menyatukan tangan mereka lalu mengerakkan bibir nya berusaha menerobos Nur diam tanpa kata merasa ciuman Abi untuk pertama kali untuk mereka


Ting


Abi replek melepaskan ciuman itu saat lift terbuka Abi jadi canggung sekali lagi lagi nafsu nya menguasai nya lain kali dia tidak akan dekat dekat dengan Nur yg kadang membuat dia hilang kendali,Abi membenarkan dasi nya


"Ayo aku tadi minta maaf"ujar Abi pelan berjalan pelan Nur keluar dan masuk mobil


"Ya Allah sekarang hamba benar ikhlas meski sulit hamba akan menerima Abi sepenuh sebagai suami hamba kuat kan hamba ya Allah"batin Nur menghembuskan nafas dengan kasar


"Aku benar minta maaf"ujar Abi pelan


"Iya"ujar Nur tersenyum singkat lalu Aina masuk mobil Abi melaju kan mobil nya


"Alif belum ada kabar"tanya Nur


"Ngak biasanya Alif melupakan janji nya aku udah bilang pagi tadi jika aku mau dia menemani kita dan dia mengiyakan nya tidak biasanya juga dia mengabaikan pesan dan telpon ku"ujar Aina serius


"Kamu kan tau Alif sangat sibuk setelah Leon keluar dari rumah sakit itu"ujar Abi pokus menyetir

__ADS_1


"Ngak juga kak ,Alif menugaskan asisten nya memegang ponsel nya jika dia operasi bahkan dia memesan kan asisten nya jika aku yg mengirim pesan atau menelpon segera di jawab"jelas Aina


"Mungkin saja Alif memang sibuk jangan khawatir pada hal yg kecil"ujar Nur menoleh menenangkan Aina tapi tetap saja Aina merasa sikap Alif ini tidak biasa


__ADS_2