Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Pengakuan cinta


__ADS_3

Keadaan Aina sangat memperihatinkan bahkan Zenap sampai beberapa kali pingsan mendengar berita anak nya itu peluru itu mengenai otak Aina mau tidak mau Aina tidak akan sadar jika otak nya itu tidak mengkoneksi gerakan tubuh Aina meski nanti ada keajaiban Aina sadar mungkin dia nanti idiot karna otak nya rusak hanya ada 2 kemungkinan keadaan Aina selama nya koma atau dia sadar namun idiot karna pernyataan itu membuat Zenap syok dan jatuh pingsan


"Tapi aku sangat yakin jika Aina akan sadar detak jantung nya normal hanya saja bagian kepala ini yg sangat beresiko"jelas Leon mereka mengadakan rapat besar


"Dokter Leon saran kan keluarga mengakhiri kehidupan pasean itu sangat menyiksa nya"ucap nya Leon hanya diam


"Itu sangat sulit apa lagi kita berurusan dengan keluarga Kerten jika kamu berani mengatakan itu jelaskan saja pada mereka"ucap Leon


"Pasean segera pindah kan ke luar negri di sana alat medis maju dan banyak dokter hebat"ucap Alif tetap profesional


"Aku juga setuju dengan dokter Alif menyerah bukan solusi utama "ucap Leon


"Jika begitu Avantika kamu urus keperluan nya"ucap Alif berdiri lalu pergi


"Mendadak dewasa dia"Avantika jengkel menatap Alif meski Alif atasan nya namun dia jadi membenci Alif penyebab ini semua


Renata terpaku melihat Adam membuka mata bukan apa apa ini Adam terkena tembakan 3 kali namun dia udah sadar dalam 3 hari membuat Renata benar tidak percaya dia pikir Adam setidaknya koma satu bulan


"Peluk aku"ucap Adam lirih mengulur kan tangan nya pada Renata ya Renata nurut saja memeluk Adam


"Adam sama kayak kamu mas hanya orang yg dia cintai kekuatan nya"bisik Zahra tersenyum dia sempat cemas saat Adam berada di rumah sakit


"Jika ngak kayak gitu dia bukan anak ku dong lalu anak siapa"ucap Devil memeluk Zhara


"Kamu selingkuh ya"ucap Devil kesal


"Ighh gila nya kumat"ucap Zahra mencubit pipi Devil dan hanya gelak tawa Devil terdengar


"Gemes banget sih sayang kamu makin tua makin gemes tau"ucap Devil ngedumel wajah Zahra


"Apa aku saat muda tidak cantik"ketus Zahra


"Ihh kamu makin tua rasa cemburu besar banget"ucap Devil


"Iya dong kan tua baru cinta nya"ucap Zhara santai


"Apa maksud"kini giliran Devil yg kesal


"Tuh kan ngak enak di permainan kan"ucap Zahra tertawa geli


"Awas ya kamu berani ngak cinta sama aku"ucap Devil


"Sebenarnya aku cinta sama orang lain nama nya A"ucap Zhara


"Heh kamu berani selingkuh sama Arkan"geram Devil


"Apa ,ihh apaan sih mas Devil cinta ku buat mas Devil sama Adam"ujar Zhara mendorong dada Devil pelan


"Tetap aku ngak mau berbagi cinta mu meski itu Adam"ucap Devil memeluk Zahra posesif


"Iya deh iya cinta nya Zahra hanya sepenuhnya buat tuan Devil yg gila"ucap Zahra memainkan kancing baju Devil membuat Devil tertawa geli menciumi wajah Zahra


"Ihh ternyata Adam kayak gini sama seperti papa nya jadi ngeri aku"batin Renata menatap Adam


"Aina"Adam baru sadar dia duduk dengan panik nya


"Sangat prihatin keadaan Aina"ucap Zahra mendekat


"Mereka benar benar menjengkelkan berani memakai senjata"kesal Adam

__ADS_1


"Meski begitu harus nya kamu harus hati hati"ucap Zahra lalu Devil menyalah kan televisi menunjuk kan berita mengenai polisi yg membawa Olif itu mati semua dan bukti kejahatan Olif juga hilang seketika, dugaan adalah itu perbuatan kakak nya Olif perbuatan seseorang dari kota tetangga dia adalah mafia cukup berbahaya dan banyak sekali dugaan mengenai itu


"Adam sementara waktu kamu jangan kemana kemana dulu"ujar Devil serius Adam menatap sinis


"Yg punya masalah itu siapa papa kan ngapain aku harus bersembunyi papa tuh yg bagus jaga diri "ucap Adam


"Adam"ucap Devil jengkel


"Pa aku bisa jaga diri sendiri"ucap Devil


"Devil benar apa kata papa mu jika mereka tau kamu anak nya papa mu itu akan berdampak juga pada mu mau tidak mau jika kamu anak seorang mafia kamu juga ikut di incar "ucap Zahra


"M...mafia"ucap Renata menatap Devil dengan mata lebar


"Apa lihat lihat"ucap Devil membuat Renata kaget


"T.. tidak pa"ucap Renata meneguk ludah nya dia takut jadi nya


"Sementara kita ngak usah keluar"ucap Devil


####


Karna Adam maksa ingin pulang jadi mau tidak mau Leon mengizinkan Adam pulang dari pada dia terkena pukulan Adam ini membuat Leon selalu waspada pada Adam


Karna Adam juga istirahat jadi Renata beberes di kamar awal nya Zahra juga sudah mengingatkan Renata jika ingin membersihkan kamar Adam perlu izin ya Renata pikir buat apa juga izin


Brak


Renata tidak sengaja menjatuhkan kotak di atas lemari Adam ,Renata berlutut membereskan nya dia memasukkan banyak foto foto dan artikel koran membuat Renata penasaran apa yg Adam kumpul kan


"Ahh Adam kan tidur juga"gumam Renata lalu mengambil koran


"Renata Candra model berbakat dan muda"baca Renata


"My love"baca Renata syok dia menoleh ke arah Adam ternyata Adam berdiri di belakang nya membuat Renata kaget sampai terduduk


"Astaghfirullah"ucap Renata


"Kamu ngapain galian menyentuh kotak itu"ucap Adam merampas nya


"Aku aku"Renata gugup


"Aku hanya ingin membuat nya bersih tidak sengaja menjatuhkan nya"ucap Renata


"Jangan menyentuh nya"ucap Adam tajam


"Aku boleh bertanya"ucap Renata penasaran


"Tidak boleh"ucap Adam datar


"Apa kamu mencintaiku"ucap Renata menghentikan langkah Adam suhu tubuh Adam tiba tiba meningkat dia berkeringat


"Itu itu"Adam benar gugup


"Apa kamu mencintaiku"ujar Renata memicingkan matanya Renata menatap mata Adam


"Ayo kata kan" desak Renata


"Aku ... mencintai tetangga mu ehh "Adam menghindari tatapan Renata membuat Renata tertawa geli

__ADS_1


"Ohh cinta dengan tetangga ku"ujar Renata


"Berhenti mengejek ku"kesal Adam


"Adam"ucap Renata tersenyum


"Jika kamu mencintaiku kata kan saja aku lebih senang mendengar nya"ucap Renata tersenyum


"Benarkah ahh tidak mencintai mu"ucap Adam


"Idih malu malu tubuh kekar tapi kamu kayak gitu"goda Renata mencolek pinggang Adam


"Ehh aku lagi terluka"ujar Adam menahan senyum nya meletakkan kotak itu


"Aku lebih suka kamu yg dulu"bisik Adam menatap ke arah lain


"Itu masa lalu yg terburuk maaf aku tidak bisa"lirih Renata


"Yg suka menggoda ku"ujar Adam memeluk Renata


"Jika manis seperti ini kan enak"ujar Renata tersenyum memeluk Adam


"Cerita kan kok bisa kamu cinta aku"ucap Renata penasaran lalu Adam mulai lah bercerita kisah cinta diam nya pada Renata menolak Renata karna beda agama menahan cinta nya biar tidak ada yg tau


"Cukup keran cinta mu"ujar Renata tertawa kecil mata mereka bertemu


"Tetap bersama ku"ujar Adam lalu mencium Renata sungguh Renata senang ucapan itu seperti ada kupu kupu di hati nya dia membalas yg Adam lakukan


###


Renata memeluk Adam hati hati biar gimana pun perut dan dada Adam masih terluka Renata melihat foto foto itu dia senyum senyum


"Meski luka aja masih bisa menyentuh ku"kekeh Renata


"Berhenti mengejek ku"ujar Adam memeluk Renata


"Ighh belum pakai baju lho mau nanti diulang lagi dan akhirnya kamu berakhir di rumah sakit"ucap Renata tertawa geli


"Renata kamu lebih cantik sekarang"ucap Adam tersenyum mengelus pipi Renata


"Kamu juga lebih menawan sayang"ucap Renata tertawa geli saat Adam senyum senyum


"Mengejek ku terus ya"ucap Adam menggelitik Renata yg makin tertawa di buat Adam


Alif minta bertemu dengan Olif dia tau Olif kabur dari polisi jadi Alif bertemu sendiri menemui Olif yg sementara bersembunyi


"Kamu jangan senang aku menemui mu"ucap Alif datar


"Kenapa apa karna Aina"ucap Olif


"Jika iya kenapa kamu sangat keterlaluan jika kamu merayu ku aku akui aku juga salah gampang tergoda oleh mu tidak sadar Aina lah yg baik untuk ku tapi yg kamu lakukan menjebak Aina dan Abi itu sangat salah dan sampai sampai membunuh Aina"ucap Alif tajam


"Aku tidak menyesal sama sekali melakukan nya"ucap Olif


"Hubungan kita cukup di sini aku tidak mau punya istri seperti kamu"ucap Alif menyerahkan surat cerai nya


"Aku tidak mau cerai sama kamu aku cinta sama kamu Alif"ucap Olif


"Jika kamu tidak ingin menanda tangani aku bongkar kebusukan mu pada media biar semua orang tau termasuk kamu akan di jebloskan jika pernah membunuh suami mu sendiri "ucap Alif

__ADS_1


"Meksi begitu kamu tidak akan bisa miliki Aina karna Aina tidak akan kembali"ucap Olif puas dan menanda tangani nya


"Selama aku hidup kamu tidak akan bisa bersatu dengan Aina"ucap Olif dan berlalu pergi


__ADS_2