
Setelah Leon paksa bicara akhirnya Bobi mengatakan dia pernah menemui Darmo ingin membunuh Arysif dan Darmo tidak ingin uang dia hanya menginginkan kan menggeser kan nama Ardiardo di dunia mafia nya dengan mengunakan Renata sebagai senjata nya menghancurkan Adam dan keluarga nya Darmo akan mengincar Renata
Saat mengetahui itu Adam jadi sangat takut karna dia tidak ada bersama Renata dia lagi ada di luar kota memeriksa cabang serum nya karna itu Adam menyuruh Alif menjaga istri nya kenapa Alif mau karna Adam perna melatih Alif bela diri untuk melawan Darmo
Alif menatap Aina karna Renata lagi ke rumah Karten sungguh melihat Aina sebahagia itu membuat hati Alif lega dia melihat kebahagiaan kecil pada Aina
"Kamu kenapa menatap nya seperti itu sampai kapan ku saya tidak suka kamu bersama Aina"tegas Zenap
"Kesempatan mu sudah habis jangan mendekati nya lagi"ucap Zenap menatap Alif datar Alif hanya diam dia sadar atas kesalahannya sekarang ini Alif hanya ingin menjaga Aina
"Di suruh sama mas Adam"bisik Renata pada Alif
"Iya kata nya pulang dulu ngak usah kemana mana di rumah Margaretha lebih aman"ucap Alif
"Hai cantik ayo ikut om pulang"ucap Alif pada anak kecil itu anak Renata dan Adam lalu Alif mengendong nya
"Paman ngak sepelti biasa deh wajah paman sedih"ujar nya menyentuh wajah Alif
"Cium dong biar paman senang"ucap Alif mencubit nya gemes dengan Natasha akrab dengan panggilan Nata
Cup
"Gemes nya"Alif mencium pipi Nata gemes
"Paman papa kapan pulang"tanya nya
"Papa akan segera pulang ayo kita pulang "ujar Alif bejalan keluar bersama Renata lalu mereka segera pergi
"Alif kenapa kamu tidak memperjuangkan Aina jika memang betul kamu menginginkan Aian"tanya Renta mengapa Alif
"Meski keadaan Aian seperti itu tidak merubah perasaan ku sama sekali tapi rasa benci tante Zenap itu menghalangi ku aku sadar atas kesalahan ku meski tante Zenap melarang keras aku akan menjaga Aina dengan jauh"ucap Alif tersenyum pokus menyetir
"Sementara waktu di rumah aja dulu lagi tidak aman nanti biar aku jagain kamu selama kak Adam ngak ada di sini"ujar Alif
"Jadi resah kamu kan tau Nata tidak bisa diam aja"ujar Renata
"Iya kak nanti aku yg jagain kalian"ucap Alif tersenyum mobil nya terus melaju menuju rumah Margaretha
###
Alif tetap berada di sisi Renata selama tidak ada Adam memang Alif dan Nata jadi dekat karna Alif sering ke rumah itu Alif tidak aktif lagi kerja sebagai dokter dia hanya memakai direktur rumah sakit hanya hal tertentu dia ke rumah sakit serta jika ada waktu luang
"Paman kak Aliza mau main di taman mau ikut juga"ujar Nata
"Kamu harus di rumah aja cantik ngak boleh keluar "ucap Alif
"Paman mau ikut ayo"rengek Nata memeluk leher Alif
"Nata ngak boleh ahh masak paman kayak gitu "ucap Renata
"Ajak lah dia keluar Nata itu butuh wawasan nya sendiri biar Alif yg jagain kalian "ucap Zahra
"Ya udah jika begitu ma "ucap Renata menghembuskan napas nya kasar dia tidak enak menyusahkan Alif terus seperti itu
###
"Kak Aliza"panggil Nata lari ikut gabung main dengan Aliza dan Aina di sana ada Zenap yg mengawasi mereka
"Tan"ucap Renata duduk lalu Zenap menoleh ada juga Alif dia langsung memberi tatapan sinis pada Alif
"Kamu mau apa lagi"ketus Zenap
"Tidak tan"ucap Alif
"Kamu kenapa bawa pisau seperti itu mau sok jagoan atau sekalian mau bunuh Aina"ucap Zenap melihat pisau di pinggang Alif
"Kok tante ngomong kayak gitu"ucap Alif
"Berikan kamu ngak bisa di percaya*ucap Zenap
"Tapi tan"ucap Alif
"Apa"ucap Zenap galak Alif menyerah kan pisau nya dia diam saja di omeli oleh Zenap,Alif pokus pada tugas nya menjaga Renata dan Nata,Alif memicingkan mata saat ada pengemis mendekat Alif berjalan pelan merasa curiga dan ternyata benar Nata di rebut secara paksa dari tangan Aina yg mengendong nya Alif jadi jengkel
__ADS_1
"Jangan bergerak"ancam nya meletakkan pisau di leher Nata
"Astaghfirullah Nata"ucap Renata lari kecil
"Alif selamat kan anak ku"mohon Renata tapi Alif waspada dia tidak mungkin membahayakan nyawa si kecil itu
"Paman hiks hiks hiks"Nata menangis ketakutan Alif menarik tangan Aina dan mengendong Aliza menyerah kan pada Zenap lalu Alif maju
"Kalian jangan berani ya "ucap nya
"Cih mau mati kamu menculik anak itu Ardiardo segera membunuh mu"ucap Alif
"Aku tidak takut "ucap nya mundur
"Oke letak kan pisau nya kamu menakuti nya"ujar Alif mengankat tangannya
"Jangan mengikuti ku"ucap nya berbalik Alif lari lalu menendang nya meraih Nata
"Kurang ajar kamu"ucap nya berdiri Alif meraih pisau di pinggang nya dia lupa jika pisau itu sudah tidak ada Alif menahan tubuh orang itu lalu memukul nya beberapa kali
"Ayo"Alif mengendong Nata dan mengajak semua pergi masuk mobil
"Hei berhenti "teriak nya menarik Alif lalu memukul Alif dan Alif tentu bereaksi dia berdiri melawan mereka
"Jangan menganggu mereka lagi"ucap Alif memukul mereka semua lalu teman nya menahan tangan Alif dan mencekik Alif
"Habisi saja dia dari pada kita gagal di bunuh bos"ucap nya lalu menahan tangan Alif ke Kap mobil teman nya yg lain ikut menahan Alif dan yg satu nya mencekik Alif
"Ya Allah Alif"ucap Renata dari dalam mobil dia sangat cemas dengan Alif melihat itu Aina meraih pisau di mobil dan keluar
Sret
"Menjauh dari nya"ucap Aina menyerang mereka semua
Huuk huuk
"Menjauh menjauh"ucap Aina
"Aghhh cewek gila ini"ucap nya menahan bahu nya yg luka
"Aina"ucap Alif tatapannya membunuh saat pria itu menampar Aina,Alif beranjak lalu menendang nya
"Kamu tidak apa "ucap Alif lalu ada yg ingin menendang nya Alif menahan nya berdiri tangannya terkepal
"Kurang ajar"ucap Alif memukul pria itu dengan marah
"Di mana bos kalian hah kata kan"triak Alif mencengkram baju orang itu dan teman nya memukul Alif dan Alif berdiri mengajar satu persatu meski sesekali terkena pukulan tapi Alif tidak beraksi dia memukul mereka semua
"Di mana bos kalian"teriak Alif marah dengan takut pria itu mengatakan alamat nya Alif memukul nya sampai pingsan
"Kamu tidak apa"ucap Alif menyentuh wajah Aina dan Aina memeluk nya dengan erat
"Aku ngak mau kamu luka"lirih Aina memeluk Alif
"Aku tidak apa apa"ucap Alif tersenyum
"Bohong aku ngak percaya sama Alif "ucap Aina menyentuh wajah Alif
"Ayo kita pulang"ucap Alif merangkul Aina masuk ke mobil setelah itu mereka meluncur
"Mereka orang yg sama"tanya Renata di jalan
"Iya kayak nya"ucap Alif
"Mereka meresahkan "ucap Alif lagi
"Paman aku takut"ucap Nata memeluk lengan Alif
"Jangan takut dong mereka hanya main main"ucap Alif tersenyum mengusap kepala Nata
####
Setelah Adam sampai rumah Alif menceritakan semua nya membuat anak nya ketakutan Adam lebih marah karna Alif tidak membunuh pelaku nya Alif takut dia terluka dan tidak ada yg jagain mereka itu kenapa tadi Alif pergi
__ADS_1
"Kita harus selesai kan Darmo ini sangat meresahkan"ucap Adam
"Menurut papa itu pokok nya ingin kamu keluar dan menghadapi nya membuktikan siapa yg kuat"ucap Devil
"Aku juga setuju dengan on Devil kita tidak perlu melakukan penyerangan karna jika itu terjadi siapa pun nanti yg kalah malah membuat kita semakin ribet harus mengurus dunia hitam"ucap Alif
"Aku punya sebuah rencana"ucap Alif tersenyum menatap kedua nya
###
Adam menyerah kan tugas itu pada Alif memberi Alif tugas tentu Alif dengan senang hati melakukan nya dia dekat dengan Adam karna sebuah tujuan sama sama menghancurkan mafia yg menyebabkan Alif dan Aina harus berpisah itu kenapa Alif memburu Darmo dan Olif
Adam dikejutkan oleh hilang nya Alif kemarin Alif tidak pernah pulang sama sekali membuat Adam cemas apa yg terjadi
"Jika begini kita langsung serang Darmo aku takut Alif kenapa kenapa"ucap Leon serius
"Kita tidak punya pilihan jika di desak Darmo berperang"ucap Devil
"Oke demi keselamatan Alif"ucap Adam, pertama dia menambahkan keamanan di rumah Margaretha setelah itu mereka meluncur
###
"Mereka pikir lebih pintar"ucap Darmo tersenyum licik mencium Olif
"Lepaskan aku"teriak Alif yg terikat di dalam Kolam
"Alif Alif kamu ingin memberi tau Olif jika aku pernah meniduri nya dan ternyata dia ketagihan tidak pernah puas oleh mu ahahah kamu terjebak sendiri"tawa Darmo
"Udah kak aku mulai muak dengan nya kita tonton bagaimana Alif mati"ucap Olif tersenyum puas
"Pastikan aku mati ya jika aku selamat kalian harus hati hati"ucap Alif santai
"Jangan banyak bicara kamu"ucap Darmo lalu meletakkan kabel listrik di kolam itu menyambungkan di pintu di saat Leon dan kawan kawan masuk Alif akan ke setrum secara tidak langsung mereka membunuh Alif bukan Darmo
"Ya Allah aku tau aku banyak dosa tapi aku serahkan kehidupan ku pada mu"ucap Alif saat air mulai memenuhi tubuhnya
"Ini alamat yg di berikan Alif ini kediaman Darmo"ucap Adan masuk
"Mencurigakan tidak ada penjagaan atau orang "ucap Devil
"Hanya bagian ini yg belum kita geledah "ucap Leon memegang gagang pintu itu
"Tunggu"ucap Devil mencegah sehingga Leon melepaskan pegangan nya
"Sedikit mencurigakan"ujar Devil berjongkok mengamati ganggang pintu lalu Devil berubah serius
"Lihat melalui jendela"ucap Devil lalu Adam mengintip melalui jendela
"Aku melihat ada orang di kolam yg tengelam"ucap Adam
"Tunggu apa ayo kita masuk"ucap Leon cemas
"Mati kan dulu listrik nya aku pernah menjebak seseorang dengan rencana ini"ucap Devil
"Biar aku"ucap Adam lari keluar merasa lampu mati semua Devil membukanya melihat Alif sudah tenggelam
"Alif"teriak Leon lalu lompat ke kolam dia membuka rantai itu tapi rantai itu di gembok
Dor Dor
Seseorang menembaki Leon dan Alif tentu Devil tidak tinggal diam dia mengeluarkan senjata nya menembak mereka semau yg mula berjatuhan
Dor Dor Dor dor dor
"Om rantai nya tidak bisa di buka"ucap Leon pada Devil
"Kamu jaga ketahanan tembak semua biar saya yg menyelamatkan Alif"ucap Devil menyerah kan pistol pada Leon lalu Devil melompat
"Ayo"ucap Adam bersembunyi mulai membidik Leon diam tapi saat dia melihat keadaan Alif membuat jiwa nya membara dia mulai menembak, sedangkan Devil mengeluarkan pistol lain nya dari kaki nya lalu menembaki gembok rantai itu hingga terlepas Devil memeluk Alif dan membawa ke tepi
"Om biar aku"ucap Leon menyerah kan pistol nya Leon menekan dada Alif beberapa kali mengeluarkan air itu dan Devil membantu Adam
"Leon bawa pergi kita kalah jumlah"teriak Adam melihat beberapa orang mendekat dengan menembak Leon segera memampa Alif
__ADS_1
"Ayo kita pergi kita harus bawa Alif ke rumah sakit "ucap Leon membuka pintu Devil mengeluar kan bom lalu melempar nya mengindari kejaran tentu tempat itu meledak dan mereka segera kabur untuk menyelematkan diri