Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Tidak ingin kehilangannya


__ADS_3

Aina tiba tiba mendapat pesan dari Asma menyuruh nya menemuinya nada bicara Asma terdengar serius tidak biasa Asma menelpon nya menyuruh ke rumah biasanya Asma akan mengunjungi nya atau Aina akan datang bersama Zenap kali ini berbeda seakan itu perintah buat Aina.Sebelum berangkat Aina mengirim pesan pada Alif jika dia akan ke rumah Altaf namun tidak ada jawaban bahkan Aina mengatakan Asma menyuruh nya ke rumah tetap tidak ada jawaban membuat Aina merasa Alif benar jauh sekarang ini


"Assalamualaikum ma pa"ucap Aina tersenyum mencium tangan Asma dan Gio


"Gimana kabar mu Aina sehat"ujar Gio tersenyum


"Iya pa Alhamdulillah baik ngak pernah sakit lagi Allah banyak memberi aku rezeki kesehatan"ucap Aina tersenyum


"Mau ada acara pa tumben mama menyuruh ku ke rumah"ujar Aina menatap Gio lembut karna pesan Zenao ,Aina harus memperlakukan orang tua suaminya seperti orang tua nya sendiri


"Ngak juga ayo minun dulu"tawar Gio


"Iya pa makasih papa ngak minum"ujar Aina menyeduh teh nya


"Ngak papa udah puas minum"ujar Gio


"Aina mama ingin bicara pada mu apa kamu tau hubungan Alif sama wanita bernama Olif itu"ujar Asma serius menatap Aina yg nampak santai sekali


"Iya ma aku tau kok memang nya kenapa "ujar Aina


"Ada yg memberi tau papa jika mereka mempunyai hubungan "ujar Gio serius


"Pa ngak usah berburuk sangka kayak gitu sama Alif dia ngak akan punya hubungan sama wanita lain masak papa ngak percaya sama anak sendiri"ujar Aina tersenyum


"Entah papa merasa kehilangan anak papa itu"ujar Gio serius


"Kamu masih saja menutupi kesalahan Alif apa kamu tau semalam dia mengajak wanita itu untuk izin menikah di mana otak nya"geram Asma


"Ya Allah apa yg harus aku lakukan jujur jika seperti ini aku bisa kehilangan akal melihat Alif harus bersama wanita lain sedangkan aku istri nya yg hanya ada di otak nya ngak pernah ada di hati nya"batin Aina


"Kenapa diam Aina"ujar Gio menatap Aina


"Ngak papa pa"ujar Aina tersenyum


"Kamu mencerna tidak ucapan mama suami kamu mau menikah lagi ada apa sebenarnya "ujar Asma


"Jujur sama kami Aina ada apa"ujar Gio mendesak


"Pa ma maaf kan aku mungkin aku tidak baik melayani Alif sehingga dia merasa nyaman bersama wanita itu maafkan atas kesalahan ku"ujar Aina


"Coba lah untuk jujur Aina jangan beban kan diri mu seperti ini"ujar Asma menahan kekecewaan nya


"Ma pa ini bukan kesalahan Alif tapi kesalahan aku yg tidak baik melayani Alif"ujar Aina


"Itu tidak penting lagi Aina sekarang kamu mau bagaimana Alif akan menikah dia tidak main main"ucap Asma


"Aku harus apa aku juga tidak tau harus apa ma "ujar Aina terisak


"Cinta ku hanya di anggap Alif sebatas persahabatan lalu aku harus menuntut nya memaksa nya membalas cinta nya ngak bisa ma aku tidak mampu membuat Alif mencintai ku "ujar Aina


"Jika melepaskan nya jalan kebahagiaan nya aku mau tapi nyata nya apa Alif tidak sama sekali menginginkan aku pisah sama dia apa mama merasakan penderitaannya"ujar Aina sesegukan


"Tidak kamu tidak boleh berpisah dengan Alif kamu harus tetap bertahan "ujar Asma


"Ma aku ikhlas melepaskan Alif hiks hiks hiks"Aina menangis memukul dada nya yg terasa sesak


"Apa kamu sudah bicara pada orang tua mu"ujar Asma dan Aina menggeleng


"Kenapa"bentak Asma tidak percaya Aina melakukan itu karna bentakan itu membuat Aina kaget dia menunduk takut


"Mama jangan berteriak pada Aina seperti itu aku tidak suka"ujar Alif datang duduk dan memeluk Aina mengengam tangan Aina

__ADS_1


"Kamu ini bagaimana Alif jadi pria ngak bisa tegas yg kamu inginkan Aina apa wanita ini"ujar Asma menunjuk Olif


"Ma aku cinta sama Olif tapi aku sayang sama Aina"ujar Alif


"Astaghfirullah Alif mama ngak ajarin kamu seperti itu menginginkan dua wanita"ucap Asma


"Ma ini ngak salah Alif sama sekali"ujar Aina


"Kamu diam"ujar Asma lagi jadi emosi


"Ma aku benar tidak suka jika mama berteriak pada Aina ,Aina ngak bisa di bentak kayak gitu aku ngak suka"tegas Alif


"Mama benar pusing dengan kamu Alif"ujar Asma rasa nya kepala nya akan pecah dengan anak nya ini


"Benar apa kata mama mu Alif kamu harus bisa pilih salah satu"ujar Olif


"Sudah ku bilang aku tidak bisa meninggalkan Aina"ujar Alif


"Alif apa kamu pikir aku sebodoh itu tidak menjaga diri dengan baik lebih baik kamu lepas kan aku ini sangat menyiksa"ujar Aina pelan


"Aina dengar kan aku baik baik tidak ada yg bisa memutuskan hubungan kita "ujar Alif menangkup wajah Aina


"Alif"ujar Gio mendekat lalu merampas Aina dari dekapan nya


"Seperti itu pula kalian akan terpisah jika kamu menginginkan nya kamu harus lepaskan Aina kamu tidak boleh menyiksa Aina dan jika kamu menginginkan Aina lepaskan wanita itu"ujar Gio


"Sampai kapan pun aku tidak akan berpisah dengan Aina"ujar Alif menarik tangan Aina


"Aina istri ku aku berhak sepenuh nya atas dia mau dia menderita mau dia tersiksa atau pun terluka aku tidak peduli yg aku inginkan Aina tetap bersama ku"ujar Alif tegas


Plak


"Kamu sangat egois tidak memikirkan perasaan Aina"ucap Asma


"Maaf aku tidak bisa aku berhak bahagia"ucap Aina melepaskan tangannya dari Alif


"Yg bisa membahagiakan kamu itu hanya aku Aina"teriak Alif saat Aina berlari


"Aina tunggu "teriak Alif lari untuk mengejar Aina


"Aina buka pintunya"teriak Alif melihat Aina masuk mobil


"Pak jalan"ujar Aina pada supir nya


"Tapi nona tuan Alif menghadang mobil nya"ujar nya takut


"Aina buka pintunya"triak Alif sudah sangat marah


"Terobos aja pak"ujar Aina menghapus air matanya


Pin Pin


Brak brak


"Berani kamu membawa istri ku turun"triak Alif memukul mobil dengan bata membuat mobil itu penyok


"Tuan hentikan anda menakuti nona Aina"ujar supir itu keluar


"Pergi kamu"geram Alif mendorong nya lalu membuka pintu mobil


"Ayo aku yg akan mengantar mu pulang"ujar Alif menarik tangan Alif

__ADS_1


"Lepaskan aku Alif"ujar Aina takut Alif


"Kamu diam berani kamu meninggalkan aku sendiri aku benar akan menyiksa mu kamu mengerti"ujar Alif memegang dagu Aina dengan erat Alif kehilangan otak jika benar kehilangan Aina


"Ya Allah kenapa Alif seperti ini"batin Aina menatap Alif yg sangat emosi Aina menurunkan tangan Alif lalu menyender kan kepala nya di dada Alif mengusap dada Alif lembut


"Maafkan aku kamu membuat ku sangat takut kamu lebih tau aku seperti apa"lirih Aina


"Maaf maaf maaf"ujar Alif memeluk Aina dengan erat ternyata cara itu berhasil Aina sering lihat saat Arka marah Syifa selalu menggunakan dengan cara itu


"Maafkan aku karna aku tidak ingin kehilangan mu pahami lah aku Aina"lirih Alif mencium kepala Aina


"Entah aku harus bagaimana menanggapi Alif aku seakan tidak mengenal nya"batin Aina tetap memeluk pria itu


"Aku benar tidak mengerti dengan Alif"ujar Asma binggun


"Biarkan Alif menyelesaikan masalah nya"ujar Gio menatap Alif dia melihat cinta Alif pada Aina tapi Gio binggun kenapa ada peran wanita lain jika Alif juga mencintai Aina


###


🌙🌙🌙


Alif pulang cepat dia ingin melihat Aina karna tadi siang pertengkaran mereka cukup hebat setidaknya Alif mengurangi beban Aina karna kadang Aina menunggu nya pulang jadi Alif pulang cepat.Saat Alif masuk ke kamar ternyata Aina tetap tertidur di sofa seperti memang menunggu nya pulang Alif membersihkan tubuhnya.Setelah selesai Alif mengendong Aina memindahkan ke kasur karna di sebab kan tubuh Alif yg dingin membuat Aina terbangun


"Ngak perlu mindahin aku kamu bisa bangunan aku"ujar Aina serak mengucek matanya


"Tidak apa"ujar Alif menarik selimut ke dada Aina lalu dia ikut berbaring


"Kamu baik baik saja"ujar Alif serius di angguki Aina


"Maafkan aku kejadian tadi siang aku emosi maaf aku ngak akan ulangi aku janji"ujar Alif sungguh sungguh


"Tidak baik marah sebesar itu nanti kamu khilaf bisa memukul istri mu entah itu aku tau wanita itu tidak baik memukul wanita "tegur Aina


"Iya aku minta maaf "ujar Alif memeluk kepala Aina meletakkan di dadanya


"Aku ngantuk "ujar Aina melingkar kan tangan mya ke pinggang Alif.Alif mengelus punggung Aina dengan lembut membuat Aina kembali tertidur


"Maaf ya Aina aku merasa aku selalu menyakiti mu tapi aku ngak mau pisah sama kamu"gumam Alif mencium kening Aina dengan lembut lalu dia meletakkan kepala Aina di bantal dia ikut berbaring Alif menyentuh wajah Aina menatap wajah damai milik Aina sampai dia ikut terlelap


☀️☀️☀️


"Abi kenapa kamu ngak pernah lagi ajak aku jalan"ujar Nur menyerah kan baju kemeja putih pada Abi


"Aku sangat sibuk "ujar Abi memakai nya mengenakan kancing nya


"Masak iya ngak ada waktu untuk ku"ujar Nur cemberut


"Apa kamu selingkuh ngak menyempatkan waktu"ujar Nur membuat Abi menyungging kan senyum nya


"Memang nya kenapa jika aku selingkuh"ujar Abi


"Ihh nyebelin"kesal Nur pada Abi


"Kamu harus ngertiin aku hanya asisten ngak bisa leluasan keluar nya apa lagi perusahaan mengadakan proyek karna baru menang proyek besar"ujar Abi


"Iya deh iya kerja keras dan semangat ya Bi"ujar Nur tersenyum


"Iya makasih sayang "kekeh Abi memuncung kan bibir nya


"Ihh Abi menjengkelkan"kesal Nur dengan tersenyum mencubit bibir Abi lalu kedua nya tertawa geli

__ADS_1


__ADS_2