
Leon tidak menyiakan kesempatan yg telah Adam berikan kini Leon kembali sibuk di kantor berusaha mengembalikan perusahaan Adirata lagi, setelah melewati beberapa bulan akhirnya Leon bisa mengembalikan perusahaan itu sekarang Leon dan Adam bersaing saling merebutkan kedudukan tertinggi .Kehamilan Aina juga sudah besar Alif menjaga sangat baik Kanaya juga tengah hamil 3 bulan membuat semua semakin bahagia dengan kabar bahagia itu
"Alif kenapa aku ngak boleh keluar sama Nata dan Aliza"ucap Aina cemberut menatap Alif yg hanya santai
"Nanti kamu terluka kasihan anak kita"ucap Alif tersenyum mengelus perut Aina
"Alif ikhlas ngak karna aku sering nyusahin Alif"tanya Aina memeluk lengan Alif
"Ikhlas lah kamu sendiri ikhlas ngak sering aku sakiti"ucap Alif memegang dagu Aina
"Ikhlas"ucap Aina mengangguk tersenyum Alif tersenyum menyatukan tangan mereka mencium dengan lembut tangan Aina
"Nama anak kita nanti siapa"tanya Aina antusias
"Siapa ya Ailif kayak nya bagus"ucap Alif tersenyum
"Ngak"ucap Aina menggeleng
"Mau nya Ali atau Abu"ucap Aina tersenyum memeluk baju Alif
"Tuh kan mulai lagi ngajak ke kasur nya"ucap Alif saat Aina menarik baju Alif
"Alif ngak mau di kasur"ucap Aina melipat tangannya Alif hanya cekikikan mencium sudut bibir Aina
"Mereka berdua ini ada ada saja kelakuan nya"ucap Zenap tersenyum melirik kedua nya
"Zenap"panggil Syifa buru buru
"Mama Maya dia masuk rumah sakit karna terjatuh "ucap Syifa
"Ya Allah lalu bagaimana keadaan nya"ucap Zenap ikut cemas
"Masih di rumah sakit kita harus jenguk dia aku udah kasih tau Nur dan semua sekalian kita berkunjung "ucap Syifa
"Iya udah aku siap siap Aina Alif ayo ikut"ucap Zenap
"Emm ngak mau ma mau di rumah aja"ucap Aina
"Ikut kita lihat Oma"ucap Zenap
"Ngak mau ma"tolak Aina
"Biarin aja jika dia ngak mau Zneoa kan ada Alif yg jagain"ucap Syifa
"Ya udah ayo"ucap Zenap naik ke lantai atas untuk siap siap
####
Karna semua keluarga menjenguk Maya di rumah sakit Alif dan Aina makin banyak meluangkan waktu bersama kedua nya memang sering berdua karna Alif tidak ingin meninggalkan Aina yg hamil besar
"Sayang"panggil Alif mengengam tangan Aina mereka baru selesai sholat
"Alif aku jadi panas nih manggil sayang"ucap Aina tersenyum Alif tersenyum lebar mengelus pipi Aina yg merah
"Gemes banget sih istri aku ini pipi yg berisi ini"ucap Alif mencium pipi Aina
"Suami aku juga makin manis tau "ucap Aina tersenyum
"Kamu suka diri ku sayang ayo kita ke kasur "ucap Alif tersenyum lebar
"Suka Alif tapi entar capek di kasur"ucap Aina mengaruk keningnya
"Becanda sayang"ucap Alif tersenyum mencium tangan Aina
"Pokoknya kita harus sehidup semati menjaga buah cinta anugrah dari Allah ini*ucap Alif mengelus perut Aina
"Iya itu tugas nya orang tua"ucap Aina tersenyum mereka saling pandang satu sama lain
Dor Dor Dor
__ADS_1
"Alif suara apa itu aku takut"Aina memeluk Alif saat ada suara tembakan
"Kamu tenang ya"ucap Alif menenangkan
Dor dor
"Kamu di sini aku lihat kondisi dulu apa yg terjadi "ucap Alif
"Tapi Alif nanti terluka "ucap Aina mengcengkram baju Alif tidak ingin melepaskan Alif
"Percaya sama Allah Aina"ucap Alif menenangkan
"Pokoknya apa pun yg terjadi mau aku kembali lagi ke sini atau engak kamu harus diam di sini"ucap Alif di angguki Aina setelah itu Alif segera keluar dari kamar memperhatikan sekitar sepi Alif melihat ada beberapa pelayan tergeletak Alif perlahan turun tangan waspada terhadap sekitar
Dor
Seketika Alif terjatuh dari tangga saat satu peluru tiba tiba mengenai perutnya Alif menahan perutnya biar darah nya tidak keluar lalu seseorang menginjak dada Alif
"Mau apa kamu"ucap Alif menahan kaki orang itu
"Di mana Aina"tanya nya semakin kuat menekan dada Alif
"Aghh dia tidak ada di sini"ucap Alif kesakitan
"Bohong kamu"geram nya
"Sungguh nyonya Nara Aina tidak ada"ucap Alif menahan rasa sakit nya
Dor
"Diam kamu"bentak Nara menembak dada Alif membuat Alif sesak nafas, sedang kan Aina sangat cemas Alif tidak juga kembali lalu Aina memutuskan keluar dari kamarnya
"Alif"panggil Aina melihat sekitar
"Alif"ucap Aina lagi Nara menyeringai tapi Alif masih menahan kaki Nara
"Jangan sakiti Aina dia lagi hamil"lirih Alif
"Aina jangan "teriak Alif saat Aina turun dari tangga
"Alif"ucap Aina melihat Alif bersimbah darah
"Idiot "ucap Nara lalu menghadang kaki nya sampai Aina tersandung
Bugh
"Astaghfirullah "triak Aina saat dia terduduk Aina merasakan amat sakit
"Aina"ucap Alif berusaha bangkit menarik tubuhnya untuk mendekat
"Alif sakit aghhh"triak Aina mengcengkram baju Alif dengan kuat
"Kamu kamu"Alif panik saat darah mulai mengalir bahkan Alif melupakan jika di juga butuh pertolongan
"Aku bahagia melihat kalian seperti ini selamat tinggal"ucap Nara menyeringai jahat
Dor Dor
Nara menembak punggung Alif dan dada Aina membuat kedua nya sekarat lalu Nara pergi dengan santai nya setelah menghabisi seisi rumah
"A...Alif*lirih Aina mengengam tangan Alif
"Aku tidak sanggup maaf tidak bisa menjaga mu dengan baik maaf "lirih Alif
"Alif "lirih Aina air mata nya menetes
"Sakit nya sakaratul maut ini"lirih Aina menangis
"Kita nikmati bersama menjemput kematian meski sakit"ucap Alif menatap Aina
__ADS_1
"Alif meski kita mati apa rela kita membiarkan buah cinta kita ikut bersama kita bahkan dia belum lihat indah nya nikmat Allah"ucap Aina
"Maksud kamu"ucap Alif seperti bisikin karna tidak kuat
"Aku merasa"ucap Aina menahan sakit meletakkan tangan Alif di perut nya
"Aghhhhh"Aina berteriak mengcengkram tangan Alif kuat
"Aina kamu"ucap Alif kembali bersemangat
"Iya Alif aku merasa akan lahiran"ucap Aina mengeleng tidak sanggup
"Kita pasti bisa"ucap Alif memposisikan kaki Aina
"Ayo sayang dorong"ucap Alif menuntun
Aghhhh
Oeekk oeek
Alif menangis haru melihat anak nya lahir dengan selamat lalu Alif menoleh pada Aina yg ternyata sudah lemah Alif ingin beranjak mencari pisau untuk memotong pusar itu tapi Aina mencegahnya
"Alif aku rasa waktu ku sudah tiba"lirih Aina melemah Alif menahan tangisnya dia menyeret tubuhnya bercucur darah meletak kan anak itu di dada Aina dan Alif mulai mengazani anak itu seiring itu Aina menghembuskan nafas terakhirnya dengan mengecup anak nya Alif juga mulai kehabisan darah dia memeluk anak dan istrinya dan itu bersama Aina menghembuskan nafas terakhirnya
####
Para keluarga baru pulang mereka sedikit curiga tidak melihat satpam penjaga rumah saat mereka keluar dari mobil keadaan mobil Alif dan mobil yg lain ban nya pecah ada juga beberapa penjaga yg terkapar meninggal di tembak
Oeekk oekkk
"Ya Allah"Zenap menyentuh dada nya saat mendengar suara tangis bayi dia sedikit berlari sama yg lain juga masuk mereka melihat semua pelayan serta bodyguard tergeletak terbunuh dengan tembakan
"A...Aina"teriak Zenap lari mereka menatap Aina yg bersender di tangga dengan di peluk Alif saat mereka melihat anak itu menangis dengan keras
"Astaghfirullah"ucap semua kaget
"Kita harus segera potong tali pusar nya"ucap Nur dengan sigap lari ke dapur
"Aku ambil alkohol"ucap Abi lari
"Aina"triak Zenap menangis memeluk Aina yg sudah tidak bernyawa Nur datang dengan Abi mereka membersihkan pisau itu lalu memotong tali pusar itu Syifa memeluk anak itu yg terus menangis lalu Arkan berlutut memeriksa keadaan Alif dan Aina yg sudah tidak bernyawa karna di bantai kehabisan darah
"Aina"Teriak Zenap merengkuh tubuh Aina yg sudah kaku semua menangis melihat keadaan Aina dan Alif
Keadaan anak Aina dan Alif baik baik saja sudah di periksa dokter spesialis bahwa kekebalan tubuh anak itu cukup tangguh mereka juga sudah memeriksa rekaman cctv dan tau bagaimana keduanya di bantai dengan sangat sadis
"Zenap maafkan Alif"ucap Asma sesegukan memeluk Zenap melihat anak nya terbujur kaku
"Aku teringat perkataan Aina sebelum kami pergi jika mereka akan selalu bersama"ucap Zenap sesegukan dia harus ikhlas biar itu menyakitkan
"Kita harus melepaskan kepergian keduanya dengan ikhlas "ucap Gio lirih menatap Alif yg pucat pasi
"Alif terimakasih meski kita saudara tiri tapi kamu menganggap ku seperti saudara kandung "lirih Leon
"Kita harus segera memandikan kedua mengurus untuk terakhir kali nya"ucap Arka lalu memerintahkan mengankat kedua nya Asma dan Zenap hanya mampu menangis saling berpelukan
Leon dan Gio hanya mampu menahan tangis saat mengusap bagian bekas tembak di tubuh Alif begitu pun di sebelah Arkan menatap bagian luka Aina mereka hanya mempu menahan tangis dengan kondisi kedua nya
Tidak ingin melihat istri mereka makin berduka dan menangis menyakitkan jadi Gio dan Arkan memutuskan segera menguburkan kedua mereka memutuskan membuat satu liang lahat untuk kedua mereka cukup haru mengenang kisah mereka berdua sampai mati sama sama
####
Mereka tetap masih berduka meninggal nya Aina dan Alif yg sangat menyakitkan keluarga tapi apa boleh buat Allah berkehendak lain mereka harus mengurus buah cinta Alif dan Aina yg tidak henti menangis
"Kita harus carikan ibu susu nya"ucap Syifa menenangkan anak itu
"Itu akan mempersulit karna keluarga tidak bisa menjadi asi kita jadi susu formula aja nanti biar aku dan Zenap yg mengurus nya"ucap Asma menyeka air mata nya baru menyadari sesuatu lalu Asma mengendong bayi laki laki itu
"Ssttt sayang sabar ya"lirih Asma tidak tega menangis lagi meratapi nasip cucu pertama nya yg begitu tragis
__ADS_1
"Asma jika tidak kuat sudah "ucap Syifa
"Ali Ailif Altaf itu nama nya"ucap Zenap mencium kepala bayi itu semua ikut menangis iba dengan bayi itu