
Zenap dan Syifa datang di pengajian tidak sengaja bertemu dengan Renata di sana tentu Syifa mengingat wanita koko yg pernah Zahra tawar kan pekerjaan itu jadi untuk menyapa Syifa bertanya apa Renata menerima tawaran itu tentu Renata menceritakan apa lagi soal kegundahan nya Renata tidak takut mati jika Adam akan membunuh nya tapi Renata merasa bersalah baru kerja satu hari sudah membuat majikan nya itu masuk rumah sakit Renata sangat bersalah akan hal itu
"Tidak usah khawatir nanti kamu ikut kami saja menjenguk Zahra"ujar Zenap
"Iya saya mau"ujar Renata tersenyum
"Ayo"ucap Syifa mereka masuk mobil Renata ikut masuk mobil segera menuju rumah sakit
"Mbak pasean atas nama Zahra Margaretha di rawat no berapa"tanya Syifa saat sampai rumah sakit
"Lantai tujuh kamar 0712"jelas nya
"Terimakasih "ucap Syifa mereka segera pergi saat sampai lantai tujuan Adam ada di luar Syifa merangkul Renata tau banget kelakuan keponakan nya ini
"Adam kamu di luar "sapa Zenap
"Iya ini karna wanita tidak tau diri ini aku di usir"geram Adam menunjuk Renata dengan tajam
"Adam bicara pada perempuan itu harus rendah kan suara kamu membuat nya takut"tegur Syifa
"Memang benar itu fakta nya tan"kesal Adam
"Kami masuk dulu"ujar Syifa
"Aku ikut nanti dia kembali mencelakai mama ku"ujar Adam lalu ikut masuk
"Waduh ngak bosan masuk rumah sakit"ujar Syifa tersenyum memeluk Zahra begitu pun Zenap
"Kalian kok tau aku di sini mas Devil ya kasih tau"ucap Zhara
"Tidak juga kami ketemu sama Renata saat pengajian"ucap Syifa
"Nyonya Zahra sungguh maafkan aku soal tadi pagi aku benar tidak tau alergi nyonya aku tidak apa kok di pecat asal nyonya Zahra memaafkan aku"ujar Renata sangat menyesal
"Tidak apa Renata ini bukan kesalahan mu"ujar Zahra
"Serius enak banget masakan nya "puji Zhara
"Aku tau sampai membuat mu sakit"ujar Zenap membuat ketiga nya tertawa
Cklek
"Sore semua"ujar Leon masuk dengan tersenyum Leon berjalan mendekati Zahra dan menatap sosok tidak asing
"Renata Candra bukan"ujar Leon berusaha mengingat
"Leon"ujar Renata
"Hahahaha ternyata kamu"ujar Leon tertawa terpingkal pangkal menepuk bahu Adam
"Apa kamu sedang mengejek ku"ujar Adam marah
"Adam Adam kamu dan dia hahaha"ujar Leon tertawa geli
"Benar benar ya membuat aku kesal"geram Adan mengcengkram baju Leon siap memukul
"Adam" tegur Zahrah
"Leon membuat aku kesal ma dia mengejek ku"ujar Adam menatap Leon dengan tatapan membunuh
"Apa kabar Renata"ujar Leon
"Alhamdulillah aku baik"ujar Renata tersenyum
"Jika kamu ngomong aneh aneh aku hancur kan mulut mu"bisik Adam
__ADS_1
"Adam Adam aku tidak bisa kamu ancam"ujar Leon geli
"Kamu"Adam benar murka pada Leon
"Ayo lah kenapa kamu marah"ujar Leon terkekeh
"Kalian kenal Leon"ucap Zhara
"Iya tan Renata pernah satu kampus dan aku sangat mengenal Renata ini"ujar Leon
"Ehh tapi tunggu Renata bukan nya kamu non muslim "ujar Leon penasaran melihat Renata mengenakan hijab
"Ahh benar itu dulu aku pernah mengalami beberapa kejadian sehingga aku bisa mengenal Islam dan Alhamdulillah pindah agama "ujar Renata tersenyum
"Waw menakjubkan sekali takdir seakan mempermainkan seseorang "ujar Leon
"Ehh aku sampai lupa memeriksa tante Zahra"ujar Leon tersenyum memeriksa Zahra
"Zahra ini mama nya Adam "jelas Leon dengan pokus pada Zahra
"Aku tau kok aku kan kerja dengan nya karna aku juga nyonya Zahra masuk rumah sakit"ujar Renata lirih
"Jangan khawatir tante Zhara baik baik saja bahkan di perbolehkan pulang"ucap Leon berjalan ingin mengambil obat Zahra replek Renata mundur saat Leon lewat di depan nya
"Sangat sulit bagi mu memulai hal sendiri atau ada dukungan keluarga kamu masuk Islam"ucap Leon lalu menyuntikan sesuatu pada Zahra
"Aku diusir dari rumah karna masuk Islam di tentang keras oleh keluarga ku"lirih Renata
"Kapan kapan kamu bisa cerita pada ku biar aku tau diri mu siapa tau aku akan memberi berita itu pada seseorang yg luluh hati nya oleh mu"ucap Leon
"Jangan khawatir Renata kami bisa membimbing mu tante dulu sama juga mengalami hal yg sama hanya saja berbeda kasus nya"ujar Syifa menepuk bahu Renata
"Terimakasih "ucap Renata pelan
"Amiin, terimakasih Leon"ujar Renata
"Ohh ya Renata kamu pulang saja tapi kamu tetap kok kerja di rumah saya nanti juga saya akan pulang masih menunggu suami saya pulang"ucap Zahra
"Iya nyonya sekali lagi saya minta maaf saya pamit"ucap Renata pergi
"Zahra kami jiga pulang ya" ucap Zenap lalu pergi bersama Syifa dan Leon,Zahra menatap mata Adam dengan dalam Adam hanya membalas penuh arti
####
Zahra sudah pulang saat Devil datang mereka sudah ada di rumah untuk makan malam bersama,mereka menunggu Renata yg masih menata makanan dengan serius berusaha melakukan yg sempurna
"Mau aku ambilin sayang"ujar Devil menyiapkan makanan untuk Zahra
"Ngak usah banyak mas aku tadi udah makan bubur"ujar Zahra
"Iya sayang"ucap Devil tersenyum
"Nata ayo ikut makan bersama kami"ujar Zahra
"Tidak usah nyonya"ucap Renata tersenyum
"Saya juga mau bicara Renata ayo duduk ikut makan malam"ujar Zahra
"Makasih nyonya"ucap Renata dia duduk mengambil dikit makanannya merasa tidak enak
"Saya mau tau banyak soal mu Renata karna saya tidak ingin nanti memperkerjakan seseorang tapi saya tidak tau asal usul nya"ujar Zahra
"Ahh iya nyonya saya di sini tinggal sendiri di kontrakan saya juga tidak punya saudara di sana semua keluarga ada di negara XXX "jelas Renata
"Udah lama di sini"ucap Zahra
__ADS_1
"Lumayan nyonya hampir 4 tahun"ujar Renata
"Terus apa kamu ini punya pacar secara kamu bekerja di restoran cukup terkenal"ujar Zahra
"Soal itu saya tidak ada nyonya saya lebih pokus untuk belajar"ucap Renata tersenyum
"Bagus itu harus yakin dengan keputusan semoga kamu betah di sini ya Renata"ujar Zahra tersenyum
"Tapi saya tidak yakin kamu bisa betah kerja di sini"ujar Devil santai
"Mas ngak boleh kayak gitu ahh"ujar Zahra membuat Devil memberi isyarat yg sulit di mengerti dan Zahra hanya tersenyum lebar
####
Abi dan Nur lagi memadu kasih kebahagiaan melanda mereka berdua,Abi merapikan rambut Nur yg berantakan mencium kening Nur dengan hangat Nur hanya senyum senyum tidak karuan memeluk Abi penuh kehangatan
"Jam berapa sih"ujar Nur menarik tangan Abi melihat jam yg menunjukkan jam 7 pagi
"Ngak habis drama ranjang kita jika seperti ini"ujar Nur cemberut mengerat kan selimut menutupi tubuh nya
"Mumpung ada kesempatan"ujar Abi tersenyum
"Mandi dulu baru sarapan"ujar Abi berdiri lalu mengendong Nur mereka mandi bersama
"Kalian ikut bayi tabung aja Arysif jika belum ada kemajuan"ucap Arka menikmati sarapan
"Humairoh juga mau nya gitu yah tapi biarkan saja lah dia hamil sendiri nanti aku tidak terlalu menuntut dan tidak keburu punya anak"ujar Arysif santai
"Bang Arysif memang gitu ayah aku mau banget punya anak tapi dia nya malas kayak nya "ujar Humairoh
"Sabar aja lah jika Allah belum kasih rezeki anak"ucap Syifa
"Jika bang Arysif selingkuh gimana bun"celetuk Humairoh
"Aku ngak akan selingkuh sayang kamu udah cukup buat aku"ujar Arysif tersenyum
"Benar itu Humairoh di keluarga kita tidak pernah ada yg selingkuh "ucap Arka
"Kak Syifa dulu yg sering ingin punya istri lagi itu siapa ya kak Syifa aku lupa dia siapa"ujar Arkan
"Ya ela itu kan masa lalu "ujar Arka
"Ya berarti ada dong dan kamu Arysif jangan kayak ayah mu mending kayak bunda mu aja"ujar Arkan tertawa kecil
"Ayah bunda aku mau mengatakan sesuatu "ujar Abi serius mengengam tangan Nur
"Apa itu katakan saja"ujar Syifa meneguk air putih Abi meletakkan sesuatu di atas meja
"Kejutan buat ayah dan bunda"ucap Nur tersenyum
"Apa sih"ujar Arka mengambil dan membaca nya
"Ya Allah Nur ini benaran"ucap Syifa berbinar menunjuk kan pada Zenap
"Iya bun"ujar Nur tersenyum lebar
"Itu bukan anak Leon kan"ujar Arka serius
"Astaghfirullah ayah"ujar Nur sendu
"Ayah hanya becanda ayah turut bahagia dengan kehamilan mu Nur"ujar Arka tersenyum lebar
"Selamat ya Nur"ujar Humairoh tersenyum kemarin Nur mual mual sebagai insting seorang istri apa lagi mereka sering melakukan nya Nur mendesak Abi untuk mengajak periksa ke dokter dan ternyata benar Nur tengah hamil 3 Minggu
"Jika Aina tau pasti dia sangat senang"ujar Zenap lalu mengambil ponsel nya mengabari Aina meski tidak pernah di balas Aina karna pesan nya tidak terkirim tapi Zenap tetap mengirim nya
__ADS_1