
Karna semalam Arysif mendiami Humairoh jadi Humairoh tidak berani meminta Arysif mengantar ke rumah sakit jadi Humairoh meminta bantuan Aina untuk menemani nya ke rumah sakit ya Aina suka saja menemani ke rumah sakit itu juga membuat Alif senang saat Aina berada di dekat nya selalu
"Head nya udah berhenti belum nona"tanya dokter
"Kemarin ada yg keluar cukup banyak dok kayak daging gitu dan semalam juga darah head nya berhenti keluar sekarang pun bersih"jelas Humairoh
"Baik saya periksa nona"ucap nya berdiri Humairoh mengikuti nya bersama Aina
"Alhamdulillah kista nya sudah bersih lihat tidak seperti kemarin kan nona memenuhi rahim menganggu rahim sekarang berubah"jelas dokter melihat kan USG nya
"Alhamdulillah "ucap Humairoh dan Aina
"Jadi bagus nya bagaimana dok"tanya Aina saat dokter itu kembali duduk
"Jangan khawatir lagi nona kista nya udah bersih sekarang saya kasih obat herbal lagi membersihkan rahim nya biar subur nona Humairoh sementara waktu jangan banyak beraktivitas "jelas dokter
"Iya dok"ujar Humairoh
"Bentar ya nona saya siap kan obat nya"ujar dokter berdiri dan berlalu
"Ini arti nya kak Hum bisa hamil"ucap Aina tersenyum
"Iya Alhamdulillah semoga Allah segera memberi kita kabar bahagia"ujar Humairoh tersenyum tidak lama dokter datang memberi kan obat
"Di minun ya nona sampai habis setelah ini anda tidak perlu lagi datang udah bersih soal nya obat ini hanya pembersih ini sehat "ucap dokter
"Terimakasih dok kami permisi"ujar Aina mengambil obat nya lalu berlalu pergi
"Aina terimakasih ya"ucap Humairoh berjalan tersenyum menatap Aina
"Iya kak jangan sungkan"ucap Aina tersenyum lalu menuju admistrasi nya
"Aina"panggil Alif lari mendekati Aina
"Kenapa lari sih"ujar Aina mengelap keringat Alif
"Udah mau pulang "ujar Alif dan Humairoh membayar
"Iya udah selesai soal nya"ucap Aina
"Tinggal lah sebentar lagi di sini"ujar Alif
"Aku di rumah aja nunggu kamu pulang aku juga mau istirahat kemarin seharian ngak istirahat capek"ujar Aina tersenyum
"Ya, tapi kirim makan siang untuk ku ya"ujar Alif tersenyum
"Iya nanti biar sopir mengantar"ucap Aina tersenyum
"Aku pulang assalamualaikum "ucap Aina mencium tangan Alif
"Waalaikum salam"ucap Alif mencium kening Aina
"Alif pamit pulang ya"ujar Humairoh tersenyum lalu kedua nya pergi untuk pulang
####
"Lho Nur kamu pulang"ujar Humairoh melihat Nur di rumah mereka sudah sampai rumah
"Iya tadi Arysif bilang mau kembali kerja dia ada di kantor"ucap Nur
"Tuh kak mending minta maaf deh sama bang Arysif meminta maaf duluan itu lebih baik lho"ujar Aina
"Iya deh nanti aku minta Maaf"ujar Humairoh pelan
"Bantuin aku aja deh kak buat makan siang buat Alif nanti kak Hum sekalian bikin makan siang buat bang Arysif datang ke kantor nya"ujar Aina
"Benar juga ayo"ujar Humairoh semangat Aina tersenyum menuju dapur siap bertarung membuat makan siang untuk para suami
###
Setelah sholat dhuhur Arysif duduk lagi di kursi nya melihat laptopnya lagi dia melirik jam mungkin Abi lagi membeli makanan.Lama melamun Arysif di kaget kan lagi dengan Clarissa yg masuk lalu dia duduk di depan Arysif
"Apa keputusan tuan Arysif"tanya Clarissa
"Keputusan apa yg kamu maksud "ucap Arysif serius menutup laptopnya
"Yang kemarin"ucap Clarissa
"Aku sangat mencintai Humairoh jadi tidak akan menikahi kamu apa lagi hanya alasan konyol karna sepupu nya Humairoh meski itu permintaan Humairoh"tegas Arysif, Clarissa hanya santai menanggapi ada OB masuk meletakkan minuman lalu dia pergi
"Oke"ujar Clarissa berdiri lalu mendekati Arysif dan menekan dada Arysif yg duduk
__ADS_1
"Hei apa yg kamu lakukan"ucap Arysif kaget
"Minum lah tuan Arysif"ucap Clarisa mengambil minuman itu memaksa Arysif
"Menjauh"teriak Arysif marah dan berdiri Clarissa meletakkan minuman itu dan memegang wajah Arysif dengan berani
"Tuan Arysif aku benar mencintai mu"ucap Clarissa
"Kamu sangat berani"ucap Arysif memegang bahu Clarissa
"Membuat aku benar marah"ucap Arysif tajam
Cklek
Humairoh hanya terpaku melihat Arysif bertatap dengan Clarissa apa lagi mereka saling pegang entah kenapa malah membuat Humairoh tidak nyaman akan hal itu Aina yg ikut menemani Humairoh melihat itu memakan cemilan nya dengan sebagai tidak ingin ikut campur
"Humairoh"ucap Arysif replek mendorong Clarissa
"Aku ke sini awal nya meminta maaf pada bang Arysif jika bang Arysif mau dengan Clarissa tidak perlu bohong malah menjalin hubungan di belakang ku"ucap Humairoh
"Tidak kamu salah lagi"ucap Arysif
"Arysif bilang aja kamu juga menyukai ku kan"ujar Clarissa memeluk lengan Arysif
"Menjauh dari saya"ucap Arysif menepis tangan Clarissa
"Kamu salah paham lagi Humairoh ini tidak seperti kamu bayangan percaya lah dia yg selalu menggoda ku"ucap Arysif menjelaskan
"Iya aku menggoda tapi kamu tergoda iya kan"ujar Clarissa
"Kamu benar melewati batas kesabaran saya"tajam Arysif
"Jika Abang mau silahkan nikahin dia"ujar Humairoh
"Kamu ngerti ngak sih aku itu hanya mencintai mu kamu terus saja menyuruh aku menikahi nya "kesal Arysif
"Abang jujur aja deh jika juga mencintai Clarissa"kesal Humairoh
"Ribut jadi nya"ucap Aina berjalan pelan ke meja Arysif tenggorokan nya serek jadi nya terus makan tadi lalu Aina meneguk minuman itu sampai habis
"Aduh gawat"gumam Clarisa melihat Aina meneguk minuman itu
"Aku tidak menyukainya Humairoh"ujar Arysif
Brak
Replek Humairoh dan Arysif menoleh melihat Aina terjatuh mereka mendekat panik apa yg terjadi
"Aina kamu kenapa"ucap Arysif jadi panik
Huuk huuk
"Bang ,huuk huuk"Aina memegang dadanya terasa sesak badan nya mulai berkeringat
"Aina katakan kamu kenapa"ucap Humairoh ikut panik
"Bang dada ku sesak aghh ya Allah"ucap Aina memegang wajah Arysif pikiran nya melayang layang
"Ya Allah bang panas Aghh"keluh Aina menahan dada nya lagi
"Aina sabar ayo"ujar Arysif mengendong Aina dan Humairoh mengikuti Arysif
"Abi kebetulan siap kan mobil "ujar Arysif,Abi segera keluar mengambil mobil nya
Huuk huuk
Aina terbatuk lagi kini hidungnya mulai mengeluarkan darah mulut nya mengalir darah melihat itu Humairoh kaget lagi dan panik
"Bang Aina berdarah lagi"ujar Humairoh panik
"Kamu sabar Aina kita akan segera ke rumah sakit"ucap Arysif
"Bang aku"ujar Aina terbata dia memeluk Arysif entah lah Aina jadi aneh dia merasa sakit dan panas bagian dalam tubuh nya
Saat sampai rumah sakit Aina sudah hilang kesadaran hidung dan mulut nya mengeluarkan darah ,yg menangani Aina adalah Leon dia binggun dengan keadaan Aina kenapa lagi Aina dia udah sembuh tidak mungkin pendarahan tidak ingin banyak pikir Leon segera membawa Aina menuju ruang UGD segera menangani Aina
"Kayak nya nona Aina meminum obat keras membuat hati nya tidak siap mencerna hal itu membuat dia kembali pendarahan "jelas dokter itu menyuntikkan di kedua lengan Aina
"Lakukan yg terbaik saja"ujar Leon memasang selang sebuah cairan di lengan Aina lalu menginfus Aina
"Bang kenapa di sini"tanya Alif membuka masker operasi nya
__ADS_1
"Aina pendarahan lagi"ujar Arysif dia juga binggun kenapa hal itu terjadi tiba-tiba
"Apa"ucap Alif kaget menatap ruang UGD itu dan membuka nya mendekati Aina
"Kamu tidak bisa lembut apa menyuntik kan itu"kesal Alif melihat dokter itu menyuntik kan di lengan Aina
"Kak Leon juga nanti Aina kesakitan kayak gitu memasang infus nya"geram Alif mengelus tangan Aina yg di infus
"Mulai lagi bucin nya"ujar Leon
"Aina kamu kenapa lagi "ujar Alif cemas
"Dia kayak keracunan"ucap Leon
"Apa"ucap Alif mengengam tangan Aina lalu Leon keluar
"Gimana"tanya Arysif cemas
"Udah di tangani dengan baik"ujar Leon
"Begini Aina pendarahan lagi karna dia mengkonsumsi obat keras maksud ku obat perang****"jelas Leon
"Apa"ucap Arysif dan Abi
"Apa itu bang"tanya Humairoh penasaran Arysif terdiam berfikir keras
"Maaf tuan Arysif sebenar nya apa yg terjadi"tanya Abi serius Arysif menjelaskan asal mula masalah nya sampai Aina jadi seperti itu
"Apa mungkin ini perbuatan Clarissa yg sebenarnya ingin menjebak tuan Arysif"ucap Abi menduga
"Aku juga berfikir seperti itu cari tau"ujar Arysif
"Baik tuan"ucap Abi lalu berlalu
"Kerancuan apa sih kenapa malah tubuh Aina berkeringat kayak gitu"ujar Alif mendekati Leon
"Hal serius"ujar Leon menatap dokter lain dan mengangguk
"Ayo"ucap Leon masuk ke ruang UGD itu
Alif dengan terpaksa mengikuti perkataan Leon merendam tubuh Aina dengan air es Alif sangat cemas apa lagi Aina tidak sadar kan diri dia takut nanti malah terjadi pendarahan lagi tapi mendengar penjelasan Leon membuat Alif mengerti.Alif mengengam tangan Aina yg tubuh nya penuh dari es tangan Aina di letakkan di permukaan bathup
"Lihat kan tubuh Aina mulai dingin lagi"ucap Leon
"Sialan wanita gila itu aku akan membalas nya"kesal Alif mengelus kepala Aina lembut
"Ayo"ucap Arysif menarik Humairoh keluar dari ruangan Alif
"Itu semua hanya salah paham Clarissa yg selalu ingin diri ku tapi percayalah aku hanya mencintai mu"ucap Arysif
"Maafkan aku bang"ucap Humairoh memeluk Arysif karna dia Aina jadi seperti itu
"Aku hanya takut pada Clarissa dia mengancam ku aku takut "ujar Humairoh menangis Arysif mengelus kepala Humairoh sayang
"Itu tidak akan terjadi Clarissa tidak bisa menyakiti mu lagi aku selalu melindungi mu"ujar Arysif mencium kepala Humairoh sayang
"Maafkan aku"ucap Humairoh mengerat kan pelukannya
###
Zenap sangat cemas saat Arysif menjelaskan kondisi Aina tapi mereka di larang datang ke rumah sakit karna Alif akan mengajak Aina pulang.Alif mendorong kursi roda Aina dan Arysif membantu memegang kantung cairan itu
"Ya Allah Aina"ucap Zenap memeluk Aina lembut
"Kamu sangat pucat kamu baik baik saja"ujar Zenap cemas
"Iya kenapa bisa ini terjadi kalian bilang Aina udah sembuh"ujar Arkan sangat cemas
"Aku baik ma hanya butuh istirahat saja"ucap Aina pelan
"Ceritanya panjang tan"ucap Arysif menjelaskan
"Kenapa kamu minum itu"ujar Arka
"Aku tidak tau om aku haus makan nya aku minum"ujar Aina pelan
"Udah keadaan Aina kan udah baik mending istirahat ini udah malam"ujar Syifa
"Iya kalian istirahat saja biar tante bantuin Alif membawa Aina ke kamar"ujar Zenap mengambil kantung cairan itu
"Iya tan"ucap Arysif lalu Zenap dan Alif segera menuju ke kamar mereka semua kembali ke kamar untuk istirahat
__ADS_1