Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Acara pesta


__ADS_3

Itu kenapa keluarga heboh saat Maya berkunjung karna dia selalu marah dan menggerutu mereka terutama Arka selalu mendapatkan kata kata yg membuat Arka kesal meski begitu Syifa selalu mengingatkan Arka jika mama nya udah tua butuh perhatian makan nya dia seperti itu.Fatma dan Fikram tinggal dengan Zahra dan Devil karna biasa nya mereka tinggal dengan Zahra dan Devil jika Syifa mau ketemu Syifa akan menjenguknya.Mereka juga bersiap akan datang ke acara nya yg sudah siap


"Alif apa aku harus ikut"ujar Aina menatap Alif yg sudah rapi


"Iya kamu kenapa belum siap"ujar Alif mendekati Aina


"Aku di rumah aja nanti aku capek malah pingsan mama juga bilang aku tidak usah ikut"ujar Aina


"Kamu temani aku jika kamu tidak datang aku juga tidak akan datang lagian aku ini dokter mu aku akan menjaga mu percaya sama aku"ujar Alif menyakinkan


"Iya tapi kan lihat aku aja bau tau"ujar Aina menyuruh Alif mencium aroma tubuhnya


"Memang nya ada masalah"ujar Alif


"Ayo lah temani aku aja "desak Alif


"Baik lah"ujar Aina berdiri mengambil baju nya untuk bersiap


Aina hanya mengunakan gamis sederhana berwarna biru langit dengan jilbab senada Aina juga memoles makeup karna terlihat pucat


"Ayo"ujar Alif tersenyum menggandeng tangan Aina yg nampak tidak semangat Aina memeluk lengan Alif


"Pelan pelan nanti tenaga ku habis jika cepat jalan nya"ucap Aina menarik tangan Alif untuk pelan


"Iya ayo "ujar Alif merangkul Aina yg tidak semangat


"Alif yakin ajak Aina"ujar Zenap melihat Aina duduk di ruang tamu


"Iya ma ngak enak sendiri datang nya"ucap Alif


"Istri mu lagi sakit kenapa kamu malah memaksa nya ikut"ucap Maya menatap Alif


"Justru itu oma Aina kan sakit jika tiba-tiba dia pingsan tidak ada aku itu akan mempersulit dia tinggal di rumah aku kan pusing jadi jika aku ajak dia masak iya aku ngak jagain dia"ucap Alif cepat


"Awas aja jika Aina pingsan nanti"ancam Maya


"Tenang oma Aina tidak akan pingsan"ujar Alif cengengesan


"Insyaallah aku masih kuat oma"ujar Aina tersenyum


"Terus aja belain suami kamu kayak tante Syifa belain om Arka terus meski di sakiti"sindir Maya


"Lihat mama menjengkelkan nyalahin aku mulu "bisik Arka sebal dengan mama nya


"Udah mas malu masak mas masih aja berantem sama mama udah tua ingat"bisik Syifa mengingatkan


"Yang ini juga ajak istri masih sakit"ujar Maya melihat Arysif datang bersama Humairoh


"Sikap ayah mu selalu menurun sering menyakiti istri mu contoh tuh om Arkan"ucap Maya membuat Arkan bangga Arka menendang kaki Arkan sebal


"Sama tuh kayak Nur dan Aina beda"ketus Maya melihat Nur dan Abi


"Oma selalu bandingan aku"kesal Nur


"Ohh melawan kamu "kesal Maya


"Udah ma ayo kita berangkat "ujar Syifa mengajak mama mertuanya itu segera pergi


"Semua orang kena omelan"ujar Zenap cekikikan


"Kita kan anak kesayangan ngak kayak om Arka tuh"ejek Arkan tertawa


"Sialan kamu Arkan"teriak Arka menendang kaki Arkan sebal dan Arkan hanya tertawa geli


"Ayah aku sama Alif aja bareng nanti biar Abi menyetir mobil kalian"ujar Arysif

__ADS_1


"Iya hati hati ya kita ketemu di sana nanti"ujar Arka masuk mobil


"Udah bang"ucap Alif melihat Arysif masuk mobil


"Iya kita langsung jalan aja"ujar Arysif,Alif segera melaju kan mobil


"Alif aku tidur sebentar ya"ujar Aina membuka jendela mobil sedikit lalu menyender kan kepala nya


"Aina,Alif itu suami kamu setidaknya kamu jangan memanggil nya nama"ujar Arysif


"Ngak apa bang aku suka dia memanggil ku nama"ujar Alif


"Iya AA muac"ujar Aina memberi kan kecupan jarak jauh dan Alif terkikik dengan lirikan nakal


"Jika dulu aku kesal karna ngak bisa ya pegang sekarang halal suka aku dong"ujar Alif menarik bibir Aina


"Ighh Alif"kesal Aina menyentuh bibir nya


"Sebel deh"ujar Aina dia nyesal menjahili Alif jika seperti ini dan Alif hanya tertawa puas


"Mereka adem ya bang di lihat"bisik Humairoh memeluk Arysif


"Iya emang mereka seperti itu pada saat lihat Alif tidak rela kehilangan Aina aku merasa hubungan mereka lebih sekedar sahabat "bisik Arysif di iyakan Humairoh


Gedung itu sudah ramai oleh para tamu yg di undang perusahaan Karten semua keluarga juga sudah berkumpul ada juga keluarga Adirata yg datang.Seperti biasa keluarga Adirata datang dengan keangkuhan nya melebarkan pemandangan nya setelah menemukan target nya dia menarik wanita itu dan menampar nya sampai wanita itu terjadi


"Hei bocah ingusan kamu siapa ikut campur masalah Bobi"ucap Sunanda


Plak


"Hei wanita tua saya tunggu ya di mana hari di mana tangan saya melayang di wajah anda sekarang saya punya alasan menampar anda berani menampar menantu saya"ucap Asma emosi saat melihat Sunanda menampar Aina


"Aina ayo"ujar Alif membantu Aina


"Hoh wanita hina ini ternyata"ujar Sunanda geram


"Aina kamu tidak apa kan nak"ucap Zenap memegang pipi Aina


"Ngak apa ma"ucap Aina menahan pipi nya


"Ma udah ma"ujar Alif menenangkan mama nya


"Kamu diam lihat istri mu"kesal Asma,Alif hanya diam saja


"Ma udah"ucap Leon ikut menenangkan


"Kalian tidak mengerti"kesal Asma


"Ma malu sama keluarga besar ma"bisik Leon Asma


"Hei kita belum selesai kata kan sama Aina itu jangan sok jadi pahlawan ikut campur masalah keluarga kami"teriak Sunanda


"Aku"ucap Alif menahan ucapan nya menatap Sunanda


"Sebagai Presdir rumah sakit terbesar menyatakan bahkan keluarga Adirata tidak di kenakan menginjakkan kaki di rumah sakit Altaf di kota ini mau pun di kota lain bahkan ke luar negri "teriak Alif lantang memang rumah sakit Altaf tidak ada di kota mereka ada berbagai kita termasuk luar negri


"Jadi jangan harap meminta bantuan pada rumah sakit kami"ucap Alif berlalu


"Lif emang kamu sah jadi Presdir nya"tanya Leon heran


"Ya engak tapi dia menjengkelkan sekali itu tetap pernyataan mutlak"ujar Alif sebal


"Aina kamu baik baik saja apa kita pulang saja"ujar Alif memeluk Aina sayang


"Ehh anak kamu itu bocah ngak sih lihat dia"ujar Arkan pada Gio

__ADS_1


"Wah wah aku tidak perlu tutun tangan"ujar Arka


"Tapi aku lega kayak nya Leon dan Alif tidak pernah merebut kan kekuasaan"ujar Arkan


"Soal itu aku udah bahas sebelum Alif kerja Leon mau tidak mau menyerahkan jabatan itu ya meski belum di resmi kan awal nya Alif nolak kata nya dia belum siap dia masih ingin senang senang sama Aina main sama Aina tapi lihat lah dia itu sebenarnya tidak kekanakan meski dia cukup muda tapi aku hanya aneh kenapa dia kayak bocah jika di depan Aina"ucap Gio


"Alif kamu tidak boleh seperti itu terhadap nyonya Sunanda jika mereka butuh bantuan bagaimana kasihan mereka "ucap Aina


"Tangan emang setuju ya bantuan orang yang menyakiti Aina apa engan baik "ujar Alif bertanya pada tangan nya


"Ihhh nyebelin "ujar Aina berlalu


"Heh tunggu"ucap Alif mengejar


"Dia emang meresahkan tapi bagus lah apa yg Alif lakukan tadi itu sudah tepat"ucap Maya puas


"Keterlaluan mereka itu Aina masih sakit"ujar Arysif


"Perhatikan semua nya terimakasih sudah mau datang di acara kami acara ini adalah untuk keberhasilan perusahaan kami terimakasih juga pada karyawan Karten Grub semua pegawai terimakasih atas kerja keras sampai jadi seperti ini"ujar Arysif berpidato


"Untuk tuan Adam Ardiardo silahkan naik ke atas panggung"ucap Arysif


"Bentar ya ma"ucap Adam lalu melepaskan kancing jas nya naik ke atas panggung


"Dari sejarah perusahaan Margaretha ini sangat membantu kami dulu nyonya Zea Margaretha membantu ayah saya sekarang tuan Adam Ardiardo juga pernah memberi dana untuk perusahaan Karten yg itu sangat membantu kami"ujar Arysif tersenyum lalu Abi menyerah kan dokumen Arysif tanpa ragu menanda tangani


"Serah terima atas dana yg kami berikan 15 persen dari keuntungan kami akan di berikan pada tuan Adam Ardiardo"ucap Arysif tepuk tangan yg meriah untuk Adam dia ikut menanda tangani


"Jika 15 persen keuntungan saya terima bisnis tetap lah bisnis jadi 7,5 persen juga akan saya berikan pada perusahaan Sandoso karna perusahaan itu juga memberi dana ini ikut serta"ujar Adam serius lalu berlalu Adam tidak suka basa basi dia terlalu muak akan hal itu


"Dam itu hak kamu tante hanya membantu perusahaan keluarga"ujar Syifa menepuk tangan Adam


"Bisnis tetap bisnis jika tante nolong itu aku juga tidak menarik 15 persen itu karna aku lakukan untuk menolong perusahaan keluarga"ucap Adam tegas datar dan dingin Zahra hanya menggeleng mengelus kepala Adam membuat Adam sedikit menunduk kan kepala nya biar bisa di cium mama nya


"Alif aku mau tidur boleh ya"ujar Aina menatap Alif yg duduk melihat orang orang yg minum dan berdansa Alif mengarah kan kepala Aina ke dadanya dan merangkul Aina erat


"Kamu ngak mau ikut dansa"ucap Aina


"Tidak"ujar Alif singkat


"Kamu cemburu ya melihat kak Nur dan kak Abi mau dansa"ujar Aina


"Tidak juga"ujar Alif singkat dia hanya tersenyum kecil melihat Arysif memaksa Humairoh naik ke panggung dansa


Leon menatap Nur yg dengan pelan mengengam tangan Abi dan meletakkan tangannya di bahu Abi mereka mulai berdansa hanya sekedar gerak kanan dan kiri.Melihat itu Alif menoleh ke arah Leon


"Cepat cari pengganti ngak boleh menatap istri orang"ujar Alif cekikikan Leon sebal menjitak kepala Alif


Cup cup cup


"Aduh sayang ku"ujar Alif mencium kepala Aina menoleh ke arah Leon dengan menggoda


"Kamu suka sekali menggoda ku"kesal Leon lalu dia tersenyum


"Aina"ucap Leon dengan tatapan dalam nya


"Iya kak"ucap Aina membalas tatapan Leon membuat Alif jadi panas dia memukul punggung Leon kesal dan itu hanya membuat Leon tertawa berhasil membalas Alif


"Ternyata sangat mudah menunduk kan bocah satu ini hhmm jadi gampang jika aku tau kunci nya"ujar Leon tersenyum licik pada Alif seolah mengeri tatapan Leon Alif memeluk kepala Aina sebal menatap Leon


"Awas berani mengancam ku"sebal Alif membuat Leon tertawa geli


Sedangkan Nur hanya menatap Abi meski hubungan nya dan Leon lama Leon tidak pernah menyentuh nya sama sekali tapi genggaman ini jatuh pada Abi tentu Nur berdebar selain Arysif dan ayah nya tidak ada pria lain mengengam tangan nya


"Ya Allah sesungguhnya hati hamba masih mencintai pria lain maafkan hamba ya Allah"batin Nur menatap Abi sungguh dia tersiksa dengan keadaan ini

__ADS_1


"Jika tidak dengan sikap mu mungkin aku dengan cepat melupakan Aina dan mencintai mu kamu begitu cantik Nur sangat cantik"batin Abi menatap dalam Nur dia menggeleng saat otak nya mulai aneh aneh


__ADS_2