Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Mulai tumbuh rasa


__ADS_3

Abi menyiapkan hal romantis di apartemen nya dia menyiapkan makan malam untuk Abi dan Nur nanti dengan lilin romantis dan nyanyian indah di balkon apartemen nya . Sedangkan Nur untuk pertama kali nya dia malah menunggu Abi bukan dia bosan sendirian di kamar tapi Abi pulang telat Arysif juga sudah mengatakan itu Nur jadi berfikir hal tidak tidak


"Abi"ujar Nur tersenyum saat Abi masuk kamar nya


"Ikut aku yuk"ujar Abi menarik tangan Nur


"Mau kemana bahkan aku hanya memakai piyama tidur"ujar Nur mengikuti Abi


"Biarin aja"ujar Abi tersenyum masuk mobil bersama Nur setelah itu meluncur


"Mau kemana sih"ujar Nur keheranan


"Ikut pesta"ujar Abi


"Apa"ucap Nur melotot masak iya dia ikut ke pesta dengan baju piyama tidur


"Ngak becanda kok"kekeh Abi


"Udah makan"tanya Abi


"Kamu kan tau bunda larang aku makan jika ngak bersama kamu atau memastikan perut mu kenyang "ujar Nur


"Iya iya kita makan ya"ucap Abi memarkirkan mobilnya dan keluar Nur ikut keluar berjalan bersama Abi


"Iss Abi nyebelin deh lihat semua orang memperhatikan aku"kesal Nur dia merasa risih jadi nya


"Biarin aja"ujar Abi mereka masuk lift ada beberapa orang Abi berdiri merangkul Nur wajah nya datar dan dingin


"Nona Nur ya"ujar nya tersenyum Abi menatap ke depan


"Iya"ucap Nur santai


"Hhmm"dehem Abi lalu Nur memeluk pinggang Abi dan keluar saat lift terbuka


"Cemburu ya hahah"ujar Nur tertawa menggoda Abi


"Engak lah emang kamu tau mereka siapa mereka itu preman di sini mau kamu di jahitan sama mereka "ujar Abi karna Abi sangat mengenal Apartemen nya ini


"Astaghfirullah kamu bukan nya bilang sama aku"kesal Nur lalu Abi membuka pintu dan mereka masuk


"Hahah akhirnya kita hanya berdua ini waktu nya aku memaksa mu"tawa Abi


"Apa"ujar Nur melotot dia bercekak pinggang


"Berani mendekati aku benar memukul mu"ancam Nur


"Silahkan saja"ujar Abi santai


"Nantangin ya"kesal Nur


"Heh mau apa aku hanya becanda "ujar Abi saat Nur benar akan memukul nya Nur tersenyum kecil


"Kita mau apa sih ke sini"ujar Nur


"Makan malam"ujar Abi lalu mengajak Nur ke dapur


"Siapin dulu makanannya aku tadi beli makan malam "ujar Abi mengajak Nur ke dapur


"Buka aja bingkisan itu aku ambilin piring dulu"ujar Abi mencari piring nya Nur membuka bingkisan itu


"Ini"ujar Abi menyerah kan piring lalu dia memeluk Nur dari belakang tentu membuat Nur kaget


"Awas aneh aneh aku ambil pisau itu lalu menusuk mu"ujar Nur


"Ngak kok hanya membantu"ujar Abi meletakkan dagu nya di bahu Nur


Deg deg deg deg


jantung kedua nya tiba-tiba berdetak dengan cepat Abi menghirup aroma Nur mengenali aroma istri nya ini Nur hanya berusaha menormalkan detak jantung nya berpacu hebat


"Udah"ujar Nur suaranya sedikit gugup Abi membantu membawa nya mereka menuju balkon


"Silahkan makan nona sombong"ujar Abi tersenyum dan duduk


"Selamat makan tuan menjengkelkan"cibir Nur duduk dan mereka makan


"Emm enak beli makanan di mana"tanya Nur


"Ada restoran baru buka aku rasa enak jadi aku beli"ujar Abi menikmati makan nya


"Kenapa ngak suruh aku masak"ujar Nur menatap Abi


"Kelamaan nanti keburu kita ngantuk "ujar Abi mereka makan dengan tenang sampai selesai


"Nur ayo menari bersama ku"ujat Abi berdiri menghampiri Nur

__ADS_1


"Ohh mau romantis"kekeh Nur berdiri Abi mengengam tangan Nur dan menarik pinggang Nur mereka mulai berdansa


"Kamu sangat cantik Nur"ujar Abi tersenyum kecil


"Terimakasih kamu juga sangat menjengkelkan"ujar Nur tertawa kecil


"Nur"ujar Abi serius mengusap wajah Nur


"Iya Bi "lirih Nur menatap mata Abi wajah nya semakin dekat Nur gugup dia berpegangan di bahu Abi yg ingin mencium nya apa kah mereka akan merasakan kehangatan satu sama lain malam ini


"Aww"lirih Nur menghancurkan adegan romantis mereka hampir saja Abi mencium nya


"Kenapa"ucap Abi cemas


"Perut ku nyeri"ringis Nur


"Apa makanan nya tidak sehat"ujar Abi cemas


"Tidak ini bukan dari makanan nya"ujar Nur berfikir


"Emm Abi apa kamu punya pembalut "tanya Nur pelan meski pertanyaan konyol itu tetap Nur bertanya tidak mungkin Abi ada tapi Nur ingin Abi peka terhadap nya jika dia lagi datang bulan


"Pembalut"ulang Abi di angguki Nur


"Ada"ujar Abi


"Serius"ucap Nur melotot


"Iya ada "ucap Abi serius


"Dasar pria tidak tau malu pasti mantan nya yg sebelumnya tidur bersama nya cih syukur aku bisa mempertahankan diri ku"batin Nur memicingkan matanya


"Aku boleh minta"ucap Nur


"Tentu bentar aku ambilin"ujar Abi lalu masuk ke dalam setelah mendapatkan yg dia cari lalu dia kembali pada Nur


"Ini, memang kamu buat apa sih"ujar Abi menyerah kan benda itu pada Nur


"Ini apa"tanya Nur mengambil nya


"Pembalut"ujar Abi


"Ini bukan pembalut Abi tapi perban"ucap Nur menepuk jidat nya


"Ya Allah Abi"ujar Nur tertawa geli


"Dih malah tertawa"ucap Abi


"Habis nya kamu ini perban untuk membalut luka yg aku perlukan pembalut untuk wanita datang bulan"ujar Nur mengeleng geli


"Ohh salah tapi sama saja sama sama membalut"ujar Abi mengaruk kepalanya Nur tertawa geli


"Udah sana beliin "ucap Nur


"Enak aja aku cowok cool mana mau beli gituan malu"ujar Abi membantah


"Beliin Abi"ujar Nur memaksa


"Ngak mau"ujar Abi


"Iss Abi tega banget sama istri sendiri nanti tidur ku tidak nyaman jika nanti head nya kemana mana"ujar Nur


"Ada syaratnya"ujar Abi


"Apa "ujar Nur curiga Abi menunjuk bibirnya


"Menyebalkan sekali sih beliin atau aku benar pulang sendiri"ancam Nur tapi dia tersipu


"Ya ya aku beliin deh"ujar Abi tersenyum lalu dia melangkah keluar Nur tersenyum dia malu lihat apa yg akan Abi lakukan


###


"Aduh mana sih benda itu"ujar Abi berkeliling di supermarket Abi mengambil ponselnya menelpon Nur dengan video


"Yg mana aku ngak tau"ujar Abi binggun


"Tanya dong sama orang di sana"ujar Nur sebal


"Malu nanti orang mikir nya yg tidak tidak"ujar Abi melihat sekeliling


"Kamu jalan terus nanti jika ada aku bilang berhenti"ujar Nur


"Iya"ujar Abi berjalan berkeliling


"Berhenti nah itu tu yg di rak itu"ujar Nur menunjuk kan Abi menghentikan langkahnya mengarah kan kamera nya di rak itu

__ADS_1


"Beda beda kamu pakai yg mana"ujar Abi binggun


"Terserah merek apa yg penting jangan bersayap"ujar Nur


"Emang benda itu bisa terbang"ujar Abi mengaruk kepala nya Nur tertawa geli dengan ucapan Abi


"Ngak dong cepat ahh nanti tembus"ujar Nur


"Tembus apa nya yg tembus"ujar Abi binggun


"Iss Abi tinggal beliin aja susah benar "ujar Nur


"Iya iya"ujar Abi memutuskan sambungan teleponnya dan ke kasir nya dia celangak celinguk untung sepi Abi menyerahkan benda itu


"Berapa mbak"ujar Abi pelan


"Hanya satu bungkus mas ngak mau tambah"ujar nya menahan senyum


"Ngak itu aja"ujar Abi pelan


"Mau sekalian coklat mas"ujar nya lagi


"Saya nggak butuh yg lain hanya itu"kesal Abi


"Untuk mas nya"ucap nya melotot


"Ngak maksud saya istri saya hanya butuh itu saya pun tidak mau yg lain cepat saya mau cepat pulang "ujar Abi malu


"Iya mas"ucap nya


"30 ribu mas"ujar nya


"Ambil aja kembalian nya"ujar Abi membayar dia malu harus lama bertatap dengan wanita itu Abi menyembunyikan benda itu ke jas nya dan melempar nya ke dalam mobil nya


"Aduh benda ini membuat aku malu"ujar Abi lalu menyetir mobil nya


"Ini"ucap Abi pada Nur saat dia sampai


"Wah makasih gimana tadi proses nya lancar"tanya Nur mengambil nya


"Iya"ucap Abi singkat


"Oke jadi kan pengalaman "ucap Nur berdiri


Cup


"Makasih"ucap Nur mencium bibir Abi lalu lari ke kamar mandi dengan pipi merona Abi terpaku dia senyum senyum tidak karuan menyentuh bibirnya


"Ahh manis nya"ujar Abi mengigit bibir nya malu


Setelah Nur dari kamar mandi dia berbaring karna perut nya terasa perih dan Abi ada di kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


"Kasur nya kecil banget sih nanti Abi macam macam lagi"ujar Nur menarik selimut memeluk perut nya yg sakit


"Nur kamu baik baik saja"tanya Abi meletakkan handuknya


"Sakit perut nya"ujar Nur


"Jadi gimana"ucap Abi mendekat


"Biasa nya hilang sendiri tapi aku harus tahan"ujar Nur


"Oke "ujar Abi berbaring


"Sini biar aku yg menekan perut nya biar berkurang rasa sakit nya"ujar Abi masuk ke selimut


"Biasa nya emang seperti itu"ujar Nur mengarah kan tangan Abi ke perut nya tentu tubuh mereka menempel Nur mengigit bibir nya gugup jantung nya berdetak dengan cepat


"Kamu gugup ya sama aku juga"ujar Abi karna jika kita berbaring di bantal detak jantung kita akan kedengaran


"Iya aku takut kamu macam macam"lirih Nur


"Iya sama aku takut khilaf"ujar Abi pelan padahal mereka itu merasakan hal berbeda


"Kayak gini terus ya mau tidur soal nya"ujar Nur


"iya aku akan terus memeluk mu"ujar Abi tersenyum mengerat kan pelukannya lalu Abi ikut terlelap dengan damai bersama Nur yg dengan cepat tertidur


####


☀️☀️☀️


Abi membuka matanya dengan pelan melihat Nur ada di hadapannya tidur dengan nyenyak tangan Nur berada di leher Abi mereka tidur sangat dekat Abi tersenyum kecil meletakkan tangannya di pipi Nur


"Kamu cantik banget Nur "lirih Abi mencium kening Nur menyelipkan rambut lembur Nur ke telinga memperhatikan wajah Nur yg sangat cantik apa lagi terkena pantulan sinar matahari,Abi mengingat semalam saat Nur mencium bibir nya tiba tiba seperti ada yg menggelitik perut nya tidak berhenti membuat nya tersenyum senang

__ADS_1


__ADS_2