Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Tidak bisa tergantikan


__ADS_3

Alif termenung menatap langit kamar nya sudah lama Aina Pergi tanpa ada kabar nyatanya Olif tidak mampu menganti kan kehadiran Aina,Alif sangat kehampaan dan merasa kosong tanpa hadir nya Aina,Alif tidak mengerti dengan diri nya dan menyesali sudah meninggal kan Aina membiarkan Aina pergi begitu saja


"Ya Allah maafkan atas kesalahan hamba meski hamba mencintai istri hamba tapi kenapa hamba tidak mampu menghapus nama Aina di hati hamba yg sangat melekat"batin Alif memeluk Olif dengan erat Olif membalas memeluk Alif


"Kenapa"tanya Olif mengelus wajah Alif


"Tidak apa capek aja kerja seharian ini"ujar Alif tersenyum mencium kening Olif


"Tidur yuk capek"ujar Alif tersenyum di angguki Olif lalu kedua nya memejamkan mata nya


###


Aina karna sudah lama tidak memberi kabar orang tua nya dia mencari sinyal dan para warga mengatakan jika jaringan ponsel ada biasa mereka sering manjat di atas pohon biasa nya jaringan bisa tersambung,jadi Aina manjat di atas pohon meski sulit untuk di lakukan


"Aduh susah banget sinyal ponselnya"ucap Aina memposisikan ponsel nya dan sinyal nya benar tersambung Aina tersenyum lebar banyak sekali pesan dari mama nya


"Ya Avantika"triak Aina kegirangan


"Ada apa Aina apa Alif mau rujuk pada mu kenapa kamu sangat senang"goda Avantika tertawa


"Sembarang kamu ya lihat ini Avantika Nur hamil aku akan punya keponakan ya haha"Aina sangat kegirangan sampai dia lupa jika berada di atas pohon dan hasil nya dia kepeleset dan terjatuh


Bugh


Aww


"Makan nya Aina hati hati"tawa Avantika


"Bukan nya di bantuin malah di tertawa kan"kesal Aina berdiri


"Ini lihat"ucap Aina menunjuk kan foto perut Nur yg besar


"Wah selamat ya Aina sebentar lagi kamu akan jadi tante udah tua ngak mau cari suami nih"ucap Avantika cekikikan


"Ngak sadar situ udah tua belum juga nikah"sindir Aina dan kedua nya hanya tertawa


"Ehh bentar mama mu kirim berapa bulan"ucap Avantika menghitung nya


"Jangan jangan Nur udah mau lahiran "ucap Aina dan Avantika bersama


"Kita pasang WiFi di atas pohon untuk mencari tau berita nya"ucap Avantika


"Benar juga kamu"ujar Aina lalu kembali manjat memasang WiFi nya


"Ya dapat sinyal nya"ucap Avantika melihat ponsel nya mendapatkan jaringan mereka berdua memantau


###


Tidak terasa kepergian Aina sudah hampir satu tahun dan keadaan masih sama saja mereka menikmati masa masa bahagia meski Humairoh belum hamil tapi dia senang menyambut calon anak Nur semua keluarga sangat antusias terutama Humairoh


Sama hal nya dengan Adam dan Renata sama saja memperlakukan Renata kasar dingin dan datar meski begitu Adam sangat perhatian dengan Renata selalu memperhatikan Renata dengan hati hati hanya Renata saja tidak menyadarinya karna Adam selalu keras pada Renata


"Hei apa yg kamu lakukan"triak Adam saat Renata keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk


"Kamu ngapain tiba tiba pulang"ucap Renata menutupi area dada nya meski mereka menikah sudah cukup lama tapi Adam tidak pernah melihat tubuh Renata menurut Adam rasa cinta nya tidak hanya sebatas nafsu dan keinginan nya Adam hanya ingin Renata selalu ada untuk nya


"Ya aku pulang la kamu kenapa mandi malam kayak gini mau goda aku ya aku tidak tergoda"ujar Adam kesal saat melihat tubuh Renata


"Mandi la tadi badan ku kotor"ucap Renata jengkel


"Sana aku mau pakai baju kamu kenapa masih di sana"ucap Renata


"Ohhh kamu berani ya ngomong kayak gitu"ujar Adam kesal mendekati Renata

__ADS_1


"Ehh kamu mau ngapain"ujar Renata menghentikan Adam


"Ehhh"Adam tiba tiba kesandung membuat dia memeluk Renata dan jatuh di atas Renata tiba tiba mata mereka bertemu dengan lama seakan waktu terhenti


"Aghhh"Renata berteriak saat handuk nya ternyata lepas


"Ahh m...maaf maaf"Adam panik sendiri meraih handuk Renata dia menutup mata nya menyerahkan handuk itu pada Renata dan Renata hanya menutipi tubuhnya dengan tangan


"Kamu sengaja ya"ujar Renata


"Tidak aku tidak sengaja"ucap Adam mengulur kan tangan nya tapi lagi lagi seperti nya nasip Adam sangat baik dia tidak sengaja lagi menyentuh dada Renata


"Kamu kenapa pegang pegang tubuh ku sih pingin "ucap Renata mengambil handuk itu lalu memakai nya


"Ngak aku ngak sengaja"ucap Adam


"Awas aku mau ke kamar mandi"ujar Adam berjalan ingin melewati Renata dan lagi lagi nasip Adam sangat baik benang handuk Renata terkait di jam Adam membuat Renata terhuyung dan harus memeluk Adam kini Adam tidak mampu mengendalikan perasaannya saat Renata yg memeluk nya menekan tubuh nya ke pintu kamar mandi


"Meski kamu tidak secantik dulu tapi kamu terlihat sangat cantik"batin Adam tanpa sadar mengelus wajah Renata


"Aduh kenapa tatapan Adam beda aku jadi gugup dengan tatapan nya itu"batin Renata tanpa di duga Adam malah mencium bibir itu dan mata Renata melebar saat merasakan itu tidak ingin melewatkan hal indah bersama Adam,Renata mengalungkan tangannya di leher Adam dan hanya memejamkan matanya merasakan itu Adam memeluk pinggang Renata mulai menelusuri bibir Renata


Kedua nya mengulang malam yg indah setelah sekian lama tidak melakukan nya jika dulu hal terlarang tapi sekarang itu menjadi sumber pahala mereka Adam dan Renata tidak mampu bicara saat jiwa mereka menyatu dengan cinta


☀️☀️☀️


Kedua insan itu melewati malam yg indah penuh cinta mereka sama sama saling berpelukan perlahan mata kedua nya sama sama terbuka dan mendapatkan kening mereka menyatu mata mereka bertemu


"Aghh apa yg kamu lakukan"ucap Renata baru menyadari dia memeluk selimut dengan erat merasakan dia sudah tidak berpakaian lagi


"K..kamu yg ngapain kamu yg goda aku seperti dulu iya kan"ucap Adam dia gugup sendiri


"Jelas jelas semalam yg pertama yg mulai kamu masih mau ngelak"ucap Renata


"Ya Allah ternyata seindah ini atas nikmat yg engkau berikan"gumam Adam di kamar mandi dia senyum senyum sendiri


"Aku sudah jadi istri Adam sesungguhnya hah"Renata menghembuskan nafasnya kasar tapi mengingat semalam membuat pipinya merah


"Adam,Nur aja udah mau lahiran masak iya kamu belum membuat Renata hamil"ujar Zahra saat mereka sarapan mengingat itu Adam dan Renata malah malu malu


"Ma udah jangan paksa Adam nya tidak baik lho biar Allah merencanakan jalan yg terbaik"ujar Devil


"Iya iya"ujar Zahra cemberut


"Udah aku mau berangkat kerja"ujar Adam berdiri dan berlalu


"Ahhh kenapa jadi salah tingkah kayak gini sih"batin Renata menunduk


"Renata sama saja seperti dulu rasanya begitu menyenangkan seperti vitamin aja"batin Adam tersenyum lebar memasuki mobilnya


###


Aina mau tidak mau di desak pulang karna mama nya mengatakan jika Nur sudah lahiran tentu batin Aina bergejolak jika tidak melihat keponakan nya itu , sebenarnya Aina belum siap untuk ketemu dengan Alif tapi apa boleh buat Aina pingin sekali melihat keponakan nya


"Ya Allah kuat kan hamba mu ini"gumam Aina turun dari kereta api lalu berjalan pelan dia binggun mau kemana sebenarnya Aina juga merasa bersalah pernah membuat Abi dan Nur bertengkar meski itu karna salah paham namun secara tidak langsung Abi sudah menyentuh tubuhnya sedangkan Abi hanya orang asing memikirkan itu mental Aina sering kali lemah


"Aina"ucap seseorang membuat Aina menoleh


"Kak Adam"ucap Aina


"Kamu baru sampai mau lihat Nur lahiran"tanya Adam serius


"Iya kak,kak Adam sendiri ngapain di sini"tanya Aina

__ADS_1


"Aku habis mengantar klien ku pulang "ucap Adam


"Mau aku antar siapa yg menjemput mu"ujar Adam


"Boleh deh kebetulan aku pulang tidak kasih tau siapa-siapa"ujar Aina tersenyum lalu mengikuti Adam yg menoleh


"Mau aku telepon kan Arysif atau orang tua mu"ujar Adam membuka kan pintu buat Aina


"Ngak usah kak lagian ini kan udah malem nanti tantu menganggu mereka boleh tidak aku menginap di rumah kak Adam"ucap Aina


"Tentu boleh"ujar Adam lalu melaju kan mobil nya Adam sesekali melirik Aina tidak mudah bagi Aina melewati masa sulit nya ini


"Kamu masih merasa bersalah pada Nur takut pulang "tanya Adam memecah keheningan


"Aku pergi tidak hanya melupakan masa lalu tapi bagi seorang wanita yg menutup aurat apa lagi bersuami sangat hina di sentuh pria lain seakan harga diri dan martabat nya hancur meski aku dan kak Abi hanya ada yg menjebak secara tidak langsung kak Abi telah menyentuh luluh tubuh ku dan itu sangat menghancurkan aku tidak hanya harga diri namun martabak sebagai wanita ikut hancur"ujar Aina bersedih


"Allah pasti memberi mu yg terbaik"ujar Adam datar lalu mobil masuk pekarangan rumah


"Kasihan Aina "batin Adam lalu keluar mengajak Aina masuk


"Mari aku antar ke kamar"ujar Adam sopan


"Makasih kak udah mau mengajak ku menginap "ucap Aina tersenyum


"Jangan sungkan ini sama juga seperti rumah mu"ujar Adam


"Adam"panggil Renata dengan wajah jengkel nya


"Kenal kan.....ucap Adam terpotong


"Dia siapa"tunjuk Renata pada Aina dengan wajah marah


"Dia Aina "ucap Adam


"Kamu enak ya semalam udah nikmati tubuh ku sesuka hati mu malah kamu ajak wanita lain pulang "ucap Renata


"Aku menuntut sebagai istri kamu hargai aku ngak sih sebagai istri mu"ucap Renata


"Cukup"ucap Adam


"Kamu berani ya sudah ya bertanya soal kehidupan ku"geram Adam


"Kamu yg cukup"kesal Renata


"Aku tau aku tidak baik mungkin lebih baik dari pada dia tapi kamu ngak boleh sejahat ini pada ku"ujar Renata kecewa


"Jahat kamu ya"ucap Renata berlalu


"Heh Renata"panggil Adam menyusul Renata


"Ya Allah apa kehadiran hamba ini selalu membawa pertengkaran "gumam Aina bersedih Aina berbaik ingin pergi


"Lho Aina"ucap Zahra berlari kecil


"Tante "ucap Aina tersenyum


"Kamu mau kemana malam malam gini"ujar Zahra


"Aku mau pergi aja tan di mana aku berada selalu mengundang masalah"lirih Aina sedih


"Jangan seperti itu Aina kamu tetap anak tante kesayangan tante Adam dan istri nya hanya salah paham jangan menyalahkan diri sendiri "ujar Zahra mengelus wajah Aina


"Makasih tan"Aina memeluk Zahra dengan erat sungguh sesak rasanya alasan suami istri bertengkar karna diri nya

__ADS_1


__ADS_2