
Arysif membawa Humairoh ke dokter dan dokter mengatakan jika itu normal terjadi jika nanti kista itu keluar dokter akan memeriksa lagi apa rahim Humairoh sehat karna rasa sakit yg Humairoh rasakan jadi dokter memberi obat anti nyeri pada Humairoh.Setelah itu Arysif mengajak Humairoh pulang
"Gimana Arysif apa kata dokter"tanya Syifa saat mereka sampai rumah
"Kata dokter normal ma itu kista nya akan keluar Humairoh harus bersabar "jelas Arysif
"Humairoh sabar ya Allah akan ganti sakit mu dengan kebahagiaan "ucap Syifa mengelus kepala Humairoh
"Iya bun"ujar Humairoh tersenyum
"Ya udah istirahat dulu aku mau ketemu sama Nur dulu"ucap Arysif mengelus kepala Humairoh lalu menuju kamar Nur
"Nur"ucap Arysif masuk
"Ada apa"ucap Nur
"Gini kamu kan tau Humairoh sakit aku mau pokus pada nya kamu aja yg gantiin aku sementara "ucap Arysif
"Ngak deh"tolak Nur
"Bantu aku kali ini aja Nur"ucap Arysif memelas
"Arysif kamu lupa apa yg aku lakukan pada perusahaan aku tidak mau"ujar Nur
"Yg mengendalikan semua nya Abi kamu tinggal urus soal berkas email dan meeting nanti kamu bisa bicara kan ke putusan pada Abi"ujar Arysif
"Baik lah tapi jangan lama ya "ujar Nur setuju
"Jika Humairoh sembuh aku akan kerja langsung"ujar Arysif tersenyum dia keluar mengambil ponsel untuk menelpon Abi
"Aina"panggil Leon tersenyum mendekati Aina yg duduk di sofa ruang tamu
"Kak Leon"ujar Aina tersenyum berdiri mendekati Leon
"Aku bawa kan sisa barang Alif"ujar Leon meletakkan kardus besar itu
"Ehh kamu jangan mengangkat nya ingat baru operasi"ucap Leon
"Iya kak"ucap Aina tersenyum
"Kak Leon belum berangkat ke rumah sakit "ucap Aina
"Baru mau berangkat mama suruh antar barang Alif"ujar Leon
"Kak sekalian beri kan pada Alif ya makan siang nya tadi aku mau antar tapi kayak nya aku kecapekan deh hanya jalan sebentar udah capek jadi aku titip aja sama kak Leon"ujar Aina memberi kan rantang itu ada tulisan Alif dan di bawah nya ada nama Aina membuat Leon tersenyum
"Iya nanti aku berikan tapi aku boleh kan minta"ujar Leon becanda
"Ngak boleh kak ini kan khusus buat sabahat flash suami kak Leon jika mau di kasih sama istri nikah dong"ujar Aina tertawa kecil
"Wah mengejek kamu"ucap Leon tersenyum
"Ya udah aku pergi ya"ujar Leon tersenyum dia melihat Nur turun dari tangga jadi Leon segera pergi
"Kenapa semua orang suka sama Aina padahal cantik aku elegan aku asikkan aku sedang kan Aina orang seperti kurang perhatian diam terus di rumah tapi semua orang menyukai nya Abi Alif termasuk Leon"batin Nur membandingkan diri nya dan Aina dia segera pergi rasa benci mulai timbul di hati Nur
Nur dan Abi melihat gedung untuk acara nanti Arysif sudah jelaskan pada Abi jika sementara Nur akan mengantikan nya Abi tidak banyak membantah karna sekarang dia sebagai asisten.Abi pokus pada jalanan dan Nur hanya diam begitu lah hubungan mereka kesunyian
"Kamu nanti urus aja dekorasi gadung dan makanannya nanti aku mengatur para tamu"ujar Abi pokos dengan jalanan Nur diam sampai dia menoleh pada Abi
"Apa sih beda nya aku dan Aina sehingga semua orang menyukainya seakan menganggap aku tidak ada"ujar Nur serius Abi sempat menoleh ke arah Nur setelah itu pokus
"Kamu emang cantik bahkan sangat cantik tapi kecantikan mu kalah oleh sikap mu yg merasa kamu paling tau segalanya kamu sombong angkuh dan egois dan Aina dia tidak cantik tapi manis dia sederhana hanya itu hati nya bersih "jelas Abi
"Kamu cinta sama Aina"tanya Nur
"Siapa yg ngak jatuh cinta sama Aina tapi aku sadar Aina bukan lah milik ku aku pria sejati tentu menepati janji ku akan menerima mu"jelas Abi,Nur diam menyender kan tubuhnya ke jok mobil
Alif pulang cepat karna harus memeriksa keadaan Aina dia menyaiap kan beberapa obat yg harus dia bawa pulang setelah selesai Alif mengambil bekal nya tadi dia memasukkan ke tas nya dan segera pulang biasanya dulu jika Alif minta di buat kan makanan Aina sering mengirim nya makanan
"Kenapa di sini"tanya Alif duduk di samping Aina yg lagi nonton di ruang tamu
"Sumpek di kamar"jawab Aina mengubah Chanel televisinya Alif meletakkan tas nya di atas meja ikut Aina menonton
"Gimana apa luka mu baikan"tanya Alif
"Lumayan udah kering aku bisa beraktivitas tapi aku hari ini merasa sangat capek untuk jalan aja capek banget "ujar Aina memperjelas Alif memeriksa denyut nadi Aina
"Kenapa suhu badan mu naik kayak demam "tanya Alif meletakkan tangannya di kening Aina
"keadaan nya aja mungkin panas aku ngak merasa demam"ucap Aina
"Kamu ngak mual lagi"tanya Alif
__ADS_1
"Engak cuman ngak nafsu makan sama sering capek"ujar Aina
"Kamu istirahat di kamar aja ayo sini aku temani"ujar Alif memegang tas nya menepuk bahunya
"Biar aku gendong"ujar Alif serius Aina naik ke sofa dia melingkar kan tangan di leher Alif dan naik ke punggung Alif
"Aduh berat banget sih "keluh Alif
"Iss emang aku gendut kamu mah kebiasaan"ujar Aina sebal mencubit tangan Alif yg cengengesan lalu mereka menuju kamar
"Awas pelan pelan"ujar Alif meletakkan Aina di kasur lalu dia menyiapkan bantal dan menarik selimut
"Istirahat saja "ucap Alif mengambil suntikan dan menyuntik ke lengan Aina
"Lif aku bau obat ngak"tanya Aina
"Iya tapi kenapa kamu tanya "ujar Alif membuang suntikan itu
"Kamu pasti mau mual ya"ujar Aina
"Aina ini udah biasa bahkan aku menangani pasien yg muntah di depan ku aku udah biasa dengan ini semua"ucap Alif melepas kan sepatu nya ikut Aina berbaring dia menatap Aina
"Ehh emang aku boleh ikut kamu baring"tanya Alif
"Iya boleh aneh aneh saja kamu ini kamu dasar bocah"ujar Aina memeluk Alif
"Waduh aku merasa pipi mu panas merona ya"ujar Alif tertawa geli
"Nyebelin"ujar Aina mencubit perut Alif ,perlahan mata nya berkunang-kunang dan tertidur
"Istirahat yg benar"ujar Alif melepaskan pelukannya menyelimuti Aina dia mengelus pipi Aina mengecup lembut kening Aina
"Cepat sembuh hati ku jadi hamba tanpa keseruan mu"ujar Alif menghembuskan nafasnya kasar lalu beranjak
####
Abi lagi mencatat daftar para tamu untuk acara nanti dan Nur menyiapkan semuanya mereka berdua di dalam kamar sibuk dengan urusan masing masing ya seperti itu la mereka sangat dingin dengan hubungan keduanya
"Siapa nama marga Adam dan keluarga nya secara dia memiliki dua nama belakang"tanya Abi dia kesulitan memilih nama Marga untuk Adam
"Adam sih nama nya Adam Ardiardo tapi itu nama nya om Devil sih menggabung kan perusahaan nya tapi tetap pada Margaretha jadi kamu buat aja Margaretha"jelas Nur
"Tamu sekitar ada berapa aku mau pesan makanan"ucap Nur bertanya
"Oke"ucap Nur mengetik di ponsel nya
"Ehh perusahaan Kerten mengadakan acara"ucap Alif menunjukkan ponselnya pada Aina yg lagi nonton karna tidur tadi sore jadi Aina ngak bisa tidur sekalian menemani Alif
"Undangan online"ucap Aina mengambil ponsel Alif membaca nya Alif yg berbaring di perut Aina hanya menatap Aina kedua nya emang tidak ada kecanggungan namun kadang jika hal intim saja buat Aina salah tingkah
"Itu acara apa sih"tanya Alif kurang paham
"Jadi waktu kak Nur memimpin perusahaan rugi besar nah mungkin bang Arysif sudah bisa mengembalikan keuangan perusahaan dia akan mengembalikan uang itu ya dengan acara ini jadi keluarga kak Adam jadi tamu terhormat nya"jelas Aina pokus lagi pada tv nya
"Boleh ajak pacar dong"ujar Alif semangat
"Emang punya"ujar Aina menyelidiki
"Punya kamu pacar nya"ucap Alif tertawa
"Iya pacaran setelah halal itu seru juga"ujar Aina santai
"Boleh dong"ujar Alif memajukan bibir nya Aina menjitak kepala Alif pelan
"Mulai aneh nya"ujar Aina sebal Alif tertawa kecil memeluk perut Aina ikut Aina menonton TV replek sendiri Aina malah mengelus kepala Alif mereka menonton tv sama sama
###
Karna ada acara sekalian mengunjugi cucu nya Maya ,Fatma sama Fikram berkunjung itu membuat seisi rumah heboh mereka harus apa dan bagaimana karna para orang tua akan berkunjung hanya Aina yg santai dengan duduk di ruang tamu menonton tv karna dia juga dilarang Alif banyak gerak takut Aina malah pingsan karna kecakapan
"Heboh bener "tanya Alif duduk di samping Aina
"Oma kakek sama nenek mau berkunjung"ujar Aina santai
"What mereka akan kesini"ujar Alif
"Itu aja heboh kamu juga ngak boleh nyemil yg ngak sehat"ucap Alif mengambil cemilan Aina
"Sehat tau mama yg bikin"ujar Aina mengambil nya lagi
"Assalamualaikum "salam keluarga Margaretha
"Waalaikum salam "ucap mereka mendekat
__ADS_1
"Senang bertemu lagi"ujar Syifa memeluk Zahra
"Ayo duduk"ajak Arka mereka duduk tidak lama Arkan dan Zenap datang mengajak para orang tua mereka
"Assalamualaikum"ucap Arkan dan Zenap
"Waalaikum salam"ucap semua
"Ma sehat"ujar Syifa mencium tangan Maya memeluk Fatma dan memeluk ayah nya
"Iya kami sehat kamu sehat Syifa ngak pusing ngadepin Arka nya"ujar Maya yg duduk di kursi roda
"Ngak ma mas Arka udah tua mau membuat ulah"kekeh Syifa lalu mendorong kursi roda Maya
"Ma"ucap Arka mencium tangan mama nya
"Devil kamu ajak Adam nya"ujar Fatma memeluk Devil
"Iya ma Adam nya udah mau ikut"ujar Devil
"Nenek ayo duduk nek"ucap Aina berdiri
"Ehh Aina ngak usah berdiri nenek dengar dari papa mu apa yg terjadi aduh kamu buat kami jantungan saja"ujar Fatma mengelus dadanya
"Nek Allah itu tau yg terbaik untuk hamba nya yg aku lakukan hanya untuk orang tua ku yg ternyata Allah belum izinin aku pergi "ucap Aina tersenyum
"Kamu ini ya emang kesayangan oma ngak kayak om kamu tuh buat ulah terus"ucap Maya mencubit pipi Aina gemes
"Ohh ya oma aku dan Alif udah nikah beberapa hari yg lalu"ujar Aina tersenyum Alif mencium tangan Maya
"Baik baik ya Alif jangan kayak om Arka buat ulah sama tante Syifa"ujar Maya
"Lho ma aku mula di salah kan udah tua ma"ujar Arka tidak terima
"Ahh karena kamu mama cepat sakit ini karna mikirin kamu ngak bisa di atur"ucap Maya sebal mengingat kelakuan Arka saat muda
"Sama tuh kayak Nur ingat Oma ngak setuju sama Leon awas aja jika dia sampai nikah sama Leon"kesal Maya
"Tidak Oma kak Nur ngak cinta sama Leon dia udah nikah sama Abi"ujar Aina
"Nikah "ujar Maya lalu Nur dan Abi mendekat
"Oma ini Abi suami nya aku"ujar Nur mencium tangan Maya
"Bagus jika kamu udah nikah sama Abi ingat Nur oma ngak suka kamu nikah sama anak Adirata itu "ujar Maya
"Arysif ayo sini mana istri mu"ucap Maya
"Oma istri ku Humairoh "ucap Arysif mengenal kan Humairoh
"Kenapa dia kayak pucat"ucap Maya
"Oma istri ku lagi sakit"ujar Arysif
"Sakit,apa kamu tidak bisa menjaga istri mu"kesal Maya
"Bukan begitu oma Allah menguji kami dengan penyakit Humairoh tapi insyaallah dia akan sembuh"ucap Arysif
"Kalian jangan kayak ayah kalian membuat masalah"ucap Maya menunjuk Nur dan Arysif
"Ma aku yg akan mengawasi mereka mama jangan marah nanti darah tinggi mama kambuh"ujar Syifa
"Melihat suami mu darah tinggi mama kambuh mulu"ujar Maya
"Aku ini anak siapa sih"ucap Arka sebal
"Udah ahh mas"ujar Syifa menenangkan Arka
"Adam kamu belum nikah"tanya Fatma
"Belum nek aku nikah biar mama carikan aku istri"ucap Adam
"Iya ma aku ngak izinkan Adam pancaran aku takut nanti Adam salah memilih wanita apa lagi Adam pasti ada menurun sifat papa nya aku hanya takut"jelas Zahra
"Jangan banyak mengengkak Adam nanti dia memberontak"ucap Fatma
"Tidak nek yakin kok sama mama dia akan memberikan aku yg terbaik "ucap Adam merangkul Zhara Devil menepis tangan Adam merangkul Zahra
"Apaan sih"ketus Adam menepis tangan Devil merangkul Zahra
"Kamu ya apaan"ketus Devil menepis tangan Adam merangkul Zahra
"Pusing hentikan"ucap Zahra pusing memang kedua pria nya itu yg selalu bertengkar memperebutkan nya semua hanya tersenyum melihat tingkah Adam dan Devil yg merebutkan Zahra
__ADS_1