Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Melupakan dendam nya pokus membahagiakan Aina


__ADS_3

Alif di rawat di rumah sakit paru-paru nya terkena air jadi dia perlu di rawat beberapa hari , perlahan Alif membuka mata nya melihat sekeliling membuat Alif sadar jika dia belum mati dan Alif melihat Asma menatapnya Alif melepaskan oksigen nya lalu bersender di brandar nya


"Mending kamu ngak usah lanjutin rencana kamu itu"ucap Asma serius


"Aku pernah ingin meninggalkan itu namun saat melihat Aina sebelum aku membalas mereka aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri "ucap Alif


"Alif lepas kan balas dendam mu itu lihat dampak nya itu baru hal kecil mending kamu perjuangkan Aina perbaiki kesalahan mu pada Aina"ucap Asma menasehati


"Ma jangan menghalangi aku membalas rasa sakit hati ku"ujar Alif memelas Asma menghembuskan nafasnya kasar tidak habis pikir dengan Alif malah memiliki dendam seperti itu


Selama Alif di rumah sakit Nata sering dititip kan Renata di rumah Karten karna Renata menemani Asma menjaga Alif dan Adam sering ada pekerjaan mendadak


"Nata kok murung"tanya Aliza yg duduk di pangkuan Aina mereka lagi main game


"Iya kak Aliza aku sedih "ucap Nata mengaku dagu nya


"Kenapa sedih"ucap Aliza


"Paman Alif sakit ngak bisa deh main sama paman Alif"ucap Nata sedih


"Sakit kenapa paman ganteng"ucap Aliza


"Paman Alif sakit kecelakaan"ucap Nata


"Aliza aunty mau pergi"ucap Aina berdiri lalu menyerah kan ponsel nya Aina berlalu


"Mama"panggil Aina duduk di samping Zenap


"Ma aku mau ke rumah sakit"ucap Aina wajah nya cemas


"Kenapa mau ke rumah sakit sayang"ucap Zenap


"Mau ke rumah sakit mau lihat Alif"ucap Aina


"Tidak boleh"ucap Zenap


"Ma aku mau ke rumah sakit mau lihat Alif"ucap Aina menarik tangan Zenap


"Mama bilang tidak boleh Aina"ucap Zenap kesal


"Aku mau lihat Alif"ujar Aina


"Kamu di rumah aja ngak boleh ke rumah sakit apa lagi lihat Alif"ucap Zenap kesal dan berlalu meninggalkan Aina


"Pa"Aina menagis memeluk papa dengan erat


"Alif sakit aku mau lihat Alif pa"ucap Aina terisak


"Iya sayang papa telpon tante Asma ya "ucap Arkan mengeluarkan ponsel lalu dia menelepon Asma dengan video


"Assalamualaikum "ucap Arkan saat Asma mengankat telponnya


"Waalaikum salam"ucap Asma


"Kalian masih di rumah sakit"tanya Arkan


"Iya masih menemani Alif yg baru sadar "ucap Asma laku Aina mengambil ponsel Arkan


"Alif"teriak Aina menyentuh layar ponsel itu melihat itu Asma menyerah kan ponsel nya pada Alif yg lagi bicara pada Adam dan Leon


"Aina kamu kenapa"ucap Alif


"Alif baik kan aku mau jenguk Alif"ujar Aina

__ADS_1


"Iya aku udah sehat kok jangan khawatir"ucap Alif tersenyum


"Ngak aku mau lihat Alif"ucap Aina


"Kamu di rumah aja aku baik"ucap Alif lalu ponsel Aina di rampas Zenap memutuskan sambungan itu


"Mas ini ngak menghargai perasaan aku sebagai istri dan mama nya Aina "kesal Zenap


"Zenap kamu jangan egois terhadap Aina"ucap Arkan


"Jangan rasa benci mu malah menghilangkan kebahagiaan Aina"ucap Arkan


"Justru itu mas Aina menderita sekarang ini karna siapa karna Alif"ucap Zenap


"Kesalahan Alif itu hanya tidak menghargai keberadaan putri kita yg melakukan itu semua Olif"tegas Arkan


"Tetap saja semua nya salah Alif"ucap Zenap


"Ya Allah apa yg kalian ribut kan suara kalian sampai terdengar lantai atas"ucap Syifa turun


"Aku tidak mengerti dengan jalan adik ipar mu ini"ucap Zenap tidak habis pikir


"Aku berfikir sebagai papa nya Aina yg menginginkan yg terbaik untuk putri nya kamu yg seperti kanak kanak tidak bisa paham dengan kebahagiaan Aina"ucap Arkan


"Stop kalian berdua ini sama sama tidak memikirkan perasaan Aina"ucap Syifa memeluk Aina yg menangis menunduk


"Kamu kenapa sayang"ucap Syifa lembut


"Hiks hiks aku hiks mau ketemu sama Alif dia sakit di rumah sakit "Isak Aina di pelukan Syifa


"Iya nanti kita kesana ya"ucap Syifa mengelus punggung Aina


"Kamu tidak bisa melakukan itu Syifa"ucap Zenap


"Aku yg akan membawa Aina kamu jangan khawatir aku akan menjaga nya lanjut kan saja pertengkaran kalian itu"ucap Syifa merangkul Aina mengajak nya pergi


###


"Kamu kenapa bisa disekap"tanya Adam


"Aku padahal udah merencanakan sebaik mungkin tapi saat aku menemui mereka menunjukkan kebejatan Darmo itu pada Olif yg pernah meniduri nya supaya mereka bermusuhan mereka malah tidak peduli malah menjalin hubungan berdua di depan ku"jelas Alif


"Astaghfirullah mereka itu kakak adik kenapa malah seperti itu"ucap Renata tidak habis pikir


"Aku ngak tau tapi beruntung kalian menyelematkan aku dan juga banyak bersyukur pada Allah masih memberi aku kesempatan "ucap Alif


"Benar itu tapi sepertinya kita harus berhati hati kekuatan Darmo semakin besar saja"ucap Adam cemas dengan keluarga nya dan Alif jadi target


"Aku yakin bisa menghancurkan Darmo"ucap Alif penuh keyakinan


Cklek


"Alif"ucap Aina lari kecil memeluk Alif dengan erat


"Kamu kenapa ke sini"ucap Alif


"Kamu kamu kamu sakit kenapa sakit aku aku ngak mau lihat Alif sakit"ujar Aina terisak


"Aku baik baik saja jangan khawatir "ucap Alif tersenyum menghapus air mata Aina yg menangis


"Jangan menangis lagi aku udah sembuh bentar lagi juga udah boleh pulang "ucap Alif memeluk Aina dengan erat


"Alif ngak bohong kan"ucap Aina menyentuh wajah Alif

__ADS_1


"Iya ngak bohong"ujar Alif tersenyum mengengam tangan Aina dan memeluk Aina


"Kenapa kamu yg mengantar Aina"tanya Asma


"Zenap benar lebih gila dari Aina masak dia dengan keadaan Aina seperti ini malah bertengkar dengan Arkan soal tidak mengizinkan Aina ketemu sama Alif"ucap Syifa


"Aku ngak habis pikir dengan Zenap"ucap Syifa


"Aku paham sih Zenap sangat menyayagi Aina menyalahkan Alif penyebab itu semua"ucap Asma paham dengan perasaan Zenap


"Iya kita semua tau itu yg merenggut kehidupan Aina siapa Olif bukan Alif dan kita semua tau secinta apa Aina terhadap Alif"ucap Syifa


"Kamu dengar Alif jadi membalas dendam itu hanya sia sia mending kamu perjuang kan Aina"ucap Asma


"Menurut ku begitu juga Alif soal Darmo dan Olif nanti biar mas Adam dan papa devil mengurus nya kamu pokus saja pada Aina"ucap Renata,Alif diam dia mengelus kepala Aina yg memeluk nya erat yg di katakan mama nya dan Renata itu ada baik nya


"Baik lah aku akan lebih pokus pada Aina"ujar Alif memeluk Aina


"Tante ikut lega jika begitu Aina akan lebih baik pada mu rasa cinta itu menambah semangat hidup"ucap Syifa tersenyum


####


Karna di nasehati orang tua nya jadi Alif merela kan dendam nya memilih memperjuangkan Aina dan bahagia bersama Aina melepaskan rasa dendam di hati nya


Alif bersiap menjenguk Aina di kediaman Karten yg tentu untuk meminta restu kedua orang tua Aina,Alif harus bisa menerima maaf dari orang tua Aina


"Paman ganteng"ucap Aliza lari memeluk kaki Alif


"Hai Aliza ini paman bawakan eskrim untuk mu"ucap Alif tersenyum


"Ye makasih paman"ucap Aliza semangat dia membawa bingkisan itu pergi


"Tante Zenap dan om Arkan ada di belakang rumah semangat"ucap Syifa tersenyum


"Makasih tan"ucap Alif tersenyum lalu dia berjalan menuju belakang rumah yg memang ada Zenap dan Arkan yg lagi mengobrol


"Assalamualaikum"ucap Alif duduk di depan Zenap dan Arkan


"Waalaikum salam"ucap kedua nya


"Alif ada keperluan apa menemui kami"ucap Arkan


"Om tan aku benar minta maaf atas kesalahan ku di masa lalu tidak membuat Aina bahagia"ucap Alif menyesal


"Jika di beri kesempatan sekali lagi aku mau memperistri Aina lagi "ucap Alif serius


"Tidak akan"ucap Zenap cepat


"Saya tidak pernah setuju Aina jatuh di tangan pria seperti mu anak saya terlalu berharga untuk mu"ujar Zenap


"Tante aku tau kesalahan ku tapi aku mohon beri aku kese satu kali ini aja untuk membahagiakan Aina"ucap Alif


"Aku janji mencintai Aina setulus hati ku dan aku janji mencintai nya sepenuh hati ku memperlakukan Aina sebaik mungkin"ucap Alif penuh keyakinan


"Alif bersama mu dia hilang otak nya dan kali ini apa lagi mau kamu renggut dari nya nyawanya"tegas Zenap


"Tan aku mohon izinkan aku menikahi Aina"ucap Alif berlutut


"Jika aku mengingkari nya maka kalian boleh melakukan apa saja terhadap ku"ucap Alif


"Kamu tidak pantas untuk Aina kamu tidak perlu memohon seperti itu karna sampai kapan pun saya tidak pernah merestui kalian"ucap Zenap berlalu pergi Arkan diam saja dia tau kemarahan Zenap tapi tidak sepenuhnya semuanya salah Alif


"Jangan putus asa "ucap Arkan menepuk bahu Alif lalu ikut pergi

__ADS_1


"Aku harus melakukan apa biar tante Zenap dan om Arkan mengizinkan aku menikahi Aina"gumam Alif tapi dia tidak boleh menyerah begitu saja


__ADS_2