Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)

Jodoh Ku Seorang Presdir (Season 2)
Saling terhubung


__ADS_3

Aina sudah bersiap-siap akan segera berangkat meninggalkan kenangan indah nya bersama Alif meninggalkan Alif yg akan bahagia bersama wanita yg dia pilih dan Aina ikhlas melepaskan Alif itu untuk kebahagiaan Alif,Aina tersenyum menatap rumahnya banyak kenangan bersama Alif di rumah itu dari kedatangan Alif sejak kecil sampai sekarang sangat membekas di rumah itu


"Sayang jaga diri baik baik ya nanti berusaha kasih kabar buat mama"ujar Zenap memeluk Aina


"Iya ma aku akan berusaha memberi kabar pada mama"ucap Aina tersenyum


"Papa"ucap Aina memeluk papa nya erat


"Papa yakin kamu kuat sayang jangan menyerah"ujar Arkan mencium kening Aina


"Makasih pa"ujar Aina memeluk erat


"Aina malas tau lihat kamu pergi aku sendiri"ujar Humairoh cemberut


"Gimana dong kak aku harus pergi untuk menggembala"ujar Aina terkekeh


"Om tante ngak usah antar Aina aku yg akan mengantar Aina"ucap Ragil


"Baik lah makasih ya Ragil"ujar Zenap tersenyum


"Iya tan"ucap Ragil tersenyum


"Nur Nur"ucap Abi membangun kan Nur


"Eghmm kenapa "Nur menggeliat pelan


"Kamu ngak mau bicara pada Aina dia udah mau berangkat"ujar Abi mengingat kan


"Biarkan saja lah dia berangkat "ujar Nur malas


"Yakin kamu"ujar Abi


"What jadi dia ngak becanda aku harus melihat nya"ujar Nur membuka mata dia jadi panik


"Jilbab nya Nur"ujar Abi saat melihat Nur melompat dari kasur


"Ya ya Jilbab ku"ujar Nur meraih memakai nya lalu lari


"Aina"panggil Nur membuat Aina menoleh


"Kak Nur"ujar Aina berjalan mendekat memeluk Nur


"Maafkan aku jangan pergi karna aku"ujar Nur menyesal


"Kak aku pergi bukan kesalahan kak Nur masalah aku dan kak Abi itu udah selesai oleh bukti yg Avantika bawa kemarin aku pergi butuh ketenangan jiwa butuh ketenangan pikiran kak"ujar Aina mata nya merah mau menagis


"Tapi Aina"ujar Nur


"Kak bahagia selalu sama kak Abi"ucap Aina memeluk Nur dengan erat


"Aina maafkan aku bahkan aku menampar mu"ujar Nur menyesal


"Ngak apa kok kak"ujar Aina tersenyum lalu dia melangkah pergi melambaikan tangan pada semua dan masuk mobil


"Siap"ujar Ragil tersenyum


"Iya"ucap Aina tersenyum mobil melaju


"Aina ada mobil Alif"ucap Ragil


"Biarkan saja"ucap Aina ,Ragil melaju kan mobil nya pelan ada Alif yg keluar dia menghalangi mobil Ragil dan mendekat


"Ada apa"ujar Ragil membuka jendela mobil nya


"Aina aku mau bicara sebentar pada mu"ujar Alif serius Aina menatap Ragil takut telat


"Masih punya waktu"ucap Ragil tersenyum Aina keluar dari mobil dan sedikit menjauh


"Aina"lirih Alif menatap Aina yg menunduk


"Bicara langsung saja nanti aku telat"ujar Aina menunduk langkah Alif maju membuat Aina memundurkan langkahnya


"Kenapa ada jarak"lirih Alif


"Maat Alif aku tidak ingin dosa menatap suami orang kamu lebih tau aku bagaikan"ujar Aina


"Aina kita tetap bersahabat kan kenapa kamu meninggalkan aku dan mengacuhkan aku"ujar Alif lirih


"Aku minta maaf"ujar Alif sangat lirih


"Aku sudah maafkan kamu Alif tapi maaf hubungan kita berakhir sejak aku menanda tangani surat cerai itu kita tidak mungkin menjalin hubungan jika kamu sudah menikah Alif kamu harus belajar dewasa menghargai istri mu aku tidak ingin lebih sakit melihat mu jika terus bersama mu jadi maaf aku tidak bisa aku dan kamu hanya orang asing dan hanya mama mu dan mama ku yg bersahabat kita tidak"ujar Aina melangkah pergi


"Aina"panggil Alif tapi Aina berlalu dia menyeka air matanya masuk mobil Alif tidak bisa berkutik dia tau kesalahan nya sampai membuat hubungan nya dan Aina hancur


"Aina"ujar Ragil melihat tubuh Aina gemetaran menutupi wajahnya Aina mengeleng pelan dan Ragil melaju kan mobil nya


"Ketegaran Aina ini tidak pernah aku bayangkan dia fisik nya aja lemah tapi kenapa hati nya sangat teguh dan kuat"ujar Syifa melihat mobil itu menjauh

__ADS_1


"Mungkin saja Aina sering melihat kekuatan mama nya saat papa nya selingkuh sesama pria"ujar Arka serius


"Apa kak Arka lagi menyindir ku"geram Arkan


"Gimana ya itu kenyataan"ujar Arka santai


"Menjengkelkan"geram Arkan lalu masuk bersama Zenap


Tujuan Avantika dan Aina adalah ke salah satu desa terpencil yg kekurangan medis kesehatan sedangkan di sana mengalami masa masa banyak warga yg sakit dan mereka tidak punya biaya untuk datang ke rumah sakit kemurahan hati ada orang yg memerintahkan Avantika datang ke sana membantu warga di sana jadi Avantika datang.Aina menyenderkan kepalanya di kereta api yg jalan itu dia melihat lintasan yg cepat merasakan hati nya sangat sakit dan pilu tanpa sadar air matanya jatuh lagi mengingat Alif


"Ya Allah kuat kan aku menghadapi ini semua hilang kan rasa ini ya Allah karna ini sangat salah mencintai suami orang "batin Aina


"Perasaan Aina sangat besar dia tetap memakai cincin pemberian Alif"batin Avantika melirik tangan Aina masih melekat di jari manis Aina


####


Alif duduk di tangga menatap ke seluruh penjuru rumahnya tidak hanya di rumah Karten tapi di rumah Altaf pun sangat banyak kenangan Alif dan Aina saat saat mereka becanda ria masih sangat membekas ,entah kenapa Alif kembali merasakan kehampaan itu kesepian hilang semangat hidup sama saat dia berada di luar negri saat kuliah dulu


"Alif ngapain"ujar Gio menepuk bahu Alif yg bengong


"Aina pergi pa"lirih Alif pelan Gio menatap Alif lalu menatap tangan Alif cincin nikah nya bersama Aina masih melekat di jari manis nya sedangkan cincin dengan Olif berada di jari tengah nya


"Alif ini keputusan kamu sendiri kami memaksa mu mencerai kan Aina bukan tanpa sebab kami memikirkan Aina dia makin tersiksa jika melihat kamu bersama Olif kamu tidak boleh egois terhadap Aina"ujar Gio


"Papa ngak akan biarin kamu kembali pada Aina bukan papa tidak suka terhadap Aina justru papa sangat menyayangi Aina tapi kamu sudah menikah Alif hargai istri kamu jangan kamu permainan pernikahan kamu sendiri gantikan Aina jadi Olif kamu harus bisa "ujar Gio


"Istri mu menunggu mu"ujar Gio lalu berlalu


###


Avantika sangat panik baru satu hari mereka berada di desa itu Aina mengalami demam yg sangat tinggi demam nya tidak turun Avantika berusaha menelpon tapi sangat sulit


"Aduh bagaimana ini apa aku harus pulang jika terjadi sesuatu pada Aina bagaimana biar gimanapun Aina tidak biasa berada di lingkungan kumu ini"ujar Avantika panik dia menyelimuti Aina dengan beberapa selimut


"Avantika aku menggigil"lirih Aina membuka mata nya bibir nya pucat wajahnya berkeringat


"Aina kamu demam aku udah beri obat tapi tetap demam nya tidak turun kamu yg kuat ya"ujar Avantika mengompres tubuh Aina


Sedangkan di sisi lain juga sama Alif mengalami demam yg sangat tinggi juga membuat Olif sangat cemas dengan keadaan Alif dia memeluk Alif dengan erat menghangat kan tubuh Alif tapi tetap demam nya tidak turun jadi Olif memberi tau Gio untuk memeriksa keadaan Alif


"Kenapa dia bisa demam"ujar Asma cemas


"Ngak tau ma makan Alif teratur dia juga tidur dengan cukup tidak terkena hujan"ujar Olif cemas


"Aina,huuk Aina"lirih Alif mengigau Asma dan Gio saling tatap


"Alif bangun kamu kenapa demam"ujar Asma menepuk wajah Alif pelan


"Aina Aina Aina"lirih Alif pelan Asma tidak enak terhadap Olif yg memandang Alif yg mengingau


####


Zahra mengajak Zenap dan Syifa untuk makan di luar dia ingin mencari koki untuk di rumah nya karna koki yg lama akan pensiun itu kesusahan untuk Zahra apa lagi Zahra tidak boleh kecepatan jika Zahra tetap memaksa dia akan melihat perang di rumah nya antara Adam dan Devil membuat kepala Zahra pecah oleh kedua nya


"Aku turut sedih hal yg menimpa Aina"ujar Zahra serius


"Hah mau bagaimana sebenarnya aku sangat marah sama Alif tapi ya mau bagaimana"ujar Zenap pasrah


"Aina wanita yg kuat dia ngak akan menyerah begitu saja"ujar Syifa


"Kamu tidak memutuskan hubungan sama Asma kan"ujar Zahra


"Ngak lah kemarin kami jalan bersama nya hanya anak anak kami yg mempunyai masalah"ujar Zenap


"Aina itu kuat seperti diri mu"ujar Syifa tersenyum


"Silahkan nikmati nyonya"ujar nya menyediakan makanan


"Cocok untuk anak ku"ujar Zahra tertawa melirik wanita itu


"Sembarangan jika wanita ini punya suami bagaimana "ujar Syifa mengeleng


"Emm cobain"ujar Zahra menikmati nya


"Ya benar "ujar Syifa


"Wah kamu cukup berbakat untuk masak"ujar Zahra takjub melihat wanita itu masih sangat muda tapi masakan nya sudah sangat sempurna


"Terimakasih nyonya"ujar nya tersenyum


"Bagaimana kamu jadi koki aja di rumah saya kebetulan koki saya mau pensiun"ujar Zahra


"Suatu kehormatan buat saya nyonya tapi restoran ini banyak memberikan saya pelajaran saya tidak mungkin keluar begitu saja"ujar nya


"Kamu tinggal masak buat makan siang dan makan malam saja"ujar Zahra


"Soal gaji saya akan memberikan yg layak untuk kamu"ujar Zahra

__ADS_1


"Ini kartu nama saya jika nanti kamu berubah pikiran kamu bisa datang ke alamat ini"ujar Zahra


"Terimakasih nyonya"ujar nya mengambil kartu nama itu lamu permisi pergi


"Kenapa ngak masak sendiri"ucap Zenap


"Jika aku masak dan kecapekan maka Adam dan mas Devil akan perang saling menyalah kan membuat kepala ku pecah"ujar Zahra membuat ketiga nya tertawa


"Dasar Adam aku mau lihat perempuan seperti apa akan jadi istri nya dia itu melebihi kak Devil"ujar Syifa terkekeh


"Entahlah"ujar Zahra tersenyum


####


Adam berjalan memasuki restoran itu untuk makan siang dia sambil memainkan ponselnya karna ada pesan dari klien nya untuk pertemuan mereka besok karena terlalu pokus dengan jalanan membuat Adam tidak tau orang di depan nya yg mundur


Brak


kekacauan di restoran itu terjadi Adam masih mematung saat gadis itu terjatuh Adam berniat mengulur kan tangannya tapi wanita itu sudah berdiri dengan baju nya yg kotor


"Maaf tuan"ujar nya menunduk hormat saat dia menatap Adam seakan waktu berhenti


"A..a..Adam"ucap nya terkejut Adam masih mematung menatap wanita itu mengingat masa kuliah nya


Flashback


Saat kuliah Adan sama seperti saat kecil wajah datar dingin dia tidak terlalu dekat dengan siapa siapa hanya Leon teman nya, karna kuliah mereka sama beda bidang saja.Karna wajah tampan Adan menarik perhatian para wanita di kampus namun Adam tidak tersentuh sedikit pun pada para wanita itu,Di kampus ada wanita cantik bernama Renata Candra dia keluarga terpandang tapi Renata wanita nakal suka mabuk pesta dan suka membully teman nya dia mengejar Adam tapi ya Adam mah Acuh dengan wanita itu yg seksi beda dengan wanita yg dia suka yg harus sama dengan mama nya kalem selain itu juga Renata dan Adam beda agama itu kenapa Adam menjauhi nya


"Adam"panggil Rena nama sapaannya Adam masih acuh membaca buku nya


"l love you "ucap nya tersenyum


"Menjauh"ucap Adam datar mereka berada di perpustakaan


"Kenapa sih"ujar Rena


*Kita beda agama kita sampai kapan pun tidak bisa bersama"ujar Adam datar


"Ohh jika begitu kamu menyukai ku hhmm"ujar nya


"Tidak sama sekali "ujar Adam ,Rena lalu duduk di pangkuan Adam berusaha menggoda Adam


"Dasar wanita jal***"bentak Adam marah Renata selalu berani menggoda nya


Suatu ketika ada pesta kampus untuk wisuda mereka Adam dan Leon juga datang mereka mabuk dan berpesta ria bersama keadaan remang dan gelap apa lagi keadaan semua orang mabuk dan teler Adam tidak sengaja menabrak seseorang membuat dia menoleh


"Adam"ucap nya yg ternyata Rena dia memeluk Adam menyentuh bibir Adam


"l love you"ujar Renata tersenyum mencium bibir Adam dengan berani Adam memeluk pinggang ramping wanita itu membalas nya lalu mereka pergi ke hotel yg ada di sebrang pesta


"Adam aku sangat mencintaimu tidak peduli dengan agama kita yg beda"ujar Rena melepas kan pakaian nya satu persatu


"Kamu emang wanita murahan aku tidak suka wanita seperti mu karna kamu sudah menggoda ku aku akan memberi mu pelajaran wanita hina"ujar Adam lalu mencium Rena dengan ganas tanpa sadar mereka melakukan nya dengan lama


Saat Adam terbangun dia berada di atas tubuh Rena yg memeluk nya erat Adam tidak sadar dia melakukan nya bahkan tubuh mereka masih menyatu dengan sempurna Adam segera bangun membuat Rena terbangun dia tersenyum menatap Adam yg memakai baju


"Ternyata hancur juga pertahanan mu"ucap Rena santai Adam menatap nya serius


"Dasar wanita hina kamu berani sekali menggoda ku"ujar Adam datar


"Kamu yg mau Adam bukan aku"ujar Rena santai


"Dengar ya kesalahan terbesar ku tidur dengan perempuan jal** seperti mu jangan kamu pikir aku akan bertanggung jawab malah aku mau mari rasa tidur dengan wanita murahan seperti kamu"ujar Adam dengan mencengkram dagu Rena


"Ini setimpal"ujar Adam melempar uang pada Renata menatap gadis itu dengan hina dan pergi begitu saja


Flashback and


"Wanita hina"ucap Adam sinis melipat tangannya di dada


"Cukup bagus kerja di sini rasanya gimana mendapat kan uang tidak dari menjual tubuh mu"ujar Adam sinis wanita itu diam dengan menunduk Adam mengangkat tangan membuat manajer itu mendekat


"Wanita ini"ujar Adam engan menatap Renata


"Nata tuan"ujar nya


"Siapa dia saya tidak mau peduli singkirkan dari pandangan saya jika mau saya jadi investasi restoran ini"ucap Adam


"Nata hari ini kamu saya pecat"ujar nya


"Tapi pak"ujar nya


"Saya banyak membantu di sini"lirih Renata


"Nata kamu mau tuan Adam mengambil saham nya di sini kamu saya pecat"ucap nya lagi lalu menarik label nama Renata


"Ternyata kita satu tempat ya perlu aku tekanan jika daerah sini aku cukup berkuasa nafas mu akan berat setiap kali bertemu dengan ku"ujar Adam menyeringai menakutkan

__ADS_1


"Puas kamu Adam silahkan lakukan yg kamu mau"ujar Renata berlalu pergi Adam kaget dengan reaksi Renata biasa nya perempuan itu akan menggoda nya tapi kenapa malah berbeda


__ADS_2