
Perkenalkan nama saya Duwi Anggita. Saya anak tunggal dari Bapak Wadi Hartono, dan Ibu Astri Hidaya. Sekarang saya menduduki bangku Kuliah semester 4. Pekerjaan ayah wiraswasta, sedangkan bunda menjadi Ibu rumah tangga. Sahabat saya bernama helsi putriana.
***********
Saya bangun pagi dan menjalani aktivitas untuk berangkat kuliah seperti biasa.
Setelah memastikan semuanya siap saya pergi kemeja makan untuk sarapan bersama ayah dan bunda. Tiba di meja makan sudah kumpul semua.
"Ayoh nak kita sarapan dulu"ucap ibu.
"Iya bun ayo aku juga udah laper banget" ucap ku.
"Makan yang banyak sayang agar ada tenaga untuk beraktivitas hari ini" ucap ayah.
"Siap bapak negara" balas ku sambil cengengesan.
Setelah itu kami sarapan dengan tenang tanpa pembicaraan lagi hingga selesai. Setelah makan saya langsung pamit kekampus kepada bunda dan ayah agar tidak terjebak macet. Sampainya di kampus saya di sambut oleh sahabat karib saya yang bernama helsi sudah menunggu didepan gerbang kampus.
"Lo lama banget sih sampeknya gua udah nunggu lama, pegel kaki gua tau gak sih". Ucapnya kesal
"Iya maaf biasa jalanan macet lo kayak gak tau aja sih" jawab ku sambil nyengir agar dia tak kesal lagi.
"Udah gak usah banyak ngomong yok masuk bentar lagi kuliah di mulai lo" ucapnya sambil menarik tangan ku.
sesampai di kampus langsung menuju meja ku dan herannya selalu ada coklat di atas meja ku tapi gak tau dari siapa.
"Lo tau gak sih dari siapa coklat itu udah satu minggu ini ada coklat terus" tanya ku kepada helsi.
__ADS_1
"Gak tuh, siapa tau dari fans lo" jawabnya asal.
"Emang gua artis pakek ada fans aneh-aneh aja lo" balas ku.
"Ya udah simpen aja dulu nanti kita cari tahu dari siapa" ucap helsi.
"Oke deh" jawab ku.
Lalu kami memulai perkuliahan hingga selesai. Tapi diriku masih di hantui oleh rasa penasaran siapakah yang memberikan coklat ini kepadaku setiap hari dan itu menjadi tanda tanya besar di otak ku.
"Woy ayok kekantin dulu laper gua" ajaknya helsi kepada ku.
"Yok gua juga laper" balasku.
Di jalan kekantin diri ku kurang fokus karna memikirkan siapa yang memberikan coklat itu, hingga menabrak seseorang.
"Hemmm" jawabnya sambil berlalu begitu saja.
"Dingin banget sih tu laki-laki gak bisa jawab lebih panjang apa" ucapku kesal.
"Udah gak usah di pikirin, lebih baik yok makan aja masalah lain bisa nanti lagi" ucap helsi.
"Yok lah" balasku.
Eeh kok sekarang ada coklat lagi ya punya siapa?" tanya ku sambil keheranan.
"Mana gua tau" balas helsi.
__ADS_1
"Ya udah makan aja dulu nanti kita pikirkan siapa yang narok coklat" ucap helsi lagi sambil cemberut.
"Baiklah ayo" ucapku
Selesai makan kami langsung pulang kerumah kebetulan tidak ada jam mata kuliah lagi hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Siapakah yang memberikan coklat itu kepada duwi?