Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 45


__ADS_3

"Maafkan bunda tadi marah sama kamu tapi bunda sudah tidak tahu lagi harus apa agar kamu tidak pergi lagi sayang" kata bunda lirih dengan air mata yang terus meluncur.


"Bunda" panggil ayah.


"Ada apa yah?" tanya bunda tapi tidak mengalihkan pandangan dari ku.


"Ayah tahu bunda kesal dengan dwi tapi apa tidak sebaiknya kita biarkan dia liburan sekalian menenangkan pikiran" kata ayah lembut agar tidak menyakiti perasaan bunda yang selalu sensitif jika berurusan dengan anak-anaknya.


"Iya bunda akan bicara lagi nanti dengan dwi kalau sudah bangun yah" ucap bunda yang sudah mulai mengerti.


"Ayo sebaiknya kita keluar jangan ganggu waktu tidurnya" ucap ayah sambil mengelus kepalaku dengan lembut.


"Ayo" ajak bunda dan beranjak dari kamar turun kelantai satu untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Sedangkan di tempat lain Ragil sedang berusaha mencari bukti dengan segala cara namun tidak mendapatkannya hingga dia merasa frustasi.


"Nak mama mau bicara" kata mama dengan tegas.


"Bicara aja ma aku akan dengarkan" kata Ragil lesu.


"Suruh wanita itu kesini mama mau bicara dengan dia" kata mama memberikan perintah.


"Tapi buat apa ma aku lagi tidak ingin bertemu dengan dia" kata Ragil malas.


"Sudah lakukan saja apa yang mama suruh, mama ada rencana" jelas mama lalu pergi begitu saja.


Hufff selalu mama ini tidak pernah mau ngomong dulu baru bertindak selalu sesuka hatinya saja. Ucap Ragil dalam hati.


Sara Wanita Ular📞....


*Halo sayang ada apa. Ucap sara.


Mama menyuruh kamu kerumah sekarang' ucap ku tanpa basa basi.

__ADS_1


Baik sayang' ucapnya kegirangan*. Lalu langsung ku akhri panggilan yang membuat ku muak.


setelah melakukan panggilan ragil kembali mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk itu. Tanpa menghiraukan kedatangan wanita ular itu di rumahnya.


"Selamat siang tante" sapa sara yang di juluki wanita Ular oleh Ragil.


"Siang silahkan duduk dan di minum dan makanan yang di meja" kata mama berusaha ramah agar rencananya tidak di ketahui oleh lawannya di depan.


"Terimakasih tante" ucapnya kesenangan tanpa curiga dia minum hingga setengah gelas tidak lama dia mulai memijit pelipisnya.


"Kamu kenapa?" tanya mama santai.


"Kepala saya sakit tante" jawabnya tidak lama dia pingsan karna obat sudah beraksi.


"Huh dasar merepotkan saja" kata mama judes. Di panggil pelayan laki-laki untuk membawa wanita itu kekamar tamu yang sudah di siapkan oleh mama beserta dokter dan perawat dan alat usg.


Dokter dan perawat itu langsung melakukan tugasnya setelah wanita itu di baringkan di kasur. Sambil menunggu hasilnya mama bersantai di sofa minum secangkir teh dan cemilan seperti tanpa beban.


"Nyonya" panggil dokter setelah selesai memeriksanya.


"Gimana hasilnya dok?" tanya mama santai.


Heh dasar bocah mau berurusan sama saya ternyata kamu" jelas mama marah.


"Baik terimakasih dok sekarang kalian boleh pergi dan ini upah kalian" lanjut mama.


"Sama-sama nyonya. Kami permisi" pamit dokter itu lalu keluar kamar tamu di antar oleh seorang pengawal.


Baiklah mari saya ingin melihat sampai dimana usaha kamu menghancurkan putra ku dan memorrotinya. Ucap mama dalam hati tidak lupa dengan seringai yang tidak pernah di tinjukan pada siapa pun selain mendiang suaminya.


"Em" suara wanita ular.


"Kamu sudah sadar ternyata" kata mama pura-pura kawatir.


"saya kenapa tan?" tanya wanita itu.

__ADS_1


"Tadi kamu pingsan" jelas mama lembut.


"Mama" panggil dwi dan desya.


"Eh kalian sudah sampai ternyata tadi mama menunggu kalian" kata mama antusias melihat kedua putrinya.


"Ada apa dengan dia ?" suara berat dan tegas berasal dari belakang mereka yang sedang asik berbicara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2