Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 38


__ADS_3

"Maaf mbak bisa saya duduk di samping anda?" tanya laki-laki yang bertopi dan bermasker.


"Silahkan mas" jawab ku singkat.


"Mbak mau kemana?" tanya laki-laki itu.


"Dekat-dekat sini saja" jawab ku seadanya dan ku tatap matanya seperti kenal dan sanvat familiar tapi punya siapa.


"Apa anda pergi karna ingin meninggalkan seseorang nona?" tanya nya lagi.


"Tidak" jawab ku singkat dan merasa risih karna laki-laki ini seperti mengorek informasi.


"Apakah nona bisa pergi dan merelakanya dengan wanita lain?" tanya nya lagi dan sekarang aku tau siapa yang duduk di samping ku.


"Kalau dia mau dengan wanita lain saya tidak akan pernah melarang seperti hubungan saya sebelum-sebelumnya saya akan iklas jika dia menjadi jodoh wanita lain. Tapi sebelum itu terjadi saya hanya meminta semoga dia jodoh saya" ucap ku panjang lebar dengan menunjukan senyuman manis ku.


"Kenapa kamu harus pergi?" tanya mas Ragil.


"Ketahuilah bahwa aku melakukan ini demi kamu tidak ada niat apa pun hanya demi bisa layak berada di samping kamu" ucap ku sendu dan mata sudah berembun.


"Aku menerima mu apa adanya tidak ada apa pun" katanya sedih.


"Aku tahu sangat tahu bahwa aku bisa menerima kelebihan dan kekurangan ku tapi apa kata mereka jika aku terus bergantung pada mu" kata ku malas saat harus teringat di hina dan di permalukan.


"Terserah jika kamu tidak mau merubah keputusan mu" ketusnya dan beranjak dari kursi dan melangkah pergi, ku kejar dan ku peluk erat dari belakang dan menangis terisak-isak.


"Jangan marah hikss hiks tolong mengertilah keadaan ku sekarang" ucap ku di sela tangisan ku.


"Baik saya tidak akan marah tapi saya perlu tahu kamu kemana dan aku akan mengantar kamu" ucapnya dingin sedingin kulkas.


"Iya iih gitu amat hiks hiks" putus ku lebih baik seperti ini.


"Sudah jangan menangis aku beli tiket dulu" katanya setelah menghapus air mata ku.


Setelah membeli tiket kami duduk dan menunggu keberangkatan. Menunggu 15 menit akhirnya di panggil dari tujuan kami dan kami melakukan berbagai pengecekan dan masuk pesawat dan duduk berdampingan aku duduk dekat jendela. Selama perjalanan aku memeluk Ragil erat dan tertidur dengan posisi nyaman di dada bidangnya. Sampai kami langsung menuju tempat dimana aku akan menetap selama 2 tahun akan mendatang yaitu kota bandung di kampus universitas wanita internasional. Setelah segala administrasi ku lakukan dan di damping oleh laki-laki tampan ini menjadi pusat perhatian para wanita di sana.


"Sekarang aku akan pergi dengan tenang tanpa harus berpikir aneh-aneh. kamu harus belajar dengan rajin agar cepat selesai kuliahnya" ucapnya sedih.


"Iya mas aku akan belajar yang rajin agar bisa segera lulus" jawab ku semangat.


Kalau begitu aku pulang dulu kamu baik-baik di sini" ucapnya lalu beranjak dari kursi tunggu.


Iya mas Hati-hati kalau sampai rumah kabari aku" kata ku sedikit tidak rela.


"Iya nona cantik. Assalamualaikum" ucap nya lalu memeluk ku dan mencium kening ku dengan lama.


"Walaikum salam" jawab ku sambil melihat mobil yang di naiki oleh Ragil pergi dari pandangan ku hingga tak terlihat lagi. Ku hela nafas berat semoga ini keputusan yang terbaik.

__ADS_1


Bismillahirrahmannirrahim. Ucap ku lalu melangkah masuk ke dalam universitas yang sangat indah ini. Aku berkeliling sambil mencari dimana asrama ku dan bertemu seorang mahaswi.


"Assalamualaikum mbak maaf boleh bertanya " ucap ku sopan.


"Silahkan mbak" jawabnya.


"Asrama khadija B dimana ya?" tanya ku kepada wanita cantik di depan ku ini.


"Ooh kamu mahasiswi baru ya mari saya antarkan" katanya sambil kami berjalan dari lorong menuju lorong hingga sampai di sebuah ruangan yang terdapat 4 ranjang atas bawah jadi isi satu kamar 8 orang. Kami masuk ruangan itu terlihat ada semua penghuni ruangan.


"Assalamualaikum" ucap kami.


"Walaikum salam" jawab mereka.


"Ini ada mahaswi baru satu kamar dengan kita. Kamu silahkan berkenalan dengan mereka" kata wanita yang mengantar ku dan ternyata dia satu kamar dengan ku.


"Salam kenal nama saya Duwi dari jakarta" jawab ku.


"Salam kenal juga aku Kia, Desi, Karnia, Amel, Jesika, septi, alana, dan ina" jawab mereka satu memperkenalkan diri dan yang mengantar ku bernama ina.


"Semoga kita bisa berteman" ucap ku senang.


"Pasti dong" jawab mereka. Lalu aku menuju ranjang ku dan mulai membereskan barang-barang yang aku bawa. Ada rasa aneh seperti sedih jauh dari bunda dan ayah karna ini pertama aku pergi jauh. Hingga aku terlelap di ranjang karna lecapeaan.


Kring kring kring📞 Ragil


"Assalamualaikum" ucap ku serak seperti orang bangun tidur.


"Gak papa mas baru bangun tidur" jawab ku jujur dan lembut.


"Oooh aku kira kamu kenapa yang" ucap nya lega.


"Mas udah sampai?" tanya ku.


"Sudah sayang ini udah mandi juga" jawabnya.


"Makannya udah kan mas" ucap ku memastikan.


"Sudah sayang ku yang bawel gemes deh" jawabnya terkekeh.


"Ya udah kalau sudah semua mas istirahat" kata ku.


"Baik mas tidur ya. Assalamualaikum" ucap nya.


"Walaikum salan mas" jawab ku lalu mematikan sambungan telpon dan meletakan lagi didekat bantal lalu melanjutkan tidur lagi. Saat lagi enak tidur hp bergetar lagi.


Kring kring kring📞Eki

__ADS_1


"Assalamualaikum ada apa lagi mas nelpon mulu" ucap ku ngerocos tanpa melihat yang nelpon.


"Walaikum salam maaf ganggu wi" ucap nya canggung.


"Eeh iya gak papa. Ada apa ya anda menelpon saya" ucap ku formal saat melihat namanya.


"Aku mau ketemu kamu wi" katanya pelan.


"Maaf lebih baik kita tidak perlu bicara dan bertemu lagi" kata ku ketus.


"Tapi" ucapnya terpotong.


"Assalamualaikum" ucap ku memotong ucapannya.


"Walaikum salam" jawabnya dan mematikan sambungan telpon.


"Buat apa sih dia menelpon ganggu tidur aja" oceh ku. Lalu melanjutkan tidur hingga jam 5 sore.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2