
Ku tinggalkan toko menuju rumah dalam perjalanan hp ku berbunyi dan ternyata.
Aziz📞...
"*Assalamualaikum"
"Walaikum Salam" balas aziz.
"Ada apa ziz telpon?" tanya ku
"Ada yang ingin aku bicarakan. Bisa ketemu sebentar?" katanya.
"Kapan?" tanya ku.
"Nanti jam 5 sore di taman dekat rumah kamu" katanya.
"Insa'allah bisa ziz" ucap ku.
"Baik sampai jumpa nanti.
Assalamualaikum" ucapnya.
"Iya. Walaikum salam" balas ku*.
Ku lanjutkan jalan kaki menuju rumah. Sampai rumah ku beres-beres dan mandi tak terasa hari sudah pukul 17:05 wib. Ku pamit kepada ayah dan bunda untuk pergi ke taman setelah dapat izin tiba di sana ku mencari di sekeliling dan akhirnya menemukan dia duduk di kursi taman.
"Assalamualaikum" ucap ku sambil duduk di samping laki-laki yang sedang menatap ku.
"Walaikum Salam" balasnya.
"Mau bicara apa ziz?" tanya ku pada aziz.
"Mmm... Itu" ucapnya terbata-bata.
"Itu apa ziz" tanya ku lagi sambil tersenyum rasanya lucu sekali melihat laki-laki ini.
__ADS_1
"Duwi aku bukanlah laki-laki romantis tapi aku ingin mengatakan kalau diri ku sudah memaruh hati pada mu. Aku tidak bisa memendamnya lagi wi" ucapnya satu tarikan nafas.
"Hah" ucap ku terkejut sambil melihat mata laki-laki itu mencoba mencari kebohongan namun tak menemukan kebohongan itu.
"Jika kamu tidak memiliki perasaan yang sama tidak apa-apa aku mengerti dan akan pergi jauh dari hidupmu" katanya.
"Aku bahkan belum menjawab kamu sudah mengambil kesimpulan sendiri" balas ku cemberut.
"Apa itu artinya kamu menerima ku wi?" tanya aziz penasaran.
"Iya aku menerima kamu ziz. Jagalah hati ini yang rapuh jangan sekali-kali kamu sakiti karna aku tidak akan pernah kembali jika kamu sudah menggoreskan luka" ucapku tenang dan tegas.
"Insa'allah aku akan menjaganya wi terimakasih karna sudah mau menerima aku yang banyak kekurangan ini" katanya.
"Baiklah kalau gitu aku pamit pulang dulu sudah sore takut ayah dan bunda kawatir" pamit ku.
"aku antar ya dek" ucapnya dan mengeluarkan senyuman manis yang membuat semua orang yang melihatnya akan terpesona.
"Baiklah tapi jalan kaki saja mas" ajak ku pada nya. Lalu kami berjalan beriringan sampai di depan rumah.
"Silahkan aku juga pamit pulang dulu.
Assalamualaikum" balasnya.
"Walaikum Salam" kata ku.
Ku langkahkan kaki masuk halaman rumah dengan senyuman tidak pernah pudar sampai depan pintu rumah.
"Assalamualaikum" ucap ku sambil masuk dalam rumah.
"Walaikum Salam" balas bunda dari arah ruang tv. Ku hampiru dan ku rebahkan kepala ku di paha bunda dan di elus-elus kepala ku.
"Ayah mana bun" tanya ku.
"Ayah ke kompleks sebelah ada yang ninggal nak" jawab bunda.
__ADS_1
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" ucap ku.
"Sekarang kamu siap-siap solat magrib sana" ucap bunda.
"Ya udah aku ke kamar dulu bun" kata ku.
"Iya nak" balas bunda.
Ku naik kelantai atas tempat di mana kamar ku berada dan mengambil air wudhu dan turun ke bawah. Ku hampiri bunda dan kami melakukan solat bersama. Setelah solat kami menuju meja mkan dan mulai makan dengan tenang. Sesudah makan kami duduk di depan tv sambil menunggu ayah pulang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1