Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 26


__ADS_3

"Iya ayah" jawab desya dengan mata sudah berkaca-kaca.


"Terimakasih tuhan kau sudah memberikan aku kebahagian yang tidak ada tandingannya" ucap desya dalam hati.


"Wi sekarang kamu ajak adek kekamar mu sana dia pasti lelah" perintah bunda.


"Siap ibu negara" kata ku sambil tertawa dan membawa desya kekamar untuk istirahat.


Tiba di kamar ku buka pintu dan duduk di ranjang ku beri tahu lemarinya di samping lemari ku. Setelah beres-beres pakaian kami solat setelah itu kami istirahat di ranjang kesayangan ku yang sekarang menjadi ranjang desya juga.


Aku harus mulai mencari uang agar bisa mengobati desya tanpa merepotkan ayah dan bunda. Tekat ku.


Ku cari pekerjaan di online dan ada lowongan pekerjaan untuk pelayan di sebuah restoran lalu ku kirim surat lamaran semoga di terima.


Ku terus cari pekerjaan tiba-tiba ada panggilan masuk.


Eki📞 kring... Kring....


*Assalamualaikum ucap ku.


Walaikum salam jawabnya.


Ada apa mas eki nelpon? Tanya ku.


Apakah kamu sudah memikirkan jawaban dari permintaan dari keluarga mu dan keluarga ku? Tanya dia.


Masih di pertimbangkan mas memang ada apa? Tanya ku balik.


Saya hanya mengingatkan bahwa saya tidak bisa memberi mu harapan banyak katanya ketus.


Saya tau kalau gitu sudah dulu mas assalamualaikum ucap ku*.


Tut...


Ku matikan sambungan telpon dari eki sungguh aku juga tidak ingin terjebak di situasi ini. Ku putuskan untuk tidur karna terasa sangat pusing dengan keadaan.


Tok... Tok.... Tokk....


"Nak bangun sudah sore" teriak bunda dari luar ruangan.


"Iya bun" jawab ku teriak juga agar kedengaran.


"Dek bangun yuk sudah sore" ucap ku lembut mengguncang tubuh desya dengan pelan.


"Emmm iya kak" jawabnya tapi masih merem.

__ADS_1


"Ayo sayang bangun dan mandi" cium ku agar bangun.


"Siap kak aku mandi dulu" ucapnya sambil berjalan kekamar mandi dan aku hanya senyuman menggelengkan kepala.


Ku turun dan memasak makanan untuk malam dan di bantu bunda dan tidak lama desta juga ikut membantu kami di dapur sambil tertawa dan bercanda bersama hingga terdengar oleh ayah di ruang keluarga.


Terimakasih tuhan sudah memberikan kebahagian kepada keluarga ku ucap ayah dalam hati.


"Yah ayok ambil air wudhu dulu sudah mau magrib" perintah bunda dan ayah langsung pergi dan menuju musolah lalu melaksanakan solat magrib berjama'ah. Setelah selesai kami menuju meja makan dan di sela makan kami bersanda gurau.


Di saat kami duduk di ruang keluarga kami menonton tv dan berbincang sedikit. Saat jam sudah menunjukkan 10 malam kami pergi menuju kamar masing-masing.


"Kak aku pengen tidur tapi di peluk kakak" pinta desya kapada ku dan dengan senang hati aku merentangkan tangan dan memeluknya dengan erat hingga kami sama-sama terlelap di saat jam menunjukkan pertiga malam aku bangun dan solat tahajut agar mendapatkan petunjuk untuk jalan apa yang di ambil agar baik.


Ya Allah ya tuhan ku kepada mu lah hamba meminta dan kepadamu lah aku memohon petunjuk. Tuhan hamba mohon agar kau membimbing ku kejalan yang benar apa jalan yang harus aku ambil. Sunggu hamba bimbang. Ya Allah ya rab jika memang dia jodoh ku hamba mohon tolong dekatkan kepada ku. Tapi jika dia bukan jodoh ku tolong kau jauhkan dari ku. Ucap ku dalam do'a sepertiga malam.


Selesai solat aku berbaring di ranjang sambil mengelus rambut desya dan akhirnya aku mengantuk ku pejam kan mata dan terlelap hingga azan subuh berkumandang. Kami segera bangun dan melaksanakan solat sesudah itu kami sarapan bersama.


"Bun yah kami berangkat dulu" pamit ku dan mencium tangan bunda dan ayah bergantian.


"Kalian hati-hati kalau pulang jangan keluyuran paham" ultimatum ayah dengan tegas.


"Siap bapak negara" jawab kami serempak.


"Walaikum salam" balas ayah dan bunda.


Setelah mengantar desya sekolah aku menuju kampus karna sekarang sedang ujian semester. Tiba di kampus aku menghampiri helsi dan memeluknya. Pelukan hangat yang tidak pernah berubah di saat susah mau pun senang. Dia akan selalu ada di samping ku.


"Hel ada yang ingin gua bicarakan" ucap ku lirih.


"Apa wi kebetulan dosen gak jadi masuk di kasih tugas aja" kata helsi.


"Kita ke taman yok gua pengen bicara serius" ajak ku dan menarik tangan helsi menuju taman kampus tiba di sana kami duduk di sebuah kursi taman.


"Mau bicara apa?" tanya helsi.


"kalau gua nikah gimana?" tanya ku balik.


"Lo jangan gila deh" ucapnya.


"Gua serius bakal nikah demi kebahagian kedua orang tua ku" kata ku pelan dan sendu.


"Wi nikah sama siapa lo jangan bercanda" kata nya sambil mengguncang tubuh ku.


"Serius gua gak lagi becanda" balas ku serius.

__ADS_1


"Jadi lo bakal korbanin semua demi pernikahan ini?" tanya helsi kesal.


"Gua yakin om sama tante pasti ngerti kalo lo jelasih wi" lanjut helsi.


"Gua gak tega si bilang ke mereka" ucap ku lirih.


"Terus apa yang akan lo pilih" tanya helsi penasaran


"Gua masih bingung" jawab ku seadanya.


"Lo yang sabar dan pikirin baik-baik itu bersangkutan dengan masa depan lo" nasehat helsi.


"Iya gua lagi mikir juga kali" ucap ku kesal.


"Udah yok kita kekantin aja" ajak helsi mencoba menghibur ku.


"Si gua lagi pengen di sini aja" kata ku dengan pandangan kosong.


"Hai nona" ucap laki-laki di belakang dan mengagetkan kami.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2