Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 29


__ADS_3

"Boleh" jawab ku singkat dan memanggil desya agar keteras menemui laki-laki itu.


Saat desya berhadapan dengan laki-laki itu dan tiba-tiba saja dia langsung memeluk desya dan itu sukses membuat desya ketakutan.


"Maaf anda kenapa memeluk adek saya tuan" tanya ku setelah melepaskan pelukan itu.


"Saya hanya terbawa suasana dia sangat mirip dengan mama saya" jelas nya.


"Maksud anda?" tanya ku bingung.


"Sepertinya dia adalah adek saya yang hilang" ucapnya lirih.


"Saya tidak PERCAYA" kata ku tegas.


"Mari kita lakukan tes DNA" ajaknya dan menatap ku tajam.


"Baiklah saya setuju" ucap ku setelah berpikir.


"Besok kita akan melakukan tes di rumah sakit xxx jam 3 sore" jelasnya.


"Oke saya akan membawa adek saya kesana" ucap ku tegas walau ada rasa takut.


"Assalamualaikum" ucap ayah dan bunda saat tiba di rumah.


"Walaikum salam" jawab kami serempak.


"Loh nak ada tamu ternyata" ucap bunda lembut.


"Kamu siapa?" tanya ayah langsung pada intinya karna melihat wajah ku sedang kesal.


"Saya Ragil Nusantara om tante" katanya dan mencium tangan bunda dan ayah.


"Terus ada perlu apa kamu kesini?" tanya ayah lagi dengan nada intimidasi.


"Ayah" tegur bunda.


"Kenapa bun ayah hanya bertanya" balas ayah kesal.


"Tapi" ucapan bunda terpotong oleh ayah.


"Tidak ada tapi-tapi bun lebih baik bunda diam dan biarkah ayah bertanya dulu" ucap ayah tegas dan nada tinggi.


"Baik yah" jawab bunda pelan.


"Sekarang kamu jawab pertanyaan saya" kata ayah.


"Saya kesini ingin memastikan bahwa adek kecil ini adek saya atau bukan om" jelasnya dengan tegas.


"Maksud kamu apa" tanya ayah mulai emosi.


"Wajah adek ini sangat mirip dengan wajah mama saya om saya merasa dia adek saya yang hilang beberapa tahun lalu" ucapnya tenang.


"Baik terus mau mu apa?" tanya ayah lagi.


"Saya ingin minta izin untuk melakukan tes DNA om" ucapnya ragil.

__ADS_1


"Baik saya izinkan" putus ayah tenang.


"Tapi ayah" ucap ku hendak perotes.


"Biarkan siapa tau dia benar-benar kepuarga desya nak" ucap ayah lembut dan masuk kedalam.


"Kalau gitu sesuai yang saya ucapkan tadi. Saya pamit dulu" ucapnya berlalu pergi.


Kami masuk rumah dan menuju kamar masing-masing sampai di kamar aku bersih-bersih dan memasak makanan sore sendiri karna bunda capek jadi tidak membantu. Hingga kami selesai melakukan semua kegiatan kami istirahat dan aku melihat desya tidur pulas di atas ranjang.


Hufff helah ku rasanya tidak rela aku kehilangan gadis manis ini tapi jika benar dia keluarganya aku bisa apa pikir ku berputar kemana-mana.


Aku harus bagaimana? Apakah aku bisa berjauhan dengan desya? Rasanya hati ini tidak rela! Ucap ku dalam hati.


Ku pandang jam dinding di kamar sudah jam 3 pagi dan ku ambil air wudhu dan melaksanakan solat tahajut dengan husuk hingga selesai.


Tuhan aku tidak bisa mengelak dari takdir mu tapi aku hanya meminta siapkan jalan yang terbaik untuk adek ku desya aku sangat menyayanginya bahkan aku rela mengorbankan nyawa ku deminya. Semoga apa pun hasilnya nanti itu membawa kebahagian kepadanya untuk kedepan. Doa ku dengan khusuk hingga meneteskan air mata.


Ku lipat alat solat dan ku baring di atas ranjang dan memeluk desya hingga tertidur sampai azan subuh berkumandang aku bangun dan tidak lupa dengan desya kami melakukan solat berjama'ah di mosolah.


Setelah solat kami memasak bercanda dan saling jahili dan ayah mengopi di ruang keluarga. Selesai memasak kami makan bersama.


Berhubung hari ini wikend jadi kami bersantai di rumah bunda dan desya berkebun dan ayah pergi ketoko. Sedangkan diri ku di kamar karna merasa mengantuk dan terlelap bahkan aku hampir melewatkan solat zuhur. Setelah solat aku kebawah mencari makanan lalu makan setelah itu aku melihat jam sudah hampir waktu kerumah sakit untuk melakukan tes DNA.


"Bunda kami mau kerumah sakit apa bunda mau ikut?" tanya ku.


"Iya bunda ikut tunggu sebentar" jawab bunda dan aku memesan taxi.


"Ayo berangkat" ajak bunda setelah siap.


"Ayo dek" ajak ku dan kami menuju rumah sakit xxx. Dalam perjalanan hanya ada hening tidak ada pembicaraan sedikit pun hingga tiba di rumah sakit.


"Assalamualaikum dok" ucap ku saat masuk ruangan.


"Walaikum salam silahkan masuk" jawab dokter dan mengizinkan masuk.


"Ada keperluan apa?" tanya dokter.


"Saya ingin tes DNA anak ini dengan mama saya dok" jawab ragil.


"Baik bisa mana ibu anda" tanya dokter.


"Sebentar lagi sampai" jawabnya santai dan benar saja ada yang mengetuk pintu.


"Assalamualaikum" saat pintu terbuka.


"Walaikum salam" jawab kami dengan menoleh ke belakang.


"Anak ku" ucap wanita yang baru masuk dengan isak tangis yang langsung memeluk desya.


"Kemana saja kamu nak? Hiks hikss" ucapnya sesugukan.


"Kak" panggil desya takut.


"Gak papa sayang" ucap ku menenangkan dan mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Dok bisakah kita mulai tesnya?" tanya wanita tadi.


"Bisa nyonya" jawab dokter sopan dan membuat ku heran.


Setelah melakukan berbagai tes akhirnya kami pulang dan harus menunggu waktu 1 minggu untuk hasil keluar.


Sesudah di sibukkan dengan acara tes DNA aku mulai disibukan dengan perjodohan itu yang hampir ku lupa.


Tiba saat dimana keluarga eki datang kerumah untuk mendengar jawaban ku aku mulai gelisah apakah keputusan ku sudah benar atau salah.


"Nak duwi bagaimana apakah kamu mau jadi menantu kami" tanya tante sasmita.


"Saya mau tante" ucap ku pelan.


"alhamdulillah" ucap mereka serempak.


"Tapi ada syaratnya" lanjut ku.


"Syarat apa nak?" tanya tante sasmita harap camas.


"Saya ingin menikah 3 bulan lagi dan saya ingin mas eki melakukan pengobatan dan saya akan menemani dia" ucap ku tegas.


"Baik kami setuju lagian pengobatannya sekarang sudah di Indonesia bukan di luar negeri lagi" balas tante sasmita senang.


"Kalau sudah sepakat mari kita makan dulu" ajak bunda dan kami makan yang sudah di siapkan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Selamat melaksanakan puasa dihari pertama 🤗


__ADS_2