Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 18


__ADS_3

"Kamu tunggu sini kakak mau tanya dokter apa ku sudah boleh pulang atau belum" lanjut ku sambil keluar ruangan ku telusuri lorong rumah sakit dan tiba-tiba banyak dokter dan suster berlarian membawa berankar dan terlihat laki-laki itu sudah penuh dengan darah di bagian perut.


"Sus itu pasien kenapa?" tanya ku pada seorang suster yang lewat.


"Pasien itu korban tusuk mbak. Maaf saya harus segera keruang UGD dulu" kata suster itu.


"Silahkan sus" ucap ku lirih terus memandang laki-laki yang pernah bertemu di taman.


Ku hampiri dokter menanyakan keadaan desya apakah sudah boleh pulang atau belum karna desya merengek mintak pulang dan dokter belum mengizinkan, terpaksa menginap di rumah sakit dulu. Ku lalui ruangan UGD ku dengar dokter sedang berbincang kepada seseorang laki-laki dan menanyakan golongan darah A. Kebetulan golongan darah ku sama dengannya aku berniat mendonorkan darah ku kepadanya.


"Maaf tadi saya dengar dokter mencari golongan darah A" tanya ku.


"Iya nona benar ada apa" jawab laki-laki yang tadi sedang mengobrol dengan dokter tadi.


"Bolehkah saya mendonorkan darah saya kebetulan golongan darah ku sama dengan pasien" kata ku.


"Baiklah nona mari ikut saya untuk memeriksa apakah bisa anda mendonorkan darah" ajak dokter itu. Ku ikuti dokter dan melakukan berbagai tes dan aku bisa mendonorkan untuk dia.


"Ini nona Silahkan di minum susunya untuk menambah tenaga anda" ucap laki-laki itu sambil memberikan sekotak susu dan roti.


"Terimakasih" jawab ku.


"Bolehkah saya mintak tolong kepada anda tuan" lanjut ku.


'Boleh nona" ucapnya.


"Tolong jangan beritahu dia bahwa saya yang mendonorkan darah untuknya" ucap ku serius.


"Tapi kenapa nona?" tanya laki-laki itu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa saya hanya tidak ingin dia tak" kata ku lirih.


"Baik saya akan merahasiakannya dari tuan" uapnya mantap.


"Oke kalau gitu saya pamit keruangan adek saya sudah terlalu lama saya meninggalkan dia" pamit ku dan beranjak tanpa memperdulikan laki-laki itu dan menuju ruangan desya.


"Assalamualaikum sayang" ucap ku sambil membuka pintu ruangan desya.


"Walaikum salam" jawab desya dan bunda yang sedang menyuapi desya makan bubur.


"Kamu dari mana nak?" tanya bunda setelah aku menyalami tangannya.


"Dari ruangan dokter bun" jawab ku.


"Gimana keadaan kamu sayang?" tanya ku lembut kepada desya.


"Gimana kata dokter?" tanya ayah yang baru masuk. Ku hampiri ayah lalu ku cium punggung tangan ayah.


"Kata dokter lebih baik desya menginap semalam agar bisa di pantau keadaannya" jawab ku terlihat lesu.


"Kamu kenapa nak?" tanya bunda yang ternyata peka dengan keadaan ku.


"Mungkin kecapean aja bun" jawab ku agar bunda tidak hawatirkan aku.


"Kamu yakin nak?" tanya bunda sekali lagi untuk memastikan.


"Yakin bun" jawab ku sambil menghampiri desya dan mengelus kepalanya.


"Sekarang minum obat dulu ya sayang" ucap ku sambil memberikan obat dan minum. Setelah meminum obat ku baringkan desya agar istirahat, tidak lama akhirnya desya terlelap.

__ADS_1


Aku merebahkan kepala ku di bahu ayah yang selalu bisa membuat ku tenang dan nyaman dan selalu melindungi ku.


"Ayah sama bunda lebih baik pulang karna hari sudah sore biar aku saja yang menemani desya di sini" ucap ku karna tidak ingin ayah dan bunda kelelahan dan jatuh sakit.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2