Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 16


__ADS_3

"Tidak apa-apa aku iklas melepas mu ziz untuk wanita pilihan ibu mu" jawab ku dan ku berikan senyuman manis yang menutupi luka di hati ku.


"Jadilah anak yang berbakti kepada seorang ibu" lanjutku dan berdiri meninggalkan mereka rasanya aku sudah tidak sanggup lagi menahan air mata ku.


Ooh tuhan kenapa rasanya sesak sekali dada ini dan kenapa air mata ku terjun bebas tanpa mau berhenti ucap ku dalam hati.


*Betapa hebatnya jalan sekanerio hidup ku yang kau ciptakan tuhan rasanya sangat sakit.


Bisa kah aku memilih untuk tidak mengenal dia agar hati ini tidak sakit.


Kenapa tuhan kenapa.


Astagfirullah aku harus iklas tidak boleh lemah seperti ini, pasti tuhan menciptakan pasangan ku yang terbaik. Kata ku di sela tangis ku*.


Ku cuci muka dan ku raih tas ku lalu ku hubungi bunda untuk tidak pulang malam ini dan bunda mengizinkan. Ku lihat anak-anak kecil yang tidak berdosa itu tertawa seperti tidak ada beban. Ingin rasanya aku kembali seperti mereka.


"Adek-adek beresin mainannya lalu kita solat asar dulu" kata ku kepada mereka.


"Baik kak" jawabnya bareng. Ku lihat ibu panti sedang memasak makanan malam lalu ku peluk ibu dan menangis di pelukannya.


"Ada apa nak" tanya ibu panti sambil mengelus tangan ku.


"kenapa rasanya sangat sakit bu?" ucap ku tersedu-sedu.

__ADS_1


"Iklas kan nak itu jalan yang terbaik untuk mu" jawab ibu panti.


"Aku sudah berusaha tapi tetap saja rasanya sesak sekali" kata ku.


"Kamu pasti bisa kamu anak yang kuat" ucap ibu panti.


"Kakak ayo solat kami sudah siap" panggil adek-adek panti.


"Ibu ayo solat dulu" ajak ku.


"Ayo nak" kata ibu panti sambil mematikan komper yang masih menyala.


Kami melakukan solat asar setelah itu anak-anak panti membersihkan panti aku dan ibu memasak untuk makan malam hingga pukul 17:30 baru selesai. Kami melakukan ritual bersih-bersih dan menunggu solat magrib. Sambil menunggu kami membaca Al-Qur'an bersama-sama hingga azan berkumandang baru kami menghentikan membaca lalu melaksanakan solat magrib berjama'ah. Setelah selesai kami menuju kemeja makan dan makan hingga selesai.


"Oke kakak" jawab mereka dan pergi mengambil buku mereka. Ada yang tidak paham kurangan, tambahan, dan perkalian dan ada juga yang masih belepotan membaca, ahhh rasanya gemas sekali aku.


"Adek-adek sekarang ayo istirahat kekamar sudah malam" ucap ku tegas. Dan mereka pergi kekamar masing-masing. Kumasuki kamar mereka untuk mengecek apa kah mereka ada yang belum tidur. Hingga ada satu ranjang yang masih kosong ku kelilingi panti dan menuju taman depan aku melihat anak manis ku sedang melamun sambil melihat bulan.


"Kenapa kamu disini sayang" tanya ku pada anak manis itu.


"Aku tidak bisa tidur kak" jawabnya.


"Tapi diluar dingin tata" ucap ku.

__ADS_1


"Tidak kok kak aku memakai jaket" jawabnya.


"Boleh aku tidur di pangkuan kakak?" tanya.


"Boleh dong sayang" jawab ku dan ku elus kepalanya yang berada di atas pangkuan ku, apa yang di pikiran anak sekecil ini hingga dia memilih sendiri seperti ini tanya ku dalam hati.


"Kak.. " panggilnya dan matanya sudah berkaca-kaca.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2