
"Tapi bagaimana dengan ginjalnya nak?" tanya ibu dengan derai mata.
"Kita harus mencari donornya bu" ucap ku lirih.
"Malang sekali nasipnya" kata ibu panti sambil nangis tersedu-sedu.
"untuk sejauh ini kita harus menjaga pola makannya bu agar tidak tambah parah" kata ku menerangkan.
"Baik nak kalau gitu ibu akan menjaga pola makan desya" ucap ibu sambil terisak.
"Sekarang ibu istirahat aku akan pulang kerumah dulu nanti aku berkunjung lagi" kata ku pada ibu.
"Iya nak"jawab ibu lirih.
"Assalamualaikum" ucap ku sambil mencium punggung tangan ibu.
"Walaikum salam" jawab ibu.
Ku tinggalkan panti menuju rumah dalam perjalanan aku memikirkan bagaimana keadaan laki-laki yang aku donorkan darah apakah dia sudah siuman apa belum pikir ku.
Sampai dirumah aku melihat tidak ada orang yang pasti bunda sama ayah di toko. Ku masuki kamar dan membersihkan diri lalu berbaring di ranjang tidak lama aku terlelap. Berhubung aku tidak solat jadi aku bangun tidur sudah sore.
Tok... Tok.. Tok....
"Nak bangun sudah sore" ucap bunda.
"Iya bun aku udah bangun" jawab ku sedikit teriak agar bunda mendengar. Ku bersihkan diri lalu turun kebawah dan memasak untuk makan malam tapi ada yang aneh kenapa masakan sangan banyak.
"Bun kenapa masaknya banyak?" tanya ku penasaran.
"Nanti akan ada teman ayah sama keluarganya mau main kerumah" jawab bunda sambil tersenyum yang menurut ku senyuman mencurigakan.
"Oouh gitu aku nginap di panti boleh bun" izin ku pada bunda.
"Nak jangan malam ini ya besokkan bisa" jawab bunda.
"Baik lah bun" ucap ku lemas dan beranjak ke kamar dan berbaring sambil meihat hp dan ternyata banyak chat dari sahabat ku yang sedikit gila itu hihihi.
__ADS_1
Hel
Wi kamu kemana aja kenapa gak masuk kampus?
Woy
Yuhu
Beb
Astaga lo bikin gua kawatir
Saya
Kenapa sayang? Aku kerumah sakit bawa anak panti dia demam tinggi
Hel
Kenapa gak kabarin gua sih😈
Saya
Hel
Lo gitu sama gua gak nganggap sahabat lagi😑
Saya
Bukan gitu hel gua bener-bener panik jadi gak kepikiran
Astaga cuman di liat doang sama curut satu ini, ngambek bener dia. Ucap ku dalam hati.
Ku turun kebawah saat bunda memanggil dan ternyata sudah ada teman ayah di rumah.
Ku hampiri mereka dan menyalami semua keluarga itu dan duduk di samping bunda.
"Nama kamu siapa nak?" tanya wanita paruh baya di samping bunda.
__ADS_1
"Duwi tante" jawab ku sambil memberikan senyuman manis ku.
"Nama yang cantik sama seperti orangnya" ucap tante itu.
"Nak kenalin ini teman ayah namanya pak cipto anggara, yang ibu itu namanya sasmita antiani, yang laki-laki ini anak pertamanya eki anggara dan terahir adeknya santi anggara" ucap ayah mengenalkan mereka.
"Salam kenal tante, om, mas, dek saya duwi" ucap ku lembut.
"Manisnya jadi pengen bawa pulang deh" kata tante sasmita.
"Hehehe jangan dong tapi kalau kamu mau suruh anak kamu mau meminang anak ku baru bisa di bawa pulang" jawab bunda bercanda.
"Wah boleh tuh saran kamu" katanya tante sasmita kegirangan.
"Ma aku mau main sama kak duwi boleh" tanya santi meminta izin.
"Boleh nak" jawab tante sasmita. Lalu kami pergi keruang keluarga duduk sambil bercerita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.