Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 30


__ADS_3

Maaf baru up selamat membaca.


*********


"Saya ingin menikah 3 bulan lagi dan saya ingin mas eki melakukan pengobatan dan saya akan menemani dia" ucap ku tegas.


"Baik kami setuju lagian pengobatannya sekarang sudah di Indonesia bukan di luar negeri lagi" balas tante sasmita senang.


"Kalau sudah sepakat mari kita makan dulu" ajak bunda dan kami makan yang sudah di siapkan.


Setelah makan dan acara mengobrol dan tamu pulang kami memasuki kamar masing-masing dan istirahat aku memeluk desya dengan erat. Aku terbangun saat pertiga malam ku bersihkan diri untuk melakukan solat tahajut.


Tuhan semoga jalan yang aku ambil adalah yang terbaik untuk ku dan untuk semua, jika dia memang di jodohkan untuk ku dekatkan jika bukan tolong jauhkan. Kepada mu lah hamba berserah. Do'a ku dalam hati dan menitikan air mata.


Ku lanjutkan tidur setelah melakukan solat karna rasanya mengantuk sekali. Saat sedang enak-enak di alam mimpi azan berkumandang walau rasanya malas aku tetap bangun dan solat berjama'ah di mosolah setelah solat aku melakukan aktifitas seperti biasa.


***********


1 minggu kemudian aku mulai di sibukkan dengan pengobatan mas eki ku dampingi dia dengan sabar walau kadang sifatnya kasar. Yang ku peduli dia harus sehat hanya itu.


Hari ini hari dimana aku akan mengambil hasil tes DNA di rumah sakit yang sama dengan mas eki berobat. Ku hubungi Mas Ragil untuk melihat hasil tes dan kami memutuskan saat pulang sekolah desya.


"Assalamualaikum" ucap desya saat pulang sekolah.


"Walaikum salam" jawab ku dari dapur habis mencuci piring.


"Dek bersih-bersih habis itu makan kita mau kerumah sakit" lanjut ku dan tanpa menjawab dia langsung kekamar dan berganti baju dan makan tanpa mengucapkan satu kata.


"Kak ayo aku udah siap" ucap nya dingin.


Astaga ada apa dengan desya kenapa mukanya murung dan datar sekali ucap ku dalam hati.


"Dek duduk dulu" ucap ku sambil menepuk kursi di samping ku.


"Kenapa kak?" tanya dia dengan tertunduk.


"Dengar baik-baik kakak kamu akan tetap jadi adek kesayangan kakak apa pun hasil tesnya" kata ku tegas.


"Tapi aku gak mau sama mereka kak" ucap desya dengan isak tangis dan langsung ku tarik kedalam pelukan ku.


"Kalau kamu gak mau gak papa-pap kakak akan tetap ada di samping kamu dek" ucap ku mengelus punggungnya.


"Kakak janji" memastikan sambil mendongak.


"Janji sayang" ucap ku dan mencium keningnya dengan sayang.


"Ayo kita berangkat sekarang" ajak ku.

__ADS_1


"Iya kak" jawabnya sambil keluar menuju rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit ternyata sudah di tunggu.


"Assalamualaikum" ucap kami"


"Walaikum salam" jawab mereka.


"Ayo kita langsung keruangan dokter" ajak ragil kepada kami dan menuju ruangan dokter.


Singkat cerita kami sudah mendapatkan hasil tes DNA yang di dalam amplop dan kami membuka nya dengan persaan tegang saat di baca dan hasilnya.


"Hasil tes DNA desya 99% cocok" ucapnya dengan senyuman.


"Alhamdulillah" ucap kami dengan syukur.


"Kamu anak ku hik hikss" ucap wanita paruh baya yang bisa di pastikan dia ibu dari ragil.


"Kak" panggil desya.


"Iya sayang" jawab ku dengan senyuman manis.


"Ayo pulang kak" ajaknya dengan tataoan mata sendu dan menarik tangan ku.


"Sayang" panggil ku.


"Kak" teriaknya dan itu membuat nenarik perhatian sekitar.


"Wi tunggu dulu saya mau bawa desya pulang kerumah saya" ucap ragil tidak terima saat aku memutuskan untuk mengajak pulang desya.


"Maaf mas tapi alangkah baiknya kalau saya tenangin dulu desya baru nanti dia memutuskan mau ikut siapa" jawab ku lembut mencoba memahami kondisinya.


"Tapi" ucapanya ku putong.


"Tidak ada tapi-tapi mas saya permisi dulu.


Assalamualaikum" tegas ku dan langsung pergi dari rumah sakit menuju taman agar bisa menenangi desya.


"Dek" panggil ku dan memegang tangan saat kami sudah duduk di kursi taman.


"Kak aku tidak mau ikut mereka" ucapnya lirih. Ku tarik desya kedalam pelukan ku.


"Kenapa sayang bukannya bagus kamu ketemu mereka kamu bisa sembuh" kata ku.


"Aku gak mau jauh dari kakak" jelasnya dengan isak tangis.


"Hei dengar kakak tidak akan pergi sayang kamu bisa main kerumah atau nginap" kata Ku lembut.


"Tapi kak" bantahnya tapi terpotong oleh ku.

__ADS_1


"Kakak ingin kamu sembuh dek itu aja" kata ku tegas.


"Baiklah kak" ucap desya pelan.


"Sudah kita pulang ayo" ajak ku setelah menghapus air mata desya.


"Ayo kak" jawabnya pelan dan kami pulang kerumah dengan diam tanpa ada yabg bicara.


Tiba di rumah desya langsung masuk kamar dan aku duduk di taman belakang memikirkan apa ini yang terbaik atau bukan.


Hufff tuhan rasanya tidak rela aku melepaskan desya tapi ini untuk kebaikannya agar bisa sembuh. Ucap ku dalam hati.


Saat sedang melamun aku di kagetkan dengan seseorang menepuk bahu ku.


"Astagfirullah" ucap ku kaget.


"Ngapain nak melamun di sini nanti kesambet" kata ayah.


"Ayah apakah ini yang terbaik aku merasa tidak bisa rela jika desya pergi" kata ku lirih.


"Nak jangan seperti ini nanti desya tidak mau ikut mereka. Belajar lah iklas" kata ayah lembut.


"Baiklah yah" jawab ku.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2