Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 33


__ADS_3

Iya silahkan" jawab bunda masih ramah.


"Maaf kan putra mama wi yang mengecewakan kamu kami pamit" pamit tante sasmita dengan pelukan ku.


"Assalamualaikum" ucap mereka.


"Walaikum salam" jawab ku.


Ku berlari kekamar dan menangis dengan pilu ingin rasanya aku kembali kerumah sakit sekarang dan memeluk desya dengan erat. Tapi apalah daya hari sudah malan dan ku urungkan niat ku. Disaat aku berbaring ada tangan yang mengelus kepalaku dan itu membuat ku jadi nyaman.


"Apakah kamu sudah tau tentang semua ini?" tanya bunda.


"Sudah bun" jawab ku singkat.


"Coba kamu ceritakan bagaimana kamu bisa tau tentang ini semua" perintah ayah tegas.


Faceback on


tiba di rumah sakit aku melihat mobil mas Eki terparkir di sana tapi aku tidak menghiraukan hingga saat aku melewati ruangan dokter yang menangani mas Eki aku melihat mas Eki bersama wanita.


deg.....


siapa wanita itu? tanya ku dalam hati.


ku buka pintu dengan pelan dan ku dengar pembicaraan mereka.


*keadaan mas Eki sudah sembuh hanya perlu pengecekan beberapa kali agar benar-benar tidak ada yang tinggal. dokter


terimakasih dok. wanita


Alhamdulillah terimakasih banyak dok. mas Eki


kamu sembuh sayang kita bisa nikah secepatnya. wanita itu dengan memeluk mas Eki*


praaaang


rantang makanan untuk Desya jatuh saat aku syok mendengar ucapan mereka. di saat dia sakit aku yang menemani di saat sembuh aku di buang rasanya aku hanya di manfaatkan oleh mereka.


"duwi" ucap mas Eki kaget.


"mbak duwi" ucap wanita itu tidak kalah kaget melihat ku ternyata dia Jasmin adek dari Aziz.


"jadi selama ini anda mempermainkan saya" kata ku dengan derai air mata sakit rasanya hati ku.


"aku bisa jelasin wi" ucap mas Eki memegang tangan ku namun langsung ku tepis.


"selamat atas kesembuhan anda tapi perlu anda ingat rasa sakit saya akan anda bayar mahal suatu hari Tuhan tidak tidur" kata ku yang sangat pilu. ku tinggalkan ruangan dokter itu dan menuju taman rumah sakit.


Faceback off


"Jadi gitu ceritanya yah bun" ucap ku dengan panjang kali lebar.


"Kenapa kamu tidak mehubungi ayah nak di saat kamu tau" tanya ayah.


"Ayah yang aku pikirin itu bagaimana kesehatan desya tidak kepikiran tentang kejadian itu" jawab ku santai.

__ADS_1


Aku tidak ingin kalian melihat kesedihan ku. Semoga rasa sakit ini bisa hilang. Tuhan aku tidak dendam dengan kejadian ini tapi aku hanya kecewa dan marah telah di permainkan olehnya. Ucap ku dalam hati.


"Yah bun aku mau tidur udah ngantuk banget" ucap ku agar bisa menenangkan diri.


"Baiklah kamu istirahat dulu kami keluar kalau butuh apa-apa panggil bunda" ucap bunda.


"Iya bun" jawab ku pelan dan bunda dan ayah keluar dari kamar aku menangis lagi meratapi nasip yang gagal dalam percintaan bahkan harus gagal menikah.


"Apa yang harus ku lakukan pernikahan itu akan terjadi 2 minggu lagi dan harus gagal pasti bunda dan ayah sangat malu karna diri ku" ucap ku lirih.


Karna terlalu lama menangis membuatku mengantuk dan tertidur hingga azan subuh berkumandang aku melakukan solat di dalam kamar karna mata ku bengkak dan terdapat kantung mata. Setelah selesai solat aku melakukan aktivitas seperti biasa karna akan pergi kerumah sakit desya demam karna pas bangun tidak melihat ku.


Setelah aku melakukan aktifitas semuanya aku berpamitan kepada ayah dan bunda untuk kerumah sakit dan mereka memberi izin dan aku berencana menginap di rumah sakit.


"Yah bun aku pergi kerumah sakit dulu" pamit ku dan tidak lupa mencium punggung tangan mereka.


"Iya nak mungkin kami sore baru kesana" ucap bunda.


"Iya bun nanti aku sampaikan kepada desya.


Assalamualaikum" ucap ku.


"Walaikum salam" jawab mereka. Ku langkahkan kaki keluar rumah ku lihat ada mobil yang terparkir di depan rumah ku. Saat aku akan melewati mobil itu seseorang yang ku kenal keluar dari mobil.


"Wi" panggil seseorang itu.


"Iya kenapa?" tanya ku berusaha ramah.


"Bisa kita bicara sebentar ini tentang yasmin dengan calon suami mu" ucap aziz.


"Maaf saya tidak ada urusan lagi dengan mereka dan saya tidak ingin tau lagian dia bukan calon suami ku lagi jadi adek mu bisa mengambilnya" jelas ku dengan ketus karna aku sudah susah payah melupakan masalah itu tapi di ungkit lagi.


"Maaf juga ziz tapi saya butuh waktu untuk memaafkan mereka. Saya permisi assalamualaikum" ucap ku lalu pergi dari sana menuju taxi yang sudah ku pesan.


"Walaikum salam" jawab aziz sedih.


Di sepanjang perjalanan aku hanya diam dan tatapan kosong kejalanan. Hingga tiba di rumah sakit aku menghirup udara sebanyak-banyaknya agar mampu tampil baik-baik saja didepan adek kesayangan ku itu.


Tiba di ruangan desya aku tidak langsung masuk tapi mendengar pembicaraan mereka.


"Kak aku pengen kakak nikah sama kak duwi" ucap desya yang membuat ku syok.


"Masalahnya kak duwi mau gak sama kakak kamu" sahut mamanya.


"Entah aku juga tidak tahu ma" katanya sedih dan membuat ku tidak tega tapi aku tidak bisa mengambil keputusan gegabah lagi, sudah cukup aku merasakan sakit.


"Emang ada yang nolak kakak kamu yang ganteng ini dek" celetuk Ragil dengan percata diri tinggi.


"Aku lihat tampang kakak biasa aja gak ganteng kok" ejek desya dengan kemenangan.


"Awas kamu ya dek kakak gelitikin" ancam Ragil.


"Hahaha sudah-sudah jangan berantem lagi" tengah mamanya mereka. Di saat mereka diam aku mengetuk pintu ruangan desya.


Tok tok tok.....

__ADS_1


Cleeek


"Assalamualaikum" ucap ku dengan senyuman manis.


"Walaikum salam" jawab mereka dengan muka tegang.


*Kira-kira kak duwi dengar tidak ucapan kami. Desya


Aduh gawat jika dia dengar mau di tarok kemana muka ku. Ragil


Asik kalau duwi dengar semoga dia jadi menantu aku. Mama Novi*


"Kok pada diam" ucap ku lembut dan menahan tawa karna muka mereka lucu sekali.


"Tidak apa-apa" jawab mereka kompak sekali.


"Hahaha kompak banget jawabnya" goda ku pada mereka.


"Hehehe kak duwi mana bunda sama ayah" ucap desya mengalihkan pembicaraan.


"Nanti sore mereka kesini dek lagi ada urusan" jawab ku dengan senyuman termanis.


"Oouh gitu" ucapnya kecewa.


"Jangan sedih dong ini ada titipan bunda buat kamu" ku berikan kepada desya dan di makan dengan lahap karna tidak makan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2