Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 9


__ADS_3

"Kamu" ucapku geram menahan emosi.


"Apa? Lo emang pantas dapat tamparan itu" balasnya.


"Emang apa salah gue ke lo?" tanya ku kesal.


"Salah lo banyak. Udah ganggu raka sekarang lo ganggu aziz" ucapnya.


"Hahahahha jadi itu alasannya, asal lo tau gua gak pernah deketin mereka tapi dasar mereka aja yang mau sama gua" balas ku.


"Lo... " katanya marah. Tangan nya terangkat ke udara tapi belum sempat mendarat lagi tangan nya sudah ku tangkis dan


Plaaaaaaak tamparan itu berasal dari aziz.


"Berani sekali anda menampar wanita saya" ucap aziz lantang.


"Ta-pi dia pan-tas mendapatkan nya" jawabnya.


"Siapa anda berani mengatakan itu" suara tinggi dan aura dingin dari aziz.


"Kenapa kamu bela dia? Dan kamu kan pacarnya sepupuku" ucapnya.


"Duwi wanita ku dan hanya dia yang bisa jadi wanita ku anda paham" jawabnya tegas.


"Tapi... "Katanya terpotong ucapan aziz.


"Kamu dan Keluarga mu akan menerima akibatnya karna sudah berani mengusik wanita saya" ucap aziz tajam tak ingin di bantah lagi.


Di tarik tangan ku ke parkiran menuju mobil aziz lagi. Kami masuk kedalam mobil dan mulai mengeluarkan kotak P3K untuk mengobati wajah ku.


"Maaf karna diri ku kamu jadi seperti ini" ucap aziz menyesal.


"Ini bukan salah kamu kok" kata ku menenangkan dia agar tidak terus-terusan menyesal.

__ADS_1


"Jelas-jelas ini salah ku" katanya kekeh.


"Iya Iya salah kamu" balas ku tersenyum.


"Sini aku obati pipi kamu" ucapnya perhatian. Dia mulai mengompres wajah ku dan mengobati nya. Setelah selesai aku ke kelas tapi dia tidak mengizinkan sendiri jadilah dia antar sampai depan pintu kelas.


"Aku masuk dulu ya" pamit ku.


"Iya. Kalau sudah selesai hubungin aku" balasnya.


"Oke. Assalamualaikum" ucapku


"Walaikum salam" jawabnya.


Kami mulai dengan kesibukan masing-masing. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam berlalu akhirnya kelas hari ini selesai juga. Segera ku buka hp dan ternyata ada notifikasi dari aziz.


Aziz


Saya


Walaikum salam. Baru saja selesai


Aziz


Oke kamu tunggu disana jangan kemana-mana


Ingin rasanya aku tertawa membaca pesan terakhir memang aku mau lari kemana. Dasar aneh aziz ini gumam ku. Berdiri di kursi dan menuju pintu untuk keluar dan betapa kagetnya diri ku melihat dia sudah bersandar di dinding rasanya gemas sekali aku dengan laki-laki satu ini.


"Kenapa lama sekali Keluar nya wi pegel tau berdiri terus" ucapnya mendengus.


"Siapa suruh kamu tunggu disini" balas ku santai dan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan upatan-upatan dari aziz yabg sedang kesal tidak tau apa sebabnya.


"Hey tunggu" ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Cepat makanya ziz. lama banget jalannya kayak siput" balasku cekikikan.


Kamu ini ya cuman kamu yang mampu membuat ku tersenyum. Semoga kamu bisa menjadi alasan ku tertawa bukan alasan ku kecewa. Ucapnya dalam hati.


Tiba di mobil di lajukan leliar gerbang dan mencari caffe yang tak begitu jauh antara kampus dan Rumah sakit. Sesampai di caffe kami masuk dan mencari meja yang kosong, setelah mendapatkan kami duduk dan mulai memesan makanan yang akan kami santap nanti. Disaat menunggu makanan yang di pesan tiba ada seseorang yang menghampiri dengan penampilan seperti model.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Siapakah lagi wanita itu

__ADS_1


__ADS_2