
"kamu udah siap kan ayo kita kerumah sakit untuk cek kandungan aku" ucap wanita itu manja dan ragil hanya diam menatap ku sendu. Ku balas dengan anggukan kepala agar dia pergi dengan wanita itu.
"Iya" jawabnya singkat.
"Tunggu dia siapa sayang?" tanya dia saat menyadari ada orang yang tidak di kenalnya.
"Dia kakak ku" jawab desya malas.
"Dia putri ku" jawab mama ketus.
"Sudah ayo pergi" ajak ragil menarik tangan wanita itu. Setelah mereka pergi dengan wanita itu menempel dengan lengan Ragil.
"Nak kamu boleh mengambil keputusan apa pun mama terima" ucap mama sendu.
"Aku akan membicarakan masalah ini nanti dengan mas Ragil ma" ucap ku menenangkan mama.
"Ka ayo kita berangkat aku sudah siap" ajak desya.
"Ayo dek" balas ku.
"Ma kami pulang kerumah dulu" pamit ku kepada mama dengan mencium tangan mama.
"Iya sayang hati-hati ya" jawab mama.
"Iya ma. Assalamualaikum" ucap kami.
"Walaikum salam" jawab mama. Kami keluar dari perkarangan rumah megah itu dan menuju rumah yang selalu penuh dengan kehangatan.
Sampai di rumah kami masuk dan masuk kamar yang sudah lama ku tinggalkan dan sangat ku rindukan.
"Kak" panggil desya lirih.
"Kenapa dek" tanya ku lembut.
"Aku tahu kakak kecewa kepada kak Ragil" ucapnya sendu.
"Itu tidak perlu kamu pikirkan dek ini urusan kakak" kata ku menenangkan gadis kecil ku itu.
__ADS_1
"Kak tinggalkan lagi saja kak Ragil agar dia tahu rasa" ucap desya kesal kepada kakaknya.
"Hemm nanti kakak pikirkan dulu" ucap ku santai.
"Kak aku ingin tidur memeluk mu" pintanya dengan tingkah menggemaskan.
"Baiklah ayo kita tidur" ucap ku sambil memeluk desya dan tidak lama aku mrndengar dengkuran halus dari desya.
"Huff akhirnya tidur juga" ucap ku lega dan bangkit menuju balkon kamar yang terasa sejuk dan mampu mendamaikan hati dan pikiran ku. Di saat aku sedang asik dengan dunia ku ada dering hp.
Kring kring kring.... Ragil📞
"Assalamualaikum" ucapnya setelah ku pencet tombol hijau.
"Walaikum salam" jawab ku.
"Kamu lagi apa yang?" tanya dia.
"Masihkah pantas anda memanggil saya sayang setelah kejadian tadi" kata ku malas.
"Emang kamu tahu apa yang aku pikirkan?" tanya ku malas.
"Kamu pasti berniat meninggalkan aku kan? Pergi dari hidup ku? Kenapa tidak kamu tanyakan dulu apa yang terjadi jangan langsung berasumsi sendiri" katanya panjang lebar dan frustasi.
"Entahlah mungkin karna diri ku sudah terlanjur kecewa" kata ku santai.
"Astaga kamu di mana aku ingin bertemu" tanya dia mulai kesal.
"Aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapa pun" jelas ku.
"Kali ini saja aku mohon wi" pintanya dengan sangat.
"Hufff baiklah aku kan bertemu dengan kamu tapi tunggu aku tidak emosi lagi" kata ku pada nya.
"Baik kabari aku jika kamu sudah bisa bertemu dengan ku" katanya lembut selembut sutra.
Hah rasanya aku akan luluh jika dia seperti ini. Ucap ku dalam hati.
__ADS_1
"Aku akan pergi dulu ada meting. Assalamualaikum" ucapnya
"Walaikum salam" jawab ku lalu ku matikan sambungan telpon dari ragil.
Tuhan aku harus melangkah kemana lagi rasanya aku mulai lelah dengan cobaan mu tuhan. Bisakah kamu membantu ku untuk tidak mempertemukan pada orang yang salah. Jerit hati ku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf🙏 baru bisa UP karna baru selesai UTS jadi semoga kalian bisa memaklumi.
Akan saya usahakan UP setiap hari.
Selamat berpuasa
__ADS_1