Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 14


__ADS_3

Hingga tiba-tiba mobil berenti mendadak karna hampir menabrak anak kecil yang mau menyebrang jalan raya kami bergegas keluar dari mobil dan melihat anak itu dan alhamdulillah tidak terluka.


"Adek tidak apa-apa?" tanya ku pasa anak kecil itu.


"Tidak kak" jawabnya sambil menunduk takut di marahi.


"Sujurlah lain kali jangan main di jalan raya dek" ucap aziz.


"Iya kak maaf" ucapnya.


"Tidak apa-apa dek sekarang kamu main lagi kesana jangan lari kejalan lagi" kata ku lembut sambil mengusap rambutnya.


"Baik kak sampai jumpa" balasnya sambil berlari menghampiri teman-temannya.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan nanti kmu telat sayang" ajak aziz kepada ku.


"Iya mas" jawab ku. Dan kami memasuki mobil lalu melanjutkan perjalanan hingga tiba di kampus aku langsung pamit karna waktu sudah jam kelas di mulai.


Tiba di kelas aku langsung duduk disamping sahabat ku dan memulai perkuliahan hingga selesai. Kami keluar kelas dan menuju kantin untuk mengisi perut sebelum pulang. Tiba di kantin aku di suguhkan pandangan yang bikin dada ku sesak.


Siapa wanita itu? Kenapa dia begitu manja pada mas aziz? Bahkan sampai di suapi? Tanya ku dalam hati.


Kami memesan makanan dan menuku meja kosong dan meja kosong itu melewati meja aziz. Ku abaikan dia karna aku tidak mau bertengkar di depan umum. Di saat kami melewati meja aziz dia menengok dan tersenyum kepada ku tapi aku mengabaikannya. Tiba di meja kami duduk, tak lama makanan kami sampai. Di saat kami makan helsi mengatakan sesuatu yang bikin dada ku tambah sesak.

__ADS_1


"Wi itu aziz romantis banget sama wanita itu" ucapnya helsi tanpa melihat diri ku.


"Biarkan saja si aku tidak peduli" balas ku sambil tersenyum getir.


"Kamu serius tidak apa-apa wi dia pacar kamu lo?" tanya helsi.


"Sudah tidak perlu di bahas. Cepat makan habis itu kita pulang" kata ku yang menahan sesak. Hingga selesai makan kami beranjak menuju kasir untuk membayar makanan di saat melewati meja aziz dia menyapa.


"Udah selesai dek kelasnya" tanya aziz ramah.


"Udah" jawab ku singkat sambil berlalu kekasir tanpa menghiraukan aziz lagi. Sesudah itu kami menuju gerbang untuk pulang.


"Mau aku anter wi" tanya helsi kawatir.


"Ya udah aku pulang dulu kalau ada apa-apa kabarin ya" ucapnya sambil berlalu.


"Oke bos" balas ku.


Setelah memastikan helsi tidak ada aku memutuskan berjalan kaki sambil memikirkan kejadian di kantin tadi. Betapa teganya aziz kepada ku. Tidak di undang tiba-tiba air mata ku meluncur tanpa bisa di hentikan.


Ku lihat ada taman lalu ku duduk di kursi taman itu sambil menangis dengan telapak tangan ku di tutup di wajah.


"Tuhan kenapa sesakit ini" ucap ku terisak.

__ADS_1


"Apa aku tidak layak untuk merasakan bahagia?" tanya ku.


"Hik...hik...hik....mengapa dia tega sekali" kata ku lirih. Hingga ada seseorang yang meletakkan air mineral dan tisu di atas pangkuan ku. Ku pandang siapa laki-laki ini.


"Lebih baik kamu hapus air mata mu" ucap laki-laki itu dengan dingin.


"Sia-apa kamu?" tanya ku dan masih sesugukan.


"Saya...."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2