Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 34


__ADS_3

"Nanti sore mereka kesini dek lagi ada urusan" jawab ku dengan senyuman termanis.


"Oouh gitu" ucapnya kecewa.


"Jangan sedih dong ini ada titipan bunda buat kamu" ku berikan kepada desya dan di makan dengan lahap karna tidak makan.


Selesai makan desya minum obat dan tidur. Terjadi kecanggungan di dalam ruangan itu antara aku, Ragil, dan mamanya. Setengah jam kami saling diam dengan pikiran masing-masing.


"Ma aku kekantor dulu" ucap Ragil.


"Iya nak hati-hati" jawab mamanya.


"Saya pergi dulu tolong jaga desya jangan di tinggal" kata Ragil.


"Iya" jawab ku singkat.


"Assalamualaikum" ucapnya.


"Walaikum salam" jawab kami. Dan terjadi kecanggungan lagi di antara kami.


"Nak bisa kita bicara" tanya mama karna aku juga di suruh panggil mama oleh beliau.


"Bisa ma" jawab ku lembut.


"Apa benar kamu batal menikah?" tanya mama.


"Benar ma" jawab ku santai karna aku tidak ingin ada yang tau kesedihan ku.


"Apa kamu mau menikah dengan anak mama" tanya beliau yang buat aku kaget.


"Maksud mama menikah dengan mas Ragil" ucap ku memastikan.


"Iya nak mau gak?" tanya dia penuh harap.


"Aku tidak tau harus gimana ma" jawab ku.


"Nak mama tau perasaan kamu tapi kalo anak perempuan gagal menikah itu sangat tidak enak" ucap mama sedih.


"Sekarang aku hanya membiarkan tuhan menuntun ku aku hanya pasrah ma tidak ingin berharap lebih lagi kepada siapa pun" jawab ku lirih.


"Baiklah jika kamu mau bilang kemama pasti desya akan senang sekali" kata mama menginagatkan permintaannya tadi sebelum aku masuk keruangan desya.


"Iya ma" jawab ku lembut. Dan kami terus bercanda sambil tertawa hingga kami di kagetkan dengan kedatangan keluarga yang ingin ku hindari.


"Assalamualaikum" ucap mereka.


"Walaikum salam" jawab ku dan mama.

__ADS_1


"Gimana keadaan desya jeng?" tanya wanita paruh baya itu yang sepertinya teman sosialita mama.


"Alhamdulillah sudah baik-baik saja" jawab mama.


"Silahkan duduk nak" lanjut mama kepada 2 pasang manusia yang ingin ku hindari.


"Terimakasih tante" ucap aziz ramah dan mereka duduk di sofa.


Mereka mengobrol santai dan para lelaki yang pernah menjadi bagian masa lalu ku terus memperhatikan aku dengan tatapan sendu. Aku tidak perduli dengan mereka aku sibuk dengan ponsel ku melihat apakah ada kuliah atau tidak dan ternyata ada.


"Maaf ma aku pergi kekampus dulu nanti aku langsung kesini lagi" ucap ku pada mama.


"Iya nak silahkan supir mama nunggu di bawah" ucap mama.


"Tidak usah ma aku pergi naik taxi aja" jawab ku dan ku salimi para wanita paruh baya itu.


"Assalamualaikum" ucap ku dan keluar dari ruangan desya.


"Walaikum salam" jawab mereka.


Ku telusuri lorong rumah sakit dan di saat aku sedang melihat tas apakah ada barang yang tinggal aku menabrak seseorang.


"Aduh" pekik ku karna kening ku terbentur dengan dada bidangnya laki-laki.


"Jalan itu sambil liat jalan biar gak nabrak" ucap seseorang yang familiar dan mengelus kening ku.


"Emang mau kemana kan saya sudah bilang jaga desya gimana kamu ini" ucapnya marah.


"Aku harus kekampus nyerahin tugas agar cepat lulus" jawab ku ketus.


"Ayo saya antar kalau gitu" ucapnya sambil menarik tangan ku.


"Tidak usah mas saya bisa pergi sendiri" ucap ku sambil berjalan terseok-seok karna berjalan buru-buru.


"Saya tidak suka di bantah paham" ucapnya dengan menyentil kening ku yang malang.


"Iya terserah anda tuan" ucap ku malas.


Kami menuju parkiran dan memasuki mobil sport milik mas Ragil yang sangat bagus dan mewah. Selama perjalanan kami hanya diam dengan pikiran masing-masing.


Tiba di kampus aku langsung menuju kelas dan menyerah kan tugas setelah selesai aku merasa lapar sekali aku memutuskan mencari makanan di kantin. Tiba di kantin aku melihat teman ku sedang duduk dengan seorang laki-laki.


"Hem" ucap ku di belakang helsi.


"Eeh" kagetnya.


"Hahaha cie punya pacar gak bilang-bilang ni" ledek ku dengan tawa..

__ADS_1


"Apaan sih kamu wi" ucapnya malu-malu.


"Itu muka kamu kenapa merah" goda ku pada helsi.


"Duwi" ucapnya tambah malu.


"Hem kenapa kamu disini?" tanya laki-laki di belakang pacar helsi dan aku tertawa terbahak-bahak mereka seperti orang ketahuan selingkuh.


"Tuan anu saya" ucapnya terbata-bata.


"Apa" tanya renal dingin.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2