Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 31


__ADS_3

"Ayah apakah ini yang terbaik aku merasa tidak bisa rela jika desya pergi" kata ku lirih.


"Nak jangan seperti ini nanti desya tidak mau ikut mereka. Belajar lah iklas" kata ayah lembut.


"Baiklah yah" jawab ku. ku langkahkan kaki ku kekamar melihat Desya sedang tidur karna kelelahan menangis, ku usap kepalanya pelan agar tidak membangunkan dia, ku tarik selimut hingga lehernya baru aku masuk kamar mandi untuk melakukan ritual mandi ku hingga 30 menit aku baru keluar dan mengganti baju.


singkat cerita saat selesai makan malam kami semua duduk di ruang keluarga untuk membahas tentang Desya.


"nak apakah boleh ayah bicara?" tanya ayah kepada Desya.


"boleh yah" jawabnya lirih dan menunduk.


"sekarang kamu sudah menemukan keluarga mu apakah kamu bahagia?" tanya ayah lagi.


"aku bahagia tapi aku tidak mau pergi yah aku mau dengan kakak" ucapnya dengan Isak tangis.


"tidak ada yang akan melarang kamu bertemu dengan kakak kamu dan jika kamu ingin menginap kesini kami juga tidak keberatan nak" jelas ayah lembut agar desya paham.


"tapi yah" ucapnya ragu.


"tapi apa nak? apakah kamu tidak ingin berkumpul dengan keluarga mu?" tanya bunda yang dari tadi hanya mendengarkan saja.


"ingin bunda apakah bisa kalian ikut juga" pintanya dengan tangis pilu.


"nak kami tidak bisa sayang" jawab bunda pelan.


"dek gimana kalau setiap wekend kamu main kesini dan menginap" tawar ku dengan senyuman ketir.


"baiklah kak aku mau ikut mereka dan setiap wekend aku main kesini" putusnya.


"ya sudah sekarang kalian istirahat besok kamu akan di jemput" kata ayah dengan sendu.


"baik yah" jawab ku dan Desya.


kami menuju kamar dan berbaring di kasur saling memeluk untuk menenangkan diri masing-masing hingga kami terlelap. saat azan subuh kami bangun dan melakukan solat subuh bersama dan di lanjutkan ritual memasak. selesai masak dan makan aku mengajak Desya beres-beres barang yang akan di bawa ke rumah barunya nanti.


"dek apa aja yang mau kamu bawa?" tanya ku dan menoleh kedesya ternyata dia sedang bersedih.


"yang mana aja kak" jawabnya malas. ku masukan baju yang masih terlihat bagus dan beberapa ku tinggalkan di lemari agar saat menginap tidak perlu membawa baju.


"sudah selesai" kata ku.


"kak aku pasti akan merindukan kakak" ucapnya sendu dan ku tarik kedalam pelukanku.


"kakak juga akan sangat rindu sama kamu" balas ku dengan pelukan erat.


tok.....tok.....tok....


"nak turun sekarang ada kakak kamu" panggil bunda.


"iya Bun" jawab ku. dan ku bawa koper Desya dan menuju ruang tamu disana sudah ada Ragil berserta ibunya.

__ADS_1


"udah semua dek?" tanya Ragil lembut.


"sudah kak" jawab Desya pelan.


"kalau begitu kami pamit dulu ibu pak nak sekali lagi terimakasih" ucap ibunya Ragil.


"sama-sama Bu" balas bunda.


lalu mereka pergi dari rumah dan ayah bunda ke toko dan aku harus menemani mas Eko kerumah sakit untuk cek up rutin. ku bersiap-siap hingga tak lama ada mobil mas Eki terparkir di depan rumah kami langsung menuju rumah sakit.


tiba di rumah sakit kami di sambut ramah oleh dokter dan melakukan rangkaian pengobatan hingga dokter menyatakan keadaan mas Eki semakin membaik. kami mengucapkan banyak terimakasih kepada dokter dan pergi dari rumah sakit. hingga kami mampir ke taman untuk berbagi cerita.


"wi apakah kamu yakin ingin menikah dengan saya?" tanya mas Eki.


"insa'allah saya yakin mas" jawab ku pelan .


"bagaimana kalau saya tidak bisa mencintai kamu wi" kata nya yang membuat hati ku bagai di tusuk ribuan jarum.


"saya tidak apa-apa mas asal mas bisa sembuh itu sudah lebih baik untuk saya" kata ku mencoba untuk tidak kecewa karna hati ini sudah mulai menerimanya.


"bagaimana jika saya mengecewakan kamu dengan kehadiran orang ketiga?" tanyanya lagi.


"maka di saat itu juga saya akan pergi dari hidup mas dan tidak akan pernah kembali" ucap ku tegas.


maaf wi aku masih belum bisa menerima kamu dan hati ini masih milik dia. ucap Eki dalam hati.


kenapa perasaan ku semakin tidak enak di saat pernikahan ku tinggal 1 bulan lagi. ucap ku dalam hati.


"baiklah ayo" katanya.


kami pergi dari taman menuju rumah ku dan setelah mengantar ku mas Eki pergi pulang tanpa mampir. ku masuki rumah terasa sepi sekali aku jadi rindu Desya.


huffff Hela nafasku.


ku masuki kamar dan mengerjakan tugas kampus yang tinggal sedikit lagi selesai.


***********


2 Minggu berlalu hari ini hari di mana Desya akan melakukan rangkaian pengobatan dan operasi. setelah pulang dari kampus aku menuju rumah sakit yang sama tempat aku sering menemani mas Eki berobat.


tiba di rumah sakit aku melihat mobil mas Eki terparkir di sana tapi aku tidak menghiraukan hingga saat aku melewati ruangan dokter yang menangani mas Eki aku melihat mas Eki bersama wanita.


deg.....


siapa wanita itu? tanya ku dalam hati.


ku buka pintu dengan pelan dan ku dengar pembicaraan mereka.


*keadaan mas Eki sudah sembuh hanya perlu pengecekan beberapa kali agar benar-benar tidak ada yang tinggal. dokter


terimakasih dok. wanita

__ADS_1


Alhamdulillah terimakasih banyak dok. mas Eki


kamu sembuh sayang kita bisa nikah secepatnya. wanita itu dengan memeluk mas Eki*


praaaang


rantang makanan untuk Desya jatuh saat aku syok mendengar ucapan mereka. di saat dia sakit aku yang menemani di saat sembuh aku di buang rasanya aku hanya di manfaatkan oleh mereka.


"duwi" ucap mas Eki kaget.


"mbak duwi" ucap wanita itu tidak kalah kaget melihat ku ternyata dia Jasmin adek dari Aziz.


"jadi selama ini anda mempermainkan saya" kata ku dengan derai air mata sakit rasanya hati ku.


"aku bisa jelasin wi" ucap mas Eki memegang tangan ku namun langsung ku tepis.


"selamat atas kesembuhan anda tapi perlu anda ingat rasa sakit saya akan anda bayar mahal suatu hari Tuhan tidak tidur" kata ku yang sangat pilu. ku tinggalkan ruangan dokter itu dan menuju taman rumah sakit.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2