Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 39


__ADS_3

"Maaf lebih baik kita tidak perlu bicara dan bertemu lagi" kata ku ketus.


"Tapi" ucapnya terpotong.


"Assalamualaikum" ucap ku memotong ucapannya.


"Walaikum salam" jawabnya dan mematikan sambungan telpon.


"Buat apa sih dia menelpon ganggu tidur aja" oceh ku. Lalu melanjutkan tidur hingga jam 5 sore. Ku bergegas mandi dan melaksanakan solat yang tertunda karna terlalu lelah.


Aku melakukan aktifitas seperti biasa kuliah belajar yang rajin agar aku bisa wisuda lebih cepat dan akhirnya aku bisa mengejar target wisudah hanya 1 setengah tahun di universitas wanita internasional. Hubungan ku dengan mas Ragil awalnya berjalan dengan baik tapi akhirnya saat ini mulai renggang. Aku tidak tahu apa alasan dia berubah hanya saja aku selalu positivtingking tidak ingin berburuk sangka.


Disinilah kisah ku di mulai...


Hari ini adalah hari kepulangan ku setelah satu tahun setengah pergi dan aku mendapatkan gelar yang ku impikan dari dulu dengan nilai terbaik di kampus. Aku pulang tanpa memberi tahukan kepada siapa pun dan karna hari masih siang aku menghampiri orang tua ku di toko karna mereka pasti tidak ada di rumah kalau siang hari. Sampai di sana aku keluar dari taxi sambil menyeret koper ku lalu berdiri di depan toko dengan kacamata hitam baju navy jilbab pasmina silver terlihat snggun sekali.


"Assalamualaikum" ucap ku.


"Walaikum salam" jawab bunda tersenyum.


"Mau beli apa neng" lanjut bunda.


"Mau beli obat rindu" jawab ku terkekeh geli.


"Astaga ayah anak gadis kita pulang" panggil bunda histeris sambil memeluk ku erat. Tiba-tiba ayah datang bersama seseorang laki-laki yang tidak ku kenal.


"Assalamualaikum ayah" ucap ku sendu karna teramat merindukan kedua orang tua ku ini.


"Walaikum salam nak" jawab ayah menangis saking kaget dan bahagia melihat anaknya ada di depan mata seperti mimpi. Ku peluk ayah dengan erat dan tangis ku pilu karna merindukan mereka.


"Kamu apa kabar nak?" tanya ayah setelah melepaskan pelukan itu.


"Aku baik ayah. Ayah sama bunda bagaimana kabarnya? Aku rindu" tanya ku.


"Kami baik nak" jawab mereka.


"Siapa dia yah bun?" yanya ku penasaran.


"Dia Dewa pelanggan ayah nak" jawab ayah mengenal kan orang di sampingnya.


"Oouh gitu. Yah bun aku mau pergi dulu ketemu desya aku juga sangat merindukan dia" ucap ku antusias.


Apa tidak sebaiknya besok saja nak" kata ayah.


"Tidak yah besok aku mau ke panti menemui ibu panti dan anak-anak di sana jadi sekarang aku ketemu desya dulu. Assalamualaikum" pamit ku dan mencium tangan mereka.


"Walaikum salam" jawab mereka.


Di perjalanan aku diam memikirkan sesuatu yang harus aku cari tahu apa sebab mas ragil berubah akhir-akhir ini. Saat sampai aku langsung turun setelah membayar ongkos ku pada taxi itu. Ku hampiri satpam lalu di buka gerbang olehnya.


"Assalamualaikum pak apa kabar?" ucap ku.


"Walaikum salam neng duwi ya tambah gelis" jawabnya dan memuji penampilan ku.


"Hahaha bapak bisa aja. Apa orang rumah ada pak?" tanya ku dan dengan ragu pak satpam itu mengangguk.

__ADS_1


"Ya sudah saya kedalam dulu pak" lanjut ku lagi.


"Silahkan neng" balas nya dengan melihat kepergian ku.


Semoga neng duwi tidak sedih saat mengetahui kabar ini. Ucap dalam hati pak satpam itu.


"Assalamualaikum" ucap ku tapi tidak ada yang menjawab dan aku mulai masuk ke dalan hingga di ruang keluarga aku mendengar perdebatan antara anak dan ibu itu.


"Mama tidak habis pikir dengan pikiran kamu gil sungguh mama kecewa dengan kamu" ucap mamanya.


"Aku juga kecewa dengan kakak lebih baik tinggalkan kak duwi" ucap desya marah. Ternyata gadis kecil ku sudah menjadi gadis remaja sekarang.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan dia aku sangat mencintai dia" tegas ragil keoada kedua wanita di rumah ini.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya mama geram kepada anaknya.


"Aku akan melakukan tes DNA kepada sara apa benar dia mengandung anak ku atau bukan" ucap nya menjelaskan niat itu.


Anak? Anak siapa dan apa maksudnya ini?. Tanya ku dalam hati hancur sudah hidup ku berkali-kali di sakiti seperti ini.


"Kenapa kamu tidak yakin dengan kandungan sara bahwa anak itu anak kamu?" tanya mama lagi.


"Aku merasa tidak melakukan apa pun ma" jawabnya tegas dan malas.


"Kak duwi" panggil desya yang melihat ku dengan air mata mengalir sungguh tuhan kejam pada ku berat sekali cobaan ini.


"Hai sayang apa kabar?" ucap ku seolah baik-baik saja di depan desya aku tidak mau gadis kecil ku merasa sedih seperti ini.


"Duwi" panggil mama terkejut.


"Ada apa kenapa kalian tegang sekali" ucap ku pura-pura tidak tahu padahal aku sudah mendengar semua.


"Sejak kapan kamu ada di situ?" tanya Ragil cemas.


"Sejak awal mama bilang kecewa sama kamu mas dan desya mintak ninggalin aku" jawab ku santai tapi menahan sesak.


"Aku bisa jelasin yang" ucap Ragil menghampiri aku tapi ku abaikan.


"Apa kabar ma?" tanya ku dengan menyalami tangannya.


"Mama baik nak" jawabnya sendu terdapat beban besar di wajahnya.


"Sukurlah kalau baik. Begini ma aku mau ngajak desya nginap di rumah apakah boleh?" ucap ku kepada mama.


"Tentu boleh sayang silahkan" jawab mama.


"Terimakasih ma" ucap ku tulus lalu aku menghampiri desya yang dari tadi hanya diam saja.


"Sayang apa kabar? Apakah kamu tidak rindu kakak?" tanya ku dengan merentangkan tangan dan gadis itu langsung masuk kedalam pelukan ku.


"Aku baik kak, dan sangat merindukan kakak aku bahkan ingin mencari kakak minta bantuan sama mama tapi kakak sudah pulang" ucapnya menangis tersedu-sedu dan pelukan itu tambah erat saja.


"Hehehe kan mau ngasih kejutan sayng" ucap ku lembut lalu mengelus kepalanya.


"Sayang" panggil seseorang dari luar.

__ADS_1


Deg siapa?


"kamu udah siap kan ayo kita kerumah sakit untuk cek kandungan aku" ucap wanita itu manja dan ragil hanya diam menatap ku sendu. Ku balas dengan anggukan kepala agar dia pergi dengan wanita itu.


"Iya" jawabnya singkat.


"Tunggu dia siapa sayang?" tanya dia saat menyadari ada orang yang tidak di kenalnya.


"Dia kakak ku" jawab desya malas.


"Dia putri ku" jawab mama ketus.


"Sudah ayo pergi" ajak ragil menarik tangan wanita itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Siapakah wanita itu?


Apa motifnya?


ada cerita apa di balik semua ini?

__ADS_1


__ADS_2