
"Kamu jahat" ucap ku dengan memukul dada nya dengan kuat sampai dia meringis.
"Awww" ucap ragil yang sebenarnya tidak merasakan apa-apa dan itu berhasil memberhentikan tangan ku memukuli dadanya yang sangat keras itu.
"Sayang kamu-" ucapanya terpotong dengan suara melengking seseorang.
"Siapa kamu dan kenapa memeluk calon suami saya?" tanya sara yang sangat keras dan membuat sakit telinga.
"Kenapa kamu di sini?" tanya ragil balik.
"Sayang aku kan mencari mu" ucap sara manja bikin muntah.
"Kamu masuk duluan aku ada urusan dengan dia" perintah ragil.
"Tapi" ucap sarah ingin membantah tapi tidak jadi mendengar suara bentakan.
"MASUK SEKARANG" bentak Ragil dengan emosi.
Dengan berat hati sarah kembali masuk rumah dengan kaki di hentak-hentakan kelantai.
Hening tidak ada pembicaraan sesaat. akhirnya, Ragil mengangkat wajah ku untuk melihat mata ku yang berkaca-kaca.
Cup
Di kecupnya kening ku sesaat dan aku meresapi rasa itu dengan memejamkan mata.
"Aku tidak berniat menghindari kamu atau pun mengecewakan kamu tapi aku masih mencari bukti agar di saat dia mengancam ingin membeberkan masalah ini kepublic aku punya bukti bahwa aku tidak bersalah dan tidak melakukan itu" jelas ragil panjang lebar. Dan itu semakin membuat ku menangis dengan keras di dalam pelukannya.
"Tapi kenapa kamu tidak jujur dengan aku?" tanya ku kecewa.
"Apa dengan aku bicara kamu bisa percaya dengan aku? Kan tidak jika tidak ada bukti" ucap ragil lembut sambil mengusap rambut dan punggung ku.
__ADS_1
"Apa sekarang sudah ada buktinya mas?" tanya ku penasaran.
"Sudah dan kamu hanya perlu melihat saja nantinya" jelas ragil tanpa memberi tahu apa buktinya.
"Baiklah sekarang kita masuk karna aku harus menemui wanita ular itu" ajak ragil tapi aku tidak mau.
"Gak mau kamu belum jelaskan siapa yang kamu omongin di telpon tadi" kata ku merajuk.
"Astaga orang itu kamu sayang ku, cinta ku, honey ku cup" kata ragil dengan mencium bibirku sekilas.
"Isssshh kamu ini" kata ku kesal lalu pergi kedalam duluan tanpa menghiraukan panggilan dari ragil.
Sampai di ruang keluarga aku melihat wanita itu menangis dengan memeluk mama. Aku memutar bola mata dengan malas melihat adegan seperti ini sangat menjengkelkan.
"Dia memeluk ragil tante hiks.. Hiks.." ucapnya dengan sambil menangis.
"Sudah tidak usah menangis nanti tante tegur mereka" kata mama dengan dramanya.
"Iya" ucap mama singkat.
"Kalian ini apa-apaan pake peluk-pelukan segala" marah mama.
"Maaf ma" ucap ku dengan kepala tertunduk dengan mengikuti drama yang mama buat karna sudah di beritahu saat di perjalanan menuju rumah mama.
"Sekarang sebaiknya kamu pulang dulu biar mereka urusan tante" kata mama lembut kepada sarah.
"Baik tante aku pulang dulu" pamit sarah.
"Iya hati-hati" kata mama dengan memandang tubuh sarah semakin menjauh sampai menghilang dari pandangan.
"Jadi udah puas peluk-pelukannya arau masih kurang?" tanya mama jail.
__ADS_1
"Mama" kata ku dengan malu di tambah pipi ku sudah merona dan bikin gerah suasana seperti ini heheh.
"Kalau kurang lanjut lagi aja tapi ingat jangan lebih dari peluk awas ya mama coret kamu jadi ahli waris dan biarin aja kamu jadi gembel biar gak ada wanita yang mau sama kamu" kata mama kepada Ragil dengan sinis.
"Mama udah jangan ganggu iih kebiasaan deh" ucap ragil santai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1