Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 46


__ADS_3

"Eh kalian sudah sampai ternyata tadi mama menunggu kalian" kata mama antusias melihat kedua putrinya.


"Ada apa dengan dia ?" suara berat dan tegas berasal dari belakang mereka yang sedang asik berbicara.


"Hanya kecapean jadi pingsan kata dokter" jawab mama dengan senyuman yang memiliki makna.


"Oooh" kata laki-laki itu ternyata ragil yang acuh kepada sara yang sedang tiduran di ranjang, dan dia pergi begitu saja dari kamar tamu dengan di susul dwi ternyata kedapur.


"Apa kamu merasa lapar? Atau mau kopi?" tanya dwi kepada Ragil karna dia sudah sepakat untuk memberikan waktu membuktikan jika ragil tidak salah.


"Tidak perlu aku bisa sendiri" katanya datar.


"Kamu kenapa bersikap seperti ini kepada aku?" tanya dwi bingung.


"Kamu yang kenapa tiba-tiba baik dengan aku padahal lagi marah" tanya ragil balik.


"Aku ingin menemani kamu sampai seminggu kedepan dan kamu berhasil membuktikan bahwa kamu tidak salah" jelas ku sendu.


"Baik terimakasih sudah amau bertahan di samping ku" kata ragil tegas dengan menatap dwi tajam.


"Tapi jika aku tidak terbukti bersalah aku mau kita menikah secepatnya" lanjut Ragil serius.


"Apa kamu jangan becanda" kata dwi terkejut.


"Tatap mata ku wi apa aku bercanda atau serius" kata Ragil dengan memegang wajah ku untuk melihat lebih dalam kematanya yang tajam.


"Tap-" ucapan ku terpotong oleh suara desya memanggil.


"Kak di mana?" panggil desya teriak-teriak.

__ADS_1


"Di dapur dek" jawab dwi.


Cup mendarat dengan sempurna di kening dwi oleh pelaku siapa lagi jika bukan Ragil yang sedang cengengesan.


"Kamu" geram dwi lalu di pukulnya dada ragil yang sedang terkekeh melihat wajah dwi menggemaskan saat kesal.


"Kak mau pulang atau menginap kata mama?" tanya desya kepada dwi yang sedang bersemu.


"Nginap dek" jawab ragil dari belakang dwi dengan cengengesan. Siapa yang di tanya siapa yang menjawab dasar hehehe.


"Terserah kamu dek kakak ikut aja tapi izin kebunda sama ayah dulu" kata dwi.


"Oke kak nanti aku telpon bunda untuk izin" kata desya girang dengan berlari keluar dapur.


"Sayang buatkan aku kopi dan mie instan dan tolong antarkan keruang kerja" ucap ragil setelah mengecup kening duwi.


"Dasar bilangnya tadi tidak mau" gerutu duwi pada ragil tapi tetap melakukan permintaan laki-laki itu.


Hahaha kamu bisa aja ya aku mengakui dia sangat cantik bahkan aku sampai terpesona padanya. Ucap Ragil.


Deg...


Kenapa kamu kecewakan aku lagi gil. Ucap ku dalam hati.


"Eeh sayang kamu sejak kapan di situ" tanya Ragil gugup.


"Sejang kamu bilang terpesona dengan seseorang" jawabku dengan tatapan kecewa.


"Ini pesanan kamu silahkan di makan mumpung masih hangat, aku mau keluar dulu" lanjut ku langsung keluar dari ruang kerjanya dengan air mata terus mengalir tanpa bisa di cegah.

__ADS_1


Kamu jahat gil ucap ku.


Aku terus berjalan hingga sampai di taman belakang dengan terus di kejar oleh Ragil dengan memanggil ku tanpa aku jawab. Saat tiba di halaman belakang aku langsung di tarik ragil kedalam dekapannya dengan memeluk erat seolah tidak mau lepas.


"Kamu jahat" ucap ku dengan memukul dada nya dengan kuat sampai dia meringis.


"Awww" ucap ragil yang sebenarnya tidak merasakan apa-apa dan itu berhasil memberhentikan tangan ku memukuli dadanya yang sangat keras itu.


"Sayang kamu-" ucapanya terpotong dengan suara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya baru up semoga tetap suka membaca lanjutan ceritanya.

__ADS_1


Ayo kasih saran dan masukan biar nanti aku pertimbangkan untuk kelanjutanya biar tambah gerget hehehe


__ADS_2