
Tidak habis fikir aku sama dia beginikah kehidupanya sungguh membuatku kecewa teramat dalam. Membuatku berfikir harus menjaga jarak agar tidak ikut terjerumus ketempat seperti itu. Tak lama suara azan magrib berkumandang. Aku beranjak mengambil air wudhu dan melaksanakan solat magrib berjamaah di mosolah. Setelah solat kami menuju meja makan dan menyantap makanan dengan diam. Sesudah makan kami duduk di ruang keluarga sambil nonton tv.
"Gimana kuliahnya sayang?" tanya bunda.
"Alhamdulillah lancar bunda" jawabku.
"Kuliah yang rajin nak" ucap ayah.
"Siap bos" jawabku sambil tersenyum manis.
"Bunda. aku tiduran di paha bunda boleh?" tanya ku
"Boleh sayang. Sini"jawab bunda. Ku rebahkan kepalaku di atas paha bunda dan di elus-elus hingga diriku tertidur.
"Tak terasa ya bun duwi udah besar" ucap ayah.
"Iya yah bunda juga ngerasa terlalu cepat gadis bunda besar" balas bunda sendu.
"Sebentar lagi dia akan dewasa dan akan dipinang laki-laki, rasanya ayah tak rela bun" kata ayah.
"Mau gimana lagi yah kalo udah waktunya kita gak bisa nolak untuk menikahkan anak gadis kita" jawab bunda.
"Iya bun" ucap ayah.
"Sekarang bunda bangunin duwi buat solat isya bareng" lanjut ayah.
"Baik yah" kata bunda.
"Sayang bangun nak" ucap bunda.
"Hoaaamm iya bun" jawabku.
"Ayo ambil air wudhu dulu sana kita solat isya berjama'ah" ajak bunda.
"Iya bun aku ambil air wudhu dulu" jawabku. Sambil berlalu ke kamar mandi. Setelah wudhu aku kemosolah lagi melaksanakan solat isya. Sesudah solat aku kekamar untuk melanjutkan tugas kampus yang belum kelar.
Saat asik mengerjakan tugas ada notifikasi di hp. Saat ku lihat dari aziz.
Aziz
Assalamualaikum
Saya
Walaikum salam
Aziz
Lagi apa wi?
__ADS_1
Saya
Lagi ngerjain tugas. Kenapa?
Aziz
Gak papa mau telpon tapi takut ganggu jafi chat dulu
Saya
Ooh gak terlalu sibuk sih
Aziz
jadi boleh aku telpon?
Saya
Boleh
Kring.... Kring.... Kring....
Aziz📞
"Assalamualaikum" ucapnya.
"Walaikum salam" jawabku.
"Gak kok ziz" jawabku.
"Sujurlah deh. Kamu udah makan?" tanya dia.
"Alhamdulillah udah" jawabku.
"besok kekampus jam berapa?" tanya aziz.
"Jam 10 pagi kenapa ziz?" ucap ku.
"Besok berangkat bareng aku ya? Pliase!" ajak nya.
"Lah tumben kamu ajak aku bareng" kata ku.
"Hehehe mau ngucapin makasih kekamu sekalian jemput kamu. Mau ya" katanya.
"Iya boleh deh. Jangan telat ya" balas ku.
"Siap nona" katanya cengengesan.
"Ya udah aku tidur dulu ya.
__ADS_1
Assalamualaikum" ucap ku
"Walaikum salam" jawabnya.
Setelah mati sambungan telpon nya aku membaringkan tubuh. Lalu hp ku berdering kembali ku lihat ternyata raka yang menelpon.
Kring... Kring.... Kring....
Raka
"Halo kamu lagi apa wi? " tanya nya.
"Assalamualaikum. Lagi tidur" jawabku malas.
"Hehe walaikum salam. Ikut yok ke club malam" ajak nya.
"Maaf ka aku gak bisa ke tempat seperti itu" jawabku.
"Kenapa wi? Dari tadi nolak mulu deh?" tanya nya penasaran.
"Assalamualaikum" ucap ku. Langsung ku matikan telpon ku. Ku elus dada rasanya kesal sekali. Ku ucapkan istigfar berkali-kali.
Ku putuskan untuk tidur karna ngantuk mulai melanda. Disaat tidur aku bermimpi bertemu laki-laki yang akan menolongku dari bahaya yang sangat menakutkan. Dia selalu datang setiap ada bahaya yang datang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Siapa kah laki-laki itu