Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 25


__ADS_3

"Bu aku akan ikut kak duwi" jawab desya pelan.


"Tapi nak" ucap ibu.


"Bu saya akan mengadopsi desya dan saya sudah bicara kebunda dan ayah tentang masalah ini mereka setuju" jelas ku pada mereka.


Entah kenapa aku merasa ada yang tidak beres dengan wanita ini. Ucap ku dalam hati.


"Bu saya sangat menyayangi desya tolong bu biarkan saya mengadopsinya" mohon ku pada ibu panti.


"Emang kamu punya uang untuk mengobati anak itu dia kan sakit keras" ucap wanita itu ketus.


"Saya memang tidak punya banyak uang tapi saya akan berusaha mengobati desya kamu tidak perlu kawatir saya mampu kok" balas ku kesal.


"Ibu tidak bisa memutuskan jadi silahkan desya mau ikut siapa" ucap ibu panti agar kami berhenti berdebat.


"Nak kamu mau ikut siapa?" tanya ibu panti.


"Aku mau ikut kak duwi bu" ucapnya pelan dan kepala tertunduk.


"Dasar anak tidak tau di untung sudah berbaik hati saya mau mengadopsi mu malah kamu memilih dia" ucap wanita yang menjadi calon aziz dengan nyolot.


"Jelas dia memilih saya karna hati saya jauh lebih bersih tidak seperti hati kamu kotor" balas ku tidak kalah sengit.


"Kamu😠" ucapnya geram.


"Sudah sesa kamu sudah keterlaluan" bentak aziz.


"Maaf ibu atas ketidak nyamanan ini saya pamit dulu" lanjut aziz.


"Tidak apa nak aziz saya mengerti, silahkan" balas ibu dengan lembut.


Setelah mereka pergi kami duduk lagi dengan desya menangis di pelukan ibu dan menceritakan semuanya kepada ibu bahwa sesa andini itu memaksa desya ikut mereka.

__ADS_1


Betapa kesal ibu kepada sesa karna tidak punya hati dengan menyakiti seorang anak yang sedang sakit seperti ini.


"Nak sekarang kamu istirahat ya ibu mau bicara sama kak duwi" ucap ibu lembut.


"Iya ibu" jawabnya desya dengan semangat.


"Wi" panggil ibu.


"Knapa bu?" tanya ku.


"Kamu beneran mau ngadopsi desya" ucap ibu pelan.


"Yakin bu aku tidak ingin ada orang lain yang menyakiti desya" tegas ku pada ibu.


"Ya sudah ibu akan mengurus surat adopsinya" kata ibu santai karna dia yakin aku akan menjaga desya dengan baik bahkan sangat baik. Sesudah mengurus berkas dan berpamitan kepada teman-temannya desya ku bawa dia pulang kerumah.


"Assalamualaikum" ucap ku tiba di rumah yang sudah ada bunda dengan ayah.


"Walaikum salam" jawab bunda dan ayah dari ruang keluarga.


"Baru saja nak kamu pulang dengan siapa?" tanya bunda karna tidak melihat desya di belakang ku.


"Ayah bunda ada yang aku ingin bicarakan pada kalian" ucap ku serius.


"Ada apa nak?" tanya ayah dengan wajah tidak kalah serius.


"Aku mengadopsi desya yah bun" ucap ku tegas.


"Oouh kamu jadi mengadopsi desya ternyata bunda kira kamu bercanda" kata bunda santai.


"Jadi bun dan mulai sekarang desya adalah bagian keluarga ini" jelas ku pada bunda dan ayah.


"Baik ayah terima nak" ucap ayah tegas.

__ADS_1


"Sini sayang salim dengan bunda dan ayah" panggil bunda dan desya mendekat kebunda dan mencium tangannya dan memeluk bunda dan ayah secara bergantian.


"Mulai sekarang kamu anak ayah dan bunda jadi jangan sukang lagi oke nak" ucap ayah tegas.


"Iya ayah" jawab desya dengan mata sudah berkaca-kaca.


Terimakasih tuhan kau sudah memberikan aku kebahagian yang tidak ada tandingannya" ucap desya dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf kalau up nya gak banyak karna lagi sibuk

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2