Jodoh Misterius

Jodoh Misterius
Eps 44


__ADS_3

Setelah memastikan aku kedalam ayah segera menemui laki-laki yang menemui ku tadi dan melihat laki-laki itu duduk di lantai sambil menangis, hilang sudah wibawa sebagai laki-laki yang tampan, manis, dan ceria. Yang ada hanya tatapan sedih yang membuat semua orang iba jika melihatnya.


"Bangun nak" ucap ayah dengan membantu aziz duduk di sofa lagi.


"Om tolong bujuk dwi agar mau lembali dengan saya om" ucapnya memelas.


"Maaf nak om tidak bisa karna semua keputusan dwi pasti sudah di pikirkan dengan matang jadi om tidak bisa berbuat apa-apa lagi" tegas ayah kepada laki-laki di depan nya yang tidak tahu kenapa sampai sekusut ini.


"Saya benar-benar mencintai dwi om saya rela jika saya harus kehilangan nyawa saya demi dwi om" ucapnya frustasi.


"Ingat nak Allah tidak suka orang yang seperti ini lebih baik kamu solat mintak ampun dan lebih dekat dengan Allah agar bisa berfikir dengan jernih" nasehat ayah dengan aziz.


"Baik om terimakasih nasehatnya saya permisi dulu. Assalamualaikum" pamit aziz.


"Walaikum salam" jawab ayah.


Ayah kedalam rumah melihat anak gadisnya sedang apa, dan ternyata dia sedang duduk di ruang keluarga dengan bunda serta adeknya sungguh pemandangan yang indah.


"Ayah apakah aku boleh pergi hari ini?" tanya ku setelah ayah duduk di samping bunda.


"Apa tidak terlalu cepat nak?" tanya ayah balik.


"Tidak yah lebih cepat lebih baik" kata ku lirih sebenarnya tidak tega meninggalkan keluarga ini tapi aku butuh waktu menenangkan diri.


"Silahkan kalau itu keputusan kamu jaga diri baik-baik" nasehat ayah.


"Pasti yah, bun aku pergi beres-beres dulu" ucap ku kepada dua paruh baya yang sangat ku cintai itu.


"Iya" jawab bunda singkat karna kesal pada ku tetap ingin pergi dari rumah padahal dia sangat merindukan anaknya itu.

__ADS_1


"Bun" panggil ku lembut.


"Iya-iya pergilah bunda akan baik-baik saja bersama ayah kamu tidak perlu pulang lagi bila perlu kerumah ini" ucap bunda pedas dan tepat kena di rulung hati.


Bun bukan begitu" kata ku tapi bunda sudah berdiri dan meninggalkan kami dengan masuk kamar.


"Yah gimana ini bunda marah sama aku" rengek ku dengan mata berkaca-kaca.


"Biarkan ayah yang bicara kepada bunda nak" kata ayah sambil mengelus kepala ku.


"Kak jangan sedih bunda pasti gak marah sama kakak" ucap desya menenangkan.


"Iya dek" jawab ku lesu dengan tatapan tidak beralih dari pintu kamar bunda.


Apa aku batalkan saja kepergian ku agar bunda tidak marah lagi, lagian kenapa aku harus lari dari masalah yang semestinya harus aku hadapi. Kata ku dalam hati.


"Dek kakak kekamar dulu ya" kata ku lalu beranjak dan melangkah masuk kamar yang baru aku tempati beberapa hari.


Tok.. Tok...


Cleek..


Suara pintu terbuka tanpa mengganggu sang pemilik kamar dari alam mimpi.


"Kasian kamu nak harus mengalami semua ini semoga kamu mendapatkan kebahagian setelah ini" ucap bunda yang datang dengan merasakan kesedihan sang anak yang sangat di sayang.


"Maafkan bunda tadi marah sama kamu tapi bunda sudah tidak tahu lagi harus apa agar kamu tidak pergi lagi sayang" kata bunda lirih dengan air mata yang terus meluncur.


"Bunda".

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Kalau ada salah kata dan saran boleh komen ya gaes.


__ADS_2